Satlat Demak Ijo Gelar Tasyakuran Rayakan Kesuksesan Kompetisi Tarung Derajat

Satuan Latihan (Satlat) Demak Ijo menggelar acara tasyakuran untuk merayakan kesuksesan petarungnya di dua ajang kompetisi tarung derajat tingkat kabupaten dan provinsi yang diadakan pada bulan Oktober dan November 2024. Bertempat di Pendhapa Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin malam (11/11/2024) acara ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh para atlet, pelatih, keluarga, beberapa tokoh masyarakat setempat, serta pengurus dan anggota Komunitas Kekandhangan.

Pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Sleman yang berlangsung pada Oktober dan November 2024 lalu, Satlat Demak Ijo berhasil membuktikan kemampuan atletnya dengan membawa pulang 2 keping medali emas, 2 keping medali perak, dan 2 keping medali perunggu. Prestasi yang diraih oleh Satlat Demak Ijo tidak hanya membanggakan tim, tetapi juga membawa nama baik bagi Kabupaten Sleman.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Komunitas Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Pelatih Tarung Derajat, Kang Feriyadi dan Kang Ruslan, serta Kepala Sub Unit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polresta Sleman, Gani Sriyono.  Adnan merasa bangga dan bersyukur sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada para petarung yang telah berhasil mengharumkan nama satlat demak ijo. Para atlet dari kelompok usia SD, SMP, dan SMA tersebut tampil dengan penuh percaya diri dan menunjukkan performa yang luar biasa, mengalahkan pesaing-pesaing tangguh dari berbagai Satlat.

“Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda kita untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama satlat demak ijo pada even yang akan datang,” tuturnya.

Acara tasyakuran ini disertai dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pelatih tarung derajat yang mengampu Satlat Demak Ijo, Kang Feriyadi. Ia pun mengungkapkan rasa bangganya atas kerja keras dan semangat juang para atlet hingga dapat meraih medali. Ia pun menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari latihan keras yang telah dijalani selama berbulan-bulan, serta dukungan penuh dari keluarga dan komunitas.

Momentum ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan moral dan materiil. Beberapa orang tua yang hadir mengungkapkan rasa syukur dan bangganya karena anak-anak mereka dapat berprestasi di bidang olahraga, sekaligus berharap agar Satlat Demak Ijo terus berkembang dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi.

Lebih lanjut, demi mempererat kebersamaan dan silaturahmi dilakukan makan bersama di atas lembaran daun pisang utuh yang duduk berdekatan. Hal tersebut menciptakan suasana keakraban dan kebersamaan yang lebih erat, memperkuat ikatan sosial, dan mempererat silaturahmi satu sama lainnya antar keluarga besar Satlat DemakIjo.

“Tradisi makan bersama di atas lembaran daun pisang ini mengajarkan nilai kesederhanaan, dimana setiap orang duduk setara tanpa ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah serta mengingatkan pentingnya berbagi,” ujar Adnan.

Sementara itu, Soeyoso selaku Pengurus Bidang pembinaan dan Prestasi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan mengasah bakat para petarung. Ia berharap agar prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota Satlat DemakIjo  untuk terus berlatih dan bersaing di level yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan semangat baru dari acara tasyakuran ini, Satlat Demak Ijo siap untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya. Mereka bertekad untuk terus mengharumkan nama Kabupaten Sleman di kancah olahraga tarung derajat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peringatan Hari Pahlawan di SMP Muhammadiyah 1 Mlati: Semangat Pahlawan, Semangat berbagi

Mlati – Dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 2024, SMP Muhammadiyah 1 Mlati bekerjasama dengan Misi Baik Indonesia Foundation menyenggarakan kegiatan Seminar Motivasi dengan tema: “Semangat Pahlawan, Semangat Berbagi”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo kelurahan Sendangadi yang diikuti oleh seluruh siswa dan Guru serta Karyawan SMP Muhammadiyah 1 Mlati setelah seluruh siswa melaksanakan shalat Dhuhur secara berjamaah.

Kegiatan dengan tema “Semangat Pahlawan, Semangat Berbagi” mengajak seluruh siswa untuk mendukung Program Braille For Blind.

