PCM Berbah Gelar Pengajian Triwulan Perdana

Sleman – Majlis Tablig Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah menyelenggarakan kegiatan pengajian triwulan, pada hari Minggu, 22 Desember 2024 bertempat di Gedung Serbaguna Kalurah Jogotirto, Berbah,  Sleman.

Ketua PCM Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi menyampaikan bahwa  pengajian triwulan bukan merupakan pengajian baru. Karena di setiap ranting Muhammadiyah sudah memiliki pengajian Ahad pagi di setiap Ranting Muhammadiyah.

“Namun setiap tiga bulan sekali dari pengajian rutin ranting  digabungkan  menjadi satu nanti tempatnya bergiliran. Tujuan diadakan pengajian  bersama-sama sebagai sarana syiar Muhammadiyah,” ucap  Hanifi.

Dalam pengajian ini Majelis Ekonomi Muhammadiyah juga menyediakan beras murah dengan harga 40 ribu rupiah per pak (isi 3 kg). Beras tersebut merupakan produksi dari Jaringan Petani Muhammadiyah  (JATAM) .

“Namun bagi para peserta yang mendapatkan voucher potongan harga  20 ribu rupiah. Voucher diperuntukkan bagi duafa , yatim dan pamong sekolah amal usaha Muhammadiyah,” pungkas Hanifi.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Niko Agung Kuncoro mengajak warga Muhammadiyah menjauhkan diri dari kebiasaan sehari-hari yang mengarah kepada kesyirikan,

“Kebiasaan berprasangka akan terjadi kesialan atau terjadi sesuatu hal berdasarkan kejadian yang dialami disebut Thiyarah,” ungkap ustadz Niko.

“Thiyarah bisa dari akibat kejadian atas hewan misal ada suara burung gagak sebagai pertanda akan ada orang meninggal. Menabrak kucing dijalan akan mendapatkan kesialan. Thiyarah kepada angka meyakini angka tertentu  akan membawa kesialan seperti angka13. Juga kebiasaan thiyarah kepada waktu tertentu yang akan mendatang kesialan tanggal, hari dan bulan tertentu,” ujarnya.

“Seperti yang sering terjadi bahwa tidak boleh melakukan pernikahan pada bulan Suro karena akan menjadikan pernikahan tidak baik,” tambahnya.

Namun demikian, lanjutnya, kita juga harus berusaha menghormati tradisi adat istiadat yang ada di suatu tempat seperti yang terjadi di masyarakat bali.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Karang Taruna Wira Muda Banyuraden Ikuti Pelatihan dan Outbound Kepemimpinan Guna Merevitalisasi Organisasi

Guna meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus merevitalisasi struktur organisasi Karang Taruna, maka Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan outbond kepemimpinan bagi pengurus dan anggota Karang Taruna Wira Muda Banyuraden yang dilaksanakan di Desa Wisata Pancoh, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Minggu (22/12/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Karang Taruna dan 5 Pamong Kalurahan Banyuraden. Pelatihan difokuskan pada penguatan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen konflik. Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman, Samirin yang berpengalaman di bidang pemberdayaan pemuda.

Agenda utama dalam pelatihan tersebut adalah sesi diskusi interaktif yang mengangkat tema ‘Pemimpin Muda dan Tantangan Masa Depan’ yang dipantau langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Pj. Kamituwa Banyuraden, Sulung Pramono serta ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kalurahan Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri.

Dalam sambutannya, Sudarisman menuturkan bahwa pelatihan perlu dilakukan karena dirancang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan anggota Karang Taruna agar mampu memimpin dan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi. Para peserta pun diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai strategi menghadapi tantangan di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan ide-ide yang mereka sampaikan.

“Semoga kegiatan ini menjadi momen untuk menata ulang struktur kepengurusan karang taruna agar lebih efektif dan relevan dengan tantangan zaman,” harap Sudarisman.

