Peringati Milad ke-112, PCM Berbah Gelar Jalan Sehat di Lapangan Muhammadiyah Kadipolo

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah melaksanakan jalan sehat di Lapangan Muhammadiyah Kadipolo, Kapanewon Berbah, pada Minggu (17 /11/2024). Kegiatan tersebut sebagai puncak acara peringatan Milad ke-112 Muhammadiyah.

Acara itu dihadiri oleh Panewu Berbah, anggota DPRD Sleman, mbah Wanto dan Galuh Saraswati Laksono, Lurah Sendantirto, Lurah Tegal tirto, Ketua PCM PCA Berbah, Ketua PRM PRA se-Kapanewon Berbah, Ketua Ortum Muhammadiyah, Ketua MWCNU, Kepala KUA Berbah, Babinkantibmas Sendantirto, dan warga Muhammadiyah Kapanewon Berbah.

Ketua panitia kegiatan, sekaligus Ketua Pimpinan Ranting (PRM) Sendantirto Utara, M. Amir Nashirudin dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada semua tamu undangan beserta warga Muhammadiyah Berbah.

Ia mengatakan, peringatan milad tahun ini mengambil tema ‘Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua’.

“Sesuai tema tersebut rangkaian peringatan milad di awali dengan khitanan massal bagi 100 anak yang kurang mampu, festival anak saleh, bazar dan pasar murah, juga lomba administrasi Ranting Muhammadiyah,” ucap Amir.

“Sebenarnya animo masyarakat untuk mengikuti bazar sangat tinggi. Namun mengingat berbagai pertimbangan panitia membatasi hanya 30 stan. Semoga ke depan akan bisa menampung lebih banyak lagi,” sambungnya.

Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara. Ia pun berharap, agar Muhammadyah terus berkembang.

“Muhammadiyah di usia yang lebih dari satu abad merupakan organisasi yang kemanfaatannya sangat dirasakan bagi masyarakat lewat Amal Usaha Muhammadiyah melalui berbagai bidang baik sosial, ekonomi dan pendidikan. Semoga Muhammadiyah terus berkembang,” ungkapnya.

Tri juga berpesan kepada warga Muhammadyah, agar tetap bijaksana dalam menggunakan HP dan bermedia sosial. Mengingat, kondisi sosial saat ini tidak baik baik saja, banyak acaman yang datang baik di media sosial maupun gawai. Selain itu, maraknya peredaran minuman keras di tengah masyarakat juga harus menjadi perhatian warga setempat.  

“Untuk itu kita harus bijaksana dalam mempergunakan HP dan bermedia sosial. Juga menjaga untuk tidak merugikan diri sendiri dengan minuman keras,” pesan Tri. (Kusnadi / KIM Berbah)




Tingkatkan Kesadaran Jaga Kesehatan, Kelompok Pengajian Seroja Sosialisasikan Hidup Sehat ala Rasulullah

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, kelompok pengajian Ibu-Ibu Sehat Rohani Jasmani (Seroja) mengadakan edukasi bertema ‘Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW’ yang berlangsung di Pendhapa Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu (17/11/2024). 

Pengajian ini menghadirkan Kepala Bidang Edukasi dan Sosialisasi Komunitas Bulan Sabit Merah Indonesia, Liza Uswatun Husna Lubis sebagai pembicara utama. Pada kesempatan itu, Liza menekankan pentingnya meneladani pola hidup sehat Rasulullah SAW yang tidak hanya berfokus pada fisik tetapi juga keseimbangan spiritual dan emosional.

“Rasulullah mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan, makan dengan pola yang teratur, dan selalu bersyukur atas nikmat kesehatan yang Allah berikan,” ujarnya.

Jama’ah yang hadir pun tampak antusias mengikuti ceramah yang diselingi diskusi interaktif. Salah satu poin utama yang dibahas ialah kebiasaan Rasulullah menjaga kebersihan sebagai bentuk ibadah. Rasulullah selalu mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan tubuh, dan lingkungan. Kebiasaan itu sangat relevan dengan isu kesehatan modern saat ini. Selain itu, pola makan sehat Rasulullah ikut menjadi sorotan dalam pengajian kali ini.

“Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Ini adalah prinsip yang sangat sederhana tapi berdampak besar bagi kesehatan kita,” tutur Liza.

Ia pun menyarankan jama’ah Seroja untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti kurma dan madu yang dikenal kaya manfaat kesehatan. Di samping itu, pengajian ini mengangkat pentingnya aktivitas fisik dan membangun kedisiplinan dalam beribadah, serta istirahat cukup yang selalu dicontohkan Rasulullah.

“Beliau sering berjalan kaki demi menjaga kebugaran dan selalu tidur lebih awal agar bisa bangun di sepertiga malam,” jelasnya.

Tidak hanya mengenai kesehatan fisik, kesehatan mental turut disoroti dalam sosialisasi ini. Dzikir dan shalat disebut sebagai cara efektif menjaga hati dan pikiran dari stres. Pasalnya, kehidupan modern tidak lepas dari tekanan mental yang tinggi. Oleh karena itu, dzikir merupakan obat terbaik untuk  menjaga ketenangan batin.

