Pendamping Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo Cangkringan Dinobatkan Jadi Pendamping Terbaik 2024

Cangkringan – Muhammad Ali As’ad, Pendamping Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo, Kapanewon Cangkringan terpilih sebagai Pendamping Terbaik  PriaTingkat DIY  tahun 2024. Pengumuman terpilihnya pendamping terbaik disampaikan oleh Plt Kepala Bidang Atlas Kundha Kabudayan DIY pada acara penarikan Pendamping  di Rich Hotel Jl. Magelang, Kamis (5/12/2024).

Ali As’ad alumni ISI Yogyakarta jurusan Seni Teater pada Fakultas Seni Pertunjukan mulai mengabdi sebagai Pendamping sejak tahun 2014. Ia pernah bertugas di Gunungketur Kota  Yogyakarta, pernah menjadi pendamping di Kalurahan Ambar Ketawang Gamping dan kemudian saat ini menjadi Pendamping Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo, Cangkringan.

Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping Kalurahan Budaya, Bugiswanto saat dimintai keterangan diajukanya M Ali As’ad sebagian kandidat pendamping terbaik menuturkan, semua pendamping baik dalam melaksanakan tugas.

“Tetapi disamping pelaksanaan tugas juga dicermati perannya baik dalam Forum Pendamping, Peran pelaksanaan Gelar potensi  maupun keterlibatan dalam kegiatan yang diadakan oleh Kundha Kabudayan baik Provinsi maupun Kabupaten,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, ada unsur penilaian yang disepakati Tim Monitoring Kabupaten Sleman yaitu frekuensi kegiatan, capaian program, Disiplin, Etika dan Kreatifitas. Selebihnya kegiatan lain yang mendukung tugas2 dibidang pelestarian, pengembangan dan konservasi budaya seperti keikutsertaan dalam Muhibah Budaya, work shop termasuk menjadi fasilitator berbagai kegiatan. Terhadap kinerja pendampingan, yang bersangkutan banyak inovasi dan terobosan, ia juga membangun jejaring untuk kemajuan Kalurahan yang menjadi wilayah pendampingan.

Bugiswanto berharap prestasi yang dicapai M Ali As’ad menjadi spirit dan pemacu kinerja pendamping wilayah kabupaten Sleman lainya, karena pada prinsipnya tugas pokok dan kuwajiban sama.

Sementara itu M Ali As’ad saat ditemui mengatakan, apa yang ia lakukan sebenarnya semata-mata dalam rangka melaksanakan tugas. Jika itu ternyata membawa keterpilihnya sebagai pendamping terbaik, itu merupan bonus untuk semua yang telah bekerjasama danendukung kegiatan di Argomulyo.

“Jadi itu keberhasilan bersama,” tegasnya.

Selain memperoleh prestasi pendamping terbaik, Kalurahan  udaya Kabupaten Sleman juga mendapatkan prestasi dalam Pentas Seni Gelar Potensi Kalurahan Budaya tahun 2024, prestasi itu adalah seniwati Kalurahan Widodomartani Kapanewon Ngemplak pemeran Dewi Sri sebagai Pemeran Terbaik katagori Wanita. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




DLH Sleman Gelar Penguatan Kapasitas Pengelolaan Air Limbah Domestik

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar pertemuan dengan Ketua Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) Ipal Komunal se- Kabupaten Sleman, di Puri Mataram, Drono, Tridadi, Kamis (5/12/2024).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Sleman, Kepala Aksansi Pusat, dan sejumlah perwakilan dari 140 KPP se-Kabupaten Sleman.

Kabid Kebersihan dan Pengelolaan RTH DLH Kabupaten Sleman, Junaidi dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh KPP. Mengingat, menjadi Pengurus KPP merupakan pejuang lingkungan yang tiada harganya. “Kami hanya bisa mendoakan semoga perjuangan kalian semua mendapat imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Ia pun berharap kepada KPP untuk tetap semangat mengelola Ipal Komunal yang sudah dibangun.

Selanjutnya, Satuan Kerja Pengelola Air Limbah DLH Kabupaten Sleman, Sasi Kirana pada kesempatan itu menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring kerja KPP, diketahui pengujian sampling air masih dalam kondisi yang kurang.

