Kalurahan Merdikorejo Gelar MDD untuk Identifikasi Masalah Kesehatan Masyarakat Setempat

Sleman – Kalurahan Merdikorejo bersama Puskesmas Tempel 1 mengadakan Musyawarah Masyarakat Desa(MMD) di Ruang Rapat Kalurahan Merdikorejo, Kamis(14/11/2024).

Musyawarah Masyarakat Desa ini merupakan pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakat dan para petugas untuk membahas hasil Survey Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD.

Kegiatan ini di hadiri oleh Kamituwo Merdikorejo, Dwi Wahyono, perwakilan Puskesmas Tempel 1, dr. Yulin, dan Kader Desa Siaga Mandiri Merdikorejo.

Pada kesempatan itu, Kamituwo Merdikorejo, Dwi Wahyono mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mengetahui masalah kesehatan yang ada di Kalurahan Merdikorejo.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui masalah kesehatan yang ada di wilayah Merdikorejo serta menyusun rencana kerja untuk penanggulangan yang disepakati bersama,” kata Dwi.

Secara keseluruhan, MMD kali ini berjalan dengan lancar.  Kegiatan ini pun diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kalurahan Merdikorejo secara bersama-sama. (Dony/Kim Tempel)




Jelang Pilkada 2024, PPK Seyegan Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS

Sleman – PPK Seyegan menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara TPS untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024, di RM Genduk Wulan Margodadi, Rabu (13/11/2024)

Acara ini dihadiri oleh Panewu Anom, Polsek, Koramil, Lurah, Ormas NU, Ormas Muhammadiyah, Babinsa/Babinkamtibmas, KPPS, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat Seyegan. Simulasi tersebut  bertujuan untuk mencermati secara detail proses pemungutan dan penghitungan suara pada 27 November 2024.

Panewu Anom Seyegan, Ageng Wijaya dalam sambutannya nenyampaikan bahwa pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Kabupaten Sleman tinggal menghitung hari, sehingga PPK dari tingkat kapanewon sampai dengan KPPS harus siap melaksanakannya. Untuk itu, tahapan simulasi ini penting bagi pemilih baru.

“Kegiatan ini pun sekaligus menjadi upaya pemantapan petugas KPPS,” kata Ageng.

Ketua PPK Kapanewon Seyegan, Ardhani Akhmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa simulasi merupakan bagian dari ketugasan PPK sebagai penyelenggara pilkada, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan pemungutan suara di TPS.

“PPK mengundang Seyegan TV untuk streaming pelaksanaan simulasi, sehingga masyarakat bisa melihat secara langsung,” jelas Ardhani.

Ia juga menyampaikan tujuan simulasi yang dilakukan, yaitu agar para petugas KPPS mendapatkan gambaran terkait pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pilkada 2024.  Hal itu untuk mengantisipasi segala permasalahan yang mungkin saja terjadi.

“Dengan simulasi ini, diharapkan dapat melatih petugas sekaligus memberikan bimbingan teknis bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” ungkap Ardani.

Simulasi ini juga menghadirkan pemilih difabel dari beberapa jenis disabilitas. Partisipasi mereka bertujuan untuk menguji kesiapan fasilitas di TPS agar ramah disabilitas serta memastikan bahwa semua pemilih, tanpa terkecuali, dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman dan aman.

Mengingat saat hari H nanti, terdapat kotak suara, bilik suara, papan pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT), petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan saksi.

Diharapkan dengan digelarnya simulasi ini, akan dapat diketahui dimana kendala dalam setiap tahapan. Simulasi ini pun menjadi bahan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat terkait pemungutan suara yang akan digelar pada 27 November mendatang. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Gelar Bimwin, KUA Depok Bekali Calon Pengantin

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Depok Sleman melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri kepada 29 pasang calon pengantin, Rabu (13/11).

Kegiatan ini diseleggarakan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) berdasarkan Peraturan Menteri Agama nomor 34 Tahun 2016, dalam bidang pelayanan bimbingan keluarga sakinah.

