Imunisasi Polio Sasar 20 Padukuhan di Caturtunggal

Caturtunggal – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Puskesmas Depok III memulai program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sebagai dukungan terhadap program Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada Senin (15/01). Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 Januari 2024 hingga 21 Januari 2024 dengan melibatkan 20 padukuhan di Kalurahan Caturtunggal.

Dimulai dari Padukuhan Manggung, Kocoran, Karangwuni, Karangmalang, hingga Karanggayam, warga diundang untuk mengikuti imunisasi dengan syarat membawa Kartu Identitas Anak (KIA) atau fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Plt. Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz menyampaikan pentingnya partisipasi aktif warga dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit polio. Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah kalurahan dan puskesmas.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk melindungi seluruh warga dari risiko penyakit polio dan mendorong kesadaran akan pentingnya vaksinasi dalam menjaga kesehatan Masyarakat,” ungkapnya.

Imunisasi ini sendiri bertujuan mencegah mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh seumur hidup dan bahkan kematian. Penyakit polio, disebabkan oleh virus polio, menyerang sistem saraf dan tidak dapat diobati. Hanya melalui imunisasi, masyarakat dapat melindungi diri mereka dan mencegah penyebaran penyakit ini. (Oktaviana/KIM Depok)




Kampung Hijau Solusi Masalah Lingkungan Permukiman

Dalam upaya untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat melalui program kampung hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan dan evaluasi program kampung hijau di Penen Donoharjo Ngaglik Sleman, Selasa (16/1/2024). Kegiatan ini diikuti  perangkat Kalurahan Donoharjo dan Sariharjo serta ibu-ibu kader dan penggerak bank sampah.

“Salah satu tujuan besar dari kegiatan ini adalah agar seluruh peserta yang hadir ini menjadi insan yang ramah lingkungan,” jelas Eni Yuliani, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman.

Eni lanjut menjelaskan bahwa konsep kampung berbasis lingkungan sekaligus sebagai solusi mengatasi permasalahan lingkungan perkotaan, komunitas, industri/bisnis, dan kampung yang menerapkan asas pelestarian fungsi lingkungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan untuk mewujudkan pelembagaan dalam membentuk kampung hijau bisa dimulai dari lembaga terbawah bisa di tingkat padukuhan, RT maupun RW.

“Komponen penting kampung hijau meliputi komponen fisik,  komponen manajemen, komponen peran masyarakat baik di bidang lingkungan, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang sosial ekonomi, bidang pemerintahan dan komponen budaya/tradisi/adat,” paparnya.

Upaya-upaya yang harus  dilakukan untuk mewujudkan kampung hijau meliputi pengelolaan persampahan, penghijauan, dan pemanfaatan pekarangan atau ruang publik, partisipasi warga, sanitasi, dan upaya konservasi sumber daya air.

“Dengan lima upaya yang dilakukan dengan penuh kesadaran atas partisipasi masyarakat dan dukungan kelembagaan, diharapkan terwujud lingkungan yang bersih dan sehat,” tandas Eni. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Kado Awal Tahun, Kontingen MAN 1 Sleman Boyong 8 Trophy Pekan Kompetisi Madrasah

Kontingen MAN 1 Sleman meraih 8 (delapan) kejuaraan pada Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat Madrasah Aliyah se-Kabupaten Sleman. PKM merupakan kompetisi bidang keagamaan, olah raga dan seni yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, berlangsung pada Rabu-Kamis, 10-11 Januari 2023 di MA Sunan Pandanaran Sleman.

Ernawati, Wakil Kepala Madrasah Urusan kesiswaan melaporkan 8 kejuaraan tersebut meliputi 4 trophy juara 1 dan 4 trophy juara 2. “Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh keluarga besar MAN 1 Sleman serta semangat para siswa, pembimbing dan pendamping kita meraih 8 trophy. Terima kasih anak-anak hebat MAN 1 Sleman,” paparnya saat melaporkan kepada Kepala Madrasah, Senin (15/1/2024).

