Dukung Mobilisasi Hasil Karya Warga Binaan, Pemkab Sleman Hibahkan Kendaraan Operasional Bagi Lapas Cebongan Sleman

Guna menunjang operasional di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cebongan Sleman, Pemkab Sleman menghibahkan satu unit kendaraan pickup. Kendaraan operasional ini diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, kepada Kalapas Kelas IIB Sleman, Kelik Sulistyanto, pada Jumat (27/12), di Lapas Kelas IIB, Cebongan, Sleman.

Danang menjelaskan kendaraan tersebut dimaksudkan sebagai alat untuk memobilisasi hasil karya warga binaan menuju tempat pameran, salah satunya di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sleman. Dengan begitu, diharapkan hasil karya warga binaan bisa semakin dikenal dan mendapat pasar yang lebih luas.

“Saya berpesan kepada warga binaan untuk dapat memanfaatkan waktu di Lapas Kelas IIB Sleman untuk melakukan berbagai kegiatan produktif serta meningkatkan kemampuan diri sebagai bekal setelah bebas nantinya,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Pemkab Sleman menyambut baik setiap program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan Lapas Sleman khususnya melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan narapidana. Menurutnya upaya ini akan membekali warga binaan agar nantinya mereka mampu bekerja mandiri, beradaptasi bahkan membuka peluang.

Sementara Kelik, Kalapas Kelas IIB Sleman, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sleman yang telah memberikan perhatian khusus kepada warga binaan dengan menghibahkan kendaraan operasional tersebut. Dikatakan hal ini merupakan sinergi yang baik guna mendukung kreativitas dan ketrampilan warga binaan, sehingga diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik saat keluar dari Lapas nantinya.

Selain kendaraan pickup, pada kesempatan tersebut juga diserahkan kendaraan sepeda motor yang merupakan hibah dari toko Intimart, Sinduadi, Mlati. Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan memecahkan kendi oleh Wakil Bupati Sleman dan Kalapas Kelas IIB Sleman.

Kegiatan diakhiri dengan meninjau langsung kegiatan produksi karya dan ketrampilan oleh warga binaan. Diantaranya produksi mebel, menjahit, membuat kue, melukis, cukur rambut, laundry, dan sebagainya.




Pastikan Perayaan Natal Damai dan Kondusif, Forkopimda Sleman Lakukan Pantauan di Sejumlah Gereja

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman melakukan peninjauan kesiapan pelaksanaan misa Natal, Selasa (24/12). Peninjauan dilakukan di tiga gereja, yakni di Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Turi, Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Pakem, dan Gereja Katolik Keluarga Kudus Banteng Ngaglik

Danang Maharsa menjelaskan kegiatan peninjauan kesiapan misa Natal ini merupakan komitmen Pemkab Sleman untuk memberikan jaminan kamtibmas bagi umat Katolik dan Kristen saat merayakan Natal tahun 2024 khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.

Danang juga mengatakan bahwa komitmen tersebut tidak hanya dilakukan dengan peninjauan menjelang misa malam natal, tetapi juga melalui pemantauan perkembangan sampai dengan pelaksanaan Natal besok (25 Desember 2024).

“Kami akan terus memantau perkembangan pelaksanaan Natal tahun 2024 ini, dari hari ini sampai dengan besok dan semoga tidak ada halangan dalam menyambut Natal,” ujar Danang.

Sedangkan dari hasil pemantauan kesiapan misa natal, Danang mengungkapkan seluruh Gereja siap melaksanakan misa Natal tahun 2024. Menurutnya, kesiapan tersebut dapat dilihat dari antusiasme jemaat dalam menyambut perayaan Natal di Gereja masing – masing.

“Berdasarkan hasil pantauan, kami pastikan seluruh gereja siap untuk melaksanakan misa Natal dan kami berharap dapat berlangsung damai dan kondusif tentunya,” ungkapnya.

Ia juga berharap perayaan Natal tahun 2024 ini membawa damai, keberkahan dan kebahagiaan bagi umat yang merayakan.