Anggota Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Depok Sleman Sussi Sulistyaningsih mengatakan bahwa salah satu tujuan Bimwin adalah mewujudkan keluarga bermutu yang sakinah mawaddah warrahmah serta mengantisipasi adanya perselisihan, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta mewujudkan generasi berkualitas.

“Salah satu upaya untuk mempersiapkan rumah tangga sakinah dan generasi yang berkualitas ialah dengan memberikan bimbingan pembekalan dan pengetahuan kepada calon mempelai yang akan melangsungkan akad nikah,” ungkapnya di Kantor KUA Depok, Setan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Hal ini, ungkap Susi, dimaksudkan agar mereka siap menjadi sepasang suami istri yang memahami peran dan tanggungjawabnya masing-masing, dan menjadi orang tua yang baik nantinya ketika telah memiliki keturunan.

“Kegiatan ini akan bekal awal teman-teman dalam membina rumah tangga agar lebih siap secara lahir dan batin,” ungkap Sussi, sebelum menjelaskan lebih lanjut bahwa, “Menikah merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan dan menciptakan generasi yang baik secara moral dan sosial,” papar alumnus UPN Veteran Yogyakarta ini.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Sussi, setiap calon pengantin diharapkan mendapatkan ilmu pengetahuan yang cukup, baik dari sisi agama, sosial-kemasyarakatan, kesehatan reproduksi, dan cara bagaimana mewujudkan generasi berkualitas.

“Selain itu, kami berharap dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pondasi dalam membangun fondasi yang kuat dalam membangun rumah tangga ke depannya,” imbuh Sussi. (Athiful/KIM Depok)




Dosen UNY Raih Juara Harapan 1 MTQ VII Korpri Tingkat Nasional 2024

Sleman –  Dosen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tsania Nur Diyana mengukir prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) VII Tingkat Nasional Tahun 2024 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 10 November 2024 lalu.

Keuletan, komitmen, dan ketekunan mengantarkannya meraih juara harapan pertama kategori cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), serta menambah daftar pencapaiannya dalam berbagai kompetisi MTQ bergengsi tingkat nasional.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bahagia, bisa mengharumkan Kafilah MTQ Korpri Kemendikbudristek dan UNY, meskipun belum maksimal,” ungkapnya, Rabu (13/11).

Kunci mencapai prestasi ini, ujar Tsania, adalah kerja keras, persiapan yang matang, juga doa dan bimbingan dari orang tua dan guru.

“Saya mengikuti seleksi tingkat Ditjen Diktiristek bulan September 2024. Alhamdulillah terpilih. Kemudian, seleksi tingkat Kemendikbudristek di Jakarta pada Oktober 2024. Alhamdulillah terpilih juga, kemudian resmi menjadi Kafilah MTQ Korpri mewakili Kemendikbudristek tingkat nasional,” ujar mahasiswa doktoral UM Malang ini.

Tsania menegaskan, bahwa Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an merupakan salah satu cabang perlombaan MTQ yang menitikberatkan pada kemampuan menulis dengan mengeksplorasi isi kandungan Al-Qur’an dalam menyelesaikan problematika kehidupan.

“Karena itu, diperlukan keahlian dalam penulisan karya ilmiah yang berfokus pada kajian Al-Qur’an, termasuk pemahaman mendalam mengenai metodologi penulisan, kemampuan analisis yang tajam, serta pengetahuan luas mengenai tafsir dan ilmu-ilmu terkait Al-Qur’an,” ungkapnya.

Dalam MTQ Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, sebelumnya Tsania telah berhasil menyabet beberapa kejuaraan monumental, antara lain Juara 1 MTQ Nasional Tahun 2020.

Kemudian, Juara 1 MTQ Jawa Timur Tahun 2019, Juara Harapan 1 MTQ Jawa Timur Tahun 2017, Juara 2 MTQ Mahasiswa Nasional Tahun 2017, Juara 1 MTQ Mahasiswa Jawa Timur Tahun 2016, Juara 3 Musabaqah Syarhil Qur’an MTQ Mahasiswa Tahun 2016. (Athiful/KIM Depok)




KKN UNY Fasilitasi Masyarakat Kledokan Selomartani Kalasan untuk Pengelolaan Sampah

Bank Sampah Muliai Padukuhan Kledokan Kalurahan Selomartani Kalasan sudah lama berdiri. Hal itu diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Lurah Selomartani.

