Tingkatkan Keterampilan Konten Kreator Muda, Pemkal Merdikorejo Gelar Pelatihan Pembuatan Konten Digital SID

Sleman – Kalurahan Merdikorejo Mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Konten Digital SID (Sistem Informasi Desa) di Pendopo Selorejo, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Rabu (13/11/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai dari 13 November sampai dengan 14 November 2024. Di mana, pelatihan kali ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Hermantara Dwi Laksana selaku narasumber, Carik Merdikorejo, Pangripta Merdikorejo, dan konten kreator muda kalurahan selaku peserta pelatihan.

Carik Merdikorejo, Yuni Adinurdiyanto mengatakan bahwa pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas para konten kreator muda di Kalurahan Merdikorejo. Di mana, para konten kreator tersebut nantinya berperan membantu KIM Kalurahan Merdikorejo dalam menyusun data dan informasi di Kalurahan Merdikorejo. Hal ini sebagai upaya Kalurahan Merdikorejo untuk menghasilkan data dan informasi kalurahan yang lebih terarah dan berkelanjutan, agar dapat meraih 17 capaian SDGs Desa.

“Pelatihan ini untuk meningkatkan keaktifan tata kelola penulisan berita di SID sesuai kaidah penulisan berita yang benar,” kata Yuni.

Lebih lanjut, pelatihan kali ini membahas materi tentang teknis pembuatan konten, tata cara penulisan berita dan informasi yang baik, pengambilan foto atau video, dan praktek pembuatan berita.

Terkait hal itu, Pangripta Merdikorejo, Yuli Haryanto menuturkan pelatihan konten digital SID ini dilaksanakan dengan memanfaatkan anggaran Dana Desa. Untuk itu, kegiatan tersebut dapat memberikan hasil optimal dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta.

“Kegiatan ini difasilitasi menggunakan anggaran Dana Desa pada judul Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Desa di Kalurahan Merdikorejo,” ungkap Yuli.

“Harapannya hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan para remaja dalam membuat konten yang baik untuk dapat memberikan infomasi kepada masyarakat dan juga dengan konten bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (Dony / Kim Tempel)




Kelompok Mina Krasak Terima Bantuan Bibit Ikan Nila dari Kementrian Pertanian

Sleman – Sebanyak 20 ribu ekor bibit ikan nila diterima kelompok Mina Krasak Padukuhan Ngepos di kolam kelompok Mina Krasak Padukuhan Ngepos, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Rabu (13/11/2024).

Bibit ikan nila yang dikirim langsung dari Kementerian Perikanan RI itu, diserahkan langsung oleh PPL Perikanan Kabupaten Sleman, Budhi Kuncoro Jati kepada Ketua Kelompok Mina Krasak, Imam Muchlasin.

Proses penyerahan turut disaksikan oleh Dukuh Ngepos, Dukuh Lodoyong, Dukuh Molodono, Dukuh Sedogan, Bhabinkamtibmas Lumbungrejo, serta anggota kelompok Mina Krasak Padukuhan Ngepos.

Ketua Kelompok Mina Krasak pada kesempatan itu menuturkan bahwa bibit ikan nila ini merupakan bantuan yang berasal dari aspirasi salah satu angora DPR RI Dapil DIY, Totok Hedi Santosa.

“Kami mendapat bantuan bibit ini dari aspirasi Bapak Totok Hedi Santosa yang sekarang ada di Komisi VI DPR RI dapil DIY. Belum lama kami pengajuan dan hari ini bibit sudah turun. Alhamdulillah dan senang sekali tentunya, ini sangat bermanfaat untuk kelompok kami,” kata Imam.

Sementara, PPL Perikanan Kabupaten Sleman, Budhi Kuncoro Jati mengatakan ada dua titik droping bibit ikan nila kali ini, yaitu Mina Krasak Padukuhan Ngepos, dan Mina Santusa Padukuhan Wonokerso.

“Ini merupakan droping bibit ikan nila kloter pertama di Kalurahan Lumbungrejo sebanyak 20 ribu bibit, dan nantinya menunggu jadwal akan ada droping tahap ke-2 di Kelompok Mina Santuso Padukuhan Wonokerso sebanyak 10 ribu ekor bibit ikan nila,” ungkap Budhi.

“Kami berharap semoga dengan adanya bibit ikan ini kelompok semakin semangat membesarkan dan membudidayakan ikan nila untuk penambah perekonomian keluarga dan juga ketahanan pangan tentunya,” imbuhnya.  (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Lurah Lumbungrejo Serahkan Dua Unit Cultivator ke Gapoktan Lumbungrejeki

Sleman – Lurah Lumbungrejo M. Misbah Al-Hakim serahkan dua unit cultivator alat pengolah tanah kepada Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Lumbungrejeki, di ruang pelayanan Kalurahan Lumbungrejo, Selasa (12/11/2024).

Cultivator atau yang sering disebut dengan tractor merupakan alat pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah.  Alat ini digunakan untuk mengubah permukaan tanah yang keras atau lahan kering menjadi tanah yang lembut serta subur.

