Polsus Ditbinmas Polda DIY Sosialisasikan Sikap Bijak Menggunakan Gadget pada Anak

Sleman – Di jaman digital ini penggunaan gadget merambah ke semua lapisan masyarakat, tidak lagi memandang usia, dari anak-anak sampai lansia. Untuk memberikan pemahaman penggunan gadget, Kasiwasjas Subdit Satpam / Polsus Ditbinmas Polda DIY, Kompol Estikomah A membeberkan bahaya penggunaan gadget.

Acara tersebut digelar oleh TPA Al – Fatah Nglahar dalam Temu Santri Gemar Mengaji yang berlangsung Sabtu (25/1/2025), di Masjid Al-Fatah Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Acara tersebut dihadiri sejumlah santri TPA Al-Fatah Nglahar beserta walinya, Ketua Badan Koordinasi (BADKO) TPA Moyudan, Ketua PCM, dan PCA Sombangan Raya.

Direktur TPA Al-Fatah Nglahar, Etik Nurhayati dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakan pertemuan itu ialah untuk menjalin silaturahmi antara wali santri dan ustad serta pengurus takmir masjid. Etik juga mengharapkan kepada wali santri untuk selalu mendorong putra-putrinya untuk rajin mengaji.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk menciptakan generasi qurani, dimulai sejak kanak-kanak, setelah dewasa akan memahaminya. “Anak-anak merupakan usia emas yang masih mudah untuk menerima ilmu, maka dari itu mari kita bina bersama-sama,” imbuhnya.

Selanjutnya, sebagai direktur TPA Al Fatah, Etik melaporkan bahwa sampai saat ini santrinya berjumlah 32 anak dan di bawah bimbingan 7 ustad. Di mana, kegiatan TPA dilakukan sepekan tiga kali, yang dilaksanakan setelah solat maghrib sampai isya bertempat di masjid Al -Fatah.

Sedangkan Kasiwasjas Subdit Satpam / Polsus Ditbinmas Polda DIY, Kompol Estikomah A dalam tausiahnya menyampaikan materi tentang bahaya penggunaan gadget bagi anak. Materi itu disampaikan dengan peraga bocil (boneka kecil), sehingga cukup menarik perhatian bagi peserta.

“Gadget atau HP bisa menjadi kawan atau lawan. Menjadi kawan ketika digunakan untuk belajar atau mencari bahan belajar tetapi harus dubatasi waktu penggunaannya. Sedangkan sebagai lawan karena menggunakan HP menimbulkan hal yang negatif baik bagi jiwa, maupun kesehatan,” tuturnya.

 Lebih lanjut, Estikomah menjelaskan akibat dari kecanduan gadget pada anak-anak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Adapun dampak negatif tersebut berupa gangguan kesehatan fisik pada mata, seperti mata lelah, iritasi, hingga resiko myopia atau rabun jauh.

Dampak kesehatan lainnya postur tubuh menjadi buruk, “Karena duduk terlalu lama dengan posisi tidak ergonomis dapat memicu nyeri leher, punggung dan gangguan postur tubuh lainnya,” jelas Esti.

“Dampak negatif lainnya yaitu anak kurang aktivitas fisik, anak yang terlalu lama bermain gudget cenderung kurang gerak, sehingga berpotensi resiko obesitas dan penyakit terkait,” imbuhnya.

Adapun cara mengatasi agar anak tidak kecanduan gadget adalah menetapkan batas waktu penggunadn gadget dan melibatkan anak dalam aktivitas fisik atau hobi lainnya. Orang tua harus memberi contoh yang baik dan selalu memeriksa konten yang diakses anak. Orang tua harus bisa menciptakan waktu yang berkualitas bersama keluarga.

“Mencegah dan mengatasi kecanduan gadget membutuhkan kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat tumbuh dengan seimbang secara fisik, mental, dan sosial,” pungkas Esti. (Giek/ KIM Moyudan)




PINBAS MUI DIY Gelar Diklat Jurnalispreaner Angkatan ke-2

Sleman – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY menggelar pendidikan dan latihan (diklat) Jurnalispreneur bagi warga kelurahan Balecatur, Gamping Sleman DIY, di CafeTera View Balecatur Gamping Sleman, Sabtu (25/1/2025)

Ketua PINBAS MUI DIY, Jumarodin, menyampaikan bahwa diklat jurnalispreneur kali ini merupakan diklat angkatan kedua. Di mana, diklat angkatan pertama telah berlansung di Catur harjo, Pandak, Bantul.

Diklat kali ini diikuti oleh diikuti 30 orang peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yakni Sumatra Barat, Surakarta, Sukoharjo, Bantul, Kulonprogo, dan Sleman. Peserta dari Kabupaten Sleman, sebagian besar merupakan warga Balecatur, Gamping, Sleman, yang berasal berbagai kalangan seperti karang taruna, pengelola Desa Wisata, KWT, pengelola masjid, pelaku UMKM, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman, dan masyarakat umum lainnya.

