Asosiasi Bumkalma LKD Gelar Peningkatan Kapasitas bagi Pengelola Bumkalma se-Kabupaten Sleman

Sleman – Asosiasi Bumkalma LKD menyelenggarakan peningkatan kapasitas untuk pengelola Bumkalma se-Kabupaten Sleman, Selasa (3/12/2024). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 3 sampai dengan 5 Desember 2024 di BBPPM Yogyakarta, Beran, Sleman.

Ketua Asosiasi Bumkalma LKD, Abdul Hamid Kurniawan dalam laporannya menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas seluruh pengelola Bumkalma LKD yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan begitu diharapkan para kapasitas para pengelola Bumkalma dapat meningkat.

“Kegiatan ini kami maksudkan untuk meningkatkan kapasitas dari pengelola Bumkalma LKD se-Kabupaten Sleman. Hadir dalam acara ini sebanyak 31 pengelola. Harapannya setelah pelatihan ini, para pengelola Bumkalma lkd memiliki gambaran untuk membuka unit usaha baru,” tuturnya.

“Perlu kami sampaikan pula, bahwa Bumkalma ini merupakan transformasi dari PNPM MPd. Modal awal dari 10 Bumkalma kurang lebih 12 Miliar rupiah. Saat ini telah berkembang menjadi kurang lebih 52 Miliar rupiah. Sementara di tahun 2023 sudah mampu mengalokasikan dana sosial sebesar Rp , dan telah memberikan bagi hasil untuk kalurahan pendiri,” sambung Abdul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, Samsyul Bachri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Asosiasi Bumkalma LKD Kabupaten Sleman yang telah mengadakan kegiatan ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapan kami, nanti setelah acara pelatihan ini membuka wacana untuk usaha baru. Melihat kondisi idlemoney yang dimiliki masing-masing Bumkalma, tentunya sudah memiliki modal untuk membuka usaha baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Bermas Setda DIY, Danang Setyadi juga menyampaikan terkait gambaran kedepannya Bumkalma. Di mana Bumkalma adalah manifestasi dari PNPM MPd, dengan roh utamanya ialah pemberdayaan masyarakat, dan tujuan utamanya adalah pengentasan kemiskinan.

“Kami sangat yakin dengan keberadaan Bumkalma akan bermanfaat untuk masyarakat. Konsep Bumkalma sudah selaras dengan visi Gubernur DIY terkait dengan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Selain itu juga berperan dalam menyumbang PAD kalurahan dan memberikan dana sosialnya untuk masyarakat kalurahan,” ungkap Danang.

“Ketika unit usaha maju dan berkembang, notabenenya akan menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu Bumkalma harus mampu bersaing dan terus berkembang,” imbuhnya.

Terkait hal itu, Kepala BBPPM Yogyakarta, Tunggak Santoso berharap agar kegiatan ini menjadi sarana yang dapat dioptimalkan oleh para pengelola Bulkalma untuk kepentingan masyarakat. Ia pun menambahkan segala permasalahan yang ada di Bumkalma LKD agar segera dilaporkan ke Klinik Bumdes, untuk mendapatkan bantuan dan pendampingan lebih lanjut.

“Kami sangat senang Asosiasi Bumkalma lkd Sleman mengadakan kegiatan ini di sini. Monggo silahkan tempat ini dan fasilitasnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Kami juga menginisiasi untuk membuka klinik Bumdes yang tujuannya memfasilitasi keberadaan Bumdes. Jika ada permasalahan atau memerlukan bantuan bisa datang ke klinik Bumdes, atau bisa menghubungi klinik Bumdes yang siap mendampingi 24 jam,” jelas Tunggak.

“Terkait dengan Makan Bergizi Gratis, ini juga merupakan peluang bisnis yang bagus bagi Bumkalma. Monggo ini bisa diambil, tentunya ada persyaratan yang harus dipenuhi. Ini juga salah satu bentuk untuk mensukseskan program pemerintah dan Bumkalma bisa ikut berperan serta,” imbuhnya. (Yoko Erwe / Kim Mlati)




Bupati Sleman Terima Tim Pemeriksa LKPD dari BPK Perwakilan Provinsi DIY

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menerima rombongan tim pemeriksa interim Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DIY dalam kegiatan entry meeting, pada Selasa (3/12), di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan Kabupaten Sleman di tahun 2024 ini telah dilaksanakan sesuai regulasi, transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Selanjutnya ia mempersilahkan tim BPK Provinsi DIY untuk menjalankan tugasnya di Kabupaten Sleman.