Selain pelatihan, kegiatan outbound menjadi bagian menarik yang dirancang untuk membangun semangat kebersamaan dan kerjasama tim. Berbagai permainan dan simulasi dilakukan di alam terbuka, memanfaatkan suasana segar dan hijau khas Desa Wisata Pancoh. Para peserta menikmati setiap aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun keterampilan komunikasi yang efektif.

Lebih lanjut, acara ini juga menjadi momentum penting untuk merevitalisasi kepengurusan Karang Taruna Banyuraden. Dalam sesi khusus, dilakukan musyawarah bersama untuk memilih dan menetapkan pengurus baru yang siap membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Proses ini berjalan lancar dengan semangat demokrasi yang tinggi diantara para anggota.

Sementara, Sulung Pramono selaku Pj. Kamituwa Banyuraden mengungkapkan kegiatan merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan desa. Pihaknya berharap melalui pelatihan ini, pemuda Banyuraden semakin berdaya dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri karena karang taruna memiliki peran sebagai penggerak pembangunan sosial di desa.

“Kepengurusan yang baru terbentuk diharapkan membawa inovasi dan sinergi yang lebih kuat dengan masyarakat,” kata Sulung.

Adapun hasil musyawarah yang dipandu oleh Samirin selaku Ketua karang Taruna Kabupaten Sleman diputuskan Diky Alamsyah sebagai Ketua, Puput Anisa Mutiarani sebagai Sekretaris, serta Naya Mega Putri sebagai Bendahara.

Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pembacaan deklarasi komitmen pengurus baru. Suasana penuh semangat dan optimisme terasa, menandai awal baru bagi Karang Taruna Wira Muda Banyuraden untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Melihat Kontes Aglaonema di Javaglonema Festival

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan kontes  Aglaonema, panitia Javaglonema Festival #2 yang berlokasi di Paten Tridadi Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan selama 3 hari pada Jumat tanggal 20 Desember 2024 sampai Minggu, 22 Desember 24.

Demikian disampaikan Pak Hanif, ketua kelompok tani Aglonema Javaglonema Milenial di sela acara kontes Aglaonema Minggu 22 Des 24.

Hanif menjelaskan, Ketua Kelopok Tani Aglonema Javaglonema Milenial menuturkan bahwa kontes yang dilaksanakan pada tahun kedua ini dimeriahkan oleh berbagai kegiatan.

“Pada hari pertama diselenggarakan lomba senam Sleman bangkit, donor darah, cek kesehatan,  lomba mewarnai, pelatihan budidaya aglaonema serta lomba hadroh. Hari kedua ada  pentas seni dan hiburan, talkshow pencegahan stunting,  mewarnai tingkat SD, workshop pelatihan budidaya aglaonema, lomba aglaonema art, dan live musik. Sementara pada hari ketiga diselenggarakan senam masal, kontes aglaonema,  pentas musik dan penyerahan hadiah kontes aglonema,” ujarnya.

Hanif menuturkan bahwa kontes Aglaonema diikuti beberapa pecinta aglaonema dari luar kota seperti Bogor, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Magelang, Malang, Pasuruan, dan Bali.

“Adapun kontes diselenggarakan adalah kelas Umum (tunggal/dewasa), kelas jouvenile, kelas majemuk, jouvenile greg hybrids, tunggal dewasa greg hybrids, majemuk greg hybrids dan aglonema art,” imbuhnya.

Hanif juga menjelaskan bahwa petani Aglaonema yang tergabung pada Komunitas Javaglonema Milenial Padukuhan Paten saat ini berjumlah 92 Petani.

“Dalam perjalanannya, Javaglonema Milenial secara intens didukung oleh Dinas Pertanian Kab. Sleman dan Pemerintah Kalurahan Tridadi. Pada berbagai event kami juga sering diminta sebagai Narasumber oleh Dinas Pertanian Sleman,” jelasnya.

