Diklatsar KOKAM Prambanan 2024, Mencetak Kader Tangguh untuk Amal dan Bangsa

Sleman – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Markas Cabang Prambanan, bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Prambanan Sleman, menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) KOKAM. Acara ini turut berkolaborasi dengan organisasi otonom lainnya, yakni Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Prambanan.

Diklatsar ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 21-22 Desember 2024, dengan lokasi kegiatan di SMK Muhammadiyah Prambanan untuk materi kelas, serta Lapangan Wukirharjo untuk praktik lapangan.

Acara dibuka secara resmi oleh H. Amir Mahmud, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Cabang Prambanan Sleman. Dalam sambutannya, Amir menekankan pentingnya peran KOKAM sebagai garda terdepan dalam mengamankan aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah.

“KOKAM adalah salah satu pilar yang berdiri di barisan terdepan dalam mengamankan aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah,” pesan Amir.

Para peserta Diklatsar dibekali dengan berbagai materi yang komprehensif, meliputi: Keislaman, Kemuhammadiyahan, Ke-KOKAM-an, dan Materi penunjang lainnya.

“Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Badan Pelaksana Operasional (BPO) KOKAM Nasional dan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memberikan pembekalan mendalam guna mencetak anggota KOKAM yang tangguh, disiplin, dan berintegritas tinggi,” ujar Eko Priyo, salah satu Trainer KOKAM Nasional.

“Diklatsar KOKAM Cabang Prambanan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat barisan kader Muhammadiyah yang siap mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan agama. Dengan semangat kolaborasi dan penguatan keilmuan, kegiatan ini berhasil menjadi momentum penting dalam perjalanan kaderisasi Pemuda Muhammadiyah di wilayah Prambanan,” pungkas Eko Priyo. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Peringati Hari Jadi ke-78, Kalurahan Condongcatur Gelar Fun Bike dan Senam Massal

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Fun Bike, Senam massal dan sekaligus Kuliner diikuti 4000 peserta bertempat di Lapangan Gorongan Condongcatur, Minggu (22/12/2024).

Kegiatan diikuti oleh peserta yang berasal dari Condongcatur dan sekitarnya seperti wilayah Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta. Selain itu, ada juga peserta yang berasal dari luar Yogyakarta seperti Magelang, Solo, dan Klaten. Bahkan 22 peserta dari Temanggung dan 2 orang dari wonosobo mengayuh sepeda telah hadir malam sebelumnya dan menginap di pendopo Kalurahan Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang berada di barisan paling depan memimpin gowes bareng mengatakan, acara fun bike dan senam rutin diadakan setiap tahun saat peringatan hari jadi. Gowes fun bike sebagai ajang silaturahmi bpara pesepeda juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Selain sebagai ajang silaturahmi, kami mengajak masyarakat untuk selalu giat berolahraga, menjalin kebersamaan, guyub rukun dan menikmati hiburan dan aneka jajanan dari UMKM dan KWT untuk pemberdayaan masyarakat. Tagline hari jadi kali ini adalah Condongcatur Juara di usia 78 tahun,” ujarnya.

Bendera start dikibarkan oleh Ketua Panitia Hari Jadi Ke-78, Sahid Fahrudin. Peserta gowes menempuh perjalanan 15.2 km yang dipandu Tim Marshal Algojo, RAPI  yang memberi petunjuk arah jalan di setiap pertigaan atau perempatan jalan agar peserta yang mengikuti gowes aman dan lancar.

Sementara peserta yang tidak mengikuti gowes setelah pengibaran bendera start mereka mengatur barisan berjajar rapi di lapangan untuk mengikuti senam.

Di tenda stand Kuliner lapangan tersedia aneka makanan dan jajanan yang disajikan kelompok UMKM , KWT maupun pedagang lain. Semua laris jualan diserbu para peserta fun bike dan senam sambil menikmati hiburan dangdut dari OM Mahardika sambil menunggu undian doorprize.

Koordinator acara fun bike, senam dan kuliner,  Wahyu Nurendra menjelaskan, dalam gelaran kali ini hadiah utama seperti tahun-tahun sebelumnya dan kali ini 2 (dua) ekor sapi, 10 sepeda, kulkas, mesin cuci, TV, Kopas Angin, Kompor gas dan puluhan doorprize lainnya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada sponshorship acara ini seperti dari Bank BPD DIY, Bank Sleman, Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Universitas Mercubuana Yogyakarta, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Notaris Winahyu, PT. Duta Bumi, GKI Gejayan maupun semua pihak yang terlibat khususnya warga Padukuhan Ngringin dan Ngropoh, Karangtaruna Bhaktiloka, Destana – KSB, Linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa yang telah membackup acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ucapnya.

