Jalin Kebersamaan, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY Gelar Family Gathering

Sleman – Keluarga Besar Departemen Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pertemuan untuk mempererat tali silaturahim antardosen dan pimpinan Fakultas.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (8/12) bertempat di Surodadi Kidul, Donokerto, Turi, Sleman.

Dekan FMIPA UNY Profesor Dadan Rosana dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarsesama keluarga besar Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY.

Dadan berharap, kegiatan ini dapat menciptakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang lebih erat.

Lebih lanjut, Dadan juga menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan antardosen dan pimpinan fakultas di tengah kesibukan akademik.

“Kegiatan ini ditujukan untuk mempererat jalinan silaturahim antarkeluarga besar kita. Karena, keharmonisan keluarga merupakan salah satu kunci utama dalam mencapai keberhasilan, tidak terkecuali di FMIPA UNY,” ungkapnya.

Selain dihadiri oleh pengajar yang masih aktif, kegiatan ini turut dihadiri pengajar Departemen Pendidikan Fisika UNY yang sudah purna tugas. Kehadiran mereka turut menambah semarak acara dan memperluas jaringan komunikasi antardosen.

Dalam kesempatan itu, Dadan turut berharap dengan kegiatan rutinan semacam ini dapat memperkuat solidaritas di antara semua dosen, serta membangkitkan semangat baru untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi Departemen Pendidikan Fisika FMIPA, serta untuk UNY secara keseluruhan.

“Semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terbangun di acara ini diharapkan membawa dampak positif dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa mendatang,” imbuhnya. (Athiful/KIM Depok)




Melihat Tradisi Gerebeg Mina di Argomulyo

Cangkringan – Untuk keduakalinya Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo, Kapanewon Cangkringan menyelenggarakan upacara adat Garebeg Mina. Prosesi Upacara Adat itu diawali dengan kirab bregada Tambak Kali Argomulyo mengawal replika ikan gurameh bersisik, dibelakangnya barisan istri Dukuh yang membawa nampan berisikan aneka jenis olahan ikan unggulan masing-masing padukuhan, selanjutnya pengalungan untaian bunga oleh Lurah beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan, berikut penyiraman kepala ikan dengan air suci. Perhelatan adat dan tradisi dilangsungkan Sabtu (7/12/2024) di Komplek Pasar Ikan Terpadu Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

Lurah Kalurahan Budaya Argomulyo, Danang Hendri Biantoro dalam sambutanya mengatakan, penyelenggaraan upacara adat Garebeg Mina sudah dimulai tahu 2023.

“Dengan demikian tahun 2024 adalah untuk yang kedua kalinya,” ujarnya.

Garebeg Mina diselenggarakan di Komplek Pasar Ikan Terpadu bertujuan untuk memotivasi dan meningkatkan gairah masyarakat dalam pengembangan dan pemajuan usaha melalui potensi jenis olahan ikan unggulan  dari masing-masing padukuhan serta potensi budaya dan pariwisata.

Lebih lanjut dikatakan, Tradisi Garebeg Mina diselenggarakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian. Dimulai tanggal 5 Desember 2024 dengan agenda Kenduri dan Umbul Donga, Lomba Mancing Ikan Nila antar padukuhan, Memancing ikan Wader di sungai, parit dan sawah antar padukuhan.

“Yang lebih unik lagi dihari pertama itu juga diadakan Memet (mencari dan menangkap ikan dengan tangan) ikan lele antar padukuhan yang pesertanya khusus ibu-ibu,” jelas Danang.

Sedang hari kedua tanggal 6/12/2024 dengan agenda Lomba Mewarnai bagi Anak PAUD dan TK serta Pentas Seni bagi anak-anak TK yang ada diwilayah Kalurahan Argomulyo dengan peserta kurang lebih 350 anak. Sedang sebagai puncaknya 7/12/2024 dengan agenda prosesi kirab, pengalungan untaian

Sementara itu Koordinator Tim Monev Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan DIY Joko Saptono dalam sambutanya memberikan apresiasi dan dukungan perhelatan Garebeg Mina. Sebagai Kalurahan Budaya dengan status Maju sekaligus menjadi Kalurahan Mandiri Budaya, upaya pemajuan dan pengembangan potensi Desa Budaya, Desa Prima, Desa Prener dan Desa Wisata harus berjalan seiring dengan sebesar besarnya melibatkan masyarakat.

