Ketua KPU Sleman Buka Kegiatan Bimtek Penggunaan Sirekap Pilkada 2024

Sleman – Guna menunjang dan mendukung proses rekapitulasi penghitungan suara pada Pilkada tahun 2024, serta memberikan pemahaman tentang  penggunaan aplikasi Sirekap ( Sistem Informasi Rekapitulasi ), maka KPU Kabupaten Sleman menggelar Bimtek penggunaan aplikasi Sirekap kepada PPK dan PPS se Kabupaten Sleman, bertempat di The Rich Hotel Yogyakarta.

Pada gelombang pertama digelar pada hari Minggu ( 3/11/2024) di ikuti oleh semua Anggota PPK dan PPS Kapanewon Depok, Mlati, Moyudan, Ngaglik, Seyegan, Turi, Minggir, Prambanan dan Kapanewon Pakem. Sedangkan gelombang ke 2 yang akan berlangsung pada Senin (4/11/2024) diperuntukan bagi anggota PPK dan PPS Kapanewon Berbah, Cangkringan, Godean, Kalasan, Gamping, Ngemplak, Sleman, dan Tempel.

Bimtek dibuka oleh ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi. Pada saat memberikan Sambutan Baehaqi mengatakan bahwa  walaupun rekapitulasi yang digunakan adalah hasil rekapitulasi berjanjang, tetapi Sirekap merupakan alat bantu rekapitulasi hasil penghitungan suara sangat penting.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa pada Pemilu kemarin penggunaan Sirekap sempat menjadi polemik dan permasalahan yang menjadi materi gugatan di MK, maka dari itu kami mohon untuk benar-benar  dipahami,” ungkap Baehaqi.

Selanjutnya apabila terjadi kendala-kendala teknis seperti menulis, menguplaud dan kendala jaringan atau server merupakan tanggung jawab KPU Kabupaten Sleman.

“Kami mohon kepada PPK dan PPS untuk bisa menyampaikan dan memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada KPPS,” tambahnya. 

“Dengan ridha Allah dan mengucap Bismillahirahmanirrahiim, secara resmi bimtek Sirekap saya nyatakan dibuka.” Ucap Baehaqi.

Materi bimtek yang pertama disampaikan oleh Aan Muhlishoh Kadiv teknik penyelenggaraan KPU Sleman. Dalam pemaparannya Aan menyampaikan bahwa aplikasi Sirekap merupakan perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi. Sirekap digunakan sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara serta alat bantu dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada 2024. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dalam pilkada terdiri dari dua jenis Sirekap yaitu penggunaan  Sirekap Mobile yang digunakan untuk memotret C. Hasil di TPS dan mengirimkan ke server setelah dilakukan validasi.

“Sedangkan yang ke dua adalah Aplikasi Sirekap Web digunakan oleh PPK, dan KPU Kabupaten/kota, dan KPU Propinsi untuk kebutuhan rekapitulasi di masing-masing tingkatan.” Jelas Aan.

Pendalaman materi Sirekap yang ke dua disampaikan oleh Arif Setiawan Kadiv Sosdik SDM Parmas KPU Kabupaten Sleman. Dalam pemaprannya menyampaikan faktor permasalahan teknis Aplikasi Sirekap antara lain KPPS menganggap sepele, kurangnya komunikasi, kurang jelas dalam menuliskan angka.

“Faktor lainnya adalah penggunaaan kamera dan pencahayaan kurang sesuai dalam pengambilan gambar, KPPS kurang teliti dalam melakukan reviu, serta KPPS tidak mengisi format yang tidak sesuai dengan ketentuan.” Tambah Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan Faktor sukses utama Sirekap. Faktor sukses tersebut diantaranya adalah memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan perangkat teknologi.” Selain itu KPPS juga harus menggunakan akun yang resmi.” Tambahnya.

Materi terakhir adalah para peserta mempraktikan penggunaan aplikasi Sirekap Mobile dan Sirekap web.

(Giek/KIM Moyudan)




Komunitas MTC dan GM Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banyurejo

Komunitas sosial kemasyarakatan di Kapanewon Tempel yang tergabung dalam Media Tempel Community (MTC) dan Guyon Maton (GM) melakukan kegiatan droping atau penyaluran air bersih ke Padukuhan Jambeyan dan Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Tempel pada Minggu (3/11/2024) sore.