Sementara itu, Romo di tiga gereja menyambut baik kunjungan Wakil Bupati Sleman beserta rombongan. Menurutnya ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Sleman terhadap jemaat Katolik dan Kristen di Kabupaten Sleman.

Romo di 3 gereja menyampaikan siap melanjutkan dan menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Sleman untuk terus menjaga keaman, kekhidmatan dan kondusifitas pelaksanaan Natal sehingga jemaat dapat menyambut Natal dengan gembira dan nyaman.




Ketua Dasawisma se-Kalurahan Banyuraden Ikuti Pelatihan Gerakan Olah Sampah Dari Rumah

Desa Wisata Lingkungan Sukunan di wilayah Kalurahan Banyuraden menjadi saksi pelaksanaan pelatihan ‘Gerakan Olah Sampah Dari Rumah’ yang diikuti oleh para Ketua Dasawisma se-Kalurahan Banyuraden pada Selasa (24/12/2024). Kegiatan yang ditujukan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah rumah tangga secara efektif dan berkelanjutan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani  didampingi Panewu Gamping, Tamzis Sarwana dan Lurah Banyuraden, Sudarisman.

Pelatihan dapat terlaksana berkat kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dengan Pemerintah Kalurahan Banyuraden dan Komunitas Pengelola Sampah Sukunan sebagai dusun yang dikenal memiliki praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sehingga Sukunan menjadi tempat yang ideal untuk memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi peserta.

Mengawali pelatihan tersebut, Epiphana Kristiyani selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Olah Sampah Dari Rumah menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Ia pun menyatakan bahwa gerakan tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung program pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sleman.

“Gerakan olah sampah dari rumah menjadi kebijakan pemerintah Kabupaten Sleman yang sekarang. Sebagai Ketua Dasawisma harus tahu saat punya sampah dari rumah harus dipilah antara sampah organik dan sampah anorganik,” terangnya.

Menurutnya, Gerakan Olah Sampah Dari Rumah sangat relevan dengan visi Kabupaten Sleman untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat. Pihaknya berharap inisiatif seperti ini dapat menjadi percontohan bagi kalurahan lain demi mengoptimalkan peran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,

Pelibatan Ketua Dasawisma dalam gerakan ini merupakan langkah efektif karena mereka memiliki pengaruh langsung terhadap masyarakat di lingkungan masing-masing. Selain itu, Ketua Dasawisma merupakan motor penggerak yang dapat membantu menyosialisasikan dan mengimplementasikan kebiasaan baik ini kepada keluarga-keluarga di wilayahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Sekaligus menyarankan adanya anggaran di Kalurahan Banyuraden pada tahun 2025 mendatang guna melakukan pertemuan atau sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, pengadaan peralatan, pembentukan bank sampah, dan pelaksanaan kerjabakti.

“Tema Gerakan Olah Sampah Dari Rumah ini mencerminkan harapan kita untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari yang dimulai dari keluarga,” tutur Tamzis.

Selama pelatihan, peserta diberikan wawasan mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik, serta dampak lingkungan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik. Sementara pada sesi praktik, peserta belajar membuat pupuk kompos dari sampah organik serta memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick.

Sementara, Lurah Banyuraden, Sudarisman menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mudah diimplementasikan di tingkat rumah tangga. Harapannya, para Ketua Dasawisma dapat menerapkan apa yang dipelajari dan menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terciptanya Kalurahan Banyuraden yang bebas dari masalah sampah. Melalui Gerakan Olah Sampah Dari Rumah, masyarakat diimbau untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan, dengan memulai perubahan dari rumah sendiri. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Destana Argomulyo Terima Kunjungan PT. Astra International Study Tentang Simulasi Penanggulangan Bencana Merapi

Kalurahan Argomulyo, Cangkringan mendapatkan kunjungan Studi Tiru dari PT. Astra Internasional terkait Simulasi Penanggulangan Bencana Merapi pada Rabu (25/12/2024) di Aula Kalurahan Argomulyo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Argomulyo Danang Hendri Bintoro, Kepala BPBD Sleman Makwan, Perwakilan dari PT. Astra International Bapak Wahyu Laksono, Fasilitator dari UPN Yogyakarta Bapak Indra serta Pengurus dan anggota Destana Argomulyo.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk belajar bersama tentang dan bagaimana memahami mekanisme simulasi penanggulangan bencana merapi dan penyusunan kontijensi yang dilakukan oleh Destana Argomulyo.