“Diklat ini akan diadakan di berbagai tempat yang berbeda. Adapun tujuan nya agar peserta bisa membagikan informasi potensi kelompok masing masing baik UMKM, potensi desa, atapun hal yang lain,” ungkapcap Juma.

Sementara Lurah Balecatur, Andri Septiyanto dalam sambutan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya diklat jurnalistik yang diselenggarakan PINBAZ untuk warga Balecatur dan sekitarnya. Sebagai lurah, ia memberikan dorongan dan mendukung upaya peningkatan kapasitas masyarakat.

“Semoga dengan pelatihan bisa menyampaikan semua kegiatan yang ada di Balecatur baik UMKM, desa wisata maupun potensi yang lain. Harapannya warga bisa membuat berita sendiri untuk mempromosikan produk dan potensi desa,” ujarnya.  

Lebih lanjut, Pimpinan Redaksi , Agus Susanto yang juga wartawan koran Merapi memberikan bekal langkah dan pengetahuan sebagai dasar menjadi jurnalis. Salah satunya dengan pengetahuan dasar membuat foto standar bagi jurnalis media online.

“Ada beberapa syarat yang harus diketahui bagi jurnalis dalam mengambil foto, di antara foto fokus dan jelas, posisi landscape, juga foto simetri dari depan dan foto utuh satu badan. Foto yang baik akan lebih membantu informasi yang disampaikan,” ujar Agus.

Agus pun menambahkan bahwa dasar penulisan berita pada ketentuannya menggunakan rumus 4 W + 1 H, yang diartikan bebas dalam bahasa Indonesia menjadi ADIKSIMBA. Sebuah metode membuat laporan hasil liputan berita jurnalispreaner. ADIKSIMBA meliputi Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana.

“Sebuah berita yang baik harus memenuhi lengkap kaidah tersebut,” pungkas Agus. (Kusnadi / KIM Berbah)




IGTKI Kapanewon Moyudan Gelar Potensi Karya Anak

Sleman – Dalam rangka menumbuhkan kreativitas dan membangkitkan inovasi peserta didik, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kapanewon Moyudan menggelar lomba fashion show dan potensi karya anak, pada Sabtu (25/1/2025) bertempat di GOR Kalurahan Sumberarum, Moyudan, Sleman.

Ketua IGTKI Kapanewon Moyudan, Siti Nastiti mengatakan kegiatan lomba fashion show diikuti oleh 17 lembaga Taman Kanak-kanak se- Kapanewon Moyudan. Selain lomba juga digelar potensi karya anak.

“Gelar potensi karya anak, merupakan hasil karya anak dari masing-masing satuan pendidikan,” jelas Nastiti.

Selanjutnya, Ketua panitia, Siti Kuswidarsih dalam sambutannya menuturkan bahwa kegiatan fashion show dan gelar karya anak merupakan pelaksanaan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Gelar potensi karya anak, dan lomba fashion show kali ini mengambil tema Cinta Bumi Melalui Karya Anak Negeri,” ungkapnya.

Siti juga menuturkan bahwa fashion show menggunakan bahan bekas tersebut bertujuan menumbuhkan kreativitas dan inovasi anak dalam memanfaatkan barang bekas. Selain itu diharapkan bisa, meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan.

“Tujuan lainnya adalah untuk mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan TK, dan meningkatkan jiwa spontanitas untuk meraih prestasi,” tambahnya.

Sedangkan Panewu Moyudan, Harsowasono pada kesempatan yang sama menyampaikan atas nama Pemerintah Kapanewon Moyudan memberikan apresiasi atas digelarnya potensi karya anak. “Hal tersebut sangat bermanfaat untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh tenaga pendidik atas peran serta dan pengabdiannya untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh wali siswa yang telah menitipkan putra-putrinya di lembaga TK, untuk dididik agar menjadi generasi yang cinta bangsa dan tanah air.

“Anak-anak yang kita hadapi saat ini, mungkin 25 tahun yang akan datang sudah ada yang menjadi Panewu, Lurah, Polisi atau pejabat lain. Semoga di Indonesia emas mendatang generasi ini benar-benar dibekali dengan kreativitas, moralitas, penuh sportifitas dan berkualitas,” tandasnya.

Harso pun berharap kepada pendidik dan lembaga pendidikan untuk berkomitmen menjaga generasi yang berkualitas agar tidak terlindas.

“Semoga tercipta generasi yang berkualitas dan kompetitif dengan dukungan semua stakeholder di wilayahnya,” pungkasnya. (Giek/ KIM Moyudan)




Tim Jegetz Tanjung Ll Karangasem Optimis Wujudkan Zero DBD Di Sleman

Sleman – Mengawali tahun 2025, Tim JEGETz (Jumantik Kaget) Tanjung ll Karangasem Padukuhan Gempol Kalurahan Condongcatur melaksanakan kegiatan di wilayah RT 06 dan RT 18 RW 12 Kampung Karangasem, Jumat (24/1/2025). Kegiatan jumantik dilaksanakan dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk untuk menekan kasus DBD.

