DPRD Sleman Gandeng Dinas P3AP2KB Adakan Bimtek Pengarusutamaan Gender Kalurahan

Sleman – Bertempat di Joglo Padmo Padukuhan Gerjen, Margomulyo Seyegan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Aksi Pengarusutamaan Gender Kalurahan.

Kegiatan yang terselenggara melalui pokir Dewan ini mengundang 30 peserta perempuan dari unsur PKK, KWT, BPKal, UMKM dan Pamong Kalurahan, dan diselenggarakan selama dua hari yaitu Jumat (26/1/2024) dan Sabtu (27/1/2024)

Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Kalurahan Margomulyo, Sri Lestari yang menyampaikan bahwa perempuan sebagai tiang negara harus secara aktif melibatkan diri dalam pembangunan di wilayahnya.

“Perempuan tidak hanya sebagai “konco wingking” tetapi juga ikut dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Machmudah Arfiati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan isu0isu yang berkaitan dengan kesetaraan gender. Machmudah juga menyarankan pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di Kalurahan.

“Hal ini dikarenakan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan eksploitasi anak semakin meningkat. Satgas PPA ini nantinya dapat bertugas sebagai mediator kasus dan mengedukasi masyarakat tetang pengarusutamaan gender yang menempatkan hak perempuan dan anak pada tempatnya,” terang Machmudah.

Machmudah juga mengenalkan adanya gerakan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang mana Desa/Kalurahan dapat mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara terencana dan menyeluruh.

“Hal ini terkait dengan visi Kabupaten Sleman yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong,” terangnya.

Rahayu Widi Nuryani, Ketua Fraksi Komisi C DPRD Kabupaten Sleman dalam pengarahannya menyampaikan tentang pembangunan kesetaraan gender yang menyasar 5 kelompok yaitu perempuan, lansia, anak, disabilitas dan kelompok rentan.

Anggota Dewan yang sering dipanggil Nunung ini juga mengingatkan sebagai perempuan tetap menjalani pekerjaan sebagaimana kodratnya, namun di era sekarang peran perempuan harus ditingkatkan dalam pengambilan keputusan.

“Tidak lagi jamannya perempuan hanya sebagai konco wingking,” tukasnya.

Dihari pertama ini, Bimtek ditutup dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Wasingatu Zakiah dari LKP3A (Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak).

Zakiah menyoroti peran perempuan yang bisa dilakukan dalam tahapan perencanaan di wilayah baik secara politis, teknokratif, dan partisipatif. Zakiah menyontohkan dalam forum RPJMKal peran perempuan mestinya sudah terlihat dalam kegiatan musdus yang membawa suara perempuan dalam perencanaan pembangunan kalurahan.

“Ini artinya perempuan harus hadir disana dan bisa mempengaruhi forum sehingga terjadi perubahan sudut pandang dalam perencanaan pembangunan yang disebut sebagai rekayasa sosial. Demikian juga dalam mendengarkan suara dari anak anak yang harus diwadahi dalam forum anak,” tegas Zakiah.

Dihari kedua, Nelly Tristiana dari Yayasan Abisatya Yogya menjadi nara sumber yang memberikan materi Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender. Nelly menggaris bawahi bahwa gender dalam perspektif peran dan fungsi sosial.

Selanjutnya Nelly mengajak kepada peserta untuk aktif dalam menyuarakan aksi perempuan pelopor dengan mengangkat isu dan memberi solusi dari 6 siap yaitu siap ekonomi, siap sehat, siap pintar, siap hukum, siap politik dan siap lestari.

Sebagai produk bimtek kesetaraan gender ini, Nelly mengajak peserta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan mengambil permasalahan yang ada di lingkungan sekitar sekaligus memberi gagasan rencana yang akan dilakukan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Kunjungi Rumah Korban Bencana Angin Kencang di Berbah

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengunjungi rumah korban akibat hujan lebat dan angin kencang pada hari Sabtu (27/1/2024) di Sumber Kulon, Kalitirto, Berbah, Sleman.

Korban meninggal atas nama Jumirin 63 tahun  tertimpa gasebo yang roboh akibat terjangan hujan lebat disertai angin kencang pada jumat siang  tanggal 26 Januari 2024 dan sudah dimakamkan Jumat malam jam . Almarhum Jumirin meninggalkan anak satu yang masih kuliah di semester akhir. Sedangkan istrinya sudah mendahului berpulang beberapa waktu yang lalu.

