Institut Pendidikan Asal Malaysia Belajar Membuat Ecoprint di Padukuhan Joho

Sleman – Padukuhan Joho Condongcatur Depok Sleman, menerima rombongan tamu sebanyak 33 orang dari Institut Pendidikan Guru Darul Aman Kedah Malaysia dalam kegiatan pelatihan ecoprint, sebuah metode membatik ramah lingkungan yang menggunakan daun dan tumbuhan alami, Jumat (22/11/2024).

Kegiatan ini dipandu Ibu-ibu kampung STEM (Sains, Teknologi, Engineering, Mathematics ) Padukuhan Joho, yang menjelaskan langkah-langkah pembuatan kain ecoprint. Peserta diajak memilih daun dan bunga lokal untuk menghasilkan motif alami di atas kain. Proses dimulai dari penyusunan pola daun, penekanan untuk mentransfer pigmen alami, hingga perebusan untuk mengunci warna

Tenaga pengajar dari Seameo Qitep in Mathematics sekaligus pendamping kampung STEM, Ummy Salmah menjelaskan tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk melihat bagaimana STEM diaplikasikan di komunitas atau masyarakat khususnya di Kampung STEM Joho.

” Harapannya ke depan Kampung STEM Joho dapat semakin berkembang dan memberikan lebih banyak manfaat dan dampak baik khususnya bagi masyarakat di Padukuhan Joho, serta memberikan inspirasi bagi komunitas atau masyarakat lainnya di luar Padukuhan Joho,” tuturnya

Rombongan Malaysia tampak terpesona dengan keindahan dan kesederhanaan teknik ecoprint yang tidak hanya menciptakan kain bermotif unik tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang filosofi dan nilai budaya dalam motif-motif yang dihasilkan

“Saya sangat senang dan kagum dengan hasil karya ecoprint, dan menjadi pengetahuan baru dan berharga yang akan saya bawa kembali ke Kedah Malaysia,” ucap salah satu peserta.

Dukuh Joho, Retnaningsih, yang turut mendampingi menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk promosi budaya yang mempererat hubungan antarnegara sekaligus memperkenalkan teknik membatik yang inovatif. Ia juga berharap peserta dapat mengadopsi pengalaman ini untuk memperkaya pembelajaran di negara mereka

Acara ditutup dengan foto bersama kain hasil ecoprint yang telah dibuat oleh peserta, meninggalkan kenangan indah dan kesan mendalam bagi rombongan Institut Pendidikan Guru Darul Aman Kedah Malaysia. (Wasana/KIM Depok)




Masa Jabatan Selesai, Pjs Bupati Sleman Serahkan Tugas ke Bupati Sleman

Sleman – Penjabat sementara Bupati Sleman melakukan serah terima pelaksanaan tugas kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Sabtu (23/11) di Pendopo Parasamya Sleman. Penyerahan ini menjadi tanda berakhirnya masa jabatan Kusno Wibowo sebagai Pjs Bupati Sleman yang telah dilaksanakan sejak 24 September lalu. Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis dengan didampingi Wakil Bupati Sleman, dan disaksikan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan DIY.

Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo, pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik selama 2 bulan terakhir. Kusno berharap sinergitas Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Instansi vertikal maupun pemangku kepentingan lainnya akan semakin kompak dalam menyejahterakan masyarakat Sleman.

“Saya yakin Kabupaten Sleman akan terus melangkah maju dan lebih berkembang lagi. Saya juga ingin menyampaikan bahwa kemajuan yang kita raih selama ini adalah hasil sinergi kerja keras seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta,” kata Kusno.

Kusno Wibowo juga menerangkan, terdapat 5 point kegiatan yang telah ia laksanakan sebagai Penjabat sementara Bupati Sleman, yaitu memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan daerah bersama DPRD, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, memastikan tahapan-tahapan Pilkada Sleman berjalan dengan baik, menjaga netralitas ASN, dan menjaga stabilitas ekonomi di wilayah. 

Di samping itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada Kusno Wibowo yang telah melaksanakan tugas sebagai penjabat sementara Bupati Sleman. Ia berharap, Kusno dapat terus memberikan dukungan positif untuk kemajuan masyarakat Sleman.

