Kembangkan Instrumen BAPL, Tsania Nur Diyana Raih Gelar Doktor di Usia 28 Tahun

Sleman – Dosen Departemen Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tsania Nur Diyana resmi menyandang gelar doktor usai berhasil melewati Ujian Akhir Disertasi S-3 Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang, Jum’at (20/12/2024).

Disertasi berjudul “Instrumen Belief and Attitude toward Physics and Learning (BAPL): Pengembangan dan Validasi” ini dipertahankan dihadapan Dewan Penguji yang terdiri dari Prof Dr Parno MSi CRA (Ketua/Penguji), Prof Dr Sutopo MSi (Promotor/Penguji), Prof Dr Sentot Kusairi MSi (Ko-Promotor/Penguji), Dr Supriyono Koes Handayanto MPd MA (Ko-Promotor/Penguji), Prof Dr Endang Purwaningsih MSi (Penguji Bidang Studi), Prof Dr Arif Hidayat MSi (Penguji Bidang Studi), Dr Purbo Suwasono MSi (Penguji Bidang Pendidikan), serta Prof Dr Wasis MSi (Penguji Eksternal/Dekan Fakultas MIPA Universitas Negeri Surabaya).

Dalam penelitiannya, Tsania berhasil mengembangkan instrumen survei baru bernama belief and attitude towards physics and learning (BAPL) yang dirancang untuk mengidentifikasi keyakinan (belief) dan sikap (attitude) siswa terhadap fisika dan belajar fisika. Temuan ini dinilai penting karena keyakinan dan sikap siswa berpengaruh besar terhadap performa mereka dalam belajar fisika.

“Instrumen ini menghadirkan inovasi dengan mempertimbangkan dimensi penting yang sering terabaikan, yakni penguasaan konsep fisika dan kemampuan pemecahan masalah,” paparnya.

Menurutnya, konstruk dari dua dimensi ini dibangun sesuai tujuan belajar fisika, yaitu bagaimana siswa mampu memahami ide-ide atau konsep fundamental fisika, serta bagaimana mengaplikasikan dalam proses pemecahan masalah.

“Instrumen BAPL ini terdiri dari 20 item skala Likert yang dibagi menjadi dua dimensi utama, yaitu keyakinan dan sikap terhadap penguasaan konsep (conceptual understanding) serta pemecahan masalah (problem solving),” ujarnya.

Penelitian yang dilakukan melalui metode Research and Development (R&D) ini membuktikan bahwa, BAPL memiliki validitas dan reliabilitas tinggi. Analisis validitas konstruk menunjukkan nilai yang sangat baik dengan model yang fit, sementara uji reliabilitas menggunakan model Rasch menunjukkan skor konsistensi yang kuat.

“Temuan ini menunjukkan korelasi tinggi dengan instrumen yang sudah mapan, seperti Colorado Learning Attitudes about Science Survey atau CLASS, sehingga semakin membuktikan kredibilitasnya,” paparnya.

Promotor Disertasi Prof Dr Sutopo menambahkan, bahwa pengembangan BAPL memberikan alat baru bagi para pendidik dan peneliti untuk memahami bagaimana siswa memandang fisika dan proses belajarnya. Hasil survei dengan BAPL dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, sesuai dengan keyakinan dan sikap siswa. Selain itu, BAPL dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak pembelajaran atau intervensi tertentu terhadap keyakinan dan sikap siswa.

“Dengan instrumen ini, para pendidik diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar fisika yang lebih inklusif, relevan, dan mendukung potensi siswa secara maksimal. Temuan ini menjadi langkah maju dalam mendukung pendidikan sains khususnya fisika yang lebih berkualitas di Indonesia,” ungkap Guru Besar pertama bidang Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang ini. (Athiful/KIM Depok)




Selama Libur Nataru, PMI Depok Buka Posko Pelayanan Kemanusiaan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Depok Kabupaten Sleman membuka posko pelayanan kemanusiaan bergabung bersama Polresta Sleman di seputaran Ambarukmo Plaza Jalan Marsda Adisucipto, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Pelayanan ini dilakukan guna memberikan pertolongan cepat selama libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Ketua PMI Depok Sleman Sussi Sulistyaningsih mengatakan untuk menunjang kegiatan selama libur panjang, pihaknya menyiagakan sekitar puluhan relawan yang bertugas secara bergantian di posko kemanusiaan.

“Kita terbagi menjadi dua kloter pagi dan sore. Kalau pagi ada sekitar 8 sampai 16 relawan yang berjaga, sedangkan kalau sore banyak relawan kita siagakan,” ujar Sussi, Selasa (24/12).

Menurut Sussi, PMI Depok selalu menyiagakan tim relawannya untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi di lapangan selama liburan panjang.

