637 Anak Ikuti Pekan Imunisasi Polio di Sumbersari

Moyudan – Polio merupakan penyakit menular yang bisa menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan seumur hidup. Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh Virus Polio ini, Dinas Kesehatan melakukan program Pekan Imunisasi Polio bagi anak 0-5 tahun dan 5,1 -7 tahun. Salah satunya pada Senin (15/1/2024), di mana Puskesmas Moyudan melakukan pekan Imunisasi polio di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Lurah Sumbersari Sukadi menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah melalui Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan program Pekan imunisasi Polio di Sumbersari.

“Semoga anak-anak di Sumbersari bisa tumbuh sehat dan terhindar dari  penyakit polio,” harap Sukadi.

Sedangkan Kamituwa Sumbersari Agus Iskandar sebagai penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa peserta imunisasi adalah anak usia 0 sampai dengan 5 tahun serta usia PAUD dan TK yaitu 5,1 tahun sampai dengan 7 tahun.

“Sesuai data bahwa di Sumbersari yang mendapatkan imunisasi sejumlah 637 anak,” tutur Agus.

Lebih lanjut Agus memaparkan bahwa Virus Polio dapat menyebar ketika makanan tekontaminasi oleh feres, dan bisa juga melalui lalat yang dapat secara pasif memindahkan Virus Polio dan feres ke makanan.

“Adapun gejala Polio antara lain nyeri tungkai, kelakuan leher, kelelahan, pusing/sakit kepala, demam dan mual atau muntah,” pungkas Agus.

Pada kesemepatan tersebut Puskesmas Moyudan juga memberikan kesempatan untuk orang tua anak untuk cek gula darah secara gratis. (Glek/KIM Moyudan)




Optimalkan Fasilitas Ronda Kamling, Jagabaya Nasri III Rehab Cakruk

Sleman – Musim kemarau yang panjang bulan lalu berdampak pada kerusakan bangunan lantai Cakruk (Pos Ronda) Jagabaya Nasri III Sumbersari. Akibatnya, cakruk menjadi kurang nyaman dipergunakan saat ronda.  Cakruk meski hanya bangunan kecil memiliki peran, dan menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan kampung. 

“Agar nyaman dan aman dipergunakan ronda, lantai cakruk kita perkuat dengan besi dan cor, kita kerjakan bareng-bareng hari ini,” papar Dhedy Theo ketua Paguyuban Keamanan Lingkungan (Kamling) Jagabaya RW 07 Nasri III Sumbersari Moyudan Sleman pada Minggu (14/1/2023).

Seluruh anggota terlibat aktif dalam kegiatan perbaikan (rehab) bangunan cakruk tersebut. Menurut Barata Putra Utama anggota kamling, yang juga konsultan bangunan menegaskan, cakruk idealnya harus kuat karena berfungsi sebagai “benteng terakhir” saat terjadi bencana. 

“Idealnya cakruk harus kuat, bisa dikatakan benteng pertahanan saat ada bencana.  Langkah pengurus cukup bagus,” tegas Barata di tengah kegiatan pengecoran.

“Harapannya selain aman dan nyaman juga menambah keasrian bangunan yang didirikan tahun 2006 itu,” imbuhnya.

Zamzuri Latif Dukuh Nasri III menyambut baik dan mengapresiasi langkah warganya memperkuat bangunan cakruk.  Ia berharap kegiatan ronda akan semaakin nyaman dan yang penting harus terus ditingkatkan. 

“Keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, partisipasi warga sangat diharapkan, terima kasih atas partisipasinya” lanjut Latif. 

Selain perbaikan (rehab) cakruk, sebagian anggota kamling juga memeriksa kelayakan tenda milik Kamling Jagabaya, dan pembersihan rumput di jalan.  Sementara para ibu yang tergabung dalam KWT (Kelompok Wanita Tani) melakukan perawatan tanaman di lahan kegiatan KWT.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Aksi Natal di Berbah Diisi dengan Bersih-Bersih Embung Sendangtirto

Sleman – Sebagai bentuk Aksi Natal, Jemaah Gereja Indonesia (GKI) Adisucipto, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Tanjungtirto, Gereja Bethel  Indonesia (GBI) Tirta Kencana bekerja sama dengan Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Embung Sendangtirto Berbah pada hari Sabtu, (13/1/2024).

