PPS Sumbersari Gelar Bimtek Orientasi Tugas KPPS

Sumbersari – Guna meminimalisir kesalahan dan pelanggaran dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 PPS Sumbersari menggelar Bimtek Orientasi Tugas ( Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS). Kegiatan tersebut digelar pada Minggu malam (10/11/2024) bertempat di pendapa Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Bimtek diikuti oleh 105 anggota KPPS yang tersebar dari 15 TPS di Sumbersari. Selain itu juga dihadiri oleh Lurah Sumbersari, Ketua PPK Moyudan dan anggota.

Ketua PPS Sumbersari Sugiyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemerintah Sumbersari yang selalu mendukung setiap tahapan dan memberikan fasilitas tempat untuk kegiatan PPS.

Selanjutnya Sugiyanto menuturkan sebagai upaya memberikan pemahaman tentang kode etik penyelenggara agar tidak terjadi permasalah hukum perlu diberikan bimtek tentang kode etik bagi KPPS.

Selain itu juga untuk memberikan pemahaman bagi masing-masing KPPS dalam melaksanakan tugasnya.

“Saya percaya panjengan sudah berkali-kali menjadi KPPS, tetapi dari evaluasi penyelenggaraan sebelumnya masih ditemukan kesalahan, maka Bimtek ini merupakan hal penting guna meminimalisir kesalahan,” katanya. 

Lebih lanjut Ia berharap kepada semua KPPS untuk mengikuti dan mengikuti Bimtek dengan sebaik-baiknya. “Dengan memohon ridha Allah Tuhan Yang Maha Esa dan mengucap Bismillahirrahmanirrahiim Bimtek Oriantasi Tugas bagi KPPS saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Selanjutnya Sukadi Lurah Sumbersari dalam sambutannya menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Sumbersari selalu mendukung setiap tahapan Pilkada yang dilakukan oleh PPS Sumbersari. Ia juga menambahkan kepada KPPS yang sudah terlantik sudah menjadi bagian dari penyelenggara maka harus mentaati semua regulasi agar tidak terjadi permasalahan hukum.

“Profesionalitas penyelenggara harus tetapfff sead fa dipegang teguh, demi suksesnya Pilkada,” tuturnya.

“Tetap jaga kekompakan KPPS dengan pembagian tugas yang baik, sehingga pekerjaan menjadi ringan, insya allah akan menghasilkan yang terbaik,” imbuhnya.

Materi pertama tentang kode etik penyelenggara Pemilihan disampaikan langsung oleh ketua PPS Sumbersari Sugiyanto. Dalam pemaparannya Ia menjelaskan tentang kode etik, kode adalah tanda atau rambu-rambu. Sedangkan etik adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan ahklak dan antara benar dan salah. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku dan berbudaya.

Selanjutnya Sugiyanto menjelaskan kode etik penyelenggara Pilkada yang harus dilakukan adalah profesional, aksebilitas, jujur, adil, akuntabel, ber kepastian hukum, proporsiinal, tertib dan terbuka.

“Sedangkan prinsip penyelenggara Pemilihan adalah mandiri, jujur dan adil,” ungkapnya.

Materi kedua tentang uraian tugas KPPS dalam Pemungutan Suara yang disampaikan oleh C. Nina Widiyaningsih Devisi Sosdiklih, SDM dan Parmas PPS Sumbersari. Sedangka materi ke tiga tentang Penghitungan Suara dipaparkan oleh Devisi Perdatin PPS Sumbersari Ari Miftah Ardhina. Dari kedua pemateri tersebut menyampaikan tugas dari masing-masing KPPS dalam pemungutan suara dan penghitungan suara.  (Giek / KIM Moyudan)




Pagelaran Wayang Kulit Anak-anak Sanggar Widya Pramana Cokrowijayan, Melestarikan Budaya Lewat Generasi Muda

Sanggar Widya Pramana Cokrowijayan di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, menggelar sebuah pagelaran wayang kulit Istimewa, Sabtu malam (9/10/2024) yang menampilkan bakat-bakat muda dalam dunia pewayangan. Dibimbing oleh dalang muda, Ki Damar Asmara Sejati, anak-anak sanggar tampil penuh percaya diri di hadapan puluhan penonton yang memadati Pendhapa Kekandhangan. Acara ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang bangga melihat generasi muda turut melestarikan budaya.