Kepala MAN 1 Sleman Anis Syafa’at mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas torehan prestasi pada PKM tersebut. “Selamat kepada para juara, terima kasih telah mempersembahkan prestasi untuk MAN 1 Sleman. Kepada anak-anakku yang belum juara, tetap semangat berprestasi di kompetisi yang lain,” tegasnya.

Karena akan melaju ke tingkat provinsi, Anis berpesan agar para peraih juara tekun berlatih mempersiapkan diri sukses PKM tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. “Teruslah berlatih, semoga kalian sukses meraih prestasi di tingkat DIY,” pesan Anis.

Adapun rincian trophy yang diperoleh Tim MAN 1 Sleman meliputi Juara 1 : Lari Sprint Putra (Pa) : (M. Raffi Daiyyan/XI IPS 2), Lompat Jauh Putri (Pi) : Mira Khoirunnisa’ (XII MIPA 3), Lompat Tinggi (Pi) : Nadhifa Nur Aini (XII MIPA 2), Catur (Pa) : Rafael Vincent N.H (XII MIPA 3). Juara 2 : Lompat Jauh (Pa) : Rohmad Syawalludin (XII MIPA), Lompat Tinggi Pa : Andra Putra Nugraha (XII MIPA 1), MTQ (Pa) : Nur Eka Kurniawan (XI MIPA 1), Kaligrafi Lukis (Pi) : Zahra Rokhadatul A.R (XII MIPA 2).
(Edy KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kalurahan Donoharjo Tingkatkan Kapasitas Pamong untuk Wujudkan Pelayanan Prima

Kelurahan merupakan ujung tombak dari pemerintahan khususnya pemerintahan daerah yang secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu kelurahan dituntut bekerja secara prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengacu pada pedoman penyelenggaraan pelayanan publik yang baik.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pamong desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tersebut Pemerintah Kalurahan Donoharjo bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Pembinaan Kepemimpinan dan Layanan Prima di aula Kalurahan Donoharjo, Selasa (16/1/2024).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Rini Juni Astuti dosen Program Studi Manajemen UMY.  Di hadapan para pamong dan Dukuh se-Kalurahan Donoharjo Rini mengatakan bahwa pelayanan prima adalah pelayanan yang baik yang melebihi rata-rata sehingga hasilnya  memuaskan masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya.  Caranya dengan memenuhi kebutuhan atau permintaannya, menyiapkan,  dan mengurus yang diperlukan masyarakat secara prima sehingga masyarakat mendapatkan sesuatu yang melebihi harapannya.

“Untuk mencapai suatu pelayanan yang prima tersebut haruslah memiliki keterampilan tertentu di antaranya berpenampilan baik dan rapi, bersikap ramah memperlihatkan semangat kerja dan sikap yang selalu siap dalam melayani, tenang dalam bekerja, tidak tinggi hati karena merasa dibutuhkan, menguasai pekerjaannya baik tugas yang berkaitan dengan bagiannya maupun mampu mengerti dan memahami tugas lainnya, artinya sebagai pelayan publik mampu bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan yang prima terhadap Masyarakat,” kata Rini.

Lebih lanjut Rini mengatakan terdapat tiga konsep pelayanan prima yaitu konsep sikap atau attitude , konsep perhatian (attention) dan sikap tindakan (action).

Attitude merupakan  sikap melayani pengguna dengan mengedepankan sopan santun dan tata krama yang diwujudkan dengan bahasa tubuh ekspresi wajah dan tutur kata yang ramah, penuh perhatian serta memiliki rasa bangga terhadap institusi. Attention merupakan sikap memahami dan juga mendengarkan kebutuhan dari pengguna layanan diwujudkan dengan mengucapkan salam menanyakan dan mendengarkan keinginan pengguna secara cepat dan tepat dan action yaitu melayani kebutuhan pengguna sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