Gerakan jumantik merupakan sebuah gerakan yang dilakukan untuk memberantas nyamuk penyebar penyakit, seperti demam berdarah, malaria, dan penyakit lainnya. Ketua Jumantik Tanjung ll, Anita Septianingsih mengungkapkan bahwa kegiatan Jegetz ini rutin dilaksanakan setiap bulan secara bergantian dari 7 RT di wilayah RW 12 Karangasem.

“Kader Jumantik   secara door to door ke rumah warga untuk melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) serta edukasi secara santun disampaikan kepada warga masyarakat yang belum mempunyai kesadaran untuk memberantas sarang nyamuk di rumah masing-masing agar ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” katanya.

Adapun cara pemberantasan sarang nyamuk yang dapat dilakukan di antaranya: 1) Menguras dan membersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, ember, dan tempat-tempat lain yang dapat menampung air; 2) Menutup tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi dan ember, dengan menggunakan tutup atau penutup lainnya; 3)Menggunakan obat nyamuk, seperti obat nyamuk bakar atau obat nyamuk semprot untuk membunuh nyamuk; 4) Menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk,seperti tanaman lavender, tanaman citronella, dan tanaman lainnya yang memiliki sifat mengusir nyamuk; 5) Menggunakan kasa nyamuk, seperti kasa nyamuk pada jendela atau pintu, untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

Anita menjelaskan, gerakan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, mengurangi jumlah nyamuk, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Lebih lanjut, Dukuh Gempol, Ari Susanti menuturkan kegiatan Jeget pagi ini mencapai ABJ sebesar 9%. Meskipun masih berada di bawah target yang ditentukan, para kader tetap optimis mewujudkan lingkungan Condongcatur yang bersih dari nyamuk dan kasus DBD.

“Alhamdulillah dengan ABJ 91,18% walau masih di bawah target maka harapan kedepannya ABJ bisa 100 % sehingga Karangasem benar-benar bebas kasus DBD,” ungkap Ari. (Tri Suhartati / KIM DEPOK)




DMI Sleman dan BPJS Ketenagakerjaaan Tandatangani MoU Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Sleman – Menindaklanjuti Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2022 tentang Perluasan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, DMI Sleman dan BPJS Ketenagakerjaan Sleman menandatangani MoU program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi tenaga rentan sosial keagamaan di Kabupaten Sleman. Proses penandatanganan dilangsungkan di Aula Lantai 3 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Selasa (21/1/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh 17 Kepala Jawatan Sosial Kapanewon, 17 Kepala KUA, Ketua dan dan Sekretaris DMI Cabang Kapanewon se-Kabupaten Sleman, dan lembaga terkait lainnya di tingkat kapanewon. serta para stakeholder tingkat kapanewon yang nantinya akan menindaklanjuti di tingkat lapangan.

“Para stakeholder tingkat kapanewon yang nantinya akan menindaklanjuti di tingkat lapangan,” kata Ketua DMI Kabupaten Sleman, H Masuko Haryono.

Selanjutnya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Koordinator Kabupaten Sleman, Novaria Sulistyo dalam sambutannya menyatakan bahwa sosialisasi program ini sangat penting dan strategis bagi kesejahteraan para pengelola dan pelaksana masjid yang sangat mulia ini.

Novaria mengajak para pemangku kepentingan dalam hal ini DMI Kabupaten Sleman beserta jajarannya dan BPJS Ketenagakerjaan menggandeng DMI, KUA, dan Jawatan Sosial Kapanewon se-Kabupaten Sleman, untuk bersama-sama berjuang mewujudkan bantuan kesejahteraan para pengelola masjid yaitu takmir, imam, muadzin, marbot.

“Semuanya sangat berjasa untuk kemakmuran masjid yang perlu dan wajib dihargai atas pekerjaaan yang ikhlas tersebut,” kata Novaria.

“Adapun caranya perlu ada kerja sama MoU di antaranya DMI dan BPJS Ketenagakerjaan yang tugasnya membantu pendataan takmir masjid dan mendaftarkan nama. Mereka yang akan didaftarkan sesuai SK DMI Setempat dengan dilengkapi kopi KTP peserta BPJS Ketenagakerjaan yang prosesnya sederhana dan sangat mudah. Dengan membayar premi Rp ,- perbulan, dua jaminan ditanggung pemerintah yaitu jaminan kecelakaan dan meninggal dunia,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyatakan menyambut baik adanya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ini yang selama ini Takmir dan perangkatnya belum diperhatikan untuk itu Kemenag Sleman sangat mendukung, perangkat yang ada di Kapanewon untuk membantu program yang baik dan strategis ini paparnya.

Sebagai tindaklanjut, setiap kapanewon nantinya akan mengadakan pertemuan sebanyak 100 peserta, yang terdiri dari KUA, Jawatan Sosia, DMI Kapanewon, para Kamituo, penyuluh KUA, dan takmir dari Kalurahan. (Suripto / Kim Ngaglik).