Sebanyak 50 Takmir Masjid se-Kabupaten Sleman Ikuti Sosialisasi Aplikasi Menara Masjid

Sleman – Sebanyak 50 takmir masjid di Kabupaten Sleman mengikuti sosialisasi aplikasi Menara Masjid yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Daerah Sleman, di Ruang Aula Lantai 3 Setda Kabupaten Sleman, Jumat (29/11/2024). Acara ini bertujuan memperkenalkan aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan masjid serta mendukung kegiatan dakwah Islam secara digital.

Sosialisasi dibuka oleh Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan masjid. Ia pun memaparkan sejumlah dana yang terkumpul di BAZNAS yang telah diaudit, sehingga BAZNAS Sleman berhasil memperoleh predikat WTP

“Ketua Baznas Sleman pada tahun 2023 terkumpul dana sebesar 11,3 Milyar rupiah. Sedangkan dana Solidaritas Palestin terkumpul 1,5 Milyar rupiah, dan selama delapan tahun BAZNAS Sleman telah diaudit dengan mendapatkan predikat WTP dan audit syariah dalam kepatuhan syariah mendapatkan predikat sangat baik, dan audit indek transparansi dengan predikat transparan,” kata Kriswanto.

Bupati Sleman yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto dalam sambutannya menyampaikan pemerintah daerah mengapresiasi upaya BAZNAS Sleman dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima dan transparan.

“Tuntutan informasi publik untuk penyelenggara negara dan publik menghadapi tantangan teknologi informasi dan bersyukur bahwa Baznas Sleman kesadaran ZIS ASN dan masyarakat semakin meningkat. Hal ini bisa dalam bentuk safari Ramadhan, pemberdayaan dhuafa, kebencanaan, serta bisa saling sinergi dengan Pemkab Sleman,” kata Susmiarto.

Sementara, Pimpinan BAZNAS RI Bidang IT, Husein pada kesempatan yang sama mengatakan, berbagai fitur unggulan tersedia dalam aplikasi Menara Masjid.

“Berbagai fitur unggulan yang terdapat dalam aplikasi Menara Masjid. Aplikasi ini tidak hanya sekadar untuk pengelolaan dana, tetapi juga menyediakan informasi tentang masjid terdekat, majelis taklim, video kajian, dan banyak fitur lainnya yang bermanfaat bagi umat,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SK Harian Kedaulatan Rakyat, H. Idham Samawi dan BAZNAS Kabupaten Sleman. MoU tersebut terkait kerja sama publikasi dan media, yang diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan publikasi kegiatan masjid di media massa.

Selanjutnya, pada sesi pertama Pimpinan BAZNAS RIBidang IT, H.M. Nadratuzzaman Husein memaparkan materi terkait evaluasi kinerja dan pelaporan pengelolaan zakat tahun 2023, dan semester pertama tahun 2024. M.  

“hasil evaluasi yang menunjukkan progres positif dalam pengelolaan zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap Nadratuzzaman.

Sementara pada sesi kedua, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi Menara Masjid. Salah satu anggota Tim IT BAZNAS RI dan juga pendiri aplikasi Menara, M. Romadhona Kusuma memberikan pelatihan hands-on kepada para takmir masjid.

“Kami ingin memastikan bahwa para pengurus masjid dapat menggunakan aplikasi ini dengan baik dan memanfaatkan semua fitur yang ada,” ujarnya.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan takmir masjid dalam memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan masjid. Dengan adanya aplikasi Menara Masjid, diharapkan pengurus masjid dapat lebih efisien dalam menjalankan tugasnya, serta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan masjid. (Arif Hartanto / Kim Turi).




MAN  4 Sleman Gelar Karya dan Career Day Tampilkan Kreasi dan Inspirasi

Sleman – Dalam rangka mengembangkan potensi dan bakat siswa, MAN 4 Sleman menggelar Manesa Hypefest: Gelar Karya dan Career Day, di lapangan tengah madrasah, Kamis (28/11/2024). Acara tersebut, memadukan unsur seni, kreativitas, peduli lingkungan, dan informasi karier, untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi siswa.