“Gotong royong antara pemerintah kalurahan bersama lembaga-lembaha dan masyarakat merupan kunci keberhasilan,” ujar Joko.

Walau demikian harus tetap diingat, lanjut Joko Saptono, bahwa disamping pengembangan dan pemberdayaan juga harus ada pelestarian nilai dan potensi lokal sebagai ciri khas kedaerahan. Pihaknya meminta agar tradisi gotong royong tadi tetap dijaga agar kegiatan Desa Mandiri Budaya dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Panewu Depok dan Lurah Condongcatur Luncurkan  Program “Pemuda Muslim Ngetren”

Sleman – Masjid Al-Amin, Dero Condongcatur, menjadi saksi peluncuran program unggulan bertajuk “Pemuda Muslim Ngetren” yang diluncurkan oleh Panewu Depok dan Lurah Condongcatur bersama tokoh-tokoh agama dan masyarakat, Minggu 8 Desember 2024.

Hadir dalam acara DMI Kapanewon Depok, Rahmat Mizan, DMI Ranting Condongcatur, Suyono, Ketua Takmir Masjid Al-Amin Abby Ahmad, serta dr. Yanasto Yudo mewakili Remaja Masjid (Remais)

Acara ini menjadi momen penting dalam membina generasi muda muslim agar lebih aktif dan berkontribusi di lingkungan sosial.

Acara diawali dengan penampilan Hadroh Shoutul Qolbi dilanjutkan Ikrar Pemuda Muslim Kost RW 14, yang menegaskan komitmen mereka untuk menjadi generasi muda islami dan Tadarus Bersama Surah Al-Mulk ayat 1-14 yang diikuti oleh seluruh peserta dan diakhiri dengan doa bersama.

Ketua Takmir Masjid Al-Amin, Abby Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini

“Kami berharap program ini menjadi wadah bagi remaja untuk terus berkembang, baik secara spiritual maupun sosial,” katanya

Dalam sambutannya Panewu Depok, Wawan Widiantoro, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Masjid Al-Amin.

“Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun pemuda muslim yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menambahkan bahwa kolaborasi antara masjid dan remaja sangat penting untuk keberlanjutan program ini

“Pemuda adalah harapan masa depan, dan masjid adalah pusat pembinaan. Kolaborasi ini harus terus didukung agar menjadi kekuatan perubahan yang positif, Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membina generasi muda muslim yang berdaya dan berakhlak mulia di wilayah Condongcatur,” ungkapnya.




Gladen Jemparingan Condongcatur Jadi Acara Wajib Dalam Peringatan Hari Jadi Kalurahan Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Gladen Alit Jemparingan untuk memperingati Hari Jadi Condongcatur yang ke-78. Kegiatan ini berlangsung di rintisan Desa Wisata Green Kayen Condongcatur Depok Sleman, Minggu (8/12/2024).

Gladen Jemparingin sendiri menjadi acara rutin yang wajid digelar setiap peringatan Hari Jadi Kalurahan Condongcatur. Pada 2024 ini, dilaksanakan Gladen Alit (kecil) ikuti oleh 90 peserta dari komunitas/Paguyuban Jemparingan yang ada di Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta

Penanggungjawab Penyelenggara kegitan, Al Thouvik Sofi Salam,   yang juga Kamituwa Condongcatur menjelaskan acara ini bertujuan untuk menjaga tradisi jemparingan sebagai salah satu warisan budaya Jawa. Ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan potensi lokal dari Condongcatur

“Ditahun tahun sebelumnya kita menyelenggarakan Gladen Ageng (besar) yang diikuti 300 sd 600 peserta bertempat di lapangan dan kali ini karena menyesuaikan tempat dipelataran Pendopo Green Kayen sehingga hanya dilaksanakan Gladen Alit (kecil) dengan peserta 90 orang dari berbagi paguyuban jemparingan” jelasnya

Ditambahkan Al Thouvik, pada kesempatan ini juga diramaikan dengan Senam ibu ibu drngan kostum Daster dan kehadiran pelaku UMKM yang membuka stand di area Desa Wisata Green Kayen yang kian menambah semarak suasana dan juga Live Musik Kerocong dimana  Event tahunan ini menjadi salah satu wujud komitmen Kelurahan Condongcatur dalam melestarikan budaya sekaligus mendukung perkembangan ekonomi lokal.