Kunjungan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Sosial Sleman Mustadi, Kepala Satpol PP Shavitri Nurmala Dewi, Kepala BPBD Sleman Makwan, Penewu Berbah Tri Akhmeriyadi, dan Lurah Kalitirto Ariadi.

Kustini menyampaikan rasa berduka yang dalam atas meninggalnya Jumirin akibat bencana hujan lebat disertai angin kencang kemarin.

“Karena harus disadari Sleman salah satu wilayah yang memiliki 7 jenis bencana (erupsi merapi, banjir, tanah longsor, angin, kebakaran, kekeringan, gempa bumi) yang selalu mengintai dan bisa terjadi kapanpun,” kata Kustini.

Dalam kesempatan yang sama Kustini memberikan santunan sejumlah uang berserta sembako dan kebutuhan yang lain.

Kustini juga mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan berusaha memberikan bantuan untuk biaya perkuliahan anak korban.

“Bila kartu keluarga Sleman nantinya bisa mendapatkan keringan dalam biaya perkuliahan. Namun pihaknya akan berusaha membantu sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Kustini. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pengurus DPR PP PAUD Moyudan Masa Bakti 2024-2027 Dikukuhkan

Moyudan- Dewan Pimpinan Ranting Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPR PP PAUD) Kapanewon Moyudan masa bakti 2024-2027 telah resmi dikukuhkan di Ruang Abhirama lantai 2 Kapanewon Moyudan pada Jumat (26/01/2024).

Acara tersebut diikuti oleh 88 peserta yang terdiri dari 19 kepala lembaga paud non formal,  17 kepala Taman Kanak-kanak, pengurus forum paud serta perwakilan dari lembaga paud yang ada di Kapanewon Moyudan serta tamu undangan khusus. Hadir pada kesempatan itu  Panewu Moyudan, Panewu Anom, perwakilan dari KUA Moyudan, Dewan Pimpinan Cabang PP Paud Sleman yang diwakili oleh Resmi Widayati dan Ambar Sulistyaningrum, Ibu Paud Kapanewon Moyudan dan Para Ibu paud Kalurahan se-kapanewon Moyudan.

Pelantikan dilakukan oleh DPC PP Paud Sleman kepada Ketua  terpilih yaitu Triana Ratmiany. Sedangkan pengukuhan pengurus PP PAUD selain ketua dilakukan oleh Panewu Moyudan.

Dalam sambutannya Panewu Moyudan, Harsowasono menyampaikan apresiasinya terhadap  forum paud yang sudah merespon info dengan cepat, merealisasikan membentuk kepengurusan PP PAUD ditingkat kapanewon sehingga merupakan yang pertama terbentuk  di Kabupaten Sleman.

“Selamat mengemban amanah di PP PAUD, semoga lancar, maju, dan sukses,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC PP PAUD Sleman dalam sambutannya yang dibacakan Resmi Widayari menyampaikan ucapan selamat dan rasa bahagianya atas terbentuknya wadah bagi penyelanggara paud di Moyudan.

“Saya yakin segenap pengurus dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan baik meski kedepan  tantangan yang dihadapi tidaklah  ringan,” tuturnya.

Triana Ratmiany yang baru saja dilantik sebagai Ketua PP PAUD Moyudan menerangkan bahwa pengurus PP Paud terdiri dari unsur pemerintah kapanewon, pengelola atau kepala TK/RA, dan Pengelola/Kepala PAUD non formal.

“Diharapkan dengan wadah PP PAUD ini pengurus dapat  saling komunikasi dan koordinasi di dalam merencanakan, membuat, melaksanakan dan mengevaluasi program-program PP PAUD untuk mencapai tujuan bersama,” tandasnya. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).




Siap Sukseskan Pemilu 2024, PPS Sumbersari Gelar Bimtek Pemungutan Suara

Moyudan – Hujan deras tidak menyurutkan semangat anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Sumbersari mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan Suara.  Sugiyanto ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sumbersari mengapresiasi semangat anggota KPPS mengikuti Bimtek.  Ia mengajak seluruh anggota bekerja sungguh-sungguh sesuai ketentuan. 

