Upaya Warga Dusun Danikerto Sariharjo Pelihara Lingkungan

Dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan kampung Warga Danikerto Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik di setiap pekan kedua tiap bulan menggelar kegiatan kerja bakti dengan diikuti segenap lapisan warga mulai dari bapak, ibu, hingga pemuda.

 “Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengajak semua warga untuk berpartisipasi aktifjuga sarana untuk mengkuatkan silaturahmi antarwarga,” ujar Winardi, Ketua RT 1 Danikerto saat kegiatan kerja bakti, Minggu (8/12/2024).

Salah satu warga, Gunanto menuturkan bahwa kegiatan dimulai dengan warga yang berkumpul di pertigaan utara rumah salah satu warha.

“Kemudian bersama-sama membersihkan jalan dan area sekitar kampung. Warga dibagi menjadi beberapa kelompokkemudian membersihkan jalan kampung yang menjadi akses utama bagi warga,” tutur Gunanto.

Salah satu sasaran dalam kegiatan ini adalah membersihkan kaleng-kaleng bekas yang seringkali menjadi tempat genangan air yang bisa menjadi menjadi sarang nyamuk dan menyebabkan berbagai penyakit.

Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan jalan yang mengarah ke masjid, serta sebagian warga melanjutkan kegiatan ke arah barat kampung.

Kegiatan kerja bakti ini juga didukung oleh berbagai organisasi di dusun, seperti PKK dan Dasa Wisma serta  mengambil peran aktif dalam agenda tersebut. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Peserta Didik Kepemimpinan Lanjutan GP-Ansor Sleman Presentasikan Hasil Proyek Sosial

Agar dapat terus mencetak kader-kader unggul yang siap menghadapi dinamika perubahan di masyarakat dan membawa manfaat besar bagi masyarakat, maka Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan presentasi laporan hasil rencana tindak lanjut (RTL) berupa proyek sosial yang telah dilakukan para peserta dari program Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) periode II tahun 2024 yang berlangsung di Gedung Pondok Pesantren Darul Ulum, Kleben, Caturharjo, Sleman, Minggu (8/12/2024).

Kegiatan yang merupakan puncak dari rangkaian program pelatihan kepemimpinan yang bertujuan untuk mencetak kader pemimpin muda yang visioner dan berintegritas dihadiri oleh Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. Mas’ud Masduki, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kleben, KH. Nurjamil Dimyati, Ketua Pimpinan Wilayah GP-Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Muiz yang didampingi Ketua Pimpinan Cabang GP-Ansor Kabupaten Sleman, H. Ariyanto Nugroho dan alumni PKL, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus Nahdlatul Ulama setempat.

Dalam sambutannya, Abdul Muiz selaku Ketua Pimpinan Wilayah GP-Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta yang telah merumuskan rencana tindak lanjut dengan matang melaksanakan proyek sosialnya sesuai dengan program kerja Pimpinan GP-Ansor di masing-masing kapanewon. 

“Laporan ini mencerminkan komitmen kita untuk menghadirkan aksi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui proyek sosial yang dilakukan,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan mengenai program kerja unggulan dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang meliputi pengembangan bisnis ekonomi, inovasi media dan teknologi, sumberdaya manusia, serta mendorong anak muda.

“Keempat program unggulan tersebut untuk menyongsong dan mendorong Indonesia Emas pada tahun 2045 sehingga perlu dirancang dengan melibatkan seluruh komponen organisasi,” tutur Abdul Muiz dihadapan peserta.

Sementara, Ketua Panitia Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan GP-Ansor Periode II di Kabupaten Sleman, H. Ahmad Ihsanuddin menerangkan bahwa presentasi laporan proyek sosial dibagi menjadi dua sesi, di mana masing-masing kelompok peserta PKL memaparkan laporan hasil proyek sosial mereka di hadapan para pimpinan cabang dan panelis. Materi yang dipaparkan mencakup berbagai aspek, seperti pengembangan ekonomi berbasis pesantren, pemberdayaan pemuda desa atau kalurahan, hingga program peningkatan literasi digital di lingkungan Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

Para panelis memberikan tanggapan kritis dan masukan konstruktif terhadap laporan yang dipresentasikan para peserta. Salah satu panelis, Syukron Arif Muttaqin menekankan pentingnya sinergi antara GP-Ansor dengan berbagai elemen masyarakat.