Program Braille For Blind merupakan sebuah program gotong royong yang diselenggarakan bersama warga sekolah untuk menghimpun bantuan dana untuk membantu sahabat tuna netra melalui media Amplop.

Program tersembut disambut baik oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Mlati Moch. Yusuf yang menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk melatih sejak dini kepekaan siswa melihat kondisi lingkungan sekitar dan membudayakan sikap peduli sesama terkhusus bagi penyandang disabilitas tuna netra agar tetap bisa membaca kitab Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.

“Harapannya, amal tersebut nantinya akan menjadi jariyah yang pahalanya tidak terputus walaupun sang pemberi infaq sudah meninggal,” ungkapnya. (Arief Hartanto/KIM Turi)




IPNU dan IPPNU Gamping Gelar Talkshow, Sinergi Pelajar dan Pesantren dalam Meraih Cita-Cita

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kapanewon Gamping menggelar kegiatan pembukaan Ngaji Rutinan dan Diskusi Hybrid dengan mengangkat tema ‘Sinergi Pelajar dan Pesantren Dalam Meraih Cita-Cita’ yang berlangsung di Pondok Pesantren An-Nasyath yang berlokasi di Dusun Mlangi, Kalurahan Nogotirto,Kapanewon Gamping, Senin (11/11/2024).

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun yang diawali bacaan kitab Wasiyatul Musthofa dengan metode pesantren dilanjutkan doa yang dipandu oleh H. Syukron Amin.

Usai pemanjatan doa dilanjutkan talkshow yang diikuti oleh perwakilan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah(MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), perwakilan santri dari pondok pesantren se-Kapanewon Gamping, serta pengurus dan anggota PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping.

Talkshow menghadirkan dr. Siti Nurunniyah  yang mengupas tentang perundungan di dunia digital dibandingkan dengan perundungan di kehidupan nyata serta solusi untuk menekan tindakan perundungan atau bullying yang dapat diikuti secara tatap muka maupun daring melalui aplikasi video konferensi.

Dalam paparannya, dr. Nurunniyah menuturkan bahwa perundungan atau bullying merupakan tindakan kekerasan, baik fisik maupun psikologis yang bertujuan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain.

“Munculnya perundungan ini tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan didasari oleh sejumlah faktor,” tandasnya.

Salah satu alasan utama tindak perundungan yaitu kurangnya empati. Menurutnya, banyak pelaku perundungan yang tidak memahami dampak dari tindakan mereka terhadap korban. Ketika seseorang tumbuh tanpa pemahaman tentang pentingnya menghargai orang lain, maka potensi untuk melakukan perundungan meningkat, baik secara langsung maupun online.

Selain itu, keluarga dan lingkungan sosial yang tidak kondusif juga bisa menjadi pemicu. Anak atau remaja yang tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan atau tanpa pengawasan yang baik cenderung meniru perilaku tersebut.

“Di lingkungan sekolah, persaingan atau tekanan untuk diterima dalam pergaulan tertentu dapat mendorong individu untuk melakukan bullying,” imbuh dr. Nurunniyah.

Lebih lanjut, Ia membeberkan beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi dan menekan tindakan perundungan. Di antaranya, memberikan pendidikan moral dan empati sejak dini pada anak. Pembelajaran mengenai pentingnya empati, menghormati perbedaan dan mengendalikan emosi perlu dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah. Program pendidikan karakter dan sosial di sekolah sangat efektif dalam membantu anak memahami perasaan orang lain dan dampak dari tindakan yang dilakukan.

dr. Nurunniyah pun menyebutkan perlunya peran orang tua dan guru dalam mengawasi dan memantau perilaku anak, baik di dunia nyata maupun digital. Orang tua dapat memberikan batasan penggunaan teknologi dan mendampingi anak dalam penggunaan media sosial. Di sekolah, guru harus sensitif terhadap tanda-tanda tindak perundungan dan berusaha menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi semua siswa.

Di akhir kegiatan, Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Muhammad Roja Sa’bana bersama Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Yulfa Dwi Andini mengajak seluruh peserta talkshow untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

“Mari kita jadikan diri kita sebagai individu yang peduli, memberikan dukungan dan menghargai satu sama lain agar tindak perundungan tidak lagi menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kita,” ucap Yulfa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Siapkan Petugas KPPS Profesional, PPS Lumbungrejo Gelar Bimbingan Teknis Tentang Tata Kerja Dan Kode Etik

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman 2024. Bimtek digelar di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo pada Senin (11/11/2024) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PPK Tempel beserta anggotanya, PPS dan jajaran kesekretariatannya, serta seluruh anggota KPPS Kalurahan Lumbungrejo.

