Peternak Banyuraden Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Pupuk Kascing

Pupuk adalah salah satu sarana penting di sektor pertanian guna menunjang tingginya hasil produksi tanaman. Pupuk Kascing didapatkan dari bekas budidaya cacing atau kotoran cacing yang memiliki kandungan hara tinggi yang dibutuhkan tanaman. Untuk dapat membuat pupuk Kascing berikut pemasarannya, kelompok peternak dari berbagai wilayah di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping mengikuti pelatihan pembuatan pupuk Kascing yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Banyuraden yang berlangsung di Rumah Produksi Pupuk Kompos Farmer Speed, Dusun Kalisoro, Kalurahan Umbul Martani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Sabtu (21/12/2024).

Kegiatan peningkatan kapasitas yang diampu oleh Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono ini diikuti oleh penyuluh pertanian, dukuh sebagai pendamping, ketua gabungan kelompok tani, beserta perwakilan anggota kelompok peternak Guyub Rukun Patran, Andini Makmur Banyumeneng, Guyub Rukun Tegalyoso, Gibas Waras Dukuh, Ngudi Makmur Dowangan, Mendo Ngremboko Kradenan, Sido Maju Sukunan, Mendo Farm Sukunan, Barokah Jaya Patuk, Kelompok Ternak Kanoman, termasuk Rintisan Kelompok Ternak Kambing Dowangan dan Sanggrahan.

Mereka sangat antusias untuk mendalami teknik pengolahan limbah organik bekas budidaya cacing menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurut Sulung, pelatihan ditujukan guna memberikan pengetahuan praktis kepada para peternak mengenai pembuatan pupuk kompos kascing menggunakan limbah organik.

“Pupuk kascing dari hasil penguraian cacing tanah memiliki manfaat besar bagi kesuburan tanah dan kesehatan tanaman, sehingga berpotensi menjadi alternatif usaha yang menjanjikan,” imbuhnya.

Hal senada dituturkan Sudarisman selaku Lurah Banyuraden bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat peternak di wilayahnya. Selain dapat mengurangi limbah, pupuk kascing juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelompok peternak di Banyuraden. Dirinya berharap, usai mengikuti pelatihan dan memiliki ilmu yang baru para peternak dapat mempraktikkan hasil pelatihan di kelompoknya masing-masing.

Pelatihan ini merupakan langkah nyata dari Pemerintah Kalurahan Banyuraden bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden dalam mendukung inovasi dan pengembangan ekonomi di tingkat peternak lokal. Upaya ini memiliki manfaat ganda, yakni pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Harapannya, para peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang didapatkan saat ini dengan sebaik-baiknya, serta menjadikan pupuk kascing sebagai produk unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga demi memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan.

Acara diawali dengan pemaparan teori yang disampaikan oleh Eko Nursidik selaku narasumber dari praktisi Rumah Produksi Pupuk Kompos Farmer Speed yang mencakup persiapan media dan cacing, pembuatan bedengan, pengisian media, pemilihan jenis cacing, proses fermentasi limbah organik, pemanenan kascing, penyaringan, hingga teknik pengemasan yang menarik untuk dipasarkan. Para peserta terlihat antusias mencatat dan berdiskusi terkait peluang usaha dari produk ini.

Pembuatan pupuk kascing menghadapi beberapa kendala yang sering dialami oleh peternak dan produsen. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan bahan baku yang berkualitas, seperti limbah organik yang sudah difermentasi dengan baik. Jika bahan baku tidak sesuai standar maka proses penguraian oleh cacing menjadi tidak optimal, sehingga kualitas pupuk yang dihasilkan menurun.

“Selain itu, faktor cuaca, seperti suhu yang terlalu panas atau hujan berlebih, juga dapat mengganggu kelembapan media cacing yang berakibat pada penurunan produktivitas,” terang Eko dihadapan para peternak.

Kendala lainnya yaitu minimnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola media cacing secara efisien. Banyak peternak yang belum memahami cara menjaga keseimbangan nutrisi dalam media dan teknik pemisahan cacing dari kascing yang tepat. Selain itu, pemasaran produk pupuk kascing juga menjadi tantangan, terutama bagi produsen skala kecil yang belum memiliki akses ke jaringan distribusi yang luas atau kemampuan memanfaatkan platform digital untuk promosi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KORMI Pasuruan Pelajari Strategi Pengelolaan KORMI Kabupaten Sleman

Sleman – Keterbukaan serta kekompakan dan semangat  pengurus menjadi kunci dalam mengelola kegiatan KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman. Hal tersebut yang dikatakan oleh Ketua KORMI Sleman, Suparman APP saat menerima kunjungan Pengurus KORMI Kabupaten Pasuruan di Sekretariat KORMI jalan Palagan  Km 10.3, Rejodani ,Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta pada Sabtu (21/12/2024).

