Sekolah Sastra Sleman Gelar Workshop Penyuntingan Naskah Dukung Karya Literasi dan Lestarikan Budaya Jawa

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung karya literasi dan melestarikan budaya Jawa, maka Sekolah Sastra Sleman yang merupakan salah satu divisi dari Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman menggelar workshop penyuntingan buku, tulisan pribadi, majalah, dan surat kabar yang berlangsung di Resto Kembang Desa, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Minggu (29/12/2024).
Workshop tersebut diikuti sebanyak 30 peserta dari unsur penulis, editor, dan pecinta sastra Jawa dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman yang juga sebagai anggota Pasbuja. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dalam proses penyuntingan naskah, baik untuk karya pribadi maupun publikasi yang lebih luas.
Ketua Sekolah Sastra Sleman, Budi Sardjono (Budsar) dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penyuntingan sebagai elemen kunci dalam menghasilkan karya literasi yang berkualitas. Menurutnya penyuntingan bukan sekadar memperbaiki kesalahan, tetapi juga memberi jiwa pada sebuah tulisan agar lebih hidup dan berdaya guna.
Pihaknya berharap, workshop penyuntingan naskah publikasi dapat dijadikan wadah yang efektif untuk meningkatkan kualitas karya tulis peserta di berbagai bentuk publikasi, seperti buku, majalah, tulisan pribadi, dan surat kabar. Ia pun berharap para peserta tidak hanya memahami teknik penyuntingan, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara kaidah penulisan yang benar dengan nilai budaya lokal, khususnya budaya Jawa.
“Melalui workshop ini, kami ingin menginspirasi para penulis untuk menghasilkan karya yang tidak hanya berdaya saing tetapi juga mampu mencerminkan identitas budaya. Sastra adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, dan kami ingin menjaga keberlanjutan itu,” ungkap Budsar.
Acara ini pun menghadirkan narasumber berpengalaman yaitu Veronika Naning sebagai Editor Senior di Penerbit Kanisius, Akhiyadi selaku Wartawan Senior dan Pemimpin Perusahaan Majalah Belik, serta Sutopo Sugihartono yang menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Memetri Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman. Adapun materi yang disampaikan mencakup teknik penyuntingan kreatif, tata bahasa, serta prinsip etika dalam menyunting karya tulis. Peserta juga diajak berdiskusi tentang cara mempertahankan nuansa budaya lokal dalam tulisan moderen.
Workshop ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kaidah penulisan yang benar dan penghormatan terhadap kekayaan bahasa serta budaya lokal yang menjadi bagian dari program berkelanjutan Paguyuban Sastra Budaya Jawa Kawi Merapi dalam upaya mendukung pengembangan literasi di tengah masyarakat khususnya bahasa Jawa.
Dalam kesempatan ini, Veronika Naning membeberkan tips dan trik mengenai editing buku antara lain sebelum mulai menyunting seorang editor wajib membaca buku dari awal hingga akhir untuk mendapatkan gambaran keseluruhan isi dan alur cerita, memastikan cerita mengalir dengan logis sekaligus memeriksa apakah terdapat bagian yang terasa terputus atau tidak relevan dengan keseluruhan tema.
“Pastikan Bab-Bab tertata baik. Artinya setiap bab harus memiliki tujuan yang jelas dan mendukung alur utama cerita atau pesan yang akan disampaikan dalam buku,” jelas Naning.
Di penghujung acara, Budsar pun berharap kegiatan ini dapat membangun jejaring komunitas literasi yang lebih solid di masyarakat, sehingga budaya menulis dan membaca dapat terus berkembang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung literasi masyarakat sekaligus melestarikan kekayaan budaya Jawa melalui dunia penulisan.
Lewat Sekolah Sastra Sleman, Pasbuja Kawi Merapi dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan ekosistem literasi yang kaya akan nilai budaya, sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dunia tulis-menulis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