“Saya berharap, selepas menjabat Pjs Bupati Sleman, karier Bapak Kusno Wibowo akan terus meningkat dan tetap berkomitmen membantu masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sleman,” begitu kata Kustini.

Kustini mengatakan pengabdian Kusno Wibowo sebagai Penjabat sementara Bupati Sleman akan menjadi jejak yang baik bagi aparat dan masyarakat Kabupaten Sleman.




Masuki Hari Tenang, APK di Gamping Mulai Dicopoti

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman bersama Jagabaya dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) setempat melaksanakan kegiatan pencopotan alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 pada Minggu (24/11/2024) dengan menyisir APK yang terpasang di sepanjang jalan Siliwangi dan jalan Kabupaten Sleman di wilayah Padukuhan Salakan, Bedog, Ngawen, Kronggahan I, dan Kronggahan II.

Pencopotan Alat Peraga Kampanye dilakukan karena telah memasuki masa tenang sesuai dengan program dan jadwal kegiatan kampanye pemilihan yang tertuang dalam lampiran I Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 tahun 2024 tentang kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota.

Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga netralitas dan menegakkan aturan pemilihan di wilayahnya. Menurutnya, Suasana hari tenang yang kondusif penting untuk mengurangi potensi konflik atau perselisihan antar pendukung pasangan calon. Dengan mencopot APK, ketegangan antar pendukung dapat diminimalkan, serta menciptakan lingkungan yang lebih damai menjelang pemungutan suara.

“Kami bekerjasama dengan Jagabaya dan Satlinmas untuk memastikan tidak ada Alat Peraga Kampanye yang masih terpasang di hari tenang,” ujarnya.

Proses pencopotan yang dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai pengampu keamanan serta didampingi Pengawas Pemilu tingkat kalurahan dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga sore hari. Alat Peraga Kampanye yang dicopot meliputi spanduk, baliho, dan rontek. Kegiatan dilaksanakan karena hari tenang adalah masa dimana segala bentuk kegiatan kampanye, termasuk pemasangan APK dilarang dipasang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini untuk memberikan waktu kepada pemilih agar dapat merenungkan pilihannya tanpa pengaruh kampanye yang berlangsung hingga detik terakhir.

Pencopotan APK tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang hari pemungutan suara yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Adnan pun berharap seluruh tim kampanye dan masyarakat untuk mematuhi peraturan yang berlaku demi menciptakan pemilihan yang damai dan demokratis di wilayahnya.

Keberadaan Satlinmas dan Jagabaya dalam kegiatan ini turut membantu memastikan kelancaran proses pencopotan tanpa ada gangguan dari pihak yang berkepentingan. Jagabaya Trihanggo, Suyana WH, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah ini demi menciptakan suasana hari tenang yang damai dan kondusif.

Adapun hasil pencopotan didapatkan Alat Peraga Kampanye sebanyak 136 buah dengan rincian rontek sebanyak 32 buah (Paslon 1) dan 91 buah (Paslon 2), baliho sebanyak 3 buah (Paslon 1) dan 7 buah (Paslon 2), serta sebanyak 3 buah spanduk dari Paslon 2.

“Pencopotan APK di hari tenang seperti ini penting dilakukan agar peserta kampanye tetap tertib dan tidak mengganggu kenyamanan warga,” tegas Suyana.

Barang-barang tersebut setelah didata selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut. Kegiatan ini juga memberikan pesan kepada masyarakat bahwa peraturan pemilihan harus dihormati oleh semua pihak.

Di akhir kegiatan, Adnan selaku Ketua PPS Trihanggo berharap kegiatan ini sebagai pengingat bagi seluruh tim kampanye peserta pemilihan agar lebih mematuhi aturan. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau dan melaporkan jika masih ada alat peraga kampanye yang masih terpasang di wilayahnya.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 dapat berjalan dengan lebih tertib, adil, dan demokratis sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi seluruh masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tingkatkan Kapasitas, Kalurahan Donoharjo Adakan Pembinaan Rois

Forum Rois memiliki banyak fungsi diantaranya sebagai wahana untuk sharing tentang masalah ke Rois-an di lingkungan masing-masing , juga dapat dimanfaatkan untuk menyamakan hal-hal tehnis.