“Kami berupaya untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi baik ada atau tidak ada anggaran. Kami berupaya agar tetap kuat, mengedepankan kekeluargaan dengan berkumpul secara informal di sekretariat. Kami juga masih dalam proses belajar jadi kita tukar pengetahuan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Suparman APP juga menjelaskan tentang sejarah berdirinya KORMI Kabupaten Sleman.

“KORMI Kabupaten Sleman ,Kepengurusannya berasal dari unsur masyarakat biasa, bukan dari unsur  ASN ,kami mempunyai amanah tugas membantu pemerintah dalam pengembangan dan membudayakan  olahraga masyarakat serta  mengawal program Pemerintah Sleman salah satunya  menuju Sleman Sehat ,” ujarnya.

“Tahun 2021 sd 2022 belum ada dana dari Pemerintah Daerah kami mengawali dengan gotong royong dari internal pengurus ,serta menggali potensi di lingkungan sekitar. Tahun 2023 baru mendapatkan dana hibah 750 juta dan Tahun 2024 mendapatkan dana hibah kembali 500 juta,” tambah Suparman. (Endarwati/KIM Donoharjo)




PCM Berbah Gelar Pengajian Triwulan Perdana

Sleman – Majlis Tablig Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah menyelenggarakan kegiatan pengajian triwulan, pada hari Minggu, 22 Desember 2024 bertempat di Gedung Serbaguna Kalurah Jogotirto, Berbah,  Sleman.

Ketua PCM Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi menyampaikan bahwa  pengajian triwulan bukan merupakan pengajian baru. Karena di setiap ranting Muhammadiyah sudah memiliki pengajian Ahad pagi di setiap Ranting Muhammadiyah.

“Namun setiap tiga bulan sekali dari pengajian rutin ranting  digabungkan  menjadi satu nanti tempatnya bergiliran. Tujuan diadakan pengajian  bersama-sama sebagai sarana syiar Muhammadiyah,” ucap  Hanifi.

Dalam pengajian ini Majelis Ekonomi Muhammadiyah juga menyediakan beras murah dengan harga 40 ribu rupiah per pak (isi 3 kg). Beras tersebut merupakan produksi dari Jaringan Petani Muhammadiyah  (JATAM) .

“Namun bagi para peserta yang mendapatkan voucher potongan harga  20 ribu rupiah. Voucher diperuntukkan bagi duafa , yatim dan pamong sekolah amal usaha Muhammadiyah,” pungkas Hanifi.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Niko Agung Kuncoro mengajak warga Muhammadiyah menjauhkan diri dari kebiasaan sehari-hari yang mengarah kepada kesyirikan,

“Kebiasaan berprasangka akan terjadi kesialan atau terjadi sesuatu hal berdasarkan kejadian yang dialami disebut Thiyarah,” ungkap ustadz Niko.

“Thiyarah bisa dari akibat kejadian atas hewan misal ada suara burung gagak sebagai pertanda akan ada orang meninggal. Menabrak kucing dijalan akan mendapatkan kesialan. Thiyarah kepada angka meyakini angka tertentu  akan membawa kesialan seperti angka13. Juga kebiasaan thiyarah kepada waktu tertentu yang akan mendatang kesialan tanggal, hari dan bulan tertentu,” ujarnya.

“Seperti yang sering terjadi bahwa tidak boleh melakukan pernikahan pada bulan Suro karena akan menjadikan pernikahan tidak baik,” tambahnya.

Namun demikian, lanjutnya, kita juga harus berusaha menghormati tradisi adat istiadat yang ada di suatu tempat seperti yang terjadi di masyarakat bali.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Karang Taruna Wira Muda Banyuraden Ikuti Pelatihan dan Outbound Kepemimpinan Guna Merevitalisasi Organisasi

Guna meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus merevitalisasi struktur organisasi Karang Taruna, maka Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan outbond kepemimpinan bagi pengurus dan anggota Karang Taruna Wira Muda Banyuraden yang dilaksanakan di Desa Wisata Pancoh, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Minggu (22/12/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Karang Taruna dan 5 Pamong Kalurahan Banyuraden. Pelatihan difokuskan pada penguatan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen konflik. Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman, Samirin yang berpengalaman di bidang pemberdayaan pemuda.

Agenda utama dalam pelatihan tersebut adalah sesi diskusi interaktif yang mengangkat tema ‘Pemimpin Muda dan Tantangan Masa Depan’ yang dipantau langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Pj. Kamituwa Banyuraden, Sulung Pramono serta ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kalurahan Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri.

