Mahasiswa KKN E-1 UJB Sosialisasikan Sistem Hidroponik ke KWT Migunani Dusun Panggung

Sleman- Kelompok KKN E-1 Universitas Janabadra Yogyakarta mengedukasi ibu-ibu KWT tentang hidroponik sistem DFT di Lapangan Tenis Meja Dusun panggung, Sabtu, 09 November 2024 pukul WIB
Sosialisasi ini diikuti 20 ibu-ibu anggota KWT Migunani bertindak sebagai narasumber yakni Sujarwadi Galih Saputro dan Hanif Arieq Irfanaji anggota KKN E-1 UJB.
Sujarwadi mengatakan sosialisasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan lahan pekarangan yang kurang luas agar tetap bisa termanfaatkan dengan baik dan bisa menjadi lahan produktif penghasil buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga
“ Hydroponik merupakan salah satu solusi untuk ibu ibu KWT / ibu-ibu rumah tangga dan petani yang keterbatasan lahan dalam menanam buah dan sayur sebagai bahan pangan keluarga. Sistem hidroponik sangat membantu keluarga terutama ibu rumah tangga dalam mengakomodir keinginan menanam bahan-bahan makanan dengan keterbatasan lahan, apalagi dengan keadaan pemukiman warga yang begitu padat. ” kata Sujarwadi
Selanjutnya Sujarwadi menyampaikan mulai dari pengertian hidroponik, kelebihan menggunakan hidroponik, macam-macam sistem hidroponik sampai apa saja yang dibutuhkan untuk memulai menggunakan hidroponik.
“Hidroponik adalah metode menanam tanpa menggunakan tanah, namun menggunakan air yang mengandung nutrisi. Hidroponik sendiri banyak macamnya , ada Hidroponik adalah metode menanam tanpa menggunakan tanah, namun menggunakan air yang mengandung nutrisi, WICK metode yang sederhana hanya dengan system sumbu, Deep Flow Technique rekayasa yang menggabung antara NFT Floating dan Wick ke dalam instalasi agar genangan air nutrisi dapat sedikit tertahan dalam pipa, Rakit Apung hidroponik yang menggunakan metode apung untuk menanam tanaman. “ tambah Sujarwadi
Hanif Arieq narasumber kedua menjelaskan apa saja unsur tanaman yang harus dipenuhi dengan system hidroponik ini serta bagaimana menggunakan system hidroponik dan praktiknya jika digunakan untuk menanam tanaman sayur sederhana seperti kankung, selada, pakcoy, seledri dll .
“Unsur dasar yang dibutuhkan tanaman jika menggunakan hidroponik ini yakni Air, Nutrisi, Sinar Mtahari, O2 maupun CO2 , selain itu kita akan membahas bagaimana nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman yang ditanam di hidroponik beserta takarannya” jelas Hanif
Hanif juga menambahkan ibu-ibu tidak perlu khawatir dikarenakan sistem hidroponik ini tidak harus menggunakan biaya yang mahal bisa dimulai dengan menggunakan barang bekas yang sudah tidak terpakai
“Ibu-ibu anggota KWT tidak perlu khawatir, jika kita mempunyai lahan terbatas bisa disiasati dengan pengoptimalan keterbatasan lahan dengan Hidroponik dft, karena pengoptimalan system tanam menggunakan hidroponik bisa dilakukan dengan peralatan sederhana seperti botol bekas, ember, galon bekas, peralon bekas dirangkai dan dibuat system hidroponik nantinya bisa menghasilkan bahan pangan yang berkualitas. Mungkin dalam benak ibu-ibu kalau memakai hidroponik harus beli peralon baru dan bahan mahal lainnya, untuk awalan kita coba dengan peralatan seadanya dulu ” kata Hanif
Yani Sutrisno, Ketua LPMKal dusun Panggung berterimakasih kepada tim KKN E-1 UJB yang telah menginisiasi sosialisasi hidroponik ini .
“Terimakasih kami ucapkan kepada adik-adik tim KKN E-1 Janabadra yang telah mengadakan sosialisasi system tanam menggunakan hidroponik, tentu saja ini hal baru dan bermanfaat untuk ibu-ibu KWT di dusun Panggung, biasanya ibu-ibu ini menanam dilahan pekarangan yang media tanamnya masih tanah dan terpaku menggunakan lahan yang luas, akan tetapi dengan kegiatan ini nantinya kami menjadi lebih berkembang dan lebih bisa mensiasati lahan pekarangan yang sempit tetap bisa dimanfaatkan dengan baik,” sambut Yani
“Kebetulan di dusun Panggung ini rumah /pemukiman warga sangat padat dan hampir berhimpitan, jadi saya rasa kegiatan ini sangat pas bagi ibu-ibu kWT Migunani agar nantinya bisa dipelajari dengan baik dan Syukur-syukur bisa dipraktikkan di pekarangan masing-masing,” tambah Yani
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan bersama-sama menanam dan memantau tanaman bawang merah yang sudah ditanam ibu-ibu KWT bersama teman-teman KKN E-1 Janabdra sejak tiga minggu yang lalu. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)