Jama’ah yang hadir merasa mendapatkan banyak manfaat dari pengajian ini. Salah seorang peserta, Siti Andriyah menyebut acara ini sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari. Ia menjadi paham bahwa hidup sehat merupakan bagian dari ibadah dan berharap bisa konsisten menjalaninya. 

Pengajian ditutup dengan doa bersama dan pembagian makanan sehat kepada para jama’ah sebagai simbol implementasi gaya hidup sehat ala Rasulullah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kesehatan yang diajarkan Rasulullah dapat diterapkan oleh masyarakat, terutama kaum ibu, dalam membangun keluarga yang sehat dan bahagia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Gelar Sekolah Lapang Budidaya Ayam Joper di Tempel

Sleman – Dalam rangka meningkatkan sikap dan keterampilan sumber daya kelompok ayam joper Sido Makmur Sedogan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menggelar sekolah lapang budidaya ayam joper selama tiga hari, mulai 18 November sampai dengan 20 November 2024, di Taman Merdiko, Merdikorejo, Kapanewon Tempel.

Acara itu dihadir oleh anggota DPRD Provinsi DIY, Haris Sugiharta, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, Ketua Tim Bina Produksi Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Sri Haryantini, Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim, Dukuh Sedogan, Aisyah dan seluruh anggota kelompok Sido Makmur Joper Sedogan.

Ketua Tim Bina Produksi Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Sri Haryantini menyampaikan kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Ayam Jawa Super terlaksana dengan menggunakan ABT tahun 2024. Kegiatan tersebut merupakan pokok pikiran salah satu anggota DPRD Provinsi DIY, yakni Haris Sugiarta saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD Sleman.

“Dalam kesempatan ini kami sampaikan, bahwa Padukuhan Sedogan sudah mendapat sekolah lapang ini sebanyak tiga kali, ditahun 2021, 2022, dan tahun ini. Dulu dari populasi yang hanya 200 ekor sekarang menjadi ekor. Sebetulnya ini sudah proses kami ajukan sebagai kelompok unggulan, dan kegiatan ini menjadi sekolah lapang terakhir bagi kegiatan budidaya joper di tahun 2024,” kata Sri, Senin (18/11/2024).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produksi dan populasi ternak, manfaat yang nantinya bisa dirasakan yakni untuk kesejahteraan peternak ayam joper. Melalui sekolah lapang ini kami memberikan beberpa fasilitas, doc sebanyak 800 ekor, pakan 37 sak , vitamin, vaksin, sarana prasarana makan dan minum ayam, dan masih banyak lagi peralatan kandang,” imbuhnya.  

Sementara, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim pada kesempatan yang sama menyampaikan selamat dan berpesan agar masyarakat Sedogan bisa mempertahankan kelompok ayam Jawa super (Joper) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap nantinya Sedogan bisa menjadi sentral ayam joper, jadi menjadi ciri khas padukuhan dengan budidaya ayam jawa supernya, dan tentunya dapat menambah perekonomian masyarakatnya,” tutur Misbah.  

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan mengungkapkan pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemangku kepentingan. Wahyudi mengatakan, dengan komunikasi maka seluruh pihak terkait dapat melakukan perencanaan dan pembangunan fisik maupun non fisik secara lancar.

“Tentu saja kami turut senang, masyarakat Sedogan bisa mengembangkan pembesaran ayam joper. Tentunya ini bisa dimanfaatkan dan terintegrasi, tidak hanya ayam nya saja, akan tetapi dari kotorannya bisa dijadikan pupuk. Apa yang bisa dimanfaatkan bisa diolah sehingga bernilai ekonomi,” tuturnya.

“Kedepan jika Bapak/Ibu menginginkan program terkait pembangunan fisik maupun peningkatan kapasitas kelompok, bisa berkomunikasi dengan kami sebagai wakil Bapak/Ibu semua di DPRD Sleman,” ungkap Wahyudi. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo-Tempel)




Peringati HOMS 2024, Gereja TDGY Macanan Bagikan 300 Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Orang Miskin Sedunia (HOMS) ke-8 tahun 2024, Gereja Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus (TDGY) Macanan, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, menggelar kegiatan pembagian 300 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Acara tersebut berlangsung di Balai Kalurahan Ayodya Tulada Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Minggu (17/11/ 2024).

Paket sembako tersebut berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 2 kilogram gula pasir, 1 liter kecap, dan 1 kilogram tepung terigu.

Kegitan itu berdasarkan insiklik atau surat amanat yang dikeluarkan dari pihak kepausan tertanggal 13 Juni 2017. Di mana, Paus Fransiskus selaku pemimpin Gereja Katolik mengimbau agar gereja ikut memperhatikan warga kurang mampu yang berada di sekitar gereja.

Ketua panitia peringatan HOMS, Ignatius Harry Istanto mengatakan bahwa acara ini rutin diadakan tiap tahun, sebagai upaya menguatkan nilai-nilai toleransi.

“Ini adalah bentuk sapaan gereja untuk lebih menguatkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan di antara umat beragama di wilayah Kapanewon Prambanan,” kata Ignatius.

