Sekolah Air Hujan Banyu Bening Terima Penghargaan Praktik Terbaik Penyelenggara 5 Pilar STBM Paripurna di Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan memberikan penghargaan kepada Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang terletak di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Sekolah tersebut dinobatkan sebagai praktik terbaik dalam implementasi 5 Pilar STBM Paripurna di Kabupaten Sleman.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, , kepada Sri Wahyuningsih selaku Kepala Sekolah Air Hujan Banyu Bening pada 18 Desember 2024 dalam sebuah seremoni peringatan hari kesehatan nasional ke-60 yang berlangsung di Atrium Shinta Sleman City Hall, Jalan Magelang Yogyakarta.
Dalam sambutannya, dr. Cahya Purnama mengapresiasi upaya Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berhasil menjadi teladan dalam menerapkan kelima pilar STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
“Keberhasilan sekolah ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar dr. Cahya.
Sri Wahyuningsih selaku Kepala Sekolah Air Hujan Banyu Bening menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diterimanya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua murid.
“Kami berkomitmen menjadikan sekolah ini sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat sekitar terkait pentingnya sanitasi dan pengelolaan lingkungan yang baik,” katanya.
Sekolah Air Hujan Banyu Bening dikenal inovatif dalam pendekatannya terhadap STBM. Salah satu program unggulan mereka adalah pengelolaan air hujan sebagai sumber air bersih alternatif. Dengan fasilitas penampungan dan penyaringan air hujan yang moderen, sekolah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih secara mandiri, tetapi juga mengedukasi para siswa mengenai pentingnya konservasi air. Selain itu, sekolah ini juga aktif mengelola bank sampah dan mengolah limbah organik menjadi kompos yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah di area sekitar sekolah.
Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan. Dinas Kesehatan Sleman juga menegaskan akan terus mendukung upaya pendidikan berbasis sanitasi melalui pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas yang mendukung.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Sekolah Air Hujan Banyu Bening semakin mengukuhkan dirinya sebagai pelopor dalam penerapan sanitasi berbasis masyarakat di Sleman. Harapannya, praktik baik ini dapat direplikasi di wilayah lain guna menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