“Untuk itu, masing-masing OPD saya harap untuk mempersiapkan data-data yang diperlukan tim pemeriksa. Dan untuk tim BPK P DIY, kami mohon bimbingan dan arahannya. Jika nanti ada kekurangannya, akan kami penuhi dan laksanakan,” ucapnya.

Sementara Kepala Perwakilan BPK Provinsi DIY, Agustin Sugihartatik, S.E.,M.M. menerangkan maksud dan tujuan kegiatan ini diantaranya untuk memantau tindak lanjut atas hasil pemeriksaan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, juga untuk menilai efektivitas SPI (Test of Control/ToC) dalam menyusun LKPD, menilai kepatuhan terhadap perundang-undangan, dan pengujian substantif terbatas pada sejumlah akun yang ada di Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam 30 hari kalender, mulai 25 November sampai 24 Desember,” jelasnya.




Kunjungi Museum Petilasan Mbah Maridjan, Menteri Kebudayaan Dorong Museum Berkembang dan Naik Level

Sleman – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengunjungi Museum Petilasan Mbah Maridjan yang terletak di Dusun Kinahrejo, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, pada Selasa (3/12).

Tiba di kawasan Cangkringan, Menteri Kebudayaan RI didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, melanjutkan perjalanan menuju Museum Petilasan Mbah Maridjan menggunakan jeep lava tour.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengatakan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui secara langsung bagaimana kondisi dan proses dibangunnya Museum Petilasan Mbah Maridjan sebagai Museum Tematik.

“Selain silaturahmi, kami juga ingin melihat langsung dan mengetahui bagaimana Museum Petilasan Mbah Maridjan ini baik dari prosesnya, termasuk sisi historinya,” jelasnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan ingin memberikan dukungan agar Museum dapat berkembang dan naik kelas. Dukungan tersebut menurutnya dapat dilakukan dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Sleman.

“Saya kira ini (keberadaan museum) sangat penting baik dari sisi histori, juga menjadi sebuah pelajaran yang berharga, literasi dan edukasi khususnya untuk masyarakat sekitar kawasan Gunung Merapi. Mudah – mudahan kita nanti bisa bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Sleman dan juga para pegiat museum untuk mendigitalkan sehingga masyarakat indonesia bisa mengenang historinya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Menteri Kebudayaan beserta jajarannya yang melakukan kunjungan di Sleman khususnya di Museum Petilasan Mbah Maridjan.

Menurutnya, kedatangan Menteri Kebudayaan di Sleman ini merupakan sebuah kehormatan khususnya untuk keluarga Mbah Maridjan yang berinisiasi membangun Museum Petilasan Mbah Maridjan.

Danang juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung segala upaya yang dilakukan untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Sleman, salah satunya pelestarian museum. Untuk itu, ia juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Sleman dapat segera terwujud.

“Pada prinsipnya, Pemkab Sleman tentu akan terus mendukung segala upaya yang muaranya pada pelestarian kebudayaan di wilayah Kabupaten Sleman. Saya berharap kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Sleman ini segera terwujud sehingga dapat semakin meningkatkan potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman,” pungkasnya.




Warga RT 09 Modinan Kerja Bakti Pasang Konblok Demi Perbaikan Infrastruktur Jalan

Segenap warga Dusun Modinan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping melakukan kerja bakti untuk memasang konblok di lingkungan sekitar, Minggu (1/12/2024). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua ,Wawan Yuniawan yang juga turut serta bekerja bersama warga setempat dalam usaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah tersebut.

Kerja bakti ini bertujuan untuk memperbaiki akses jalan seluas 315 meter persegi dengan biaya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Sleman di Dusun Modinan yang sebelumnya masih berbentuk tanah dan terpasang konblok lama yang telah rusak, sehingga sering kali menyulitkan warga dalam beraktivitas, terutama saat musim hujan. Pemasangan konblok dipilih sebagai solusi untuk menciptakan jalan yang lebih stabil dan mudah dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.

Ketua , Wawan Yuniawan, dalam keterangannya mengungkapkan pentingnya kegiatan ini untuk mempererat kebersamaan antar warga. Menurutnya kegiatan ini bukan hanya untuk meningkatkan infrastruktur saja, melainkan juga sebagai bentuk gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa.

