Sadar Belajar Gelar Acara “Temu Isyarat”: Kelas Bahasa Isyarat untuk Anak Muda

Sleman -Komunitas Sadar Belajar Indonesia sukses mengadakan acara bertajuk “Temu Isyarat”, sebuah kelas bahasa isyarat yang ditujukan untuk anak muda. Acara ini berlangsung pada Minggu malam, (26/1/2025), bertempat di Tanah Air Coffee, Condongcatur, Sleman.
Acara ini menghadirkan Kak Rindi, seorang penyandang tunarungu yang juga aktif sebagai pengajar bahasa isyarat, sebagai pemateri utama. Beliau didampingi oleh Kak Kemal, yang bertugas sebagai juru bahasa isyarat. Kolaborasi keduanya menciptakan suasana belajar yang interaktif dan penuh semangat, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya inklusivitas dalam berkomunikasi.
“Temu Isyarat” dirancang untuk mengenalkan bahasa isyarat kepada generasi muda. Acara ini tidak hanya memberikan materi dasar, tetapi juga melibatkan simulasi interaktif, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan kemampuan bahasa isyarat yang baru dipelajari.
Founder Yayasan Sadar Belajar, Achmad Novrizal Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap penyandang disabilitas.
“Kami ingin anak muda menjadi lebih sadar bahwa komunikasi adalah hak semua orang, termasuk teman-teman tuli. Melalui ‘Temu Isyarat’, kami berharap bahasa isyarat dapat menjadi jembatan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari kehadiran puluhan peserta yang datang dengan semangat belajar. Salah satu peserta, Defina (20), mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut serta.
“Ini pengalaman pertama saya belajar bahasa isyarat, dan ternyata sangat menyenangkan! Saya jadi lebih memahami pentingnya bahasa ini untuk menjalin komunikasi dengan teman teman tuli,” katanya.
Selain kelas, acara ini juga menjadi ajang diskusi tentang pentingnya pemahaman bahasa isyarat di kalangan masyarakat umum, khususnya anak muda.
Yayasan Sadar Belajar berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa sebagai upaya memperjuangkan inklusivitas di berbagai bidang, terutama pendidikan dan komunikasi. Masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan serupa, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial resmi Sadar Belajar Indonesia. (Upik Wahyuni / KIM Ngaglik)