Pagelaran wayang kulit ini bertujuan untuk memperkenalkan serta menumbuhkan cinta budaya tradisional di kalangan anak-anak. Ki Damar Asmara Sejati, selaku pimpinan sanggar mengatakan bahwa seni pewayangan memiliki nilai-nilai luhur yang dapat mengajarkan budi pekerti serta filosofi kehidupan kepada anak-anak.

“Dengan belajar wayang, anak-anak juga belajar menghargai warisan budaya yang kaya,” ujar Ki Damar.

Dalam penampilannya, anak-anak membawakan lakon ‘Wahyu Makutharama’ sebuah kisah klasik yang sarat akan pesan tentang kebijaksanaan dan kejujuran. Walau usia mereka masih belia, para dalang muda ini mampu menghidupkan karakter-karakter wayang dengan penghayatan dan ekspresi yang mendalam. Suara mereka yang luwes dan gerak tangan yang terlatih membuat penonton terkesima melihat kemampuannya dalam menguasai tokoh-tokoh seperti Arjuna dan Semar.

Ki Damar menyebut bahwa persiapan untuk pagelaran ini memakan waktu sekitar satu bulan. Anak-anak dilatih secara intensif, mulai dari teknik dasar mendalang hingga cara mengatur suara dan intonasi agar dapat menyampaikan cerita dengan baik. Ki Damar juga mendorong anak-anak untuk memahami makna dari setiap adegan yang mereka bawakan, sehingga anak-anak tidak hanya menampilkan pertunjukan, tetapi juga menyerap nilai-nilai moral yang ada di dalamnya.

Para penonton yang hadir mengapresiasi pagelaran ini dengan sangat baik. Bapak Surojo, salah satu orangtua murid Sanggar Widya Pramana yang bernama Tahajid Syawa Jouniro, mengatakan bahwa acara ini merupakan bukti nyata bahwa budaya tradisional dapat diteruskan dan dijaga oleh generasi muda.

“Semoga anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang bangga dan cinta dengan budaya kita,” ucapnya sambil bertepuk tangan.

Diceritakan juga olehnya bahwa anaknya yang masih mengenyam pendidikan formal di Sekolah Dasar Negeri Godean II sudah belajar mendalang sejak masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Selanjutnya menjadi siswa di Sanggar Widya Pramana saat duduk di kelas 4 Sekolah Dasar hingga sekarang. 

Pagelaran wayang kulit diakhiri dengan doa bersama, memohon agar budaya wayang kulit tetap lestari di tengah tantangan modernisasi. Para penonton pulang dengan perasaan puas dan harapan agar pertunjukan serupa dapat diadakan lebih sering, sebagai upaya untuk terus memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi penerus.

Dengan suksesnya pagelaran ini, Sanggar Widya Pramana Cokrowijayan berharap agar semakin banyak anak muda yang terpanggil untuk belajar seni tradisional. Acara ini telah membuktikan bahwa melestarikan budaya tidak hanya tugas orang tua, tetapi juga menjadi tanggung jawab anak-anak yang mencintai warisan leluhurnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Warga Krasakkan Peringati Sumpah Pemuda Ke-96 Dengan Jalan Sehat, Senam Bersama dan Cek Kesehatan

Sleman – Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-96 Karang Taruna Padukuhan Krasakan yang sering disebut TEXAS mengadakan peringatan berupa kegiatan senam bersama, jalan sehat, dan juga cek kesehatan. Acara dilaksanakan di SD Muhammadiyah Gendol IV pada hari Minggu, 10 November 2024 pukul .

