Budhi dan Pinky Mengajarkan Nilai Positif kepada Anak Secara Kreatif dan Menyenangkan

Sleman – Ada sebuah cerita menarik tentang dedikasi seorang ibu dalam menanamkan nilai keislaman dengan cara yang kreatif dan unik dari Padukuhan Susukan, Margokaton, Kapanewon Seyegan.

Adalah Dhian Navitri, ibu dengan tiga orang anak yang aktif dalam persyarikatan Cabang Aisyiyah Seyegan, dan tergabung dalam PPMI (Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia). Perempuan yang akran disapa Bunda Dhian atau Budhi ini menggunakan metode yang unik dalam mengajarkan agama Islam kepada anak-anak, yaitu dengan memanfaatkan boneka yang dapat berbicara dengan suara khas.

Salah satu Wakil Ketua Aisyiyah Seyegan, Gustiasih menuturkan metode pendidikan yang digunakan Bunda Dhian merupakan inovasi yang diterapkan untuk menarik perhatian anak-anak. Metode tersebut selain sebagai media penyaluran pesan, juga menjadi strategi mengalihkan sifat ketergantungan anak terhadap digital.  

“Menanamkan nilai Islam dan kebaikan yang disampaikan dengan menggunakan boneka diberi nama Pinky bisa menjadi pendekatan lain di era digital ini. Bunda Dhian (Budhi) mencoba berinovasi dengan menarik perhatian anak-anak dan orang tua untuk sejenak beralih dari dunia digital dengan cara berdongeng bersama Pinky,” kata Gustiasih, Rabu (2/1/2025).

Kecintaannya pada agama Islam dan keinginannya menyebarkan nilai-nilai kebaikan mendorong Budhi mengenalkan boneka Pinky di Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) di Padukuhan Susukan. Dengan penuh semangat, anak-anak mendengarkan setiap ucapan dan cerita yang disampaikan oleh Budhi dan Pinky.

Pinky yang selalu menemani Budhi, berhasil mencuri perhatian banyak orang tua dan anak-anak dengan kisah-kisah Islami yang penuh makna. Boneka Pinky dengan rambut merah muda dan senyum cerahnya, menjadi teman setia Budhi dalam setiap sesi mendongeng.

Dengan boneka ini, Budhi berhasil menghidupkan kisah-kisah Nabi, sahabat Rasulullah, serta cerita-cerita dari Al-Qur’an yang sarat dengan nilai moral dan ajaran agama Islam.

“Anak-anak sangat antusias setiap kali melihat Pinky,” ujar Budhi.

“Mereka lebih mudah memahami dan mengingat cerita-cerita Islami ketika disampaikan melalui boneka yang mereka suka,” tandasnya.

Bermula dari dakwah di TPA, kini Budhi mulai diundang di sekolah taman kanak-kanak maupun yayasan yang bergerak di dunia anak-anak di Kabupaten Sleman. Pinky selalu ikut bersamanya. Budhi dan Pinky selalu menceritakan kisah-kisah yang mengajarkan kejujuran, kesabaran, keberanian, dan cinta kepada sesama dengan penuh kasih. (Arief Hartanto / KIM Turi)




DPD PPY Sleman Gelar Rakerda, Bahas Rencana Kegiatan Tahun 2025

Sleman – Dewan Pengurus Daerah Paguyuban Panatacara Yogyakarta (DPD PPY) Kabupaten Sleman mengelar rapat kerja daerah (rakerda) yang diikuti oleh pengurus dan anggota, pada Senin (30/12/2024) malam, di RM. Astungkara, Pajangan Sleman.

Ketua DPD PPY Kabupaten Sleman, Ki Agus Wiranto menuturkan rapat kerja daerah ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya untuk menentukan arah pelaksanaan kegiatan tahun 2025, meningkatkan pemberdayaan seluruh sumber daya yang dimiliki, serta menjadikan alat kontrol dan evaluasi pelaksanaan program tahun 2024. Rakerda dipenghujung tahun 2024 itu juga sebagai momentum penentuan arah kebijakan dan pelaksanaan kegiatan.

Perwakilan DPD DIY, Ki Agus Wiranto dalam kesempatan itu menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan selama satu tahun yang sudah berjalan. Di mana, pengurus menyampaikan laporan kegiatan sesuai skala prioritas 1, 2 dan 3.

“Untuk pelaksanaan program 2024 meliputi Bidang Organisasi, Bidang Diklat dan SDM, Bidang Humas dan Sarpras serta Kesekretariatan. Jumlah kegiatan sebanyak 18 hanya satu rencana program yang belum terselesaikan, yaitu Pembuatan Buku Induk. Seluruh kegiatan berdasarkan RAB sebesar . Realisasinya sebesar . Dengan demikian masih memiliki ,” kata Agus.

Sementara, perencanaan kegiatan tahun 2025 diperkirakan mengeluarkan anggaran sebesar Rp . Dana tersebut digunakan untuk membiayai 23 kegiatan dari empat bidang.