“Ada tensi, membantu pada pertolongan pertama, serta kegawatdaruratan kita siap sedia kapan pun juga,” lanjutnya.

Senada dengan Sussi, Adi Yananta, salah satu relawan PMI Depok mengatakan bahwa posko Nataru 2024 ini bertujuan agar masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman dan sampai ke tujuan dengan selamat dan sehat.

“Semoga liburannya berkesan, bahagia bertemu keluarga, itu harapan kami di sini,” ungkapnya, bangga. (Athiful/KIM Depok)




Pokja 1 Tim penggerak PKK Banyuraden Gelar Senam Massal Bagi Pra Lansia dan Lansia

Sleman – Kelompok Kerja (Pokja) 1 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Banyuraden kembali mengadakan kegiatan positif dengan menyelenggarakan senam massal bagi ibu-ibu pra lanjut usia dan lanjut usia (Lansia) yang berlangsung pada Senin sore (23/12/2024) di halaman kantor pemerintah Kalurahan Banyuraden.

Dengan antusiasme tinggi, puluhan peserta memadati lokasi kegiatan untuk berpartisipasi. Senam dipimpin langsung oleh Andariyah, seorang instruktur senam berpengalaman yang telah lama aktif dalam kegiatan kebugaran di Kalurahan Banyuraden. Ia membawakan gerakan senam yang disesuaikan dengan kebutuhan para lansia dan pra lansia, sehingga semua peserta dapat mengikuti dengan nyaman dan aman.

Sebelum senam dimulai, Murajiyem sebagai Ketua Pokja 1 PKK Kalurahan Banyuraden menyampaikan apresiasi terhadap para peserta yang telah bersemangat untuk hadir meski cuaca sempat mendung di sore hari demi mendapatkan kebugaran tubuh.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, terutama bagi para lansia maupun pra lansia,” ujarnya.

Selama sekitar satu setengah jam, para peserta mengikuti gerakan demi gerakan yang dipandu oleh Andariyah. Alunan musik yang ceria menambah semangat para peserta sehingga menciptakan suasana yang hangat dan penuh energi. Beberapa gerakan yang diajarkan juga menitikberatkan pada kelenturan tubuh, keseimbangan, dan penguatan otot-otot.

Selain untuk menjaga kebugaran, kegiatan senam ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, khususnya di kalangan ibu-ibu pra lansia dan lansia yang menjadikan merasa lebih sehat dan lebih dekat dengan sesama.

Acara ini pun mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Banyak peserta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin, mengingat manfaatnya yang sangat besar baik secara fisik maupun emosional bagi para lansia dan pra lansia.

Usai kegiatan senam selesai, para peserta diberikan kesempatan untuk berbincang santai sambil menikmati hidangan sehat berupa buah-buahan dan minuman herbal yang telah disiapkan oleh panitia. Suasana penuh kebersamaan pun terlihat jelas diantara para peserta.

Di akhir kegiatan, Murajiyem menyebutkan bahwa senam massal ini merupakan bagian dari program rutin Kelompok Kerja 1 Tim Penggerak PKK Banyuraden dalam rangka mendukung pola hidup sehat di kalangan masyarakat, khususnya para lansia dan pra lansia. Pihaknya pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus menginspirasi masyarakat demi menjalani kehidupan yang lebih aktif dan sehat.

“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat guna mengadakan kegiatan serupa, sehingga semakin banyak lansia yang merasa diperhatikan dan termotivasi dalam menjalani hidup lebih sehat,” harap Murajiyem.

Senam massal yang penuh semangat ini menutup akhir tahun 2024 dengan pesan penting bahwa kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga oleh setiap individu. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tingkatkan Aksesibilitas dan Kenyamanan Aktivitas Warga, Aspal Jalan Dusun Tegalyoso Diperbaiki

Sleman – Kegiatan rehabilitasi aspal jalan Sri Rahayu di Dusun Tegalyoso, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman resmi dimulai, Senin (23/12/2024). Proyek ini menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2024 senilai 150 juta rupiah untuk memperbaiki jalan sepanjang 257,5 meter dengan lebar 4 meter. Program ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan warga setempat.

Lurah Banyuraden, Sudarisman menyampaikan bahwa rehabilitasi jalan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kalurahan Banyuraden untuk meningkatkan infrastruktur. Menurutnya, proyek ini menjadi prioritas karena kondisi jalan sebelumnya sudah banyak mengalami kerusakan, sehingga memengaruhi aktivitas keseharian warga.

Pelaksanaan rehabilitasi jalan ini direncanakan berlangsung selama enam hari kalender, mulai dari tanggal 23 hingga 28 Desember 2024 dengan melibatkan tenaga kerja lokal untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat Dusun Tegalyoso.

