Mendo Makmur Farm Ikuti Pelatihan Kelola Ternak Kambing Moderen dan Berkelanjutan

Kelompok ternak Mendo Makmur Farm di Dusun Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas peternak lokal melalui dukungan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Perubahan Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono dan Dukuh Sukunan, Subiyatna, para anggota kelompok ternak, tokoh masyarakat setempat, serta sejumlah perwakilan dari pemerintah Kabupaten Sleman.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sudarisman selaku Lurah Banyuraden yang menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pengembangan sektor peternakan lokal. Ia pun menyatakan bahwa pelatihan ditujukan guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peternak dalam mengelola usaha ternak khususnya kambing secara modern dan berkelanjutan.
“Kami harapkan program ini dapat mendorong produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Banyuraden khususnya di sektor peternakan,” tutur Sudarisman.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung pada Minggu (15/12/2024) menghadirkan Setya Hadi sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mencakup teknik pemeliharaan ternak kambing yang baik, pengelolaan pakan berkualitas, hingga strategi pemasaran hasil peternakan. Dengan pendekatan yang interaktif, peserta diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi dalam usaha ternak kambing.
Menurut Setya Hadi, salah satu aspek penting dalam pelatihan ini adalah pengenalan teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan oleh peternak skala kecil. Ia memperkenalkan alat-alat sederhana namun efektif untuk mendukung efisiensi kerja, seperti mesin pencacah pakan dan teknik fermentasi pakan untuk meningkatkan nilai gizi ternak. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial dan menekan biaya operasional peternakan.
Lebih lanjut, pelatihan juga membahas pentingnya penerapan aspek kesehatan ternak. Para peternak diajarkan cara mendeteksi penyakit sejak dini, menjaga kebersihan kandang, dan memberikan vaksinasi secara teratur. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ternak, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Sementara, Subiyatna selaku Dukuh Sukunan mengungkapkan bahwa pelatihan ternak kambing ini sangat bermanfaat guna memperbaiki cara kerja budidaya kambing sehari-hari. Peternak binaannya menjadi mengerti dan mengetahui cara membuat pakan yang lebih ekonomis dan bernutrisi bagi kambing yang dipelihara.
“Peternak pun diberi tips cara memasarkan hasil ternak agar lebih menguntungkan,” ujar Subiyatna.
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya di bidang peternakan. Bantuan anggaran melalui BKK Perubahan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup peternak, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Pelatihan diakhiri dengan sesi praktik langsung yang melibatkan peserta untuk mencoba teknik-teknik yang diajarkan. Dalam suasana penuh semangat, para peternak terlihat antusias mengikuti semua kegiatan. Mereka pun berharap hasil dari pelatihan ini bisa segera diterapkan dalam usaha ternaknya dan memberikan hasil yang lebih baik.
Melalui program ini, Kelompok Ternak Mendo Makmur Farm dan masyarakat Dusun Sukunan optimistis dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan peternakan yang inovatif dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