Acara dimulai pukul WIB dengan doa pagi dan persiapan masing-masing kelas. Kegiatan ini dihadiri Ketua Komite Madrasah Tuyahmin, orang tua wali siswa, serta seluruh civitas akademika MAN 4 Sleman.

Wakil Kepala MAN 4 Sleman Bidang Akademik, Triyono, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut menyukseskan acara ini. Ia menjelaskan bahwa Gelar Karya & Career Day merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025.  Kelas X mengusung tema “Bangunlah Jiwa Raganya,” sementara Kelas XI mengangkat tema “Gaya Hidup Berkelanjutan.”  Sedangkan untuk siswa kelas XII mengusung tema Bright Future (masa depan cerah).

Triyono menegaskan Career Day bertujuan untuk mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi masa depan, baik melanjutkan Pendidikan, sekolah kedinasan maupun memasuki dunia kerja atau berwirausaha.  Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas XII dapat memanfaatkan kesempatan menggali informasi sebanyak-banyaknya, memperluas wawasan, mempersiapkan diri menghadapi masa depan di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang memberikan inspirasi dan motivasi bagi kalian semua untuk meraih cita-cita dan kesuksesan,” pungkasnya.

Manesa Hypefest menghadirkan berbagai penampilan seni, seperti tari, drama, musik, dan fashion show.  Siswa kelas X menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari kelompok Melodi Alam hingga Javanese Dancer, yang berhasil memukau para juri dan penonton.

Salah satu momen paling dinanti adalah ReFashion Show, di mana siswa kelas XI menampilkan busana kreatif yang memadukan konsep daur ulang dan fashion modern. Kegiatan ini tidak hanya menonjolkan kreatifitas, tetapi juga mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. 

Kelas XI E misalnya, memamerkan jam analog yang dibuat dari tutup botol air mineral dan koran serta kardus bekas.  Ada juga yang membuat meja dengan botol air mineral untuk kaki meja, berbagai makanan minuman serta barang hasil kreatifitas siswa juga dipasarkan di acara itu.

Beberapa perguruan tinggi di wilayah D.I. Yogyakarta turut memeriahkan acara ini, antara lain: Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), CASIS POLRI, Universitas Muhammadiyah Siber (SIBERMU), Universitas Mercu Buana, Sekolah Tinggi Manajemen YKPN (STIM YKPN), Politeknik Kesehatan BSI (POLTEKES BSI), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha (STIE Widya Wiwaha), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas AMIKOM Yogyakarta (AMIKOM).  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




PPS Trihanggo Rampungkan Rekapitulasi, Pastikan Akurasi Data Pemilih dan Hasil Penghitungan Suara Dicatat dengan Benar  

Sleman – Untuk menjamin akurasi data pemilih dan memastikan seluruh hasil penghitungan perolehan suara dari 28 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Kalurahan Trihanggo, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo merampungkan rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024 yang berlangsung di Halaman Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Kamis sore (28/11/2024).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo, dan diikuti oleh perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, pengawas pemilihan tingkat kecamatan dan tingkat kalurahan, saksi dari pasangan calon, serta jajaran sekretariat PPS Trihanggo.

Adnan menjelaskan bahwa rekapitulasi ini mencakup seluruh hasil penghitungan suara dari 28 TPS yang tersebar di 12 padukuhan se-Kalurahan Trihanggo, guna memastikan transparansi dan akurasi data sebelum diteruskan ke tingkat berikutnya. 

“Kami pastikan semua data dari PPS Trihanggo diverifikasi dengan cermat, sehingga tidak ada kesalahan atau perbedaan dibandingkan hasil penghitungan di TPS,” ujarnya. 

Pada proses ini, Adnan memaparkan hasil penghitungan suara secara rinci, mulai dari jumlah daftar pemilih tetap, daftar pemilih pindahan, daftar pemilih tambahan, jumah pemilih disabilitas, jumlah suara sah dan suara tidak sah, hingga rekapitulasi perolehan suara setiap pasangan calon. Proses berlangsung transparan disaksikan oleh saksi dari tiap pasangan calon yang diberi kesempatan mengajukan keberatan jika ditemukan kejanggalan. 