Ulu-ulu Lumbungrejo, Suharjasa pada kesempatan itu mengatakan pengadaan cultivator ini bertujuan menunjang Gapoktan Lumbungrejeki agar produktif, dan bisa lebih mengembangkan lahan pertaniannya

“Dengan diserahkannya cultivator ini, kami berharap anggota Gapoktan semakin bersemangat menggarap lahan pertaniannya, dan bisa mendorong produksi lahan yang maksimal,” kata Suharjasa.

Ia juga mengungkapkan pengadaan cultivator ini atas dasar aspirasi dan keluhan dari para anggota Gapoktan.

“Kebetulan tahun lalu kami menerima aspirasi dan keluhan dalam pengolahan tanah, sehingga teman-teman kelompok tani mengusulkan paling tidak jika perpadukuhan belum bisa memiliki minimal Gapoktan mempunyai, sehingga nantinya penggunaanya bisa bergantian,” imbuh Suharjasa.

Sementara, salah satu anggota kelompok Gapoktan Lumbungrejeki, Purwadi mengaku senang mendapat cultivator ini.

“Senang Gapoktan bisa menerima cultivator. Paling tidak nanti kami dari padukuhan bisa bergantian menggunakan untuk mengolah tanah pertanian yang kami punya,” pungkasnya. (Ais – Kim Tempel)




Disnaker Sleman Gelar Sosialisasi Padat Karya di Kamal Wetan Margomulyo

Sleman – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman dan Pendamping/Fasilitator Padat Karya mendampingi anggota DPRD Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi padat karya di rumah Dukuh Kamal Wetan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Senin (11/11/2024).

Acara itu dihadiri oleh Pamong Kalurahan, pengurus LPMK, tokoh masyarakat dan calon pekerja yang terlibat dalam kegiatan padat karya tersebut.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada anggota DPRD dan Disnaker Sleman yang telah mengapresiasi kebutuhan masyarakat berupa pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Eko berharap kedepannya hubungan yang sudah terjalin dapat ditingkatkan.

“Artinya hubungan timbal balik dengan Anggota Dewan yang sudah terjalin menjadi modal pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” kata Eko.

Sementara salahs atu anggota DPRD Kabupaten Sleman, Syukron Arif Mutaqin dalam pengarahannya menyampaikan bahwa program yang dibawa ke masyarakat adalah wujud aspirasi pembangunan masyarakat sendiri yang berdampak pada pembangunan lingkungan. Artinya keberadaan Anggota DPRD adalah menjembatani kepentingan masyarakat.

“Aspirasi dalam bentuk program untuk masyarakat adalah alat untuk saling memberi manfaat,” tandas Syukron.

“Saya juga mengingatkan untuk melaksanakan sukses 3P, yaitu sukses Program, sukses Pelaksanaan, dan sukses Pelaporan, serta menjadikan program padat karya ini sebagai alat stimulan untuk tumbuhnya swadaya masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Padukuhan Kamal Wetan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, menjadi salah satu dari 37 lokasi kegiatan Padat Karya Infrastruktur tahun 2024. Di mana, pelaksanaan padat karya tahap ke-5 ini merupakan tahap terakhir di tahun 2024, sehingga kegiatan beserta laporannya paling lambat masuk ke kabupaten pada tanggal 15 Desember 2024.

Selanjutnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman sebagai OPD pengampu mempunyai kewajiban untuk memberikan sosialisasi berkenaan dengan prinsip padat karya, hak dan kewajiban pekerja, dan syarat administrasi yang lain.

Terkait hal itu, perwakilan Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Sleman, Sarjono pada kesempatan itu menuturkan bahwa padat karya merupakan bentuk kegiatan pemberdayaan, sehingga hak dan kewajiban masyarakat yang terlibat sebagai pekerja juga harus dipahami. Kemudian, ada dua jenis padat karya yaitu padat karya infrastruktur dan padat karya produktif.

“Padat karya produktif adalah pembangunan sarana prasarana berkelanjutan yang nantinya dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber pendapatan. Contohnya pembangunan kolam ikan, kandang ternak dan lain sebagainya. Sedangkan padat karya infrastruktur ditekankan kepada pembangunan sarpras untuk masyarakat yang berupa drainase, cor blok dan talud,” tutur Sarjono.

Ia pun menjelaskan tentang syarat usia pekerja, lamanya jam kerja dan penggunaan alat kerja. Meskipun di lapangan tetap memperhitungkan kearifan lokal, Sarjono mengingatkan  bahwa pendanaan padat karya kali ini akan turun dalam dua termin, dengan pembagian 30% untuk termin satu, dan 70% untuk termin dua.

Dana yang diturunkan pada termin satu, peruntukan bagi kegiatan sosialisasi, pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan, dan sebagian pembelian material dan alat. Sedangkan anggaran termin dua digunakan untuk upah pekerja, pajak, material dan honor dari swakelola.

Sarjono pun mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan pedoman pelaksanaan padat karya dengan tertib administrasi termasuk mengisi daftar hadir dan penerimaan upah serta pembayaran pajaknya.