Ratna Zuliastuti mewakili komunitas MTC dan GM mengatakan bahwa penyaluran merupakan bentuk kepedulian komunitasnya terhadap kesulitan warga Banyurejo.

“Sebanyak 2 tangki air @8700 liter kami salurkan untuk dua Padukuhan yang ada tentu kedepannya sambil menunggu perkembangan lebih lanjut akan kami lanjutkan penyaluran air bersih ke Padukuhan yang lainnya, karena seperti laporan yang sebelumnya ditujukan ke kami ada sekitar 5 Padukuhan yang mengalami kekeringan tetapi hari ini baru dua yang bisa kita perbantukan,” ungkap Ratna.

Ditambahkan oleh Ratna bahwa komunitas MTC dan GM berkomitmen untuk terus memantau kondisi kekeringan dan memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada masyarakat selama masa musim kemarau ini.

“Semoga upaya ini dapat membantu mengatasi kesulitan akibat kekurangan pasokan air bersih di wilayah-wilayah terdampak,” pungkasnya.

Jagabaya Kalurahan Banyurejo, Irwan Darmanta dalam kesempatan sambutan menyampaikan terima kasih dan apresiasi nya atas kepedulian komunitas sosial yang telah menjadikan penyaluran air bersih menjadi salah satu programnya.

“Tentu saja ini kita jadikan sebagai upaya yang akan terus kami lakukan sampai dengan musim penghujan yang akan datang, untuk itu saya menyampaikan terima kasih kepada MTC dan GM yang telah membantu menyalurkan air bersih untuk Jambeyan dan Tangisan di akhir musim kemarau ini,” ucapnya.

Ditambahkan olehnya bahwa setelah ini kita lihat perkembangan lebih lanjut untuk daerah atau Padukuhan mana yang sekiranya masih membutuhkan penyaluran air bersih.

“Kita setelah ini akan lakukan evaluasi beberapa hari kedepan karena di Kalurahan Banyurejo saat ini sudah dari beberapa hari yang lalu sudah diguyur hujan, harapan nya semoga debit air sumur bisa naik lagi, walaupun saat ini masih belum bisa di gunakan, semoga hujan tetap mengguyur Banyurejo untuk beberapa hari kedepan sambil kita tunggu perkembangan nya . Karena penutupan selokan sampai dengan Desember. Semoga hujan tetap ada agar sumur warga bisa baik kembali,” tambah Irwan. (sbd_kimtempel)




Antisipasi Cuaca Ekstrim saat Pergantian Musim, TRC Destana Sardonoharjo Sleman Adakan Evakuasi Pohon Besar

Sleman – Team TRC Destana Kalurahan Sardoharjo melaksanakan evakuasi terhadap kondisi pohon milik warga di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardoharjo, Minggu (03/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan mengantisipasi risiko pohon tumbang saat pergantian musim yang dapat membahayakan warga, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Evakuasi ini melibatkan pengecekan kondisi fisik pohon dan pemangkasan .

Dalam kegiatan tersebut, pohon yang dievakuasi merupakan pohon besar yang berpotensi mengganggu dan mengancam keselamatan warga. Pohon tersebut, karena ukurannya dan kondisinya yang rapuh, menimbulkan kekhawatiran. Warga yang terdampak merasa tidak aman di dalam rumah mereka dan memilih untuk mengungsi demi keselamatan.

“Evakuasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko pohon tumbang dan memberikan rasa aman bagi warga sekitar,” ungkap Wahyudi, Ketua Destana Sardonoharjo.

Wahyudi menuturkan, kegiatan evakuasi pohon di Dusun Tempursari ini melibatkan hampir seluruh tim TRC (Tim Reaksi Cepat) secara penuh dan didukung oleh partisipasi aktif warga sekitar.

“Evakuasi berlangsung cukup menantang dan memakan waktu sekitar 3 jam karena kondisi pohon yang sulit dan berpotensi berbahaya. Kerjasama antara tim TRC dan warga sangat membantu dalam menyelesaikan evakuasi ini dengan aman, sehingga potensi bahaya bagi warga dapat diminimalkan,” terangnya.

Lurah Sardoharjo Harjuno Wiwoho, saat dihubungi, memberikan instruksi penuh kepada Team TRC Destana Sardoharjo untuk segera bertindak dalam mengevakuasi pohon-pohon yang berpotensi membahayakan warga, terutama selama musim pancaroba.

