Media Sosial Jadi Penghubung Antar Pemerintah dan Masyarakat

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar Pembinaan Informasi Publik dengan tema Pengelolaah Media Sosial dan Etika Bermedia Sosial di Aula Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan, Sleman, Senin (25/11/2024). Kegiatan diikuti oleh Panewu Anom  Seyegan, seluruh Kepala Jawatan Kapanewon Seyegan, Carik se Kapanewon Seyegan, admin media Sosial Kalurahan dan ketua KIM Seyegan beserta jajarannya.

Ageng Wijaya, Panewu Anom Seyegan dalam pengantarnya menyampaikan bahwa informasi publik di jaman sekarang menjadi bagian yang sangat penting. Bahkan melalui media sosial bisa diketahui jejak digital yang bisa dijadikan catatan abadi. Untuk itu, Ageng mengajak kepada peserta untuk berhati hati dalam bermedia sosial.

Agastya Dedy Kusuma, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman yang menjadi narasumber menggarisbawahi bahwa dalam bermedia sosial memberi ruang untuk membangun hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Untuk itu konten yang diunggah pun diharapkan ada pelibatan masyarakat.

“Termasuk dalam menerima kritik dan saran, pemerintah harus responsif dalam memberikan penjelasan dan tindak lanjut”, jelas Agas.

Agastya memberikan beberapa tips berkaitan dengan etika dan teknik menjadi admin medsos, yaitu netral, sopan, transparan, akuntabel, responsif, ekspresif, konsisten, patuhi etika dan aturan, dapat mengelola kritik dan saran, rajin memproduksi konten, bisa melakukan analisa dan evaluasi, paham manajemen krisis, serta kreatif.

Dibagian akhir Agastya juga berpesan untuk pandai pandai memilih tema yang dibutuhkan masyarakat.

“Banyak konten yang melibatkan masyarakat yang bisa dipilih, termasuk tema budaya dan UMKM,” tandas Agastya mengakhiri paparannya.

Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab dengan peserta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sahabat Thibbun Nabawi Adakan Bakti Sosial Pengobatan Tradisional dan Islami 

Sebuah kegiatan bakti sosial pengobatan Thibbun Nabawi sukses digelar di Serambi Masjid Al Mujahidin, Dusun Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping pada Minggu (24/11/2024). Acara ini menghadirkan berbagai metode pengobatan tradisional dan Islami seperti bekam, pijat refleksi, akupuntur, bioelektrik, SEFT phobia, serta ruqyah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Arif Mansyur selaku Ketua Tim Sahabat Thibbun Nabawi Yogyakarta.

Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat sekitar yang antusias untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang ditawarkan. Selain memberikan pelayanan kesehatan, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan metode pengobatan Islami kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan Dusun Cokrowijayan. 

Dalam sambutannya, Ustadz Arif Mansyur menjelaskan pentingnya kembali ke metode pengobatan Islami sebagai bentuk ikhtiar yang sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW.

“Pengobatan seperti bekam dan ruqyah adalah warisan sunnah yang telah terbukti memberikan manfaat baik secara fisik maupun spiritual,” tuturnya.

Proses pengobatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk menentukan terapi yang sesuai dengan keluhan peserta. Para terapis berpengalaman dari Tim Sahabat Thibbun Nabawi melayani berbagai kebutuhan kesehatan peserta, mulai dari terapi bioelektrik untuk mengatasi nyeri otot hingga SEFT phobia yang membantu menangani trauma psikologis. 

Ustadz Arif menambahkan, terapi akupuntur dengan simulator listrik dapat dimanfaatkan untuk terapi bagi peserta yang menderita sakit stroke, sinusitis, jantung, dan lambung sehingga menjadikan syaraf dalam tubuh aktif kembali karena peredaran darahnya kembali normal.

“Bagi orang yang ditubuhnya ada platina, ring jantung, dan alat kontrasepsi berbahan logam tidak diperkenankan melakukan terapi menggunakan akupuntur dengan simulator listrik lantaran kekuatan listriknya sangat besar,” imbuh Ustadz Arif.

Salah satu peserta, Haris Ari Wibowo mengaku merasa lebih bugar setelah menjalani terapi akupuntur dengan simulator yang dialiri listrik untuk mengaktifkan syaraf-syaraf yang kurang berfungsi dan dapat mengakibatkan sakit.

“Ini pertama kali saya mencoba akupuntur dengan simulator listrik, rasanya lega dan tubuh terasa ringan. Terima kasih kepada panitia yang telah mengadakan acara bermanfaat ini,” ungkapnya dengan wajah ceria. 

Lebih lanjut, Ustadz Arif memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ia juga mengajak peserta untuk menjaga pola hidup sehat yang sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. 

Dengan berakhirnya kegiatan, masyarakat berharap agenda serupa dapat diadakan kembali di masa mendatang mengingat banyaknya manfaat yang dirasakan. Bakti sosial ini menjadi bukti nyata bahwa metode pengobatan Islami tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat moderen. 