Namun dalam kenyataannya, jumlah nasabah Bank Sampah Mulia relatif sedikit. Kondisi inilah yang memacu pengurus Bank Sampah untuk melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat sekaligus sebagai kegiatan penyegaran kembali berkaitan dengan pengelolaan sampah kepada pengurusnya.

Dengan difasilitasi oleh KKN Mahasiswa UNY, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah bisa terlaksana pada hari Kamis (14/11/2024) disalah satu rumah pengurus Bank Sampah Mulia.  Kegiatan sendiri diikuti oleh pengurus Bank Sampah, KWT, Dukuh Kledokan dan Tokoh Masyarakat serta mahasiswa KKN.

Kegiatan  ini bertujuan untuk menyemangati warga masyarakat untuk melakukan kegiatan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga sekaligus menjadi nasabah Bank Sampah. Hal ini tidaklah mudah, seperti halnya apa yang disampaikan oleh Dukuh Kledokan, Hariyadi yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang membakar sampah dan menimbun sampah.

Andi Triyanto yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa SE Bupati no 030 tahun 2022 tentang Pilah sampah dari Rumah, belum berjalan secara masif. 

“Perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat belum mendukung untuk menjadi gerakan masal sehingga perlu dimotivasi lagi,” ungkap Andi.

Sutarto Agus Raharjo, Praktisi Sampah dari JPSM Kabupaten Sleman sebagai Narasumber pada kesempatan tersebut membuka penyuluhan dengan metode partisipatif dalam pengelolaan sampah.

“Peran kelembagaan yang harus ada, peran natural leader atau tokoh masyarakat yang dominan menjadi keharusan dalam pengelolaan sampah di wilayah. Sebagai wilayah yang mempunyai lembaga Bank Sampah, Kledokan mempunyai keuntungan dalam membangkitkan kembali semangat kelola sampah karena sudah mempunyai kepengurusan yang masih eksis. Kalau terjadi kejenuhan bisa dilakukan studi banding ataupun menciptakan kegiatan inovatif dalam pengelolaan sampahnya,” jelas Sutarto.

Sutarto juga menyampaikan tentang metode “bersih kembali bersih” dalam pengelolaan Bank Sampah sehingga rumah pilah sampah yang belum dipunyai oleh Kledokan tidak menjadi kendala dalam pengelolaan Bank sampah. Sutarto menyemangati tokoh masyarakat Kledokan dengan menyampaikan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman yang terbaru no. 305 tahun 2024 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah di Kabupaten Sleman.

“Dengan konsep 5 M yaitu Mengurangi, Memakai kembali, Mendaur ulang, Memilah dan Menabung Sampah. Kita telah melaksanakan SE Bupati tersebut”, tambah Sutarto.

Sutarto juga memberi pengertian tentang pemilahan sampah kepada peserta dengan memberikan contoh sampah anorganik, nama dan jenis jenisnya. Untuk pengelolaan sampah Organik, Sutarto menjelaskan dengan teknologi pengomposan baik menggunakan lubang/rolak, biopori, biopot, komposter skala rumah tangga ataupun dengan Losida (Lodong Sisa Dapur).

“Dengan teknologi yang sederhana tersebut, diharapkan masyarakat dapat langsung mempraktekkan di rumah masing-masing,” jelasnya.

Diakhir paparannya, Sutarto mengatakan tantangan sebuah lembaga yang tidak bisa dihindari. Kegiatan ditutup dengan forum tanya jawab dengan peserta yang mengungkapkan sulitnya mencari pengepul yang bisa membeli semua jenis sampah yang dihasilkan oleh warga. Artinya pengepul yang sekarang belum mempunyai link yang luas dengan pabrik sehingga nasabah membawa pulang lagi sampahnya yang akhirnya dibakar.

“Bekerjasama dengan TPS3R terdekat untuk penjualan sampahnya,” begitu saran Sutarto mengakiri sosialisasi yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN tersebut. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)