Demikian disampaikan Handoyo, Kepala KUA Ngaglik dalam acara pertemuan dan pembinaan Rois se-kalurahan Donoharjo Minggu (24/11/2024) di Aula Kalurahan Donoharjo.

Handoyo juga mengimbau para Rois untuk terus berusaha meningkatkan kemampuan dalam berdoa. 

“Mari, jumlah bacaan yang dikuasai terus ditingkatkan, cara membacanya juga ditingkatkan. Jika memberikan sambutan buatlah se efektif mungkin, tidak perlu mengulang sambutan dari pembicara sebelumnya,” tegasnya.

Handoyo juga mengingatkan tentang perbedaan yang sering terjadi tentang tata cara ke Rois-an. 

“Aktivitas kaum Rois di banyak tempat sudah pasti banyak perbedaannya tapi kita cari persamaannya yang penting sesuai dengan esensi syariat nya. Perbedaan tidak perlu diperdebatkan agar toleransi semakin tinggi,” tukas Handoyo.

“Saya berharap Bapak-Bapak tetap semangat. Kegiatan Rois menyentuh langsung masyarakat, mari kita jaga keikhlasan dengan ada atau tidaknya dukungan Pemerintah,” imbunya.

Sementara itu ditemui usai menyerahkan jas sebagai tali asih,  Kamituwa Donoharjo Dani Prasetyo menyampaikan bahwa tujuan pembinaan dari KUA untuk memotivasi semangat para Rois dalam mengabdi dan melayani masyarakat.

Dani juga menjelaskan bahwa pertemuan Rois sudah diselenggarakan secara rutin 2 bulan sekali pada minggu terakhir

“Harapannya forum Rois tetap netral tidak berpihak ke kelompok agama manapun maupun kepentingan kelompok tertentu dan semoga forum Rois ini tetap berjalan secara rutin dan bisa sebagai sarana sharing dan diskusi masalah ke Rois-an yang ada di Padukuhan,” tandas  Dani. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Teacher Journey Conference dan Launching Buku Guru Tanpa Batas Waktu

Sleman – Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah se-Sleman dan Unisa Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Pendidikan, Teacher Journey Conference, Be A Good and Inspiring Teacher sekaligus peluncuran buku Guru Tanpa Batas Waktu. Kegiatan diselenggarakan di Gedung Siti Moenjijah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu, 23 November 2024.

“Bahwa guru itu bisa belajar dari murid sehingga dari sekolah SMP Muhammadiyah di Sleman muncul inspirasi yang tertuang dan tertulis dalam kisah-kisah inspiratif dalam buku Guru Tanpa Batas Waktu,” ujar Faisal Isnan, anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari FBSB UNY sebagai mitra BKS dalam terbitnya buku Guru Tanpa Batas Waktu,

Selanjutnya dalam sambutan dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Umi Rohmiyati, mengucapkan selamat kepada BKS SMP Muhammadiyah Sleman atas pengembangan literasi yang telah dilakukan sehingga bisa menginspirasi BKS yang lain, tidak hanya SMP.

“Dalam membangun tradisi literasi bisa mewujudkan sebuah buku. Bahkan nanti bisa berkembang di kalangan siswa sebagai pengembangan literasi,” ungkapnya.

“Hal ini karena guru bisa menginspirasi siswa untuk terus menumbuhkan minat literasi dalam kegiatan sekolah. Menjadi warisan intelektual bagi anak bangsa karena guru itu rahim anak bangsa untuk melahirkan generasi terbaik bangsa. Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman sekaligus melaunching Buku Guru Tanpa Batas Waktu,” tegas Umi.

Acara seminar juga menghadirkan Dr. Iwan Setiawan dosen Unisa Yogyakarta, Etyk Nurhayati, . I, serta Keynote Speech Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., ., ASEAN Eng, wakil Rektor Bidang Akademik UMY. (Arief Hartanto/KIM Turi)