Lebih lanjut, Sudarisman menuturkan bahwa penggunaan dana BKK telah melalui proses perencanaan yang matang. Dana anggaran sebesar 150 juta rupiah tersebut dialokasikan oleh pemerintah Kalurahan Banyuraden secara optimal agar hasilnya berkualitas dan dapat bertahan lama.

“Pengawasan terhadap pengerjaan proyek infrastruktur ini dilakukan secara ketat untuk memastikan pekerjaan sesuai standar,” ucapnya.

Ia berharap pekerjaan fisik ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki agar tetap dalam kondisi baik.

Warga Banyuraden menyambut baik terhadap realisasi proyek ini. Salah satu warga, Hartoyo mengatakan bahwa Jalan Sri Rahayu Tegalyoso tersebut sangat penting bagi kegiatan sehari-hari, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

“Dengan jalan yang mulus, aktivitas kami jadi lebih lancar terutama untuk ke pasar dan mengantar anak ke sekolah,” ungkapnya.

Selain meningkatkan aksesibilitas, pekerjaan rehabilitasi jalan diharapkan juga mampu mendukung perkembangan ekonomi lokal. Karena jalan yang baik dinilai dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha kecil menengah di sekitar Banyuraden.

Dengan dimulainya pekerjaan pengaspalan jalan, maka Kalurahan Banyuraden menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur demi mendukung kesejahteraan masyarakat. Adapun manfaat lainnya yaitu dapat meningkatkan kenyamanan berkendara karena pengaspalan jalan menciptakan permukaan yang rata, sehingga pengguna jalan dapat berkendara dengan lebih nyaman dan aman tanpa gangguan dari lubang atau kerusakan jalan.

Secara tidak langsung, pengaspalan jalan pun mendukung pertumbuhan ekonomi karena kondisi

Jalan yang baik akan mempermudah dan mempercepat distribusi hasil pertanian, barang dan jasa sehingga membantu perkembangan ekonomi lokal dan regional. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kaum perempuan Padukuhan Jaban, Tridadi mengadakan Peringatan Hari Ibu dengan Apel Upacara Bendera

Memperingati  hari ibu ke-96, komunitas perempuan Jaban yang terdiri dari PKK, KWT dan kader kesehatan mengadakan kegiatan apel bendera di halaman rumah Ketua RT 02 RW 32.

Apel bendera dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Desember 2024 dimulai tepat jam WIB, dengan pembina upacara Lurah Tridadi, Sri Hartati, dan komandan upacara Suharyati selaku ketua Posyandu Jaban yang juga seorang guru TK di TK PKK Tridadi.

Dalam amanatnya, Sri Hartati menyampaikan apresiasi pada kaum perempuan Jaban yang masih mempunyai rasa nasionalisme tinggi dan menghargai perjuangan pahlawan, dibuktikan dengan semangat melakukan apel bendera dalam rangka Hari Ibu.

Dalam kesempatan tersebut Lurah Tridadi mengemukakan harapannya, agar wanita-wanita Padukuhan Jaban selalu menjadi pelopor penggerak pembangunan di berbagai bidang, diantaranya bidang kesehatan dengan menjadi anggota kader kesehatan/posyandu yang peduli kesehatan bayi,  anak, remaja dan orang tua, bidang ketahanan pangan dengan menjadi anggota KWT yang selalu menanam walau hanya satu pohon di halaman rumahnya, bidang pendidikan formal dan non formal dengan menjadi pengajar TPA ataupun menjadi pengajar/pendidik bagi putra putrinya,  bidang ekonomi dengan giat UMKM dan bidang kelestarian lingkungan hidup dengan menjaga SPAH di lingkungannya dan selalu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan benar.

“Wanita Jaban harus menjadi pelopor dan warga yg solutif tentang permasalahan yang sedang menjadi permasalahan global tentang sampah, yaitu dengan menyelesaikan sampahnya di rumah masing-masing,  dengan cara memilah sampah dari rumah kemudian memasukkan sampah organik dalam suko uwor uwor (sumur kompos untuk uwuh organik), sedangkan sampah an organik berupa plastik ataupun kertas disetor di Bank Sampah Berkah Jaban,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sri Hartati juga menyampaikan bahwa dengan melakukan apel bendera ini artinya wanita Jaban bisa menghargai dirinya sendiri, menunjukkan eksistensi diri dan menunjukkan cinta kepada NKRI karena dalam apel bendera dilakukan penghormatan bendera merah putih yang diiringi  lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan termasuk Ibu Dewi Sartika yang berjuang di sekitar tahun 1928 yang lampau.

(Sri Hartati/KIM Sleman)