Peringati Hakordia 2024, Pemkab Sleman Gelar Sosialisasi Anti Korupsi bagi Kepala OPD dan APIP

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi anti korupsi bagi Kepala Perangkat Daerah dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Kabupaten Sleman, Senin (9/12/2024). Sosialisasi yang dilangsungkan di Aula Lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman itu, mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa upaya memerangi korupsi menjadi tugas seluruh pemangku kepentingan.

“Di mana, tanggung jawab melawan korupsi sejatinya dimulai dari diri sendiri, lingkungan, pemerintah, hingga aparat penegak hukum,” ujar Susmiarto.

Sejalan dengan hal itu, sosialisasi ini menjadi upaya preventif pemerintah daerah dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Sleman.

“Saya mengingatkan kepada seluruh pejabat publik dan jajaran ASN di lingkungan Pemkab Sleman, agar selalu waspada dan cermat dalam pelaksanaan maupun administrasinya, baik itu dalam hal perencanaan anggaran, hibah dan bansos, pajak dan retribusi, pengadaan barang dan jasa, penggunaan dana desa, dan lain sebagainya,” ungkap Susmiarto.

Sehubungan dengan hal itu, Plt. Inspekur Kabupaten Sleman, R. Budi Pramono mengungkapkan sosialisasi anti korupsi ini dilangsungkan selama dua hari yaitu 9-10 Desember, dengan menyasar 31 Kepala Perangkat Daerah, 17 panewu, 9 kepala bagian, 28 APIP, dan 86 PPK.

“Kegiatan sosialisasi ini kami harapkan dapat menginspirasi semua peserta untuk selalu memiliki komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta mewujudkan aparat pemerintahan yang berintegritas,” tandas Pramono.

Ia mengatakan, pihaknya mengundang Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sleman Indra Aprio Handry Saragih, dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Sleman Panji Wiranto sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sleman mengatakan setidaknya ada sepuluh area rawan korupsi di lingkungan pemerintah, yaitu sektor pengadaan barang dan jasa, sektor keuangan dan perbankan, sektor perpajakan, sektor BUMN/BUMD, sektor kepabeanaan dan cukai, sektor penggunaan APBN/APBD, sektor aset negara / daerah, sektor kehutanan dan pertambangan, sektor pelayanan umum, serta sektor minyak dan gas. Meski begitu, para aparatur sipil negara dapat berkontribusi memerangi tindak pidana korupsi dengan menerapkan sikap atau perilaku pemimpin berkarakter anti korupsi.

“Strategi pencegahan korupsi yang paling baik dimulai dari diri sendiri. Pemimpin sebagai ujung tombak dalam pemberantasan korupsi, harus menjadi pemimpin berkarakter anti korupsi yang memiliki integritas dan komintmen memberantas korupsi,” kata Bambang.

“Karakter anti korupsi sebagai patron kepemimpinan ialah dengan menjunjung tinggi nilai integritas berupa kejujuran, transparansi dan keadilan. Kemudian memiliki rasa tanggung jawab terahadap tugas dan kewenangan yang diberikan. Berani mengambil keputusan yang sulit demi kepentingan yang lebih besar, tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari manapun, dan menjadi contoh teladan yang baik bagi orang di sekitar,” imbuhnya.

Bambang menjelaskan, Kejaksaan menjadi salah satu lembaga yang berhak menangani kasus korupsi, selain KPK dan Kepolisian. Untuk itu, Bambang mengatakan pihaknya terus melakukan sejumlah upaya mitigasi guna mencegah potensi terjadinya kerugian negara akibat korupsi.

“Sinergi dan koordinasi melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan kami lakukan dalam bentuk pendampingan hukum, pendapat hukum, dan audit hukum,” ungkapnya.




Bangun Keterbukaan Informasi, Kominfo DIY Gelar Sosialisasi Perda KIP

Sleman – Bertempat di Adicandra Ballroom LPP Garden Hotel, Jalan Perumnas 1 Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman, Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perda Pengelolaan Keterbukaan Informasi, Senin (9/12).

Sosialisasi yang mengangkat tema membangun keterbukaan informasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta ini menghadirkan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Suwanto, S.T., . sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Eko menekankan bahwa setiap warga negara, tidak terkecuali warga DIY, memiliki hak untuk memperoleh informasi publik.

Karena itu, ujar Eko, adanya Perda DIY nomor 4 tahun 2021 tentang pengelolaan keterbukaan informasi publik memiliki beberapa bertujuan, antara lain untuk menjamin hak masyarakat dalam mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik itu sendiri.