“Program-program yang telah dirancang dan dilaksanakan ini sangat potensial jika dijalankan secara konsisten dan melibatkan semua pihak,” ucap Syukron menyemangati.

Selain sesi presentasi, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara para kader GP-Ansor dengan tokoh-tokoh daerah. Diskusi informal yang berlangsung selama acara menciptakan suasana akrab dan kolaboratif. Peserta berbagi pengalaman serta menggali inspirasi untuk mengembangkan program mereka ke depannya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman terus berupaya menjadi organisasi kepemudaan yang relevan dan kontributif bagi masyarakat. Dengan spirit kebersamaan, GP-Ansor berharap dapat melahirkan lebih banyak kader pemimpin yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan presentasi rencana tindak lanjut ini diakhiri dengan pembaiatan oleh KH. Mas’ud Masduki selaku Rais Syuriah Pengurus  Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta bagi peserta yang telah lulus mengikuti serangkaian materi pelatihan kepemimpinan lanjutan disertai doa bersama yang dipandu oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kleben, KH. Nurjamil Dimyati diiringi harapan agar semua rencana yang telah dipaparkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Padukuhan Kentungan Memulai Program Pembangunan Non Fisik di Condongcatur

Pemerintah Kalurahan Condongcatur sesuai dengan Visi Misi menyenggarakan program Pembangunan Fisik berbasis RW dengan bantuan dana Rp. 40 Juta /RW per tahunnya. Untuk itu, Padukuhan Kentungan yakni RW 50 dan 51 ditahun 2024 memulai dengan kegiatan pembangunan non fisik berupa Pelatihan Tata Boga yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dimulai tanggal 7 dan 8 Desember bertempat di Fakultas Pendidikan Teknik Tata Boga dan Busana UNY dan diakhiri di Pendopo Green Kayen, Senin 9 Desember 2024

Kegiatan Pelatihan Tata Boga diikuti oleh 60 peserta dari PKK Padukuhan Kentungan, materi pelatihan meliputi pembuatan produk berkualitas dan teknik memotret hasil produksi untuk menarik calon pembeli di pasar digital. Pada hari pertama dibuka oleh Carik dan Kamituwa yang diawali dengan praktek pembuatan roti dengan berbagai varian rasa seperti kacang hijau, pisang, coklat, kopi, dan rainbow selanjutnya pada hari kedua pembuatan roll cake pandan lapis legit, cake tape, tiger roll cake, marmer cake, roll cake abon dan muffin aneka rasa di Fakultas Pendidikan Teknik Tata Boga dan Busana UNY.

Lurah Condongcatur secara resmi menutup rangkaian kegiatan pelatihan tata boga yang telah berlangsung selama 3 (tiga) dan penutupan dihari terakhir bertempat di Pendopo Green Kayen yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua BPKal Condongcatur, Pendamping Desa, Kamituwa, Dukuh Kentungan dan Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan juga menekankan pentingnya penggunaan dana bantuan Rp/ 40 juta per RW untuk kegiatan non-fisik seperti pelatihan – pelatihan ketrampilan masyarakat.

“Dari 64 RW di Kalurahan Condongcatur, sebagian besar dana bantuan dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan fisik, namun kami berharap ke depan lebih banyak yang memprioritaskan kegiatan non-fisik yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh RW 50 dan 51 di Padukuhan Kentungan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan bantuan berupa alat pembuat kue, yaitu mixer dan oven, kepada kelompok PKK RW 50 dan 51 selain itu, Sertifikat pelatihan diberikan kepada seluruh peserta sebagai pengakuan atas partisipasi mereka.

“Harapan kami, ibu-ibu di RW 50 dan 51 dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk mendukung perekonomian keluarga, serta meningkatkan pemasaran produk melalui digital marketing,” tambah Reno.

Sementara Wakil Ketua BPKal Condongcatur, Novita Savitri menyambut baik program yang dipilih oleh Padukuhan Kentungan melalui program pemberdayaan masyarakat (non fisk) ini.

“Pelatihan ini menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi, khususnya bagi ibu-ibu PKK. Dengan program seperti ini, diharapkan Padukuhan Kentungan terus maju, mandiri, dan berdaya saing di era digital,” ujarnya. (Wasana/KIM Depok)




Rayakan HUT ke-6, Pasbuja Usung Tema Nandur Wiji Sastra Jawa untuk Lestarikan Budaya

Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman merayakan hari ulang tahun ke-6 pada Sabtu, (7/12/2024) dengan mengusung tema ‘Nandur Wiji Sastra Jawa’ yang berlangsung di Gedung Yayasan Wredha Mulya Yogyakarta, dihadiri oleh puluhan anggota dan pecinta budaya Jawa dari berbagai daerah se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun tujuan kegiatan ini untuk menanamkan nilai-nilai luhur sastra Jawa pada generasi muda, sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian budaya lokal.