Selanjutnya yang beruntung mendapatkan masing-masing satu ekor sapi sebagai hadiah utama doorprize adalah Fatwa Ilham Pangestu yang masih berusia 14 tahun warga Joho dan Aqwa Manggala berusia 9 tahun warga Gorongan Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)




Peringatan Hari Ibu PKK Tamanan Diwarnai dengan Nuansa Jawa

Kalasan – PKK Padukuhan  Tamanan, Tamanmartani Kapanewon Kalasan memperingati Hari Ibu dengan nuansa Budaya Jawa. Seluruh rangkaian acara menggunakan Bahasa Jawa mengenakan pakaian Jawa. Peringatan hari Ibu tahun 2024 berlangsung Minggu (22/12/2024) di Balai Padukuhan setempat. Kegiatan juga menghadirkan Duta Ibu Memanggil Polda DIY dan BMM (Baitulmal Muamalat) sebagai mitra kegiatan.

Ketua PKK Padukuhan Tamanan Wahyu Widayati dalam sambutanya mengatakan, Peringatan Hari Ibu Tahun 2024 dilaksanakan Bersama Polri dan Duta Ibu Memanggil dengan tema Pola Asuh Anak dan Ketahanan Pangan.

Dangan Tema itu, Lanjut Wahyu Widayati yang biasa dipanggil Wiwid,  ibu-ibu anggota PKK bisa mengambil hikmah dari sejarah perjuangan kaum ibu.

“Dalam masa kekinian, tugas ibu semakin berat untuk mempersiapkan generasi  tangguh dan cerdas yang untuk itu harus dimulai salah satunya dengan pola asuh anak secara  benar dan baik,” ungkap Wiwid.

Menyinggung tema ketahanan pangan, Wiwid menuturkan, kegiatan yang selama ini dilaksanakan secara kelompok bersama KWT Sumber Boga bisa diperluas dengan bertanam dilahan pekarangan secara mandiri, bisa tanaman obat, sayuran maupun buah bahkan berternak ayam.

“Yang penting ibu-ibu dapat beraktifitas produktif memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu bertindak sebagai pemateri pertama yang juga dari KIM Kalasan Bersahabat, Tri Joko S dalam isiannya mengatakan, sejak setelah konggres perempuan pertama di Yogyakarta, kaum perempuan mempunyai peran yang sama dengan kaum laki-laki, tetapi tidak meninggalkan kodratnya.

“Kaum ibu telah berkiprah bersama kaum bapak Daman pembangunan. Porsi itu harus diambil secara tepat dan benar,” tutur Tri Joko.

Dalam pada itu Tri Joko juga mengatakan, kaum Ibu adalah tiang negara karena kaum ibu rata-rata lebih dekat dengan putra putrinya. Oleh karena itu bimbimbingan, asuhan dan pendampingan harus selalu dilakukan agar putra putrinya tidak salah pergaulan.

“Apabila dalam keluarga putra putri mendapat perhatian dan kasih sayang, maka kemungkinan kecil anak mencari perhatian pada orang lain yang belum tentu baik,” tegasnya.

Terkait kehadiran Duta Ibu Memanggil, delegasi yang berjumlah tujuh orang itu memberikan bimbingan dan arahan serta motivasi kepada PKK agar senantiasa dekat dan mengetahui aktivitas anaknya.

“Menyapa setiap saat adalah upaya pengurangan resiko terhadap aktifitas negatif. Setiap saat ibu  menyapa dan mengingatkan terhadap tugas-tugas yang mungkin diberikan oleh guru kepada anaknya. Secara internal dibiasakan ibu memanggil anaknya, tetapi eksternal ibu memanggil duta atau petugas bila sewaktu-waktu memerlukan bantuan untuk menyelesaikan masalah,” jelas Tri Joko.

Dalam kesempatan yang sama ibu-ibu  juga mendapatkan arahan baik dari Polsek Kalasan maupun dari BMM. Masing-masing menyangkut rencana pemeriksaan kesehatan berbayar minyak jelantah maupun upaya ketersediaan pangan dalam keluarga yang terjamin kuantitas dan kualitasnya. Dalam hal kualitas yang dimaksud ketersediaan pangan hasil tanam sendiri tanpa menggunakan pupuk kimia. (Tri Joko S – KIM Kalasan Bersahabat)




Peternak Banyuraden Ikuti Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Pupuk Kascing

Pupuk adalah salah satu sarana penting di sektor pertanian guna menunjang tingginya hasil produksi tanaman. Pupuk Kascing didapatkan dari bekas budidaya cacing atau kotoran cacing yang memiliki kandungan hara tinggi yang dibutuhkan tanaman. Untuk dapat membuat pupuk Kascing berikut pemasarannya, kelompok peternak dari berbagai wilayah di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping mengikuti pelatihan pembuatan pupuk Kascing yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Banyuraden yang berlangsung di Rumah Produksi Pupuk Kompos Farmer Speed, Dusun Kalisoro, Kalurahan Umbul Martani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Sabtu (21/12/2024).