“Harapannya, dengan adanya pemasangan konblok ini, warga bisa lebih nyaman dan aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Antusiasme warga sangat terlihat dalam kegiatan ini. Sejak pagi, sekitar 50 orang warga dari berbagai kalangan mulai bekerja bersama untuk menyiapkan dan memasang konblok di sepanjang jalan yang telah ditentukan. Para warga membawa alat-alat seperti cangkul, palu, dan gerobak untuk memudahkan proses pemasangan.

Selain itu, para ibu rumah tangga juga turut berperan aktif dengan menyediakan konsumsi untuk para pekerja. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan kaum pria yang bekerja fisik, tetapi juga melibatkan partisipasi seluruh keluarga dalam menunjang kelancaran acara. Kerja bakti ini menunjukkan semangat kebersamaan kita sebagai warga Modinan.

Menurut Wawan Yuniawan, pemasangan konblok ini merupakan salah satu langkah awal dari beberapa perencanaan yang sudah dirancang oleh pengurus dan diharapkan akan ada perbaikan infrastruktur lain yang juga akan dikerjakan secara bersama-sama.

“Ini baru permulaan, masih banyak program lain yang akan kami usahakan untuk kemajuan lingkungan ini,” tambahnya.

Program pemasangan konblok ini pun mendapat dukungan dari Pemerintah Kalurahan Banyuraden. Sudarisman selaku Lurah Banyuraden mengapresiasi Upaya dari warga dalam melakukan perbaikan infrastruktur secara mandiri. Pihaknya sangat mendukung kegiatan gotong royong tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli dengan lingkungan dan kualitas hidup mereka,” tutur Sudarisman.

Pada siang hari, pemasangan konblok mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Jalan yang sebelumnya terbuat dari tanah kini terlihat lebih rapi dan kokoh. Warga pun tampak puas dengan hasil kerja keras mereka. Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran dan keberkahan bagi seluruh warga .

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, diharapkan lingkungan Dusun Modinan semakin maju dan nyaman untuk ditinggali. Warga setempat berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk terus menjaga kebersamaan dan membangun desa secara bersama-sama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sleman Akan Kolaborasikan Bumkal dan Bumkalma lkd

Sleman – Dalam kerangka meningkatkan kerja Bumkal dan Bumkalma lkd di Kabupaten Sleman, perlu dilakukan kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma se-Kabupaten Sleman. Dalam rapat yang dilaksanakan di Puri Mataram pada Selasa (2/12/2024) dihasilkan kesepakatan terkait kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma lkd.

Kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk penggalian potensi dan meningkatkan peran serta profesionalitas Bumkal dan Bumkalma lkd. Selain itu juga terkait dengan permasalahan Bumkal khususnya.

Pada kesempatan ini hadir perwakilan dari Asosiasi Bumkalma lkd Sleman, perwakilan Forum Bumkal Sleman, dan TAPM Kabupaten Sleman. Selain itu juga hadir perwakilan dari BBPPM Yigyakarta dan perwakilan dari Dinas PMK Sleman.

Pada rapat kali ini disepakati sebagai koordinator Agus Kholiq dan wakil  Abdul Hamid Kurniawan. Sekretaris Yoni Afrizal Rahman dan Cahyo.

Dalam prakatanya Agus Kholiq menyampaikan terkait tujuan kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma lkd.

“Terciptanya kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma dapat membantu Bumkal yang ada di Sleman bisa naik kelas. Kalau Bumkalma lkd saya yakin sudah maju dan mandiri secara tata kelolanya. Yang menjadi PR kita adalah Bumkal yang sudah terbentuk baik yang sudah berjalan maupun belum berjalan dengan berbagai masalahnya. Nah inilah yang perlu dilakukan pendampingan agar bisa berjalan dan naik kelas,” ungkapnya.

“Target pertama dari kolaborasi ini adalah melakukan pemetaan terkait dengan keberadaan Bumkal. Hal ini tujuannya untuk mempermudah apa yang akan dilakukan dan tindaklanjutnya. Pemetaan ini akan dibantu oleh Pendamping Desa dalam mengumpulkan data sebagai data primer. Data ini secara bersama-sama akan dianalisa untuk tindak lanjut berikutnya,” pungkasnya. (Yoko Erwe/KIM Mlati)