Dalam sambutannya, Sudarisman menuturkan bahwa pelatihan perlu dilakukan karena dirancang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan anggota Karang Taruna agar mampu memimpin dan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi. Para peserta pun diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai strategi menghadapi tantangan di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan ide-ide yang mereka sampaikan.

“Semoga kegiatan ini menjadi momen untuk menata ulang struktur kepengurusan karang taruna agar lebih efektif dan relevan dengan tantangan zaman,” harap Sudarisman.

Selain pelatihan, kegiatan outbound menjadi bagian menarik yang dirancang untuk membangun semangat kebersamaan dan kerjasama tim. Berbagai permainan dan simulasi dilakukan di alam terbuka, memanfaatkan suasana segar dan hijau khas Desa Wisata Pancoh. Para peserta menikmati setiap aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun keterampilan komunikasi yang efektif.

Lebih lanjut, acara ini juga menjadi momentum penting untuk merevitalisasi kepengurusan Karang Taruna Banyuraden. Dalam sesi khusus, dilakukan musyawarah bersama untuk memilih dan menetapkan pengurus baru yang siap membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Proses ini berjalan lancar dengan semangat demokrasi yang tinggi diantara para anggota.

Sementara, Sulung Pramono selaku Pj. Kamituwa Banyuraden mengungkapkan kegiatan merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan desa. Pihaknya berharap melalui pelatihan ini, pemuda Banyuraden semakin berdaya dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri karena karang taruna memiliki peran sebagai penggerak pembangunan sosial di desa.

“Kepengurusan yang baru terbentuk diharapkan membawa inovasi dan sinergi yang lebih kuat dengan masyarakat,” kata Sulung.

Adapun hasil musyawarah yang dipandu oleh Samirin selaku Ketua karang Taruna Kabupaten Sleman diputuskan Diky Alamsyah sebagai Ketua, Puput Anisa Mutiarani sebagai Sekretaris, serta Naya Mega Putri sebagai Bendahara.

Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pembacaan deklarasi komitmen pengurus baru. Suasana penuh semangat dan optimisme terasa, menandai awal baru bagi Karang Taruna Wira Muda Banyuraden untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Melihat Kontes Aglaonema di Javaglonema Festival

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan kontes  Aglaonema, panitia Javaglonema Festival #2 yang berlokasi di Paten Tridadi Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan selama 3 hari pada Jumat tanggal 20 Desember 2024 sampai Minggu, 22 Desember 24.

Demikian disampaikan Pak Hanif, ketua kelompok tani Aglonema Javaglonema Milenial di sela acara kontes Aglaonema Minggu 22 Des 24.

Hanif menjelaskan, Ketua Kelopok Tani Aglonema Javaglonema Milenial menuturkan bahwa kontes yang dilaksanakan pada tahun kedua ini dimeriahkan oleh berbagai kegiatan.

“Pada hari pertama diselenggarakan lomba senam Sleman bangkit, donor darah, cek kesehatan,  lomba mewarnai, pelatihan budidaya aglaonema serta lomba hadroh. Hari kedua ada  pentas seni dan hiburan, talkshow pencegahan stunting,  mewarnai tingkat SD, workshop pelatihan budidaya aglaonema, lomba aglaonema art, dan live musik. Sementara pada hari ketiga diselenggarakan senam masal, kontes aglaonema,  pentas musik dan penyerahan hadiah kontes aglonema,” ujarnya.

Hanif menuturkan bahwa kontes Aglaonema diikuti beberapa pecinta aglaonema dari luar kota seperti Bogor, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Magelang, Malang, Pasuruan, dan Bali.

“Adapun kontes diselenggarakan adalah kelas Umum (tunggal/dewasa), kelas jouvenile, kelas majemuk, jouvenile greg hybrids, tunggal dewasa greg hybrids, majemuk greg hybrids dan aglonema art,” imbuhnya.

Hanif juga menjelaskan bahwa petani Aglaonema yang tergabung pada Komunitas Javaglonema Milenial Padukuhan Paten saat ini berjumlah 92 Petani.

“Dalam perjalanannya, Javaglonema Milenial secara intens didukung oleh Dinas Pertanian Kab. Sleman dan Pemerintah Kalurahan Tridadi. Pada berbagai event kami juga sering diminta sebagai Narasumber oleh Dinas Pertanian Sleman,” jelasnya.

“Harapan ke depan, kampung Paten ini akan diproyeksikan menjadi kampung wisata Aglaonema. Direncanakan ada green house di rumah-rumah warga, ada paket edukasi, wisata,  dan jual beli,” tandasnya mengakhiri perbincangan. (Endarwati/KIM Donoharjo)