Kegiatan peningkatan kapasitas yang diampu oleh Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono ini diikuti oleh penyuluh pertanian, dukuh sebagai pendamping, ketua gabungan kelompok tani, beserta perwakilan anggota kelompok peternak Guyub Rukun Patran, Andini Makmur Banyumeneng, Guyub Rukun Tegalyoso, Gibas Waras Dukuh, Ngudi Makmur Dowangan, Mendo Ngremboko Kradenan, Sido Maju Sukunan, Mendo Farm Sukunan, Barokah Jaya Patuk, Kelompok Ternak Kanoman, termasuk Rintisan Kelompok Ternak Kambing Dowangan dan Sanggrahan.

Mereka sangat antusias untuk mendalami teknik pengolahan limbah organik bekas budidaya cacing menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurut Sulung, pelatihan ditujukan guna memberikan pengetahuan praktis kepada para peternak mengenai pembuatan pupuk kompos kascing menggunakan limbah organik.

“Pupuk kascing dari hasil penguraian cacing tanah memiliki manfaat besar bagi kesuburan tanah dan kesehatan tanaman, sehingga berpotensi menjadi alternatif usaha yang menjanjikan,” imbuhnya.

Hal senada dituturkan Sudarisman selaku Lurah Banyuraden bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat peternak di wilayahnya. Selain dapat mengurangi limbah, pupuk kascing juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelompok peternak di Banyuraden. Dirinya berharap, usai mengikuti pelatihan dan memiliki ilmu yang baru para peternak dapat mempraktikkan hasil pelatihan di kelompoknya masing-masing.

Pelatihan ini merupakan langkah nyata dari Pemerintah Kalurahan Banyuraden bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden dalam mendukung inovasi dan pengembangan ekonomi di tingkat peternak lokal. Upaya ini memiliki manfaat ganda, yakni pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Harapannya, para peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang didapatkan saat ini dengan sebaik-baiknya, serta menjadikan pupuk kascing sebagai produk unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga demi memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan.

Acara diawali dengan pemaparan teori yang disampaikan oleh Eko Nursidik selaku narasumber dari praktisi Rumah Produksi Pupuk Kompos Farmer Speed yang mencakup persiapan media dan cacing, pembuatan bedengan, pengisian media, pemilihan jenis cacing, proses fermentasi limbah organik, pemanenan kascing, penyaringan, hingga teknik pengemasan yang menarik untuk dipasarkan. Para peserta terlihat antusias mencatat dan berdiskusi terkait peluang usaha dari produk ini.

Pembuatan pupuk kascing menghadapi beberapa kendala yang sering dialami oleh peternak dan produsen. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan bahan baku yang berkualitas, seperti limbah organik yang sudah difermentasi dengan baik. Jika bahan baku tidak sesuai standar maka proses penguraian oleh cacing menjadi tidak optimal, sehingga kualitas pupuk yang dihasilkan menurun.

“Selain itu, faktor cuaca, seperti suhu yang terlalu panas atau hujan berlebih, juga dapat mengganggu kelembapan media cacing yang berakibat pada penurunan produktivitas,” terang Eko dihadapan para peternak.

Kendala lainnya yaitu minimnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola media cacing secara efisien. Banyak peternak yang belum memahami cara menjaga keseimbangan nutrisi dalam media dan teknik pemisahan cacing dari kascing yang tepat. Selain itu, pemasaran produk pupuk kascing juga menjadi tantangan, terutama bagi produsen skala kecil yang belum memiliki akses ke jaringan distribusi yang luas atau kemampuan memanfaatkan platform digital untuk promosi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KORMI Pasuruan Pelajari Strategi Pengelolaan KORMI Kabupaten Sleman

Sleman – Keterbukaan serta kekompakan dan semangat  pengurus menjadi kunci dalam mengelola kegiatan KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman. Hal tersebut yang dikatakan oleh Ketua KORMI Sleman, Suparman APP saat menerima kunjungan Pengurus KORMI Kabupaten Pasuruan di Sekretariat KORMI jalan Palagan  Km 10.3, Rejodani ,Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta pada Sabtu (21/12/2024).

“Kami berupaya untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi baik ada atau tidak ada anggaran. Kami berupaya agar tetap kuat, mengedepankan kekeluargaan dengan berkumpul secara informal di sekretariat. Kami juga masih dalam proses belajar jadi kita tukar pengetahuan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Suparman APP juga menjelaskan tentang sejarah berdirinya KORMI Kabupaten Sleman.

“KORMI Kabupaten Sleman ,Kepengurusannya berasal dari unsur masyarakat biasa, bukan dari unsur  ASN ,kami mempunyai amanah tugas membantu pemerintah dalam pengembangan dan membudayakan  olahraga masyarakat serta  mengawal program Pemerintah Sleman salah satunya  menuju Sleman Sehat ,” ujarnya.

“Tahun 2021 sd 2022 belum ada dana dari Pemerintah Daerah kami mengawali dengan gotong royong dari internal pengurus ,serta menggali potensi di lingkungan sekitar. Tahun 2023 baru mendapatkan dana hibah 750 juta dan Tahun 2024 mendapatkan dana hibah kembali 500 juta,” tambah Suparman. (Endarwati/KIM Donoharjo)