PPK Berbah Sosialisasikan Masalah Logistik dan Tungsura Pada Pemilu 2024

Sleman – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kapanewon Berbah mengadakan Sosialisasi Logistik dan Penghitungan Suara (Tungsura) pada pemilu 2024 pada hari Kamis (18/1/2024) jam bertempat di Pendopo Kepanjen, Komplek Kantor kapanewon Berbah, Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY.

Hadir dalam kegiatan panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, Kapolsek Berbah kompol Sugihartono, Ketua PPK Eko Prasetyo, Ketua Panwas Sutarjo, 4 lurah Berbah, Pengawas Kalurahan Desa (PKD), Babinsa Tegaltirto Karyadi, anggota dan staf PPK dan panwas Berbah.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi mengatakan bahwa keberhasilan Pemilu adalah  hasil dari proses kerja bersama antara pemerintah pengamanan dan penyelenggara  pemilu baik PPK Panwas beserta staf dan anggota.

“Harapannya petugas pemilu selalu berusaha meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan untuk menjalani proses tahapan pemilu yang harus dijanani,” harap Tri.

Kebutuhan logistik menurut Tri harus dipersiapkan dengan baik dan cermat untuk kelancaran proses pemungutan dan penghitungan surat suara.

“Semoga proses penyelenggaraan pemilu berjalan baik legimit dan mendapatkan pemimpin yang terbaik,” ujarnya.

Ketua PPK Berbah Eko Prasetya menuturkan, pengiriman logistik akan dikirim dari H -10 sampai maksimal H-1.

“Dimohonkan untuk mempersiapkan gudang untuk penyimpanan logistik yang aman dan terawasi dengan baik untuk pengamanan logistik pemilu demi kelancaran pemungutan suara,” pesan Eko.

Eko menjelaskan, nantinya pada saat pemungutan suara ada 3 jenis pemilih yaitu pemilih yang terdaftar pada daftar pemiliu tetap (DPT) , pemilih yang terdaftar pada  daftar pemilih tambahan (DPTB) dan pemilih yang masuk pada daftar pemilih khusus (DPK)

“Saat pemungutan suara hanya saksi yang membawa surat tugas dari partai yang diperbolehkan  masuk di area pemungutan suara,” tambah Eko Prsetyo. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tingkatkan Kualitas Gizi Anak, 200 Peserta Ikuti Kelas Parenting di Kalurahan Sumbersari

Moyudan – Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari para kader kesehatan dan ibu-ibu mengikuti kelas parenting yang diadakan Pemkal Sumbersari berkolaborasi dengan  PT. Nestle Indonesia dan Indonesia. Acara yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Sumbersari Moyudan pada Kamis, (18/01/2024) dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pertama sebanyak 110 peserta berlangsung pada pukul dan sesi kedua pada pukul dengan 90  peserta. Helatan tersebut dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari 4 tenaga ahli dan dikoordinasi oleh Alif Hilmy.

Kamituwa Kalurahan Sumbersari, Agus Iskandar dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada tim dan berharap kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan pengetahuan para kader kesehatan dan ibu-ibu di Sumbersari tentang gizi.

“Kerja sama yang baik antara orang tua, pemerintah dan piha-pihak terkait sangat dibutuhkan dalam upaya menurunkan angka stunting kita,” ujar Agus.

Selanjutnya Alif Hilmy memaparkan bahwa sasaran kelas parenting  ini adalah ibu-ibu terutama yang memiliki anak usia 6-12 tahun.

“Adapun tujuannya adalah  memberikan  edukasi  agar para orang tua khususnya ibu  mengetahui tentang gizi seimbang, agar anak-anak bertambah baik kualitas gizinya,” paparnya.

Pemateri acara tersebut adalah Idifa, yang memberikan materi bertajuk Aku dan Kau siap belajar. Ia memberikan pemaparan tentang pentingnya gizi seimbang.

“Seribu hari kehidupan anak dimulai dari awal kehamilan, maka asupan gizi sehat seimbang harus diperhatikan oleh ibu hamil dan anak-anak yang terlahir,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan tentang macam-macam gizi seimbang, gangguan kekurangan gizi, tips memilih menu, dan lainnya, sehingga kedepannya anak-anak siap belajar dan menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan kuis. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Peduli Pendidikan, TPA Al Mujahidin Berikan Bantuan Bagi Santri

Sleman – TPA Al-Mujahidin memberikan bantuan pendidikan kepada siswa-siswi baik tingkat TK, SD maupun SMP, secara simbolis bantuan pendidikan sebesar Rp. untuk dhuafa dan Rp untuk anak yatim. Bantuan diserahkan oleh Direktur TP Al Mujahidin Kampung Karangasem, Padukuhan Gempol, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (18/1/2024).

