19 Siswa MAN 4 Sleman Raih Prestasi di Tingkat Provinsi, Nasional, hingga Internasional

Sleman – Sebanyak 19 siswa MAN 4 Sleman meraih prestasi membanggakan di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, memberikan apresiasi berupa Piagam Penghargaan dan PIN kepada para siswa dalam apel Senin pagi (3/2/2025) di halaman madrasah.

“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi serta menginspirasi siswa lain agar mengejar pencapaian sesuai dengan minat dan bakatnya, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” ujar Arif.

Para penerima penghargaan mencakup berbagai bidang prestasi, antara lain:

a) Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Cup XI Tahun 2024 – Medali perak nasional: Muhammad Irfan Ramadhan Ghozali (XI D).

b) Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 – Finalis nasional: Bilqis Adelia Saputra (XI C) dan Anggun Shofiyana (XI C).

c) UNJAYA National Competition of Youth Red Cross #3 – Juara Umum: Aira Maharani Rivana (XA), Veliskha Alvitria Mindayani (X E), Aulia Sertipratiwi (X D), Nia Nurul Azkya (X B), Fatimatuzzahro (X B), Najwa Khaira Jauza (XI A).

d) Kepalangmerahan Nasional – Juara 2: Aqmal Hafidh Saputra (XC), Fairuz Yusuf Aliffia (X B), Rizky Akbar Maulana (XA), Nurafni Zuriyati Ningtyas (XI F).

e) Ekspedisi Tandu Darurat Nasional – Juara 1: Chika Rahma Aulia (X D), Ahkdan Hafidh Saputra (XA), Galih Bima Ramadhan (XA), Gusti Bima Suryo Atmojo (XA).

f) HIMAPI CUP 2024 Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) – Juara Terfavorit DIY: Adinda Kezia Fajrin (XI A).

g) International Tournament Kei Shin Kan Karate-Do 2024 – Medali emas tingkat internasional: Hafidz Nashir Anshari Utomo (XII PK).

Selain penghargaan, Arif juga mengajak seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi mereka di bidang akademik maupun non-akademik. Ia menegaskan bahwa prestasi siswa bukan hanya dari nilai akademik, tetapi juga dari keterampilan lain yang mendukung masa depan mereka.

Ia juga mengingatkan bahwa MAN 4 Sleman akan merayakan ulang tahun ke-57 pada 1 Maret 2025, yang bertepatan dengan awal Ramadan. “Gunakan waktu dan fasilitas yang ada untuk belajar maksimal demi meraih cita-cita. Keberhasilan memerlukan proses yang harus dijalani dengan penuh ketekunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif memperkenalkan Kepala Tata Usaha (KTU) baru, Wahir Tupono. Ia berharap kehadiran KTU baru akan meningkatkan kualitas pelayanan madrasah bagi seluruh civitas akademik.

(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Hari Kanker Anak: Semangat dan Kepedulian untuk Pejuang Cilik di Sleman

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak, Yayasan Kanker Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Baznas Sleman, Yayasan Astagina, Sumbu Filosofi, dan Komunitas Cakrawala Muda mengadakan perayaan bersama 60 anak pengidap kanker. Acara yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Sabtu (1/2) ini turut dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Perwakilan Ketua Pelaksana, Dexiana Dewi Yuliasari, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak pengidap kanker dan keluarga mereka. Selain menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak, kegiatan ini juga bertujuan memberikan dukungan moral kepada orang tua dan pendamping.

“Kami ingin menghibur anak-anak, tetapi yang tidak kalah penting adalah memberikan dukungan kepada para orang tua. Mereka membutuhkan semangat dan motivasi agar tetap kuat mendampingi buah hati mereka,” ujarnya.

Dalam acara ini, anak-anak disuguhkan berbagai hiburan seperti dongeng, pertunjukan tari, dan sulap. Selain itu, Baznas Sleman juga memberikan goodie bag berisi paket makanan dan camilan sebagai bentuk kepedulian kepada para peserta.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya mengapresiasi keteguhan hati para orang tua dan pendamping. Ia menegaskan bahwa anak-anak pengidap kanker menghadapi tantangan tidak hanya dari segi medis, tetapi juga psikologis. Oleh karena itu, peran keluarga sebagai sistem pendukung sangat penting.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang. Saya berharap setiap keluarga dapat terus memberikan dukungan, semangat, dan motivasi kepada anak-anak mereka,” ujar Kustini.

Sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman juga terus menghadirkan layanan kesehatan inovatif. Salah satunya adalah program Pager Rojo (Pemeriksaan Gratis Rogo lan Jiwo), yang siap beroperasi bulan ini. Program pemeriksaan kesehatan gratis ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular sejak dini.




Kalurahan Condongcatur Adakan Sosialisasi Penerimaan Pamong

Sleman – Bertempat di Ruang Wacanaloka, Kalurahan Condongcatur, pada Sabtu (1/2/2025) dilaksanakan sosialisasi penerimaan pamong kalurahan. Acara ini dihadiri oleh Bapak Lurah Kalurahan Condongcatur, lembaga-lembaga kalurahan, pamong kalurahan, RT, RW, PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur, mengharapkan kepada semua yang hadir untuk ikut mensosialisasikan kepada warga masyarakat bahwa di Kalurahan Condongcatur akan diadakan penerimaan untuk pengisian pamong kalurahan yang kosong.

“Adapun pamong yang kosong adalah Jogoboyo, Dukuh Ngropoh, dan Dukuh Kayen,” ungkapnya.

Dengan melalui tahapan yang disusun oleh panitia, diharapkan warga dapat berpartisipasi secara aktif.

