Strategi Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat Jadi Kunci Membentuk Karakter Anak

Sleman – Kalurahan Margomulyo menggelar workshop mengenai strategi mempersiapkan peserta didik menjadi insan yang cakap teknologi dan berkarakter di tengah kemajuan teknologi saat ini. Kegiatan itu berlangsung di Kaliklangsi Edupark Jamblangan, Kamis (23/1/2025).
Topik tersebut diangkat untuk membekali orang tua peserta didik Paud dan perwakilan wali siswa di wilayah Kalurahan Margomulyo. Kegiatan ini pun menekankan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai kunci sukses membentuk karakter dan karir anak di era teknologi.
Kamituwo Margomulyo, Prasetyo Sujanarko selaku penanggung jawab program menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah awal dari kegiatan yang nantinya dibuat secara serial.
“Kegiatan ini merupakan format awal, sekaligus mencari bentuk untuk kebutuhan bagi anak didik dan bunda Paud,” jelas Prasetyo.
Prasetyo juga mengajak bunda Paud dan orang tua siswa untuk mengevaluasi pola asuh atau parenting yang selama ini dilakukan. Apakah sudah terjadi kolaborasi antara sekolah dengan keluarga seperti yang diharapkan apa belum.
Salah satu dosen Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Nararya Rahadyan B selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengawali materinya dengan menyampaikan tentang pentahelik, lima komponen sebagai strategi kolaborasi.
“Pentahelik ini merupakan strategi pembentuk karakter anak, sinergi dari lima aspek inilah yang diharapkan mampu menjawab tantangan di era teknologi sekarang dan yang akan datang,” jelas Arya.
Ia menerangkan, lima aspek dalam pentahelik yaitu masyarakat atau keluarga, sekolah, pemerintah, industri dan media. Masyarakat termasuk di dalamnya adalah keluarga merupakan tempat pertama untuk pendidikan karakter. Di mana, hampir semua pendidikan yang bersifat kualitatif ada dalam keluarga.
“Moral anak, norma masyarakat, kultur yang dibentuk adalah modal pembentukan karakter anak,” jelasnya.
Arya juga menyampaikan tentang bagaimana mengenal perkembangan anak, sekaligus menjelaskan tentang lingkungan pendidikan dalam perkembangan anak yaitu lingkungan formal (sekolah), lingkungan informal (keluarga) dan lingkungan non formal yaitu masyarakat. Sebagai renungan akhir, Arya menyampaikan ada tiga elemen utama dalam pembentukan karakter anak di era teknologi yaitu mindful learning, meaningful learning dan joyful learning.
Sebagai penutup dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi dengan peserta. Pada kesempatan itu, Arya meminta masukan dari orang tua peserta didik untuk kebutuhan yang diharapkan ada dalam proses pembentukan karakter anak. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