Kordinator Kegiatan, Sri Andayani dan Marfin menjelaskan bahwa rangkain kegiatan diawali dengan olah raga santai disekitar embung dilanjutkan dengan donasi eco enzyme, pemasangan papan  himbauan dan kutip sampah.

Untuk donasi eco enzyme dilakukan bersama perserta dengan menuangkan cairan eco enzyme di perairan embung  dengan tujuan menjaga serta memperbaiki ekosistem  perairan.

“Sedangkan untuk bersih bersih lingkungan embung di fokuskan pengambilan sampah anorganik seperti plastik, botol, beling. Untuk mengambil sampah di perairan menggunakan jaring ikan bertangkai panjang dilakukan dikerjakan kelompok jamaah muda,” jelas Marfin.

Sri Andayani menambahkan bahwa untuk pembersihan sampah area joging trek dan area atas dilakukan oleh jamah Gereja dan FLH Berbah.

“Sampah anorganik diambil menggunakan capit sampah dimasukkan dalam wadah trasbag nantinya akan diangkut oleh unit penangan sampah FLH Berbah,” terang Yani yang juga anggota FLH dan Tour Leader Lestari wisata.

“Seusai  bersih bersih lingkungan embung dilakukan sarasehan dan pelatihan membuat eco enzyme di pendopo Poslokal dipandu Yaya, Endro dan Wati,” imbuhnya.

Pendeta GKI Adisucipto Agata Kharis Wibisono Putra memberikan apresiasinya atas kegiatan aksi bersih bersih lingkungan embung Sendangtirto yang terlaksana atas kolaborasi  antara jamaah gereja yang ada di wilayah kapanewon Berbah dengan FLH Berbah.

“Tentunya ini adalah kegiatan kecil namun harapannya akan memberikan efek yang besar dikemudian hari,” tukasnya.

“Butuh kerikil kecil yang dilempar ke danau untuk menjadikan riak dan gelombang yang lebih besar. Kegiatan kecil ini harapannya menjadi pematik untuk membuat kegiatan yang lebih besar dan berkelanjutan. Semoga dengan kegiatan kolaborasi aksi Natal peduli lingkungan membuat lingkungan  indah damai nyaman menjadi rumah bersama tempat tinggal yang lebih baik,” tambah Agata.

Ketua FLH Berbah Kusnadi menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih embung Sendangtirto kali ini merupakan hasil dari pertemuan dan pertemanan yang panjang antara GKI Adisutjipto dengan FLH Berbah.

“Semoga kegiatan bersama ini akan lebih baik lebih besar serta melibatkan banyak komunitas sehingga memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan tempat tinggal kita,” ungkapnya.

Amir Junawan lurah Sendangtirto menyambut baik  kegiatan bersih-bersih embung, pemasangan papan imbauan dan donasi eco enzyme ini.

Dirinya mengatakan bahwa kalurahan berencana untuk memproyeksikan kawasan Embung Sendangtirto sebagai kawasan destinasi wisata unggulan.

“Pembenahan terus dilakukan untuk menata kawasan menjadi lebih baik. Bantuan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk kemajuan bersama. Fasilitas yang ada boleh dipergunakan siapa saja sepanjang hal yang positif,” jelas Amir.  (Kusnadi/KIM Berbah)




UNJAYA Fasilitasi Posko DPTb, Kurangi Angka Golput Mahasiswa

Dalam rangka meningkatkan partisipasi mahasiswa demi mengurangi angka golput kalangan mahasiswa dalam pemilu serentak 2024, maka Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya) Yogyakarta memfasilitasi berdirinya Posko Pendaftaran Pindah Memilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dengan menggandeng Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping mewakili Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Jumat (12/1/2024).

Berdasarkan keterangan dari penanggung jawab kegiatan sekaligus Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Sudibyo, S.M bahwa kegiatan  terselenggara atas jalinan kerjasama yang baik antara pihak kampus Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, PPK Minggir, PPK Seyegan dan PPK Moyudan yang dibantu Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilaksanakan dengan mendirikan Posko Pendaftaran Pindah memilih di kampus setempat yang beralamat di Jl. Siliwangi, Banyuraden, Gamping, Sleman.