Sementara Ketua Panitia Gladen Alit Jemparingan Condongcatur, Magitagita yang juga Ketua JCC (Jemparingan Condongcatur) mengatakan Peserta terbagi dalam kategori putera dan puteri. Ada 72 peserta putera dan 18 peserta puteri, dengan target sasaran berjarak 30 meter

Dijelaskan Magitagita bahwa Jemparingan mempunyai makna dalam Bahasa Jawa, Pamenthanging Gendewa Pamanthenging Cipta, yang artinya memanah tidak hanya olahraga, tapi juga seni mengolah rasa

“Cara memanah dalam Jemparingan dengan menarik tali atau kendeng dengan tiga ruas jari hingga sampai ke mulut kemudian dibidikkan ke target wong-wongan atau bandul. Perlu banyak ketenangan dan konsentrasi yang tinggi,” ungkapnya

Jemparingan Condongcatur berdiri sejak 26 November 2017. Pemerintah Kalurahan Condongcatur mendukung penuh dan mengalokasikan anggaran agar Jemparingan Condongcatur tetap eksis.

“Saat ini jumlah anggota JCC ada 20 orang yang aktif, mereka melakukan latihan rutin tiap Senin malam jam WIB di halaman Kalurahan Condongcatur, Harapan kami olahraga Jemparingan semakin diminati masyarakat sebagai wahana olahraga dan ajang silaturahmi warga masyarakat,” pungkasnya

Selama acara, peserta menyelesaikan 20 rambahan hingga pukul siang dalam Gladen Alit ini memunculkan juara 1, 2, dan 3 dari kategori putra dan putri berdasarkan perolehan poin tertinggi. Banyak hadiah yang dibagikan kepada peserta yang berhasil menancapkan anak panahnya ke sasaran (bandul) hadiah diantaranya berupa Tas ransel, handbag, jam dinding, topper ware, sajadah, mie instan, kopi instan, sabun cuci serta uang tunai untuk perkenaan sandang dan molo

Hadiah diserahkan langsung oleh Lurah Condongcatur, untuk kategori titis Putera, juara pertama diraih Sudarmarto dari PJM Minomartani Sleman dengan poin 23, Kedua, Sumarno dari Bantul dengan poin 15 dan ketiga diraih Rio dari Jatra Sleman dengan poin Sementara kategori titis Puteri, juara  pertama diraih Khusnul dari PJKM Klaten dengan poin 12, Kedua, Diani dari Brotodiningrat Jogja dengan poin 12 dan ketiga, Uzi dari Melati langit Sleman dengan poin 8.

“Saya mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang berperan aktif dalam Gladen alit ini, acara ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya seni jemparingan, sekaligus dukungan bagi UMKM untuk memajukan Desa Wisata Green Kayen,” tutup Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji. (Wasana/KIM Depok)




Lurah Condongcatur Resmikan Masjid An – Nuur Tambakboyo Condongcatur

Sleman – Lurah Condongcatur meresmikan Masjid An-Nuur Tambak Boyo Padukuhan Dero yang telah selesai direnovasi, Minggu 8 Desember 2024.

Acara peresmian ini diawali dengan pengajian oleh Ustadz H. Joko Wahono, yang memberikan tausiyah tentang pentingnya memakmurkan masjid. Turut hadir Dukuh Dero, Ketua RW 61, para pengurus masjid di sekitar lokasi dan ratusan jamaah warga Tambakboyo Condongcatur

Ketua Panitia Pembangunan, Ir. Heru Santosa, menyatakan rasa syukur atas rampungnya renovasi ini

“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Dukungan dari masyarakat sangat luar biasa, dan semoga masjid ini menjadi berkah bagi semuanya.” katanya.

Ditambahkan Heru Santosa, Renovasi Masjid An-Nuur ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 553 juta, yang diperoleh dari swadaya masyarakat dan donator dimana pembangunan berlangsung selama 4,5 bulan berhasil mewujudkan bangunan baru seluas 190 m² dan dilengkapi kanopi tambahan seluas 250 m² untuk menambah kenyamanan jamaah yang beribadah

Dalam sambutannya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan masjid ini

“Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, kami berharap Masjid An-Nuur ini semakin memakmurkan warga sekitar,” ujarnya.

Peresmian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan agar Masjid An-Nuur Tambak Boyo menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat Tambakboyo Padukuhan Dero Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman. (Wasana/KIM Depok)