Sambil berpamitan, Ustadz Arif mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat kepada umat karena Thibbun Nabawi bukan hanya pengobatan, tetapi juga salah satu bentuk dakwah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Satu Hati Kapanewon Mlati Berikan Bantuan Gerobak Angkringan dan Papan Tulis

Mlati – Kapanewon Mlati melalui Program Inovasi Satu Hati menyerahkan bantuan berupa gerobak angkringan dan papan tulis. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kapanewon Mlati pada Senin (25/11/2024).

Kegiatan ini mengundang dari Tim Inovasi Kabupaten Sleman, Dinas Sosial, Muspika Kapanewon Mlati, akademisi, pelaku usaha, Pilar-pilar sosial, Baznas, Rumah Zakat dan penerima bantuan.

Dalam kerangka sejahterakan Mlati, diberikan bantuan berupa gerobak angkringan sebanyak lima buah. Penerima gerobak angkringan  adalah warga Mlati yang tergolong RTM. Kemudian dalam kerangka cerdaskan Mlati diberikan bantuan berupa papan tulis untuk Lima Belas Paud di wilayah Kapanewon Mlati.

Dalam sambutan sekaligus pemaparannya Arifin selaku Panewu Mlati menyampaikan terkait dengan pelaksanaan Inovasi Satu Hati ini. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di Kapanewon Mlati, dimana masih ada ketimpangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama dengan berbagai stakholder yang ada di wilayah Mlati.

“Persoalan yang sifatnya urgent harus segera ditangani jika menunggu program pemerintah akan kelamaan. Program inovasi ini hadir sebagai jawaban terhadap permasalahan tersebut. Dukungan dari semua pihak tentunya akan menentukan arah keberhasilan program ini. Sebagai contoh untuk kegiatan RTLH, jambanisasi, bantuan posyandu, bantuan paud, bantuan sembako, bantuan untuk anak yatim, dan beberapa skema bantuan lain niscaya terlaksana tanpa uluran dari pihak-pihak yang peduli,” sambungnya.

Suwarni, selaku penerima bantuan berupa jambanisasi menyampaikan apresisasi atas bantuan yang telah diberikan.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami selaku penyandang disabilitas. Bantuan ini memberikan kemudahan terhadap keterbatasaan akses kami. Kedepannya semoga program ini akan terus memberikan manfaat bagi warga lainnya yang membutuhkan,” imbuhnya.

Eksan selaku Dukuh Gedongan juga pelaksana kegiatan RTLH di padukuhannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pengampu program ini. Program ini sangat bermanfaat dan sangat membantu sekali bagi masyarakat yang membutuhkan.

” Program ini sangat membantu, memberikan nafas segar bagi masyarakat yang membutuhkan. Harapan kedepannya kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan hal terbaik untuk masyarakat Kapanewon Mlati,” tandasnya.

Dari Tim Inovasi Kabupaten Sleman Yudi menuturkan terkait dengan pelaksanaan Inovasi Satu Hati yang begitu luar biasa. Apresisasi atas kerja tim dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beberapa kapanewon memang sudah melaksanakan inovasi, namun baru di Mlati ini inovasi mengangkat permasalahan sehatkan, cerdaskan, dan makmurkan. Tentunya ini Inovasi yang luar biasa,” tuturnya.

“Saya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Panewu yang sudah mencetuskan program ini. Dan pada kenyataannya sudah menampakkan hasilnya. Bahkan sudah banyak dari pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ini melalui dana CSR-nya,” pungkasnya.

Inovasi Satu Hati Kapanewon Mlati memberikan warna baru terhadap penyelesauan permasalahan sosial masyarakat. Kegiatan ini dapat berjalan dengan adanya dukungan dan saling bersinerginya berbagai pihak. Baik itu pilar-pilar sosial, pelaku usaha dan pemerintah. Manfaatnya juga telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




Kapanewon Depok Termasuk Daerah Pertama Penerima Logistik Pilkada Dari KPU Sleman

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman sesuai dengan jadwal melaksanakan Distribusi Logistik  pada tanggal 25 dan 26 November 2024 dan Logistik untuk Kapanewon Depok sebanyak 192 telah diterima hari ini pada kloter pertama, Senin (25/11/2024).

Acara diawali seremonial pemberangkatan Armada pengangkut logistik dari Kantor KPU Sleman dihadiri Polresta Sleman, Dandim Sleman, KPU DIY, Bawaslu Sleman dan Forkopimda sleman  pukul WIB

Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi menjeskan di Kabupaten Sleman ada TPS yang tersebar di 17 Kapanewon, 86 Kalurahan dan sesuai jadwal distribsusi logistik dilakukan 2 (dua) kelompok yaitu tanggal 25 dan 26 November 2024.