“Lakukan pelayanan dengan sepenuh hati dan kemudian melakukan tindakan dengan mencatat maksud dan tujuan dan pada akhirnya menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik sehingga kepuasan masyarakat dapat tercapai,” ucap Rini. Hadi Rintoko, Lurah Donoharjo sangat mengapresiasi terhadap kegiatan tersebut sebagai sarana untuk menambah wawasan, membuka cakrawala berpikir, bersikap dan bertindak dengan tepat sehingga dapat memberikan kepuasan dalam pelayanan terhadap masyarakat Donoharjo. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




Kapanewon Depok Lakukan Pembinaan JPSM Tri Karya Mandiri

Sleman – Kapanewon Depok melalui Jawatan Kemakmuran menyelenggarakan kegiatan Pembinaan bagi Pengelola Sampah Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM)- Kapanewon Depok pada hari Senin (15/1/2024) bertempat di Sasana Anglocitatama Kompleks Kantor Kapanewon Depok.

Ketua JPSM Tri Karya Mandiri Erlherlianty menyampaikan bahwa Kapanewon Depok yang terdiri dari 3 kelurahan saat ini memiliki 66 kelompok pengelola sampah mandiri (KPSM) baik berupa Bank Sampah (BS) dan Shodaqoh sampah (SS)

“Harapannya KPSM yang ada di kapanewon Depok mampu mengurangi sampah dan mengajak masyarakat untuk mengelola sampah,” ujar Herli.

Ia juga mengingatkan mengenai dampak penutupan TPA Piyungan mengharuskan masing-masing daerah mengolah sampahnya sendiri.

“Meski TPST Tamanmartani sudah beroperasi namun belum bisa  menampung semua sampah dari kabupaten Sleman. karena kapasitas hanya 90 ton per hari,” ungkapnya.

Panewu Depok Wawan Widiantoro, SIP, MPA menyampaikan bahwa kapanewon Depok memiliki penduduk. Jika satu hari satu orang menghasilkan 0,7 kg sampah maka sampah di Depok191.8 ton.

“Maka keberadaan KPSM sangat dibutuhkan. Pengelolaan dan pemilahan sampah  dari sumbernya harus digalakkan untuk menekan timbulan sampah,” ungkap Wawan.

Kepala Jawatan Kemakmuran Depok  Isti Fajaroh, terus mengampanyekan gerakan sadar memilah sampah dari rumah untuk mengurangi jumlah sampah masuk ke TPA.

Juga dikatakan bahwa   jumlah KPSM yang ada di Depok belum bisa mencakup semua wilayah. Harapannya akan tumbuh banyak lagi KPSM di setiap RW.

“Setiap KPSM akan mendapatkan fasilitas dari DLH Sleman berupa sarana prasarana, fasilitasi kelembagaan, Studi tiru serta pelatihan dengan mengajukan proposal dan sudah memiliki SK pendirian kelompok dari kalurahan,” ungkap Isti.

Fasilitator lapangan DLH Sleman Dias Oktri Raka Setiadi menjelaskan keberadaan TPST Tamanmartani Kalasan memberi harapan untuk mengelola sampah kabupaten Sleman sampai tuntas. Meski saat ini kapasitas baru bisa mengelola sekitar 90 ton sampah perhari namun tidak ada residu yang tersisa, karena residu yang tidak laku dilapak akan dibuat RDF.

Ia menjelaskan, dengan peralatan yang sudah dipersiapkan residu akan dicacah menjadi seukuran 5 cm dan dikeringkan dengan kadar air yang telah ditentukan dan RDF akan dikirim ke pabrik Semen Cilacap untuk dipergunakan untuk bahan bakar pengganti batubara.

“Nantinya Kabupaten Sleman akan membangun Beberapa TPST lagi   untuk menyelesaikan sampah yang ada di Sleman,” jelas Dias.

“TPST Taman martani hanya menerima residu yang masuk dengan mobil dump truck DLH Sleman,” tambahnya. (Ayu/KIM Depok)