Adapun kegiatan tersebut meliputi pelatihan bagi masyarakat termasuk ASN, peningkatan SDM pengurus dan anggota, bakti sosial, pembuatan gending, studi tiru, sarasehan, latihan karawitan, pengadaan seragam dan pembuatan buku panduan MC, serta pendanaan pentas ketoprak yang pemainya adalah pengurus dan anggota.

“DPD PPY Kabupaten Sleman akan mulai registrasi keanggotaan pada awal Januari 2025, registrasi diperuntukkan bagi anggota lama, anggota baru dan anggota baru kalangan muda,” imbuh Agus.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Edy Winarya dalam sambutanya memberikan apresiasi atas kegiatan yang telah dilakukan DPD PPY Kabupaten Sleman. Pada kesempatan itu, Edy menuturkan bahwa DPD PPY yang notabene adalah para MC, telah banyak bekerja sama dan mendukung pengembangan, pelestarian dan perlindungan bahasa, sastra dan aksara.

“Kerja sama yang selama ini perlu dilanjutkan, dan kami mendukung secara proporsional,” tandasnya.

Malam ini, lanjut Edy, DPD PPY Sleman menjalankan mekanisme organisasi sangat baik. Seluruh anggota dan pengurus melakukan refleksi, evaluasi, laporan keuangan dan kegiatan secara transparan dan penyusunan program untuk tahun yang akan berjalan disertai perencanaan anggaran.

“Perlu dicontoh dan lanjutkan pengabdian kepada masyarakat,” pinta Edy sembari mengakhiri sambutanya.

Lebih lanjut, laporan pertanggungjawaban secara aklamasi diterima peserta. Semua rencana program disetujui oleh peserta termasuk pengembangan kemitraan dengan berbagai dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman dan perguruan tinggi. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Resmi Melantik Dukuh Klisat dan Semingin, Lurah Sumbersari Ajak Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Sleman – Lurah Sumbersari resmi melantik Dukuh Klisat dan Semingin, pada Senin (30/12/2024), di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Berdasarkan SK Lurah Sumbersari Nomor 59/ 2024 Lurah Sumbersari mengangkat Rama Wikan Pratama sebagai Dukuh Klisat menggantikan Purnomo yang sudah memasuki masa purna tugas. Selanjutnya, berdasarkan SK Lurah Sumbersari Nomor: 60/, Edy Saputra menggantikan Mujiyanto sebagai Dukuh Semingin.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Panewu Moyudan beserta jajaran Forum Pimpinan Kapanewon (Forpimka) Moyudan, seluruh Pamong Kalurahan Sumbersari, Anggota BPKal, LPMK, dan ketua Lembaga Kemasyarakatan Sumbersari.

Lurah Sumbersari, Sukadi menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas PMK Kabupaten Sleman yang telah memberikan ijin dalam pengisian Pamong Kalurahan Sumbersari untuk jabatan Dukuh Klisat dan Semingin. Ucapan terima kasih itu pun disampaikan kepada Panewu Moyudan dan jajaran Forpimka yang telah memberikan dukungan dan arahannya, sehingga seluruh rangkaian tahapan pengisian jabatan Dukuh bisa berjalan lancar, aman dan terkendali.

“Dari seluruh rangkaian dan tahapan tersebut sebagai puncaknya adalah hari ini kita lakukan pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji kepada Dukuh Klisat dan Semingin,” tambahnya.

Sukadi pun berharap agar dukuh terlantik terus bersinergi melakukan pemberdayaan dalam pembangunan, agar Kalurahan Sumbersari lebih jaya.

“Marilah kita bersama-sama memberdayakan masyarakat agar ekonomi dan kesejahteraan semakin meningkat,” tuturnya.

Selanjutnya Panewu Moyudan, Harsowasono dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Lurah dan Panitia Pengisian Pamong yang sudah bekerja dengan baik sesuai dengan peraturan perundan-undangan. Ia juga berpesan kepada dukuh terlantik agar bisa memahami tugas pokok dan fungsi yang harus dilakukan, baik di bidang pembangunan maupun pemberdayaan.

“Mari kita bersama-sama mengabdikan diri untuk masyarakat, semoga Kalurahan Sumbersari lebih baik dan lebih maju,” kata Harso.

Sementara salah satu perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Aulia Frida Widyasmara pada kesempatan itu juga mengucapkan selamat kepada dukuh yang baru dilantik. Mereka diharapkan tetap amanah dan berdedikasi memajukan wilayahnya masing-masing. Untuk mengawali tugas para dukuh terlantik tersebut, Dinas PMK Sleman nantinya akan memberikan pembekalan tugas bagi perangkat atau pamong se-Kabupaten Sleman.

Aulia juga meminta para pamong kalurahan untuk menyosialisasikan intruksi Bupati Sleman Nomor 97 Tahun 2024 Tentang Pengendalian minuman beralkohol.

“Di dalam intruksi disebutkan bahwa salah satu tugas lurah ikut mengawasi dan mengoptimalkan kepada seluruh elemen masyarakat masalah minuman beralkohol,” pungkasnya.  (Giek/ KIM Moyudan)