Bimtek dibuka oleh Ketua PPS Lumbungrejo Sih Budi Daryanto mengatakan bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada KPPS tentang tata kerja dan ketugasannya dan memahami prinsip-prinsip penyelenggara pemilihan yang terikat dengan kode etik. Selain itu materi yang akan disampaikan diwaktu yang berbeda adalah mengenai tata cara pemungutan dan penghitungan suara hingga tata cara penggunaan aplikasi Sirekap, kode etik serta kode perilaku KPPS sebagai penyelenggara pemilihan yang dilarang.

“Materi yang yang akan disampaikan sama dengan yang pernah kita dapat bimtek dari KPU kabupaten Sleman, beragam materi teknis yang bertujuan untuk mempersiapkan KPPS dalam melaksanakan tugasnya dengan baik diantaranya mengenai penanganan situasi darurat di TPS. KPPS dilatih mengenai tindakan darurat yang perlu dilakukan dalam situasi krisis atau keadaan darurat selama proses pemungutan suara termasuk materi tentang penanganan pelanggaran dan pengetahuan hukum serta etika yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sebagai penyelenggara pemungutan suara di TPS,” tambahnya.

Sementara itu, Hartono Ketua PPK Tempel dalam arahannya menyampaikan bahwa hasil yang ingin dicapai dari acara ini adalah untuk memastikan proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024 nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar di tingkat KPPS. Ini juga merupakan upaya KPU Kabupaten Sleman sampai di PPK PPS untuk memastikan bahwa setiap tahapan dalam pemilihan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Rangkaian acara bimtek yang akan disampaikan teman-teman PPS Lumbungrejo kepada KPPS yaitu tentang pengantar, harapan, dan kontrak belajar KPPS, materi tentang tata kerja, kode etik, dan kode perilaku KPPS ,akan dilanjutkan penjelasan materi terkait pemungutan dan penghitungan suara, serta akan ada waktu bimtek tersendiri mengenai penggunaan aplikasi SIREKAP,” tambah Hartono. (sbd_kimtempel)




Kapanewon Pakem Gelar Deklarasi Anti Miras Ilegal

Sleman – Kapanewon Pakem melaksanakan Penandatanganan dan Deklarasi Masyarakat Pakem Menolak Peredaranan dan Penjualan Minuman Beralkohol Ilegal di Wilayah Pakem pada Senin (11/11/2024), bertepatan dengan Upacara Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Halaman Kantor Kapanewon Pakem, Sleman.

Panewu Pakem, Dewanto Tri Nugroho mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan inisiasi dan aspirasi dari masyarakat yang diwakili Ormas Keagamaan, FKDM, FKUB, Siswa dan sinergi lintas sektoral di Kapanewon Pakem.

“Minuman Beralkohol Ilegal yang disalahgunakan akan membawa masyarakat pada jurang kehancuran, merusak mental dan tatanan nilai serta norma, dan berefek negatif pada kemajuan bangsa. Deklarasi ini salah satunya bertujuan untuk memastikan dampak-dampak negatif tersebut bisa diantisipasi,” ungkap Dewanto.

Deklarasi ini, lanjutnya, diselenggarakan sesuai dengan Instruksi Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2024 dan Instruksi Bupati Sleman nomor 97 Tahun 2024 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol.

“Kedua instruksi tersebut menjadi penyemangat baru bagi masyarakat untuk mendorong semua pihak utamanya Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja bersinergi dengan lintas sektor menegakkan aturan terkait Perda Sleman Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan  Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan,” tegas Dewanto.

“Harapannya, semua warga dan lintas sektor di Kapanewon Pakem bahu membahu memastikan peredaran minuman beralkohol ilegal di Kapanewon Pakem dapat diminimalisasi, dan upaya penegakan hukumnya dijalankan dengan tegas dengan dukungan penuh masyarakat,” tutupnya. (Dewanto&Asrori/KIM Pakembinangun)