Direktur TPA Al-Mujahidin, Suyitno mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan kepada TPA Al-Mujahidin.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan pendidikan kepada 9 orang siswa siswa anak sekolah yang telah mengajukan dan memenuhi kriteria yaitu kepada Azza dan Yaris (SMP Muhammadiyah 2 Depok), Mikayla Aflah (SDN Minomartani 1), Zalfa (MI Al Huda Karangnongko), Delvin (SMP Hamongputra Ngaglik), Ghofar (SMP Piri Ngaglik), Naila (SMPN 1 Depok), Aqila Nuriza Kurnia Putri (SDN Karangasem), dan Aiza Queen Raharjo (TK ABA Perumnas Condongcatur),” terangnya.

Selain dhuafa juga diberikan kepada 3 orang anak yatim yaitu Valco Jagat Rianto dan Aditya Dwi Nugraha (SDN Karangasem) serta Faisal Ardian Rakhananta (MI Al Huda Karangnongko).

“Kriteria penerima bantuan pendidikan adalah Santri aktif TPA Al Mujahidin, Anak yatim dan dhuafa yang terkendala biaya pendidikan,” jelas Suyitno.

Ninik Nurfaidah, Kepala Sekolah TK ABA Perumnas Condongcatur sebagai salah satu sekolah penerima TPA Peduli mengucapkan terima kasih kepada TPA Al-Mujahidin yang telah memberikan bantuan biaya pendidikan untuk siswanya.

“Semoga ke depan TPA Al-Mujahidin semakin maju berkembang dan lebih banyak memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar terutama untuk pendidikan Al-Qur’an dan juga kemajuan pendidikan secara umum,” ujarnya

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji ditempat terpisah mengapresiasi terobosan dan program yang dilakukan oleh salah TPA yang ada di Condongcatur ini.

“Terimakasih, ini merupakan program yang sangat baik dapat menjadi inspirasi bagi TPA TPA atau lembaga lembaga lainya di condongcatur yaitu ikut peduli dan memberikan bantuan pendidikan bagi anak sekolah agar pendidikannya menjadi lancar,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)




Bahas Potensi Wilayah, LPM UTY Lakukan Audiensi Dengan Pemerintah Margomulyo

Sleman – Dalam rangka menggali potensi dan menciptakan kegiatan inovasi Kalurahan, Pemerintah Kalurahan Margomulyo mengundang Tim Kreativitas, inovasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) untuk melakukan audiensi. Kegiatan dilaksanakan di gedung serbaguna Kalurahan Margomulyo pada hari Kamis (18/1/2024) dan dihadiri oleh Pamong Kalurahan, perwakilan BPKal, LPMK, Bumkal, Forkom UMKM, KWT dan Penggiat pengelolaan sampah.

Dalam sambutannya, Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo memberikan gambaran potensi yang ada di setiap padukuhan di Margomulyo.

“Potensi yang belum terkelola dengan maksimal tersebut tentunya masih memerlukan intervensi pihak lain dalam pengembangan dan pengoptimalan sumber daya yang ada,” ungkap Eko.

Eko berharap dengan hadirnya UTY dapat berperan sebagai katalisator dalam menjembatani keinginan dari Kalurahan untuk mengembangkan potensi yang ada. Menurut Eko, Margomulyo cukup bervariasi permasalahan yang dihadapi, baik dalam pengembangan wisata desa, peningkatan produk UMKM, unit usaha Bumkal ataupun permasalahan lingkungan berkaitan dengan pengelolaan sampah.

“Dengan audiensi dengan UTY ini diharapkan terjalin kolaborasi untuk menentukan solusi yang tepat dengan permasalahan yang ada,” harapnya.

Hendriansyah Achmad, wakil Rektor IV bidang Kreativitas, Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat UTY yang hadir dan memberikan paparan menyampaikan bahwa kegiatan audiensi seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab akademisi untuk berkontribusi pada masyarakat.  

“Di samping itu kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar dimana akademisi terlibat dalam rancangan teknologi,” terang Hendriansyah.

Hendriansyah mengapresiasi paparan yang disampaikan oleh Lurah Margomulyo yang menggambarkan potensi dalam banyak bidang yang dimiliki oleh Kalurahannya. Dan peran dari tim UTY adalah menangkap permasalahan yang ada kemudian memberi alternatif penyelesaian masalah yang ada dalam bentuk pendampingan, menciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG) ataupun sebagai mediator dengan pihak lain sesuai dengan kebutuhan.

“Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama, akan ada pertemuan berikutnya yang membahas permasalahan yang lebih spesifik dalam bentuk FGD yang bisa dilaksanakan di kampus UTY,” demikian ditambahkan oleh Hendriansyah.

Forum dialog yang dibuka didominasi oleh persoalan sampah, berkaitan dengan penutupan TPST Piyungan pada bulan April mendatang, pemilahan sampah oleh masyarakat sebagai produsen sampah yang masih jauh dari harapan dan pengelolaan sampah organik yang membutuhkan sentuhan TTG.

“Disamping itu, di bidang UMKM, masih banyak pelaku UMKM yang belum mempunyai NIB (Nomor Induk Berusaha), disamping itu diera medsos seperti sekarang ini, pelaku masih gagap dengan Digital Marketing. Artinya perlu pendampingan dan fasilitasi terhadap pelaku UMKM,” ujar Hendriasyah lagi.

Menurutnya, keberadaan Pamsimas dengan permasalahan kualitas air juga menjadi hal  yang disampaikan mengingat treatment untuk mengatasi kandungan Fe dengan pemakaian zeolit ternyata tidak efektif bahkan menjadikan air Pamsimas menjadi keruh.

Permasalahan yang dicatat oleh UTY juga berkaitan dengan eksploitasi sumber mata air/umbul yang tidak optimal berkaitan dengan usaha di bidang pertanian, ekonomi dan budaya.

Diakhir tanggapannya, Hendriansyah menyampaikan bahwa untuk permasalahan yang ada di Margomulyo sudah bisa dibuat peta permasalahan sekaligus ploting untuk solusinya. Dengan data yang dimiliki diharapkan bisa menggambarkan profil Kalurahan.

Hendriansyah berjanji untuk pendampingan yang akan dilakukan sesuai dengan ciri khas dari UTY yaitu Bisnis dan Teknologi. Dengan 30 prodi yang dimiliki, UTY akan melakukan  pendampingan untuk pembuatan proposal, menciptakan TTG dan inovasi yang bisa dilakukan oleh Kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




FLH Berbah Berikan Contoh Pemanfaatan Sampah

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah berbagi keterampilan membuat kerajinan berbahan sampah plastik pada pertemuan Dharma Wanita Persatuan Sub Unit Bidang SMP Sektor Barat pada Kamis (18/1/2024) bertempat di SMP Negeri 5 Patuk Gunungkidul, Yogyakarta.

Dihadapan 60 anggota Dharma Wanita, Eny Nurhaeni dari FLH Berbah menjelaskan tentang salah satu cara untuk mengelola sampah plastik agar mempunyai nilai estetika yang lebih tinggi dengan cara menjadikan sampah sebagai bahan kerajinan.

“Kali ini kita menggunakan sampah sedotan bekas dengan ukuran yang agak besar untuk dibuat menjadi kelopak bunga mawar,” ujar Eny.

Sedangkan daunnya dibuat dari sampah plastik berwarna hijau, yang disisipi plastik warna hitam.

“Untuk menyatukan ketiga lembaran plastik tersebut dilakukan pemanasan dengan menggunakan setrika, baru dilakukan pemotongan sesuai yang diinginkan,” jelas Eny lagi.

Setelah kuntum bunga dan daun selesai dibentuk, kemudian disatukan pada tangkai dari kawat yang dililit plastik warna hijau, sehingga membentuk satu tangkai bunga mawar.

“Ketika beberapa tangkai bunga mawar artificial buatan sendiri di satukan ditaruh pada vas akan menjadi bunga mawar yang cantik, meski hanya terbuat dari sampah,” tambahnya.

Selain membuat kerajinan bunga mawar dari sedotan, Yaya anggota FLH Berbah lainnya menjelaskan cara mengelola sampah plastik untuk dijadikan media tanam.

“Sampah plastik kresek hanya dibentuk bulat bulat seperti bakso bisa dipakai untuk media tanam. Bulatan warna warni akan bisa menjadi media tanam tanpa menggunakan tanah. Dan menjadikan taman lebih indah,” jelasnya.

Selain itu, Yaya juga menjelaskan tentang cara membuat pot dari plastik.

“Hanya dengan sentuhan origami sederhana plastik bungkus makanan dibuat menjadi pot yang cantik dan murah bahkan tidak harus bel,i” tambah Yaya.

Salah satu anggota Dharma Wanita, Ratna Widaryanto menyampaikan bahwa pelatihan pengelolaan sampah menjadi kerajinan seperti ini sangat menarik.

“Bagi saya ini sesuatu yang baru, bisa menambah wawasan untuk mengolah sampah menjadi yang lebih bermanfaat. Hanya dari sampah bisa menjadi sesuatu yang indah,” tutup Ratna. (Kusnadi/KIM Berbah)