“Selain itu terkait kejujuran dan keterbukaan pemerintah daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan, APBD, dan juga Dana Keistimewaan kita ini,” ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY sejak 2014-2029 ini percaya, apabila seluruh informasi dibagikan luas, masyarakat akan terdorong untuk berpartisipasi dalam memberikan kritik dan saran, terutama dalam membantu meningkatkan kinerja pemerintahan di DIY.

Lebih lanjut, Eko juga berpesan kepada seluruh peserta sosialisasi untuk menggali secara dalam terkait wawasan tentang keterbukaan informasi publik di DIY.

“Perda keterbukaan informasi publik di DIY ini akan mampu menjadi jantung proses pembangunan, terlebih nantinya melalui Dinas Kominfo DIY mampu mendorong PPID pada tingkat Kapanewon atau Kelurahan untuk mampu menjalankan tugas dan fungsi PPID semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Upaya Warga Dusun Danikerto Sariharjo Pelihara Lingkungan

Dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan kampung Warga Danikerto Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik di setiap pekan kedua tiap bulan menggelar kegiatan kerja bakti dengan diikuti segenap lapisan warga mulai dari bapak, ibu, hingga pemuda.

 “Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengajak semua warga untuk berpartisipasi aktifjuga sarana untuk mengkuatkan silaturahmi antarwarga,” ujar Winardi, Ketua RT 1 Danikerto saat kegiatan kerja bakti, Minggu (8/12/2024).

Salah satu warga, Gunanto menuturkan bahwa kegiatan dimulai dengan warga yang berkumpul di pertigaan utara rumah salah satu warha.

“Kemudian bersama-sama membersihkan jalan dan area sekitar kampung. Warga dibagi menjadi beberapa kelompokkemudian membersihkan jalan kampung yang menjadi akses utama bagi warga,” tutur Gunanto.

Salah satu sasaran dalam kegiatan ini adalah membersihkan kaleng-kaleng bekas yang seringkali menjadi tempat genangan air yang bisa menjadi menjadi sarang nyamuk dan menyebabkan berbagai penyakit.

Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan jalan yang mengarah ke masjid, serta sebagian warga melanjutkan kegiatan ke arah barat kampung.

Kegiatan kerja bakti ini juga didukung oleh berbagai organisasi di dusun, seperti PKK dan Dasa Wisma serta  mengambil peran aktif dalam agenda tersebut. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Peserta Didik Kepemimpinan Lanjutan GP-Ansor Sleman Presentasikan Hasil Proyek Sosial

Agar dapat terus mencetak kader-kader unggul yang siap menghadapi dinamika perubahan di masyarakat dan membawa manfaat besar bagi masyarakat, maka Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan presentasi laporan hasil rencana tindak lanjut (RTL) berupa proyek sosial yang telah dilakukan para peserta dari program Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) periode II tahun 2024 yang berlangsung di Gedung Pondok Pesantren Darul Ulum, Kleben, Caturharjo, Sleman, Minggu (8/12/2024).

Kegiatan yang merupakan puncak dari rangkaian program pelatihan kepemimpinan yang bertujuan untuk mencetak kader pemimpin muda yang visioner dan berintegritas dihadiri oleh Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. Mas’ud Masduki, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kleben, KH. Nurjamil Dimyati, Ketua Pimpinan Wilayah GP-Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Muiz yang didampingi Ketua Pimpinan Cabang GP-Ansor Kabupaten Sleman, H. Ariyanto Nugroho dan alumni PKL, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus Nahdlatul Ulama setempat.

Dalam sambutannya, Abdul Muiz selaku Ketua Pimpinan Wilayah GP-Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta yang telah merumuskan rencana tindak lanjut dengan matang melaksanakan proyek sosialnya sesuai dengan program kerja Pimpinan GP-Ansor di masing-masing kapanewon. 

“Laporan ini mencerminkan komitmen kita untuk menghadirkan aksi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui proyek sosial yang dilakukan,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan mengenai program kerja unggulan dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang meliputi pengembangan bisnis ekonomi, inovasi media dan teknologi, sumberdaya manusia, serta mendorong anak muda.

“Keempat program unggulan tersebut untuk menyongsong dan mendorong Indonesia Emas pada tahun 2045 sehingga perlu dirancang dengan melibatkan seluruh komponen organisasi,” tutur Abdul Muiz dihadapan peserta.