Panewu Gamping, Tamzis Sarwana yang turut memantau jalannya rapat pleno terbuka rekapitulasi tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pleno yang berlangsung terbuka dan sesuai aturan. Ia menegaskan pentingnya tahapan ini dalam menjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan.  

Ia pun menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan pemilihan. Menurut Tamzis, proses yang terbuka ini merupakan kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.

“Mari kita jaga bersama kredibilitas dan integritas ini hingga tahapan akhir,” cetusnya.

Dengan selesainya pleno terbuka tingkat Kalurahan Trihanggo ini, selanjutnya hasil rekapitulasi diserahkan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping untuk dilakukan rekapitulasi di tingkat kapanewon. Proses ini diharapkan dapat selesai dalam beberapa hari ke depan, sebelum diteruskan ke tingkat kabupaten.

Panewu Gamping pun mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap menjaga suasana aman dan damai di wilayah Kapanewon Gamping.

“Semua pihak yang terlibat harus menerima hasil rekapitulasi ini dengan lapang dada karena telah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai prosedur hukum, serta diimbau tetap menjaga profesionalisme dan integritas hingga seluruh proses tahapan pemilihan selesai,” imbuh Tamzis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sedekah Sampah “Berkah” Krasakan Lumbungrejo Belajar Teknologi Pengomposan Sampah Organik

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di Masjid Darul Falah, Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Kamis (28/12/2024). Sosialisasi itu bertujuan untuk meningkatkan partisipasi warga setempat dalam pengelolaan sampah organik, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk membuat lobang pembuangan sampah organik. Sementara bagi warga yang memiliki hewan ternak, sampah organik dapat dijadikan sebagai campuran pakan ternak.

Hal itu disampaikan Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel, Singgih Budiyana. Pada kesempatan itu, Budi menyampaikan pada kahir tahun ini, Kapanewon Tempel berencana memberikan stimulan kepada lima padukuhan untuk membantu warga mengelola sampah secara mendara.

“Menurut rencana di akhir tahun ini, Kapanewon Tempel akan memberikan stimulan yang diberikan kepada lima padukuhan berupa kompartemen atau bak pilah sampah yang merupakan hibah dari PDAM Kabupaten Sleman,” kata Singgih.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Alhakim yang hadir dalam kegiatan tersebut memberi semangat kepada kelompok Sedekah Sampah Berkah yang sudah eksis berkegiatan. Sementara, bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), akan difasilitasi dengan SK Lurah untuk bisa ikut mengelolaan sampah organik dengan membuat kompos yang bisa digunakan sebagai media tanam untuk budidaya tanaman sayur, tanaman obat dan tanaman hias.

“Hal ini selaras dengan program pemerintah yaitu program makan gratis dan bergizi yang muaranya pada ketahanan pangan. Ini artinya KWT mempunyai peran penting dalam program ketahanan pangan tersebut,” kata Misbah.

Ia pun menegaskan bahwa kegiatan pengelolaan sampah oleh masyarakat diharapkan ikut berkontribusi dalam mereduksi timbulan sampah dengan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Sedangkan tugas dari pemerintah adalah mengelola residu yang dibawa ke TPST.

Praktisi Sampah dari JPSM Kabupaten Sleman, Sutarto Agus Raharjo selaku narasumber pada kesempatan itu, menjelaskan peran kelembagaan yang harus ada, peran natural leader atau tokoh masyarakat yang dominan menjadi keharusan dalam pengelolaan sampah di wilayah. Sebagai wilayah yang sudah mempunyai lembaga sedekah sampah, Krasakan mempunyai keuntungan dengan semangat mengelola  sampahnya. Sedangkan kalau terjadi kejenuhan bisa dilakukan studi banding ataupun menciptakan kegiatan inovatif dalam pengelolaan sampahnya.

Sutarto menyemangati tokoh masyarakat Krasakan dengan menyampaikan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman yang terbaru Nomor 305 tahun 2024 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah di Kabupaten Sleman.