Lurah Madurejo, H. Sumadi mengapresiasi acara itu dan mengucapkan berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Dengan peringatan HOMS ke-8 tahun 2024 ini, sekitar 300 warga Madurejo mendapat bantuan sembako dari gereja. Penerima bantuan tidak hanya umat Kristiani, tapi semua umat yang masuk dalam kategori masyarakat kurang mampu,” tutur Sumadi.

Sementara itu, Panewu Prambanan, Tri Akhmeriyadi pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa memberi manfaat untuk warga sekitar Madurejo. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Kelurahan Madurejo yang telah memfasilitasi acara sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Ini juga bagian dari upaya kita mewujudkan visi Bupati Sleman, yaitu terwujudnya Kabupaten Sleman sebagai rumah bersama. Salah satu realisasinya seperti kegiatan hari ini. Pendopo Kelurahan Madurejo boleh dipakai siapa saja. Kapanewon Prambanan juga rumah bersama, tidak melihat suku, agama, dan ras, kita semua adalah satu,” imbuhnya.

“Kita di Kabupaten Sleman menghargai perbedaan. Dengan gotong royong, bertoleransi, yang selama ini sudah terbangun dengan baik, kita bisa hidup nyaman, damai di Kabupaten Sleman, khususnya di Kapanewon Prambanan,” sambung Tri. (Harmaji/ KIM Prambanan)




Gelar Budaya Merti Desa Resmi Ditutup, Kapanewon Ngemplak Suguhkan Pertunjukan Wayang Kulit

Sleman – Acara gelar budaya dalam rangka Merti Desa dan Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, resmi ditutup oleh Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping Desa Budaya, pada Sabtu (16/11/2024).

Penutupan tersebut berlangsung di Balai Kalurahan Wedomartani, dengan menampilkan kesenian Wayang Kulit Campursari dengan lakon Jamus Kalimasada, yang dibawakan oleh Ki Suparno.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Mujiburohman menuturkan rangkaian gelar budaya dalam rangka Merti Desa dan Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Wedomartani melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga yang ada di Wedomartani.

“Rangkaian kegiatan sudah dimulai dari workshop dan pembinaan permainan tradisional bagi Forum PAUD yang ada di Wedomartani. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai acara keagamaan mulai tanggal 3 sampai 16 November nanti,” kata Mujiburohman.

Adapun rangkaian acara tersebut di antaranya sarasehan budaya tentang tata nilai budaya Jogja dengan narasumber Faizal Noor Singgih, Kenduri Budaya, Gebyar PAUD, Parade Sholawat Hadroh, Ziarah Kubur, Festival Gamelan, Kirab Budaya, Pentas Seni Jathilan. Sementara tanggal 9 November diisi dengan pergelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Makutharama oleh Dhalang Ki Prajaya, dan pertunjukan wayang kulit campursari dengan lakon Jamus Kalimasada oleh Ki Suparno. Di mana, kegiatan ini pun ikut melibatkan UMKM setempat.

Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto dalam sambutanya mengapresiasi kerja seluruh panitia. Ia mengatakan, kepanitiaan yang bekerja merupakan cerminan dari kegotongroyongan dan kerukunan masyarakat Wedomartani yang melibatkan semua lembaga. Sementara, peran serta masyarakat menggambarkan semangat golong gilig untuk mewujudkan Kalurahan Wedomartani yang aman, rukun, sejahtera dan maju, dengan kebudayaan sebagai fondasinya.

“Merti Desa dan peringatan hari jadi ini dapat dijadikan sarana mawas diri serta bersyukur atas karunia yang kita terima dari Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Teguh.

Pada kesempatan itu, Teguh mengajak agar suasana yang damai dan harmonis tetap dijaga.

“Kami mengajak agar kita bersama menciptakan, menjaga dan mempertahankan Wedomartani tetap rukun, dama dan harmonis sengga tercipta masyarakat yang sejahtera lahir dan bathin,” imbuhnya.

Sementara, salah satu anggota Tim Monitoring Dan Evaluasi Pendamping Desa Budaya Kundha Kabudayan Provinsi DIY, Joko Saptono dalam sambutanya menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani beserta seluruh perangkat dan masyarakat yang telah menggelar event kebudayaan dengan waktu yang cukup panjang, dengan melibatkan partisipasi lembaga dan masyarakat.

“Sesuai dengan tema Sengkut Gumregut, kami berharap tema menjadi penyemangat dan inspirator agar dalam kapasitas sebagai Kalurahan Mandiri Budaya untuk terus menciptakan event yang yang berdampak pada pelestarian dan pengembangan budaya yang mempunyai implikasi peningkatan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Potensi UMKM di Wodomartani cukup banyak dan menjanjikan, maka terus didorong,” pinta Joko Saptono.

Acara tersbut kemudian ditutup secara resmi, dan dilanjutkan denga pertunjukan Wayang Kulit Campursari yang diawali penyerahan wayang oleh Panewu Ngemplak Dakiri kepada Dhalang Ki Suparno dengan lakon Jamus Kalimasada. (Tri Joko S – KIM Kalasan)