“Diharapkan proses ini dapat menjaring warga yang kompeten untuk menjadikan Condongcatur lebih baik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Siswantoro, selaku ketua panitia, juga mengharapkan partisipasi warga Condongcatur untuk mendukung dan mensosialisasikan informasi ini kepada masyarakat.

“Monggo, siapkan putra-putri terbaik dari Condongcatur untuk mengikuti penerimaan calon pamong kalurahan,” ujarnya.

Adapun syarat-syaratnya akan ditempel di kantor kalurahan dan formulir dapat diambil di kantor kalurahan.

Calon peserta dapat datang langsung ke kalurahan untuk mengambil formulir dan melengkapi syarat administrasi. Setelah lolos administrasi, peserta akan mengikuti beberapa ujian yang akan diselenggarakan oleh panitia dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pemerintah Kalurahan Condongcatur telah bekerja sama dengan UNY guna pelaksanaan ujian calon pamong kalurahan, ujar Wahyu, selaku Pj Jogoboyo.

Diharapkan penerimaan ini dilakukan secara transparan, clean and clear, agar dapat memperoleh calon pamong terbaik yang mampu memajukan Condongcatur. (Lidya/KIM Depok)




Cara KWT Lestari Wujudkan Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan di Perkotaan

Sleman – KWT Lestari Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, berupaya mewujudkan ketahanan pangan. Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan lahan karena wilayah ini sudah menjadi kawasan semi perkotaan. Dalam lingkungan seperti ini, terdapat tantangan tersendiri untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Bercocok tanam di perkotaan memang sulit karena keterbatasan lahan pertanian. Salah satu manfaatnya adalah ketahanan pangan serta aktivitas fisik yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Sri Asmoroning, Ketua KWT Lestari Gempol, Minggu (2/2/2025).

“Padukuhan Gempol merupakan padukuhan yang sudah berkembang menjadi wilayah semi perkotaan. Dalam kegiatannya, KWT Lestari menghadapi tantangan tersendiri dalam mengajak ibu-ibu untuk bergabung,” tuturnya.

Dalam kiprahnya, KWT Lestari Gempol menjalankan kegiatan berkebun dengan menanam berbagai jenis sayuran.

“Selain itu, setiap anggota diwajibkan memiliki tanaman sayuran atau tanaman obat keluarga (toga) di rumah masing-masing,” imbuh Ari Susanti, Dukuh Gempol.

Dengan jumlah anggota yang ada, KWT Lestari mampu menyumbang pemenuhan kebutuhan sayuran bagi warga masyarakat Gempol. Hasil panen dijual kepada masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, pemasaran hasil panen KWT Lestari juga dilakukan dalam berbagai pertemuan warga, seperti Pertemuan Dasawisma, PKK RT, PKK RW, PKK Padukuhan Gempol, serta berbagai kegiatan warga lainnya.

Menurut Sri Asmoroning, KWT Lestari diharapkan dapat mencapai kemandirian pangan, khususnya di Kalurahan Condongcatur dan Kapanewon Depok pada umumnya. Jika hal ini terwujud, maka menjadi kebanggaan tersendiri, tandas Sri Asmoroning. (Tri Suhartati, KIM Depok)




Program Barter Ekologi Mahasiswa Instiper Yogyakarta Bagikan Bibit Buah Kepada Masyarakat

Sleman – PSM Kasturi yang berada di Kampung Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, mengadakan Giat Barter Ekologi yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta kepada 25 nasabah PSM Kasturi, Minggu (2/2/2024).

Menurut salah satu pengurus PSM Kasturi, Ani Sumiarti, kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat memotivasi nasabah untuk aktif menyetorkan sampahnya ke PSM Kasturi.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang sangat bagus dan patut dipertahankan,” tandasnya.

“Teknis pendistribusian bibit tanaman buah dalam kegiatan ini adalah nasabah yang datang menyetorkan sampah akan mendapatkan satu bibit tanaman. Harapannya, kegiatan ini dapat memotivasi warga yang belum tergabung menjadi nasabah PSM Kasturi untuk ikut bergabung,” ungkap Ani.

Menurut Nabila Aulia Dewi, perwakilan mahasiswa, kegiatan Barter Ekologi ini bertujuan untuk ketahanan pangan masyarakat. Nabila, yang merupakan mahasiswa jurusan Hutan Tanaman Industri (HTI), memaparkan bahwa kegiatan Barter Ekologi ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta kepada masyarakat, yaitu dengan membagikan bibit tanaman jambu biji dan sirsak. Ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan hidup, terutama pangan.

Rifqi Alfariza, mahasiswa jurusan HTI, menambahkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada tanaman yang mengandung karbohidrat, tetapi kebutuhan akan buah-buahan juga harus dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat agar terwujud kemandirian pangan di Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Kegiatan Barter Ekologi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin PSM Kasturi yang menerima setoran sampah dari warga setiap minggu.

Ketua PSM Kasturi, Sri Asmoroning, menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini telah berlangsung selama 10 tahun, dengan jumlah nasabah yang semakin bertambah setiap harinya. Saat ini, terdapat 25 nasabah aktif di PSM Kasturi.

Asmoroning menyambut baik adanya Program Barter Ekologi bersama mahasiswa Fakultas Kehutanan Instiper Yogyakarta. Ia berharap, semoga program ini dapat berkembang, dimulai dari PSM Kasturi di Padukuhan Gempol, hingga ke seluruh Kalurahan Condongcatur, demi terwujudnya kemandirian pangan. (Tri Suhartati, KIM Depok)