Acara ini diikuti seluruh warga Padukuhan Krasakan. Di awali dengan Senam bersama, lalu dilanjutkan jalan sehat, acara seremonial, serta hiburan berupa penampilan angklung Sakura dari ibu-ibu krasakkan, pembagian doorprize dan organ Tunggal.

Acara ini juga menyelenggarakan cek kesehatan oleh ibu-ibu kader posbindu Padukuhan Krasakan yang bekerjasama dengan Puskesmas Tempel 1 .

Hadir dalam acara ini Lurah Lumbungrejo bersama Ketua PKK Kalurahan Lumbungrejo, Bhabinkamtibmas Lumbungrejo, Babinsa Lumbungrejo dan seluruh warga Padukuhan Krasakkan.

Lurah Lumbungrejo Al-Hakim menyampaikan apresiasinya terhadap Karang Taruna Padukuhan Krasakkan yang telah mengadakan kegiatan ini .

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada kawan-kawan pemuda Padukuhan Krasakan atas inisiatif mengadakan acara peringatan sumpah pemuda ini yang bekerjasama dengan KKN Janabdra dan Bapak-Ibu LPMKal maupun PKK Krasakkan. Hari ini kita sudah mengawali kegiatan senam dan jalan sehat harapannya badan kita sehat, pikiran segar dan bisa melakukan kegiatan-kegiatan pembangunan di Padukuhan dengan penuh semangat kebersamaan,” sambut Misbah.

Rita Hijaiyah, Ketua PKK Padukuhan Krasakan mengatakan kegiatan ini untuk memupuk persatuan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Krasakan

“Acara peringatan sumpah pemuda ini bertujun untuk memupuk semangat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan derajat kesehatan warga Padukuhan Krasakkan,” kata Rita.

“Acara berjalan lancar dan meriah, dan kami ucapkan terimakasih kepada Pak Lurah, Bu Lurah, Pak Samsudin selaku Babinsa dan Pak Briant selaku Bhabinkamtibmas yang sudah turut memeriahkan acara pada pagi hari ini, semoga menjadi penyemangat warga krasakkan untuk terus bersinergi dan kompak,” tambah Rita. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Bijak Bermedia Sosial, Membangun Masyarakat Cerdas di Era Digital

Sleman – Pengajian dengan tema ‘Bijak Bermedia Sosial’ digelar di Pendhapa Kekandhangan, Dusun Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu sore (10/11/2024) dengan menghadirkan Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna, Adnan iman Nurtjahjo sebagai penceramah.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan komunitas Bulan Sabit Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta ini dihadiri oleh puluhan jama’ah dari kelompok pengajian Sehat Rohani Jasmani (Seroja) yang mayoritas ibu rumah tangga yang berasal dari Dusun Patran yang tertarik untuk memperdalam pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.

Dalam pengajian tersebut, Adnan Iman Nurtjahjo menyampaikan pentingnya umat Islam menjaga adab dan etika dalam bermedia sosial menggunakan berbagai platform seperti WhatsApp, Instagram, maupun Facebook. 

“Media sosial bisa menjadi ladang pahala atau dosa, tergantung bagaimana diri kita menggunakannya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seorang Muslim harus selalu bijak dengan menjaga lisan dan menghindari konten yang dapat menimbulkan fitnah atau perpecahan.

Lebih lanjut, Adnan menjelaskan bahwa media sosial jika digunakan secara bijak dapat menjadi sarana dakwah yang efektif.

“Sampaikan kebaikan, bagikan ilmu, tapi jangan sampai terpancing dengan hal-hal negatif yang justru merugikan kita dan orang lain,” imbuhnya.

Dirinya pun mengingatkan bahwa banyaknya informasi yang tersebar di dunia maya perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring dan meneliti kebenaran berita sebelum membagikannya. Jika tidak berhati-hati maka seseorang dapat terjerat kasus hukum karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah perihal menjaga privasi. Adnan menegaskan bahwa membagikan informasi data pribadi di media sosial tanpa berpikir panjang bisa berdampak buruk. Pihak yang tidak bertanggungjawab seringkali dapat menyalahgunakan hal-hal pribadi yang kita unggah oleh karena itu jama’ah harus tidak mudah terbawa tren atau arus.