“Untuk kelompok pertama hari ini (25 November) kita mendistribusikan logistik di 11 Kapanewon (Depok, Ngemplak, Kalasan, Cangkringan, Prambanan, Minggir, Moyudan, Gamping, Ngaglik, Pakem dan Turi) dengan 11 Armada Truk bekerjasama dengan PT. JNE dan Pengawalan khusus dari Kepolisian” jelasnya

Lebih lanjut Baehaqi menjelaskan untuk kloter kedua besok Selasa 26 November 2024 KPU Sleman akan mendistribusikan Logistik Pilkada  di 6 Kapanewon (Godean, Tempel, Berbah, Sayegan, Sleman dan Mlati) karena pertimbangan jarak lebih dekat dari kantor KPU, untuk Kloter pertama hari ini yang letaknya jauh dan medanya cukup sulit seperti di daerah Prambanan dan Cangkringan sedangkan khusus  Depok karena TPS-nya banyak maka kita dahulukan

Ketua PPK Depok, Wuri Handayani yang turut mendampingi dan menerima Logistik Pilkada Sleman menyampaikan di Wilayah Kapanewon Depok terdapat 192 TPS dengan rincian Kalurahan Caturtunggal 71 TPS, Condongcatur 66 TPS dan Kalurahan Maguwoharjo 55 TPS

“Alhamdulillah Depok mendapatkan Prioritas kloter pertama distribusi Logistik, sebanyak 192 Kotak suara dan 768 Bilik suara sudah kita terima dengan baik, harapannya besok pelaksanaan pemungutan suara berjalan dengan baik, aman dan lancar,” ucapnya

Komisioner KPU DIY, Ibah Muthiahyang bersama staf yang turut hadir dan menyaksikan saat penerimaan Logistik di Kalurahan Condongcatur berharap KPPS besok agar bekerja dengan cermat, teliti, administrasi dicek dengan baik dan yang paling utama adalah mengutamakan integritas dalam melaksanakan tugas mengingat peran KPPS sangat krusial dalam pelaksanaan pilkada, KPPS menjadi ujung tombak dalam dalam proses pemungutan dan perhitungan suara

Sementara Sekretariat PPS Condongcatur, Wahyu Nurendra yang juga menjabat Plt. Jagabaya mengatakan besok selasa (26 November) dari pagi sampai dengan selesai pihaknya akan mendistribusikan Logistik Pe]ilkada ke 66 TPS yang tersebar di 18 Padukuhan

“ Mohon kepada KPPS besok untuk ada yang stanby di masing masing TPS-nya katena akan dilakukan distribusi Logistik, untuk saat ini Logistik disimpan di Gedung serbaguna Condongcatur dengan dijaga oleh Linmas Condngcatur dan dalam pantauan CCTV sehingga aman dan terkondisi dengan baik,” ucapnya. (Wasana/KIM Depok)




Institut Pendidikan Asal Malaysia Belajar Membuat Ecoprint di Padukuhan Joho

Sleman – Padukuhan Joho Condongcatur Depok Sleman, menerima rombongan tamu sebanyak 33 orang dari Institut Pendidikan Guru Darul Aman Kedah Malaysia dalam kegiatan pelatihan ecoprint, sebuah metode membatik ramah lingkungan yang menggunakan daun dan tumbuhan alami, Jumat (22/11/2024).

Kegiatan ini dipandu Ibu-ibu kampung STEM (Sains, Teknologi, Engineering, Mathematics ) Padukuhan Joho, yang menjelaskan langkah-langkah pembuatan kain ecoprint. Peserta diajak memilih daun dan bunga lokal untuk menghasilkan motif alami di atas kain. Proses dimulai dari penyusunan pola daun, penekanan untuk mentransfer pigmen alami, hingga perebusan untuk mengunci warna

Tenaga pengajar dari Seameo Qitep in Mathematics sekaligus pendamping kampung STEM, Ummy Salmah menjelaskan tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk melihat bagaimana STEM diaplikasikan di komunitas atau masyarakat khususnya di Kampung STEM Joho.

” Harapannya ke depan Kampung STEM Joho dapat semakin berkembang dan memberikan lebih banyak manfaat dan dampak baik khususnya bagi masyarakat di Padukuhan Joho, serta memberikan inspirasi bagi komunitas atau masyarakat lainnya di luar Padukuhan Joho,” tuturnya

Rombongan Malaysia tampak terpesona dengan keindahan dan kesederhanaan teknik ecoprint yang tidak hanya menciptakan kain bermotif unik tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang filosofi dan nilai budaya dalam motif-motif yang dihasilkan

“Saya sangat senang dan kagum dengan hasil karya ecoprint, dan menjadi pengetahuan baru dan berharga yang akan saya bawa kembali ke Kedah Malaysia,” ucap salah satu peserta.

Dukuh Joho, Retnaningsih, yang turut mendampingi menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk promosi budaya yang mempererat hubungan antarnegara sekaligus memperkenalkan teknik membatik yang inovatif. Ia juga berharap peserta dapat mengadopsi pengalaman ini untuk memperkaya pembelajaran di negara mereka

Acara ditutup dengan foto bersama kain hasil ecoprint yang telah dibuat oleh peserta, meninggalkan kenangan indah dan kesan mendalam bagi rombongan Institut Pendidikan Guru Darul Aman Kedah Malaysia. (Wasana/KIM Depok)