“Dengan konsep 5 M yaitu Mengurangi, Memakai kembali, Mendaur ulang, Memilah dan Mensedekahkan Sampah. Kita telah melaksanakan SE Bupati tersebut,” imbuhnya.

 Untuk pengelolaan sampah Organik, Sutarto juga menjelaskan dengan teknologi pengomposan baik menggunakan lubang atau rolak, biopori, biopot, komposter skala rumah tangga ataupun dengan Losida (Lodong Sisa Dapur). Dengan teknologi yang sederhana tersebut, diharapkan masyarakat dapat langsung mempraktekkan di rumah masing masing

Sutarto pun mengusulkan untuk menambah kepengurusan Lembaga Sedekah Sampah dengan memasukkan unsur Karang Taruna sebagai kaderisasi dan bisa langsung berkegiatan. Acara kemudian ditutup dengan forum tanya jawab dengan peserta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Forkopim Gamping Monitoring Persiapan TPS Jelang Pemungutan Suara

Sehari menjelang pemungutan suara yang jatuh pada Rabu 27 November 2024, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopim) Kapanewon Gamping melakukan monitoring persiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Selasa malam (26/11/2024) guna memastikan kelancaran pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati sleman 2024 di wilayah Gamping didampingi Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, Panitia Pemungutan Suara, serta pengawas pemilihan.

Monitoring ini melibatkan Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Subilal dan Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani beserta jajarannya masing-masing. Kegiatan ini dimulai pada pukul WIB dengan menyambangi sejumlah TPS di lima kalurahan dengan rute perjalanan antara lain TPS 26 Ambarketawang, TPS 19 Balecatur, TPS 5 Banyuraden, TPS 19 Nogotirto, dan TPS 18 Trihanggo.  Dalam inspeksi tersebut, para petugas memantau kesiapan logistik, pengaturan TPS, hingga keamanan di lokasi.

Panewu Gamping, Tamzis Sarwana menuturkan bahwa persiapan di setiap TPS sudah berjalan sesuai rencana.

“Kami memastikan logistik seperti kotak suara, surat suara, dan bilik suara sudah berada di lokasi masing-masing. Semua petugas KPPS juga sudah siap menjalankan tugas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kapolsek Gamping, AKP Subilal menambahkan bahwa pengamanan di setiap TPS telah diatur secara optimal. Pihaknya bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan satuan perlindungan masyarakat untuk menjaga keamanan selama proses pemungutan suara.

“Kami memastikan keamanan logistik hingga distribusi surat suara berjalan tanpa hambatan. Penjagaan dilakukan secara bergiliran hingga pagi hari,” imbuhnya.

Selain itu, Danramil Gamping, Kapten Infanteri Wahyani menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan penyelenggara pemilihan sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif.

“Kami tidak ingin ada gangguan sekecil apa pun. Semua harus berjalan sesuai aturan demi keberhasilan pesta demokrasi di tingkat lokal,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 18 Kalurahan Trihanggo, Prihatin Al Taufik menyatakan bahwa persiapan berjalan lancar berkat arahan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo yang telah memberikan bimbingan teknis mengenai pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

“Kami mendapat dukungan penuh dari pihak kalurahan dan aparat keamanan. Ini membuat kami semakin percaya diri dalam menjalankan tugas,” katanya.

Di beberapa TPS, petugas KPPS juga mempersiapkan fasilitas tambahan seperti tempat duduk prioritas untuk pemilih lanjut usia maupun bagi penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan seluruh pemilih, termasuk kelompok rentan dalam menggunakan hak pilihnya.

Monitoring yang dilakukan hingga larut malam ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan memastikan semua prosedur berjalan sesuai regulasi. Dengan langkah ini, diharapkan pemungutan suara dapat berlangsung dengan sukses tanpa kendala berarti. Forkopim Kapanewon Gamping berharap masyarakat datang ke TPS sesuai jadwal dan tetap menjaga suasana damai selama proses pemilihan berlangsung. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)