Pengajian juga membahas fenomena hoaks yang sering kali menyebar di media social karenanya para jamaah untuk selalu melakukan tabayyun atau verifikasi sebelum menyebarkan informasi.

“Jangan sampai jari kita menjadi sumber fitnah. Allah SWT mencintai orang yang selalu berhati-hati dalam menyebarkan berita,” tutur Adnan dengan penuh semangat.

Di akhir ceramahnya, Ia memberikan beberapa tips praktis untuk menggunakan media sosial dengan bijak seperti berpikir dua kali sebelum menulis, saring sebelum sharing, dan hindari debat kusir. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut perlu diingat setiap kali kita berinteraksi di dunia maya agar hubungan antar individu tetap harmonis.

Kegiatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa media sosial, jika dimanfaatkan dengan bijak, bisa menjadi sumber kebaikan dan inspirasi. Namun, sebaliknya jika tanpa kendali dan pemahaman maka media sosial dapat menjadi jalan menuju perpecahan. Pengajian ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya bijak bermedia sosial di tengah era digital yang semakin maju. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




TRC Kalurahan Destana Lumbungrejo Gerak Cepat Kondisikan Rumah yang Tertimpa Angin Kencang

Sleman- Angin kencang yang melanda Kapanewon Tempel, Sleman pada Minggu, 10 November 2024 pukul WIB mengakibatkan pohon tumbang yang menimpa Rumah Budi Rejo Sarni warga RT 04 RW 18 Padukuhan Kromodangsan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman.

Sebanyak sepuluh personal TRC Destana Lumbungrejo yang diketuai oleh Jatmiko langsung menanggapi laporan dengan mengkondisikan pohon yang tumbang dengan peralatan yang dibawa.

“Bersama warga sekitar, teman-teman TRC dan beberapa Perangkat Kalurahan kami mengkondisikan pohon mlinjo yang tumbang akibat angin kencang yang sore ini menimpa rumah Ibu Budi Rejo Sarni. Dengan peralatan seperti senso, tali tambang dan peralatan lainnya kami berhasil dengan cepat mengkondisikan rumah Ibu Budi,” jelas Jatmiko

Jatmiko juga mengatakan bahwasanya dipadi harinya TRC Kalurahan Lumbungrejo juga mengkondisikan pohon yang dirasa membahayakan guna mencegah jika ada angin tumbang di Padukuhan Kromodangsan

“Tadi pagi sebetulnya kami juga melakukan giat tebang pohon guna mencegah hal-hal seperti ini tetapi giat kami laksanakan diwilayah RT 3 Kromodangsan sesuai dengan laporan warga, ternyata tidak disangka ditempat Ibu Budi sore ini tertimpa musibah angin kencang ini. Semoga keluarga yang terkena musibah diberikan kesabaran dan menjadi kewaspadaan kita bersama,” tambah Jatmiko

Arif Yasfani selaku Dukuh Kromodangsan mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja kerugian kerusakan material rumah saja.

“Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun beberapa kerugian material seperti kerugian genteng sebanyak buah, Wuwuwng 20 buah, Molo, Blandar, Usuk, Reng. Dan tentu saja kami mengucapkan terimakasih atas respon cepat dari pak Jagabaya yang mengampu teman-teman TRC, dan juga Ketua TRC yang sigap menanggapi dan membantu warga kami yang terkena musibah angin kencang ini,” jelas Arif.

“Mewakili keluarga Ibu Budi Rejo Sarni kami mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada segenap TIM TRC Destana Lumbungrejo yang telah mengkondisikan kejadian tumbangnya pohon yang mengenai rumah warga kami dengan sigap dan gerak cepat, semoga Tuhan membalas kebaikan tim TRC Kalurahan Lumbungrejo, dan personal TRC senantiasa diberikan kesehatan agar terus bermanfaat untuk masyarakat Lumbungrejo,” tutup Arif. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)