Kulik Pengelolaan Kebun Lidah Buaya, DPP Perempuan Tani HKTI Kunjungi KWT Sumber Boga Terima Kunjungan

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Padukuhan Tamanan, Tamanmartani Kapanewon Kalasan, menerima kunjungan kerja Ketua Umun Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pada Rabu (22/1/2025). Rombongan diterima di Kebun Lidah Buaya dengan acara melihat pengelolaan kebun dan penanaman cabe, dilanjutkan dengan sesi dialog Rumah Produksi KWT Sumber Boga.
Turut hadir dan menyambut tamu dari Jakarta itu masing-masing unsur Polsek Kalasan, perwakilan Kalurahan Tamanmartani, KWT Nayan dan Sambilegi Kidul Maguwoharjo, Pengurus dan anggota Sumber Boga dan Ketua KK LKMD setempat.
Ketua KWT Sumber Boga, Nurul Khomariah dalam paparanya mengatakan pada awalnya kaum perempuan di Padukuhan Tamanan belum memiliki aktifitas yang mampu menambah pendapatan keluarga, sementara potensi sumber daya manusia cukup dan didukung adanya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk kebun.
Melihat kondisi samacam itu, beberapa pengurus PKK dan Dukuh Tamanan, Hasto Sriwibowo menginisiasi dibentuknya organisasi sebagai wadah dan sarana peningkatan keterampilan dan aktifitas berkebun. Ide itu mendapat dukungan dari ibu-ibu Padukuhan Tamanan, sehingga terbentuklah KWT yang kemudian diberi nama Sumber Boga.
Selanjutnya, hasil kebun lidah buaya dijadikan bahan baku produk olahan dengan varian produk minuman lidah buaya ALOETA, Kripik Aloevera LOENA, Stick Aloevera, Permen Jelly Aloevera dan Sabun Aloevera.
“Dengan dikuatkan Ketua PKK Wahyu Widayati, di Padukuhan Tamanan, secara perorangan Perempuan di daerah tersebut telah berlatih berwirausaha dan produk katagori UMKM berupa Brownies Mini Broweonis, Kripik Talas Talazza, Bolu Kukus Pepaya, Jamu Japitoe dan Telor Asin serta produk olahan basah Pastel, Tayam, Empek-empek, Mata Kebo serta Rolade Daun Singkong,” ungkap Nurul.
Sementara itu, Dukuh Tamanan, Hasto Sri Wibowo menambahkan dari sisi kualitas, produk dari KWT Sumber Boga tergolong cukup baik. Namun dalam hal pemasaran, masih diperlukan dukungan dan bimbingan.
“Syukur-syukur ada semacam bimbingan teknis atau dalam bentuk pelatihan,” imbuhnya.
Ketua Umum DPP Perempuan Tani HKTI, Dian Novita didampingi Wakil Ketua Umum Endang Sulastri dan Staf Bidang Teknologi Pangan Nor Isnaeni Dwi dalam kunjungan kerjanya mengatakan produk KWT Sumber Boga sudah baik, namun perlu penguatan kapasitas untuk teknik pemasarannya.
“DPP Perempuan Tani mempunyai program pelatihan yang bisa diikuti oleh KWT Sumber Boga. Soal waktu masih akan ditentukan kemudian dengan kemungkinan besar melalui daring. Pelatihan dimaksud dengan jangkauan lebih banyak peserta agar diperoleh hasil yang lebih besar pula,” jelas Dian.
Dian berharapan agar geliat ekonomi nampak dan dipelopori oleh kaum perempuan, secara khusus Perempuan Tani.
“Tetap semangat dan lanjutkan aktifisanya agar peningkatan kesejahteraan nampak dan dapat dirasakan,” pungkasnya. (Tri Joko S – KIM Kalasan Bersahabat)