“Marilah kita laksanakan tugas negara ini dengan cerdas dan tuntas, kerja dengan cermat dan akurat,” harapnya saat memberikan Orientasi Bimbingan Teknis Pemungutan Suara, Sabtu (27/1/2024) di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. 

“Awal sukses harus dilanjutkan dengan sukses berikutnya, yakni KPPS bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar. Salah satu indikator keberhasilan yaitu melaksanakan tiap tahapan dengan baik maka hari ini kita lakukan bimtek,” lanjut Sugiyanto.          

Materi Bimtek meliputi Tata Kerja, Kode Etik, Kode Perilaku KPPS, dan penghitungan suara.  Bimtek untuk KPPS Kalurahan Sumbersari diikuti 182 orang, dibagi menjadi dua gelombang.  Gelombang pertama Jum’at (26/1/2024) untuk petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 sampai dengan 13.   Gelombang  kedua digelar Sabtu (27/1/2027) untuk petugas TPS 14 sampai dengan 26. 

“Agar lebih efektif tiap gelombang diikuti 91 peserta, meliputi paparan materi, dialog dan simulasi.  Harapan kami materi lebih mudah dipahami,” lanjut Sugiyanto.  

Kegiatan simulasi memberi kesempatan kepada para peserta untuk melaksanakan secara nyata proses yang akan dilalui saat bertugas di hari H nanti.  Dalam simulasi, setiap TPS mendapatkan lembar soal untuk melengkapi beberapa dokumen yang disediakan.  Seluruh personal TPS bisa mencermati dan mengerjakannya.

Narasumber Bimtek adalah personil PPS Sumbersari C. Nina Widiyaningsih dan Sofia Salsabila serta Ketua PPS.  Nina menuturkan, para peserta nantinya akan mendapat buku panduan praktis untuk pedoman pelaksanaan.  

Tampak hadir pula dalam bimtek, Sukadi Lurah Sumbersari, Agus Iskandar Kamituwo, Babinsa, dan Babinkamtibmas Sumbersari.

Sukadi Lurah Sumbersari menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi semangat para peserta bimtek.  KPPS memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemilu, sehingga ia berharap seluruh peserta mengikuti semua tahapan yang telah ditetapkan. 

“Semoga Bapak Ibu semua selalu diberikan kesehatan, dapat menjalankan tugas dengan baik, pesta demokrasi berjalan lancar sukses, aman damai dan penuh integritas,” pungkas Sukadi. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Cegah Stunting dengan Bangga Kencana

Sleman – BKKBN DIY menggelar Sosialisasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Sleman, Jumat (26/1/2024). Kegiatan dihadiri langsung oleh dr. Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN RI, Andi Ritamariani selaku Kepala BKKBN DIY, Kustini Sri Purnomo Selaku Bupati Sleman, Danang Maharsa selaku Wakil Bupati Sleman, Perwakilan PLKB per Kapanewon, Kader TPK dan Ketua PIK-R Kapanewon Se-Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai narasumber yaitu Hasto Wardoyo, serta Danang Maharsa. Pembahasan yang diambil adalah tentang perkembangan prevalensi tengkes di Kabupaten Sleman serta apa indikasi penyebab adanya stunting pada anak.

Danang menuturkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

“Penyebab stunting dengan presentase tertinggi adalah dari keluarga perokok dan pola asuh anak yang belum sesuai,” jelas Danang.

“Di karenakan di dalam kandungan rokok ada zat yang dapat mengikat zat besi menyebabkan ibu menjadi hamil anemia,” imbuhnya.

“Output dengan adanya sosialisasi program ini harapannya dapat membangun sinergi ke mitra  kerja dan menurunkan prevalensi stunting di kabupaten sleman dalam menuju program Indonesia Emas 2045 menjadi generasi yang sehat dan bebas stunting,” tutup Danang.

Sementara itu, Hasto Wardoyo memaparkan tentang pentingnya keluarga berencana. “Berencana itu keren karena ketika gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Jadi ini menjadi bagian penting bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki kesadaran agar hidup dan berkeluarga itu penuh perencanaan,” terangnya. (Dony/KIM Tempel)