Ketua Pasbuja Kawi Merapi Sleman, Sutopo Sugihartono, dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya menjaga warisan sastra Jawa di tengah gempuran modernisasi. Menututnya sastra jawa merupakan warisan leluhur yang kaya akan filosofi kehidupan. Melalui tema ‘Nandur Wiji Sastra Jawa’ pihaknya ingin menanamkan benih-benih kecintaan terhadap sastra ini di hati generasi muda.

Selain meluncurkan buku Antologi Cerkak Omah, karya para anggota Pasbuja Kawi Merapi, dalam kesempatan ini, Sutopo juga membuka secara resmi Sekolah Sastra Sleman guna melestarikan budaya Jawa dan menginspirasi generasi muda melalui seni dan literasi.

Peringatan ambal warsa ke 6 ditandai pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Sutopo Sugihartono selaku Ketua Pasbuja Kawi Merapi disaksikan Kepala Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, Dwi Pratiwi yang didampingi Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman Kundha Kabudayan Sleman, Anas Mubakkir.

Untuk memeriahkan acara, ditampilkan pertunjukan seni tari tradisional Rampak Gedrug yang dibawakan oleh seniman muda yang tergabung dalam Krincing Manis Dance Studio pimpinan Luvita Pradana Puspita Sari yang kesehariannya sebagai dosen di Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.

“Lewat seni pertunjukan ini, kami berharap generasi muda dapat lebih mudah memahami pesan moral yang terkandung dalam sastra Jawa,” kata Luvita.

Acara ini juga menjadi ajang peluncuran beberapa buku karya anggota Pasbuja antara lain, Buku Ayo Nembang, Tuwuhan Obat, dan Dasanama Kewan karya Suhindriyo, Buku Sagegem Ati ing Bumi Tawang karya Enny MS, serta Buku Belajar Matematika dengan Mudah karya Marciana Sarwi yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan yang hadir.

“Kami ingin karya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dalam melestarikan sastra Jawa,” Suhindriyo salah satu penulis buku tersebut.

Dengan semangat yang ditanamkan melalui tema ‘Nandur Wiji Sastra Jawa’ maka Paguyuban Pasbuja Kawi Merapi berharap dapat terus menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya Jawa, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai akar budayanya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




FKUB Sumbersari Rutin Berikan Pembinaan Kerukunan Umat

Moyudan – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumbersari, secara rutin melaksanakan kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama bagi para pemuka agama dan tokoh masyarakat se- kalurahan. Kegiatan pembinaan tersebut difasilitasi pemerintah kalurahan.  

“Tujuan diselenggarakannya pembinaan adalah untuk menjaga dan merawat harmoni Trilogi Kerukunan yaitu interen umat beragama, antar umat beragama, dan antar umat beragama dengan pemerintah.,” terang Muhammad Wazid dari FKUB Kabupaten Sleman saat memberikan pembinaan Jum’at (6/11/2024) di Pendopo Kalurahan setempat.

Wazid juga menekankan pentingnya untuk selalu mensosialisasikan dan menerapkan salam kerukunan Umat Beragama.  “Salam Damai, Rukun, Bahagia,” ujar Wazid di depan para pemuka agama, dan tokoh-tokoh masyarakat Sumbersari Moyudan Sleman. 

Wazid menegaskan, aspek yang harus dihadirkan dalam rangka mewujudkan harmony kehidupan umat beragama melalui 5 (lima) aspek, yakni kepercayaan, kepedulian, kasih sayang, saling menjaga, dan saling menghargai. 

Lurah Sukadi didampingi Ridwanto ketua FKUB menyampaikan terima kasih serta mengapresiasi terselenggaranya pembinaan kepada para tokoh dan pemuka umat beragama di wilayahnya serta berharap tetap menjaga kerukunan untuk kesejahteraan bersama.  Sementara Ridwanto ketua FKUB Sumbersari menegaskan para pemuka agama memiliki peran strategis mensosialisasikan hasil pembinaan hingga sampai kepada umat dan warga.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)