Secara teknis, pembuatan drainase di wilayah Kamal Wetan berdasarkan pedoman pelaksanaan, menyesesuaikan dengan spek dan campuran semen, split, pasir yang standart. Kemudian volume drainase jalan yang akan dibangun sebesar 41,6 meter kubik, dengan panjang saluran 160 meter, dan dengan pekerjaan Beton Siklop fc’ 14,5 MPa. Sosialisasi di akhiri dengan sesi tanya jawab peserta dengan Nara sumber. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo Lakukan Pembinaan untuk Gapoktan

Sleman – Dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045 khususnya ketahanan pangan atau swasembada pangan, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo mengadakan pembinaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lumbung Rejeki di Aula Kalurahan Lumbungrejo, Selasa (12/11/2024).

Acara ini diikuti oleh angora Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kalurahan Lumbungrejo, dan Kelompok Tani Padukuhan se-Kalurahan Lumbungrejo. Kegiatan ini pun dihadiri Lurah Lumbungrejo, Ulu-ulu Lumbungrejo, Dukuh se-Kalurahan Lumbungrejo, dan Kepala BP4 Wilayah III Seyegan selaku narasumber.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Alhakim dalam sambutannya mendorong para petani yang tergabung dalam Gapoktan untuk bersinergi dan saling belajar, agar ketahanan pangan skala rumahan maupun padukuhan bisa tercukupi.

“Saya berharap apa yang menjadi program prioritas Presiden kita yakni ketahanan pangan betul-betul kita upayakan. Mengingat, pemerintah hari ini sedang fokus terhadap ketahanan pangan agar cita-cita swasembada pangan ditahun 2045 bisa benar-benar terwujud,” kata Misbah.

“Untuk itu mari saling berkordinasi dan saling belajar, yang sudah menguasai tentang budidaya cabai bisa membagikan ilmunya ke petani di padukuhan lain, yang sudah sukses dengan pertanin sayur-mayur bisa saling berbagi ilmu dan seterusnya,” sambungnya.

Selain itu, Misbah juga mengatakan bentuk dukungan Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo terhadap petani juga sudah banyak dilakukan. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan untuk para petani.

“Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo tidak kurang dalam mendukung kegiatan pertanian di wilayah Lumbungrejo. Mulai dari pembangunan irigasi beberapa tahun terakhir yang mencapai hampir 1 Milyar rupiah yang tersebar di padukuhan-padukuhan yang ada di Lumbungrejo. Tidak hanya itu saja, peningkatan kapasitas dan pembinaan kelembagaan dan sumberdaya manusia juga kita laksanakan. Tentu saja ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya agar terwujud swasembada pangan di Kalurahan Lumbungrejo,” imbuhnya.

Kepala BP4 wilayah III Seyegan, Nurhayati selaku narasumber pada kesemapatan itu memberikan terkait  ketahanan pangan. Ia menuturkan, sebagai aparat pemerintahan, sudah sepantasnya program pemerintah pusat didukung oleh daerah.

“Seperti yang dikatakan Pak Lurah tadi, bahwa program ketahanan pangan yang difokuskan presiden untuk menuju swasembada pangan bisa terwujud. Untuk itu kami terus melakukan pemantauan, pendampingan dan evaluasi kepada teman-teman kelompok tani maupun gapoktan, sebagai langkah untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut diwilayah Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

“Dalam ketahanan pangan tidak cukup hanya tersedia bahan pangan yang melimpah saja, tetapi juga harus mencakup unsur-unsur B2SA, yakni Makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman dan Halal,” jelas Nurhayati.

Ia pun memotivasi para anggota Gapoktan yang hadir, agar bekerja dengan fungsinya. Hal itu agar Gapoktan yang ada di Kalurahan Lumbungrejo dapat berjalan secara efektif. Dengan begitu, Gapoktan tersebut dapat mengakses bantuan dari pemerintah secara mudah, dan terverifikasi oleh instansi terkait.

“Di dalam Gapoktan ada pengurus terdiri Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seksi-seksi. Saya mendorong tolong jalankan fungsi-fungsi kelembagaan tersebut agar kelompok gapoktan ini bisa berjalan secara efektif. Selain itu ditahun 2024 ini dan ke depannya kelembagaan yang ada seperti kelompok ternak, kelompok tani yang baru belum bisa melakukan pengukuhan hanya satu saja yang bisa diusulkan untuk dikukuhkan oleh Dinas Pertanian yakni KWT,” tutur Nurhayati.

“Hal ini merupakan peraturan pemerintah guna menefektifkan kelompok yang sudah ada dulu, sehingga jika ingin mengakses bantuan maupun pelatihan bisa nempel atau pakai kelompok yang sudah ada dan sudah dikukuhkan sehingga diakui dan terverifikasi oleh Dinas,” tandasnya.

Nurhayati juga mendorong adanya petani milenial di Kalurahan Lumbungrejo. Mengingat saat ini banyak anak muda yang belum berminat untuk bergabung menjadi petani milenial. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)