Sementara, Ketua Panitia Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan GP-Ansor Periode II di Kabupaten Sleman, H. Ahmad Ihsanuddin menerangkan bahwa presentasi laporan proyek sosial dibagi menjadi dua sesi, di mana masing-masing kelompok peserta PKL memaparkan laporan hasil proyek sosial mereka di hadapan para pimpinan cabang dan panelis. Materi yang dipaparkan mencakup berbagai aspek, seperti pengembangan ekonomi berbasis pesantren, pemberdayaan pemuda desa atau kalurahan, hingga program peningkatan literasi digital di lingkungan Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

Para panelis memberikan tanggapan kritis dan masukan konstruktif terhadap laporan yang dipresentasikan para peserta. Salah satu panelis, Syukron Arif Muttaqin menekankan pentingnya sinergi antara GP-Ansor dengan berbagai elemen masyarakat.

“Program-program yang telah dirancang dan dilaksanakan ini sangat potensial jika dijalankan secara konsisten dan melibatkan semua pihak,” ucap Syukron menyemangati.

Selain sesi presentasi, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara para kader GP-Ansor dengan tokoh-tokoh daerah. Diskusi informal yang berlangsung selama acara menciptakan suasana akrab dan kolaboratif. Peserta berbagi pengalaman serta menggali inspirasi untuk mengembangkan program mereka ke depannya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman terus berupaya menjadi organisasi kepemudaan yang relevan dan kontributif bagi masyarakat. Dengan spirit kebersamaan, GP-Ansor berharap dapat melahirkan lebih banyak kader pemimpin yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan presentasi rencana tindak lanjut ini diakhiri dengan pembaiatan oleh KH. Mas’ud Masduki selaku Rais Syuriah Pengurus  Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta bagi peserta yang telah lulus mengikuti serangkaian materi pelatihan kepemimpinan lanjutan disertai doa bersama yang dipandu oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kleben, KH. Nurjamil Dimyati diiringi harapan agar semua rencana yang telah dipaparkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Padukuhan Kentungan Memulai Program Pembangunan Non Fisik di Condongcatur

Pemerintah Kalurahan Condongcatur sesuai dengan Visi Misi menyenggarakan program Pembangunan Fisik berbasis RW dengan bantuan dana Rp. 40 Juta /RW per tahunnya. Untuk itu, Padukuhan Kentungan yakni RW 50 dan 51 ditahun 2024 memulai dengan kegiatan pembangunan non fisik berupa Pelatihan Tata Boga yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dimulai tanggal 7 dan 8 Desember bertempat di Fakultas Pendidikan Teknik Tata Boga dan Busana UNY dan diakhiri di Pendopo Green Kayen, Senin 9 Desember 2024

Kegiatan Pelatihan Tata Boga diikuti oleh 60 peserta dari PKK Padukuhan Kentungan, materi pelatihan meliputi pembuatan produk berkualitas dan teknik memotret hasil produksi untuk menarik calon pembeli di pasar digital. Pada hari pertama dibuka oleh Carik dan Kamituwa yang diawali dengan praktek pembuatan roti dengan berbagai varian rasa seperti kacang hijau, pisang, coklat, kopi, dan rainbow selanjutnya pada hari kedua pembuatan roll cake pandan lapis legit, cake tape, tiger roll cake, marmer cake, roll cake abon dan muffin aneka rasa di Fakultas Pendidikan Teknik Tata Boga dan Busana UNY.

Lurah Condongcatur secara resmi menutup rangkaian kegiatan pelatihan tata boga yang telah berlangsung selama 3 (tiga) dan penutupan dihari terakhir bertempat di Pendopo Green Kayen yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua BPKal Condongcatur, Pendamping Desa, Kamituwa, Dukuh Kentungan dan Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan juga menekankan pentingnya penggunaan dana bantuan Rp/ 40 juta per RW untuk kegiatan non-fisik seperti pelatihan – pelatihan ketrampilan masyarakat.

“Dari 64 RW di Kalurahan Condongcatur, sebagian besar dana bantuan dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan fisik, namun kami berharap ke depan lebih banyak yang memprioritaskan kegiatan non-fisik yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh RW 50 dan 51 di Padukuhan Kentungan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan bantuan berupa alat pembuat kue, yaitu mixer dan oven, kepada kelompok PKK RW 50 dan 51 selain itu, Sertifikat pelatihan diberikan kepada seluruh peserta sebagai pengakuan atas partisipasi mereka.

“Harapan kami, ibu-ibu di RW 50 dan 51 dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk mendukung perekonomian keluarga, serta meningkatkan pemasaran produk melalui digital marketing,” tambah Reno.

Sementara Wakil Ketua BPKal Condongcatur, Novita Savitri menyambut baik program yang dipilih oleh Padukuhan Kentungan melalui program pemberdayaan masyarakat (non fisk) ini.

“Pelatihan ini menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi, khususnya bagi ibu-ibu PKK. Dengan program seperti ini, diharapkan Padukuhan Kentungan terus maju, mandiri, dan berdaya saing di era digital,” ujarnya. (Wasana/KIM Depok)