“Harapan ke depan, kampung Paten ini akan diproyeksikan menjadi kampung wisata Aglaonema. Direncanakan ada green house di rumah-rumah warga, ada paket edukasi, wisata,  dan jual beli,” tandasnya mengakhiri perbincangan. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Warga Sidoharjo Bangun Semangat Gotong Royong dengan Rutin Melakukan Kerja Bakti

Sleman – Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan adalah kewajiban segenap warga masyarakat. Salah satunya yang terlihat di RT 06 Sidoharjo Turi, di mana segenap bapak, ibu dan pemuda kompak dalam dalam acara kerja bakti pada hari Minggu pagi, 22 Desember 2024.

“Kerja bakti untuk para bapak berupa pengecoran bahu jalan aspal baru jalan tembus Sidosari yang menghubungkan Sidoharjo dengan Bangunsari,” ujar Sutrisno, Ketua RT 06.

Sementara untuk ibu-ibu dengan membersihkan rumput-rumput dan sampah di gang RT 06, menuju utara hingga perempatan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi warga.

“Sementara untuk pemuda membersihkan pohon yang menggangu keindahan dan keselamatan karena kabel lampu yang berbahaya jika tidak dibersihkan pepohonan yangmelingkupinya,” tambahnya.

Sutrisno menuturkan, selain agar lingkungan lebih bersih, tujuan kerja bakti ini juga untuk menumbuhkan semangat Gotong Royong antar warga Masyarakat.

“Agar tetap menjadi kebiasaan warga agar selalu menjaga kebersihan, kekompakan, dan kerjasama antar Warga,” ungkap Sutrisno.

“Dengan lingkungan yang bersih, risiko terjadinya berbagai penyakit dapat diminimalisir, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat meningkat,” imbuhnya. (Arief Hartanto/KIM Turi Kertomandiri)




Pemkal Banyuraden Beri Pelatihan Manajemen Bagi Wirausaha Kelola Usaha Secara Profesional

Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengelola usaha secara profesional, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus membantu membangun struktur kelembagaan yang lebih baik sehingga mampu bersaing secara kompetitif di pasar, maka Pemerintah Kalurahan Banyuraden memberikan pelatihan manajemen bagi para wirausaha setempat.

Kegiatan yang berlangsung di Omah Kopi Cokrowijayan, Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (20/12/2024) dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman yang didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama dan Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, serta Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kalurahan Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri. Pelatihan manajemen UMKM diikuti oleh 30 pelaku usaha yang antusias untuk memperdalam wawasan mengenai manajemen usaha.

Dalam sambutannya, Sudarisman menyampaikan pentingnya penguatan kelembagaan bagi pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui pelatihan ini, Ia berharap para wirausahawan dapat meningkatkan kompetensi, terutama dalam manajemen keuangan dan pemasaran sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas atau pasar global.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, termasuk pakar manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta konsultan bisnis. Salah satu materi yang disampaikan adalah strategi pengelolaan usaha yang berkelanjutan dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman, seperti digitalisasi dan persaingan global yang diberikan oleh Nuradi Indra Wijaya dari Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman.

Peserta pelatihan juga mendapatkan panduan praktis tentang pengelolaan keuangan usaha. Materi ini sangat relevan mengingat banyak pelaku usaha yang masih menghadapi kendala dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha yang seringkali menjadi penyebab stagnasi perkembangan usaha mereka.

Selain itu, kegiatan peningkatan kapasitas ini memberikan fokus khusus pada optimalisasi pemasaran digital. Para peserta diajarkan cara memanfaatkan platform digital seperti media sosial dan e-commerce untuk memperluas jangkauan produk mereka. Pemateri juga berbagi pengalaman sukses menggunakan teknologi dalam meningkatkan penjualan.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Banyak peserta yang memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung mengenai permasalahan spesifik yang mereka hadapi dalam menjalankan usahanya. Salah satu peserta, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberinya banyak inspirasi untuk mengembangkan usahanya.

Pelatihan ini diakhiri dengan pernyataan komitmen dari para peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka dapatkan. Sebagai tindak lanjut, pemerintah Kalurahan Banyuraden akan melakukan pendampingan berkala agar para pelaku usaha dapat menerapkan strategi yang telah dirumuskan selama pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kalurahan Banyuraden semakin kuat dalam mengelola kelembagaan dan usaha mereka. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)