Selain memberikan arahan, Harjuno Wiwoho juga mendukung kegiatan tersebut dengan penyediaan alat yang diperlukan agar proses evakuasi berjalan lebih efektif dan aman. Ia berharap masyarakat juga aktif melaporkan jika ada pohon yang dianggap berbahaya.

“Sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat demi menjaga keselamatan warga,” lanjutnya (Eka Sastra – KIM Sardonoharjo)




Dapat Kunjungan Dari Kakorbinmas Baharkam POLRI, Produk KWT dan UMKM di Tamanmartani Ludes Diborong

Kalasan – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Padukuhan Tamanan, Tamanmartani Kapanewon Kalasan menerima Kunjungan KAKORBINMAS BAHARKAM POLRI Irjen Pol. Edy Murbowo, ., ., Produk KWT dan UMKM senilai lebih dari Sebelas (11) Juta Rupiah ludes diborong.

Kunjungan KAKORBINMAS BAHARKAM Mabes POLRI Irjen Pol. Edy Murbowo Jumat, (1/11/2024) di Padukuhan Tamanan didampingi Dir Binmas Polda DIY Kombes Pol Tartono beserta jajaran, Wakapolresta Sleman beserta jajaran dan diterima Unsur Forkompim Kapanewon Kalasan dipimpin Panewu Kalasan Joko Susilo dan Lurah Tamanmartani Gandang Harjanata. Kehadiran tamu dari Mabes Polri dalam rangka melihat kegiatan Pemanfaatan Tanah Pekarangan untuk untuk mewujudkan ketahanan pangan skala mikro berbasis keluarga.

Menurut Dukuh Tamanan Hasto Sriwibowo, padukuhan Tamanan yang terdiri dari dua (2) RW dan sembilan (9) RT, dengan jumlah penduduk kurang lebih   900 jiwa, memiliki potensi organisasi meliputi KK LPMD, PKK, Kelompok Tani, Kelompok Tani Ternak, Kelompok Perikanan, KWT, Jaga Warga, Pramudita serta Takmir Masjid serta RT dan RW.

“Mereka memiliki jadwal pertemuan rutin. Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan keluarga, kegiatan yang dilakukan adalah pengolahan lahan pertanian dengan irigasi teknis, Petenakan Lembu dan Kambing, Perikanan serta pemanfaatan tanah pekarangan,” ujar Hasto.

“Dalam hal pemanfaatan tanah pekarangan yang menjadi obyek kunjungan pejabat Mabes Polri adalah pemanfaatan lahan kosong oleh KWT Sumber Boga dengan dijadikan kebun Lidah Buaya. Dari budi saya lidah buaya itu kemudian diproses menjadi produk makanan,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua KWT Sumber Boga Nurul Komariah saat memberikan penjelasan kepada tamu menuturkan, lidah buaya yang dibudidayakan oleh KWT diproses hingga menjadi produk berupa  Minuman Lidah Buaya/ Nata De Aloevera dengan merk Aloeta, selain itu juga produk cendol dawet, steak lidah buaya, peyek dan agar-agar. Jenis tanaman lainya adalah Pepaya yang kemudian diolah menjadi Kue Bolu Pepaya.

KAKORBINMAS BAHARKAM Edy Murbowo usai meninjau kebun Lidah Buaya dan menyaksikan produk-produk KWT dan UMKM dalam sambutanya mengatakan bahwa kunjungannya untuk melihat dari dekat upaya mencapai tangguh aman dan tangguh pangan.

“Terhadap upaya tercapainya ketahanan pangan, Polri bersifat membantu,” tukas Edy.

Ditingkat pusat, lanjutnya, telah ada nota kesepahaman antar Kapolri dengan Menteri Pertanian. Diantara isi nota kesepahaman adalah bantuan pengamanan, bantuan pendampingan dan pengawasan. Cita kedua dari Program Hasta Cita adalah kemandirian pangan, swasembada pangan yang diharapkan pada tahun ke empat swasembada tercapai.

“Untuk menuju kemandirian dan swasembada pangan harus dimulai dari yang kecil-kecil, program Kementrian Pertanian ditingkat Kalurahan dilakukan oleh empat pilar yaitu Lurah dengan Kelompok Tani dan masyarakat. PPL dan dibantu  Babinkamtibmas dan Babinsa. Polri memilik sumber daya manusia, maka polri diminta untuk membantu,” tandas Irjen Pol Edy.