Posko layanan pindah memilih yang dibuka selama satu hari mulai pukul hingga WIB yang diampu Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Niko Wahyu Nurcahyo, S.T diawasi secara langsung oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko beserta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Rahmat Mulyo Hartono.

“Kami jajaran Panwaslu Kecamatan Gamping melakukan pengawasan pemutakhiran data pemilih khususnya terhadap jumlah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pemilu 2024 yang ada di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta sesuai dengan Perbawaslu Nomor 4 tahun 2023 tentang pengawasan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan umum,” terang Adnan.

Berdasarkan surat keterangan Nomor: Sket/011/UNJAYA/I/2024 yang ditanda tangani oleh Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Niko Wahyu Nurcahyo, S.T memberikan kesempatan bagi para mahasiswa yang berasal dari luar Kabupaten Sleman yang tidak dapat pulang ke alamat asalnya untuk mengajukan permohonan surat pindah memilih guna mendorong partisipasi mahasiswa pada pemilu 2024.

“Saya berharap agar mahasiswa di Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta khususnya dari luar Kabupaten Sleman dapat menggunakan kesempatan ini sehingga mereka tidak antipati terhadap pemilu dan memilih menjadi golongan putih (Golput), serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya penggunaan hak pilih dalam memilih pemimpin sebagai penentu kebijakan bangsa Indonesia,” tutur Niko.

Dalam pengawasannya, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo  mengungkapkan bahwa Pemilih yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dapat mengajukan pindah memilih atau pindah TPS pada pemilu 2024 apabila berada di tempat yang tidak sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP elektroniknya. Karenanya, Komisi Pemilihan Umum mengaturnya dan dituangkan dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyusunan Daftar Pemilih Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Sistem Informasi Data Pemilih.

Di akhir kegiatan, Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni dan Pusat Karir Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Zennul Mubarrok, S.E, yang mengawal proses pendaftaran sejak awal hingga akhir menyebutkan mahasiswa yang mengajukan permohonan surat pindah memilih merupakan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi (FTTI),Fakultas Kesehatan (FKES), dan Fakultas Ekonomi dan Sosial (FES) dengan jumlah keseluruhan 321 orang.

“Walaupun para mahasiswa hanya mendapatkan satu surat suara saja yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden, namun mereka sangat antusias akan menggunakan hak pilihnya. Pihak kami menyayangkan terbatasnya jumlah kuota surat suara DPTb di Kapanewon Gamping sehingga mahasiswa diberi TPS yang jauh dari kampus diantaranya di Moyudan, Minggir, dan Seyegan,” imbuh Zennul. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Jelang Pemilihan Umum Tahun 2024, Kapanewon Depok Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih

Sleman – Bertempat di ruang Sasana Anglocita Tama, Kapanewon Depok Sleman menggelar sosialisasi pemutakhiran data bagi pemilih pemula dan penduduk yang pindah domisili menjelang Pemilihan Umum Tahun 2024, Sabtu (13/1/2023).

Panewu Depok Wawan Widiantara mengungkapkan bahwa Kapanewon Depok Sleman terus berupaya turut andil dalam mendorong adanya pemutakhiran data kependudukan dan pematangan data pemilih pada Pemilu 2024. Upaya ini, menurut Wawan, kemudian difokuskan pada persoalan pemutakhiran data pemilih pemula yang berkaitan dengan perekaman KTP-el, serta persoalan pindah pemilih bagi penduduk yang pindah/datang dan pendataan penduduk non-permanen.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan peran strategis dukuh-dukuh di wilayah Kapanewon Depok dalam mendorong warganya agar terdata, dan bersedia menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang.

“Terutama para pemilih pemula yang biasanya butuh edukasi dan kesadaran mengurus dokumen yang diperlukan untuk memilih,” tegasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman Susmiarto yang hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan itu menyatakan bahwa terdapat perbedaan tata cara memilih antara Pemilu Tahun 2019 dengan Pemilu Tahun 2024, yaitu bagi warga yang belum terdaftar sebagai DPT (Daftar Pemilih Tetap), seperti misalnya calon pemilih pemula, padahal telah genap syaratnya, maka dapat menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan datang ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di tingkat Kapanewon atau PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada di tingkat kalurahan.

“Selain itu, penduduk yang pindah/datang, juga harus mengaktifkan NIK-nya agar tercantum pada DPT sebelum tanggal 15 Januari 2024,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)