“Memang parameter dari Kementerian DLHK cukup ketat, jadi kalau harus memenuhi baku mutu agak susah,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Aksansi Pusat, Prastyatuti Puspa Wardaya menyampaikan bahwa di Sleman sampai tahun 2023 telah dibangun sejumlah 149 SPAL DT, 28 Ipal Huntab, dan 1 Sanitasi Reguler Energi berkelanjutan.

“Dari sejumlah sanitasi tersebut 14% masuk kategori Kontribusi Sanimas ke SDGs 6 Akses aman,” kata Pras.

Pada kesempatan itu, Pras juga mengupas cara pemeliharaan pasca pembangunan Ipal dalam cara teknis operasional dan perawatan dan tata kelola keuangan dan kelembagaan. Adapun manfaat dari pembinaan pengelola sanitasi masyarakat di antaranya adalah meningkatkan semangat, terpenuhinya kualitas baku mutu dan manfaat tata kelola kelembagaan.

“Alasan Ipal banyak dibangun adalah kesehatan masyarakat menjadi prioritas, instalasinya kedap tidak mencemari sumber air baku, cakupan layanan cukup besar, ” tutur Pras.

“Alasan dibangunnya Ipal  adalah didesain sumur yang sangat lama, tahan bencana, dan cocok dengan kultur budaya masyarakat Indonesia. Sedangkan alasan Ipal harus berkelanjutan dikarenakan populasi terus bertambah, lahan pemukiman semakin sempit. Alasan lainnya yaitu pemakaian air tanah semakin meningkat, sistem paling mudah dirawat, dan akses sanitasi aman sesuai target seluruh dunia,” tandasnya. (Giek/KIM Moyudan)




KIM Sembada Sleman Gandeng Suara.com Jogja Perluas Diseminasi Informasi yang Akurat

Sleman – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman menjajaki rencana kerja sama dengan Jogja dalam upaya memperkuat penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya. Perumusan bentuk kerja sama dilakukan oleh Ketua FKIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Sekretaris, Sutarto Agus Raharjo dengan Executive Editor , Rendy Adrikni Sadikin bersama Galih Prasetyo yang berlangsung di kantor Arkadia Digital Media Tbk, Gejayan, Yogyakarta, Kamis (5/12/2024). 

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara FKIM Sembada sebagai wadah komunikasi masyarakat dengan Jogja sebagai media digital yang memiliki jangkauan luas. Ketua FKIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat se-Kabupaten Sleman.

“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan informasi yang lebih luas sekaligus menjaga kualitas konten yang disampaikan,” tutur Adnan. 

Sementara itu, Executive Editor Jogja, Rendy Adrikni Sadikin mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini mampu menciptakan model penyebaran informasi yang lebih inklusif dan mendukung keterbukaan informasi publik.

“Kami bangga dapat menjadi mitra FKIM Sembada dalam misi yang sangat relevan ini,” ujar Rendy. 

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai program bersama, di antaranya pelatihan jurnalistik dan videografi untuk anggota FKIM Sembada, penerbitan konten kolaboratif, dan kampanye edukasi digital. Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi di kalangan masyarakat, terutama dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, Sekretaris FKIM Sembada, Sutarto Agus Raharjo menyatakan bahwa inisiatif ini sangat diperlukan untuk mempererat hubungan antara komunitas lokal dan media massa.

“Semoga upaya ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan informasi publik di Sleman,” ucapnya. 

Acara ditutup dengan diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang di era digital, serta penyampaian gagasan tentang pengelolaan informasi yang lebih efektif di tingkat lokal. 

Dengan adanya kolaborasi ini, Forum KIM Sembada dan Jogja optimistis dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pembangunan informasi yang kredibel dan relevan bagi masyarakat Kabupaten Sleman.  (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




FKDM Sleman Gelar Rapat Kerja Bahas Antisipasi Potensi Konflik Sosial

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman menggelar rapat kerja dengan tema ‘Meningkatkan Peran FKDM dalam Antisipasi Kerawanan Potensi Konflik Sosial di wilayah Kabupaten Sleman’ yang berlangsung di Joglo Pagelaran Puri Mataram, Tridadi, Sleman, pada Rabu (4/12/2024).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman ini, dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan organisasi perangkat daerah, Jawatan Keamanan, serta anggota FKDM dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman. Rapat kerja tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan strategi pencegahan dini terhadap potensi konflik sosial di masyarakat.

Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kewaspadaan dini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, anggota FKDM harus selalu sigap dan responsif karena memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengidentifikasi dan meredam potensi konflik di masyarakat.

Rapat kerja ini diisi dengan pemaparan materi dari berbagai narasumber, termasuk Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten Sleman, H. Sarijan yang menekankan perlunya sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya kinerja FKDM.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan sangat krusial untuk menciptakan suasana kondusif,” terang Sarijan.

Dalam diskusi panel yang dipandu oleh anggota FKDM Kabupaten Sleman, Ignas Suryadi dibahas beberapa isu strategis, seperti penanganan hoaks, pencegahan provokasi berbasis media sosial, serta penguatan nilai-nilai toleransi di masyarakat multikultur. Para peserta aktif menyampaikan pandangan mereka terkait tantangan yang dihadapi FKDM di lapangan.

Salah satu pemateri, Widodo Triputro, yang merupakan Lektor Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD Yogyakarta, mengupas pentingnya peningkatan sinergitas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan keamanan daerah.

Mengacu pada visi Kabupaten Sleman, yakni terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong, perlu didukung dengan pengimplementasian beberapa misi untuk mencapainya. Adapun misi Kabupaten Sleman di antaranya ialah membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi beragam ancaman dan bencana,

“Visi tersebut dapat terwujud jika kondisi wilayah dalam keadaan aman dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang berasal dari alam, manusia, bahkan dari luar negeri,” ungkap Widodo.

Ia pun menjelaskan perihal perubahan sosial masyarakat menjadi masyarakat yang prismatik yang sangat rentan terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan karena sifat transisionalnya yang menciptakan ketidakstabilan sosial, budaya, dan struktural.

Pada masyarakat prismatik, literasi modern seperti literasi digital, politik, dan informasi sering kali belum merata. Hal ini membuat masyarakat lebih mudah termanipulasi oleh berita palsu, propaganda, atau ancaman lainnya.

“Pencegahan dan kewaspadaan sangat sulit dilakukan jika masyarakat sendiri tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami masalah bersama,” jelas Widodo.

Acara yang berlangsung selama sehari itu menghasilkan sejumlah rekomendasi. Di mana, sinergitas bersama sangat diperlukan, termasuk pelibatan FKDM dan masyarakat dalam meminimalisasi dampak perubahan sosial yang cepat.

Untuk itu, FKDM Sleman diharapan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sebab kewaspadaan dini merupakan kunci utama untuk mencegah konflik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Wabup Sleman Apresiasi Petani Tembakau Turut Dukung Pembangunan di Sleman

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri pengukuhan pengurus APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) cabang Sleman periode 2025-2030, pada Rabu (4/12), bertempat di rumah makan Puri Mataram, Tridadi, Sleman. Hadir pula pada acara tersebut perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.

Danang dalam pidatonya mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang telah dikukuhkan. Ia berharap APTI cabang Sleman dapat menjalankan program-programnya dengan baik, sehingga membawa manfaat, baik bagi anggotanya ataupun bagi masyarakat secara umum.

Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasi kepada para petani tembakau yang telah berkontribusi memberikan pemasukan kepada negara melalui cukai tembakau. Sehingga hal tersebut bisa mendukung program dan pembangunan di Kabupaten Sleman, tak terkecuali mendukung kesejahteraan petani tembakau.

“Di Kabupaten Sleman hasil cukai tembakau terus naik setiap tahunnya. Sekarang ada di kisaran 2,3 milyar. Itu dibagi-bagi untuk kesehatan, sosialisasi undang-undang, BLT untuk petani tembakau, dan lainnya. Semoga ini nanti bisa terus bertambah,” ucapnya.

Ketua APTI cabang Sleman periode 2025-2030, Triyatno, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas perhatian dan fasilitas yang telah diberikan kepada petani tembakau di Kabupaten Sleman. Ia berharap hubungan baik ini bisa terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan ke depannya.