Lebih lanjut dikatakan, Karena telah melihat sendiri dilapangan terhadap kegiatan pemanfaatan tanah pekarangan untuk ketahanan pangan yang berskala mikro/keluarga, kami punya tugas untuk gethoktularke (menceritakan) kegiatan yang bagus itu kepada kelompok yang lain dan didaerah lain, bahkan praktek-praktek pemanfaatan tanah pekarangan perlu direplikasi dilokasi lain.

“Saya telah melihat sendiri secara langsung. Bahkan sudah ada Jaga Warga yang baik. Maka saya minta, saya berpesan, lanjutkan kegiatan  Jaga Warga dengan baik. Lanjutkan Pemanfaatan tanah pekarangan untuk mewujudkan ketahanan pangan skala mikro dengan baik,” pungkas Irjen Pol Edy Murbowo.

Produk KWT Sumber Boga dan UMKM yang ludes diborong meliputi semua produk bahan dasar lidah buaya, aneka minuman jamu tradisional seperti beras kencur, kunir asem, jahe asem. Brownis kering dan bolu pepaya. kerjinan kulit seperti jaket, tas, dompet serta batik tulis. (Tri Joko S – KIM Kalasan Bersahabat)




Pemanfaatan Software Berbasis AI Untuk Anotasi Aspek 5W1H Konten Berita

Seiring dengan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa berbagai inovasi yang bermanfaat bagi dunia jurnalistik. Salah satu pemanfaatannya adalah dalam penggunaan software Prodigy berbasis AI untuk anotasi aspek 5W1H dalam konten berita. Hal tersebut dituturkan Kepala Kantor Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yohanes Sigit Purnomo selaku pemateri dalam workshop penulisan jurnalistik yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Kampus 4 Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Sabtu (2/11/2024).

Metode ini mempermudah jurnalis dalam mengidentifikasi elemen-elemen dasar berita yang mencakup What, Who, When, Where, Why, dan How, sehingga memudahkan proses penyuntingan dan analisis data.

Sigit menjelaskan peran Prodigy dalam anotasi 5W1H ini sangat penting mengingat kompleksitas data yang harus diolah oleh para jurnalis dan redaksi. Dalam setiap berita, informasi inti yang disampaikan melalui 5W1H seringkali menjadi hal mendasar yang perlu diidentifikasi dengan cepat dan tepat.

Dengan bantuan software Prodigy maka proses ini bisa berlangsung lebih efisien, karena AI mampu menganalisis dan menandai setiap elemen yang relevan secara otomatis. Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan akurasi dalam pengumpulan informasi.

Menurutnya, AI dapat secara otomatis memindai teks dan memisahkan setiap informasi yang sesuai dengan kategori 5W1H. Contohnya, software ini mampu mendeteksi siapa yang terlibat dalam suatu peristiwa (Who), kapan peristiwa tersebut terjadi (When), dan alasan mengapa hal tersebut terjadi (Why). Dengan demikian, proses pencarian informasi dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengabaikan detail penting.

“Dengan bantuan software Prodigy untuk anotasi 5W1H maka proses penyusunan berita dapat berlangsung lebih cepat,” terang Sigit.

Dalam konteks media massa, kecepatan adalah salah satu faktor utama yang menentukan kesuksesan. Dengan bantuan software AI untuk anotasi 5W1H, proses penyusunan berita dapat berlangsung lebih cepat, karena jurnalis tidak perlu lagi secara manual memeriksa ulang elemen-elemen dasar berita.

“Hal ini tentu saja dapat mempercepat penyebaran informasi ke masyarakat secara luas,” imbuhnya.

Selain membantu dalam penyusunan berita, software Prodigy juga berguna dalam analisis konten. Perangkat ini memungkinkan perusahaan media untuk melakukan evaluasi terhadap banyak berita dalam waktu singkat, sehingga dapat menyajikan laporan atau analisis yang lebih mendalam kepada pembaca. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas informasi dan memberikan perspektif yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemanfaatan software berbasis AI untuk anotasi 5W1H ini diharapkan terus berkembang dan di masa depan memiliki kemampuan untuk memahami konteks yang lebih kompleks, sehingga dapat memberikan anotasi yang lebih akurat dan mendalam.

“Semoga kecerdasan buatan ini dapat membantu jurnalis dalam menghadirkan informasi yang akurat, cepat dan relevan,” cetusnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)