Lurah Argomulyo Danang Hendri Bintoro, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan merasa tersanjung atas kehadiran PT. Astra International dan BPBD Sleman di Destana Argomulyo dalam mendukung upaya kesiapsiagaan dalam penggurangan resiko bencana.

Makwan dari BPBD Sleman dalam sambutanya juga menyambut baik dan mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian dari dunia usaha dalam hal ini PT. Astra International yang juga peduli ikut membantu dalam penangganan kebencanaan.

“Sikap sak madyo ning ora nyepelekke (proposional) sangatdibutuhkan dalam pengurangan risiko bencana,” imbuhnya.

Perwakilan dari PT. Astra International Wahyu Laksono mengucapkan banyak terimakasih kepada Destana Argomulyo yang menerima untuk belajar bersama tentang Simulasi Penanggulangan Bencana Merapi dan berharap ada kerja sama yang berkelanjutan dalam mitigasi bencana. ujarnya.

PT. Astra International dalam acara tersebut juga memberikan bantuan HT sebanyak 10 unit kepada Destana Argomulyo dan berharap dapat dimanfaatkan untuk proses penggurangan resiko bencana.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan simulasi tentang Penanggulangan Bencana Merapi yang di pandu oleh Indra fasilitator dari UPN Yogyakarta.

Acara di akhiri dengan pemberian cenderamata oleh perwakilan PT. Astra International kepada Lurah Argomulyo Danang Hendri Bintoro, SE beserta  Kepala BPBD Sleman Makwan dan dkilanjutkan dengan foto bersama. (KIM “Wara Aji” Cangkringan/Mujiyanta)




SMPN 2 Berbah Menerima Bantuan Alat Marching Band dari Dinas Pendidikan Sleman

Sleman – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memberikan bantun satu paket alat musik Marching Band kepada SMP Negeri 2 Berbah pada Selasa (24/12/2024) di Ruang Keterampilan SMP Negeri 2 Berbah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pembinaan SMP Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, anggota DPRD Sleman fraksi PKB ,Wanto, Kepala Kerja Sarana Prasarana SMP Rolling Yulianto, Pengawas SMPN 2 Berbah Supriayana, Kepala Sekolah SMPN 2 Berbah, Noor Rohmah Hidayati. Komite dan Guru SMPN 2 Berbah, serta tim Lokananta marching band SMPN 2 Berbah.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Dwi Warni Yuliastuti, menyampaikan bahwa pemberian satu set alat musik marching band merupakan usulan pokok pikiran anggota DPRD kabupaten Sleman, Wanto

Disampaikan Dwi Warni bahwa alat musik marching band merupakan salah satu sarana untuk menampung  potensi siswa.

“Karena setiap siswa memiliki minat, bakat dan potensi yang berbeda. Guru hanya mengarahkan dan membimbing potensi siswa untuk menberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Ia berharap pemberian alat musik marching band dapat menjadi penyemangat untuk berprestasi lebih baik.

“Sebagai awal kebangkitan baru wujud nyata komitmen perjuangan  menggelorakan pendidikan Indonesia dalam rangka mengantarkan anak menuju generasi emas 2045,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Wanto, yang akrab dipanggil Mbah Wanto dari komisi D berharap dengan pemberian alat marching band ini, dapat meningkatkan prestasi siswa.

“Dengan diberikannya alat tersebut bisa bermanfaat, bisa dipergunakan untuk meningkatkan prestasi,” ujar Mbah Wanto.

Kepala sekolah SMP Negeri 2 Berbah Noor Rohmah Hidayati, berharap semoga dengan adanya bantuan sarana alat musik marching band bisa membantu siswa mengembangkan otak kanan dan otak kiri. (Kusnadi/KIM Berbah)