Cegah Kerugian, Pembudidaya Ikan Banyuraden Dibekali Ilmu Pengendalian Hama

Sleman – Hama dan penyakit ikan menjadi tantangan serius dalam dunia perikanan budidaya. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian bagi para pembudidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kalurahan Banyuraden bekerja sama dengan Dinas Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Terpadu pada Kamis (6/2/2025). Kegiatan ini berlangsung di kawasan kolam milik Kelompok Pembudidaya Ikan Modinan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pembudidaya mengenai berbagai jenis penyakit ikan, faktor penyebabnya, serta teknik pengendalian yang ramah lingkungan. Acara dibuka secara resmi oleh Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, didampingi Ulu-Ulu, Sulung Pramono, serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden, Edi Waluyo.

Dalam pemaparannya, Hendy menekankan pentingnya mengenali penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit.

“Penyakit ikan dapat menurunkan produksi dan menyebabkan kerugian besar. Oleh karena itu, pembudidaya perlu memahami gejala awal serta metode pencegahannya,” ujarnya.

Peserta pelatihan mendapatkan materi dari petugas Dinas Perikanan DIY, Astuti, serta Penyuluh Perikanan Kapanewon Gamping, Ita Wulan Haryanti. Mereka menjelaskan cara mengidentifikasi hama dan penyakit ikan, teknik penanganan, serta pengendalian lingkungan budidaya agar tetap sehat dan produktif.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara mengenali gejala klinis ikan yang terinfeksi, sehingga dapat segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.

“Dengan memahami karakteristik serta pola serangan hama, pembudidaya dapat mengambil langkah pengendalian yang lebih efektif,” jelas Astuti.

Metode pencegahan dalam pelatihan ini berbasis prinsip keberlanjutan, sehingga ekosistem perikanan tetap terjaga. Salah satu aspek penting yang diperkenalkan adalah manajemen kesehatan ikan berbasis biosekuriti, yaitu menjaga kualitas air, mengatur kepadatan ikan di kolam, dan memberikan pakan sehat dan berkualitas.

Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tahan ikan terhadap penyakit secara alami, tanpa ketergantungan berlebihan pada obat-obatan kimia.

Penyuluh Perikanan Kapanewon Gamping, Ita Wulan Haryanti, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran para pembudidaya akan pentingnya menjaga kesehatan ikan secara berkelanjutan.

“Dengan manajemen yang baik, penyebaran penyakit dapat dicegah secara efektif, sehingga produktivitas meningkat dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan pembudidaya dalam menjaga kesehatan ikan. Ke depan, diharapkan lebih banyak pelaku usaha perikanan yang mengikuti pelatihan serupa untuk memastikan budidaya ikan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

(Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Perempuan Berdaya, Keluarga Sakinah Terjaga

Kalasan – ‘Aisyiyah terus berkomitmen dalam memberdayakan kaum perempuan melalui berbagai program, termasuk literasi di berbagai bidang. Salah satu program unggulan yang rutin dilaksanakan adalah “Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji”, yang digelar setiap Kamis Wage secara bergilir di berbagai ranting Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kalasan.

Pada Kamis Wage, 6 Februari 2025, kegiatan pengajian ini berlangsung di Masjid Baiturrahman, Bayen, Purwomartani, Kalasan, dengan dihadiri oleh 320 jamaah dari berbagai kalangan. Acara ini juga diikuti dengan pengukuhan kepengurusan Bina Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) dengan nama Sabilun Najah, serta pengukuhan kepengurusan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) oleh Ketua PCA Kalasan, Fatma Ismiyati.

Hadir sebagai penceramah, Hanik Rosyada, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman, menyampaikan materi bertema “Pondasi Keluarga Sakinah”. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan dapat menjadi garda terdepan dalam menangani permasalahan sosial, terutama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah, serta melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.

“Selamat atas terbentuknya BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan. Semoga dapat mengemban amanah dan menjalankan tugas dengan baik. Kesuksesan keluarga sakinah menjadi indikator keberhasilan gerakan ‘Aisyiyah,” ujarnya.

Dengan terbentuknya dua gerakan ini, diharapkan kaum perempuan dapat semakin berdaya dalam membangun keluarga yang harmonis dan melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Kalurahan Condongcatur Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Sisir Adminduk

Sleman – Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Sisir Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Ruang Wacana Loka, Condongcatur, Sleman, Jumat (7/2/2025). Rapat ini dihadiri oleh 18 dukuh dan kader Adminduk dari 18 padukuhan yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Ginoviva Rully, menjelaskan bahwa Kalurahan Condongcatur terpilih sebagai wakil Kapanewon Depok dalam ajang GISA Award 2025. Dalam kompetisi ini, tiga padukuhan akan menjadi sampel, yaitu Padukuhan Manukan, Gempol, dan Tiyasan. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan segera mempersiapkan segala sesuatunya.

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan, menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan kegiatan Sisir Adminduk yang akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025. Kegiatan ini mencakup sosialisasi administrasi kependudukan serta pelayanan pembuatan dokumen kependudukan bagi masyarakat. Layanan akan diselenggarakan di Ruang Wacana Loka dan Pendopo Kromodirjan, Kompleks Kalurahan Condongcatur.

Kader Adminduk akan berperan penting dalam kegiatan ini, terutama dalam menyampaikan informasi dan membantu pengurusan administrasi kependudukan di setiap padukuhan. Mereka akan berkoordinasi dengan para dukuh untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan dengan baik.

“Para pemangku wilayah dan kader Adminduk diharapkan dapat menyampaikan informasi ini kepada masyarakat dan membantu dalam proses pengurusan administrasi kependudukan,” ungkap Andree.

Ginoviva Rully menambahkan bahwa kegiatan Sisir Adminduk akan dimulai dari lingkup terkecil, yakni tingkat RT. Salah satu fokus utama adalah pembaruan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan sebelum Mei 2022. Selain pembaruan KK, kegiatan ini juga melayani pengurusan dokumen kependudukan lainnya.

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, berharap kegiatan Sisir Adminduk yang akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025 dapat berjalan lancar dengan dukungan dari para dukuh dan kader Adminduk.

“Harapannya, seluruh warga Condongcatur dapat semakin tertib dalam administrasi kependudukan,” ujarnya.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan Sisir Adminduk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan serta membantu Kalurahan Condongcatur dalam meraih prestasi di ajang GISA Award 2025. (Tri Suhartati – KIM Depok)




Launching Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak, Dukung Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Sleman – Kapanewon Ngemplak meluncurkan program Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak (S2B2N) sebagai bagian dari upaya menciptakan transisi yang menyenangkan bagi anak-anak dari PAUD ke SD, Jumat (7/2/2025). Acara yang berlangsung di Kantor Kapanewon Ngemplak ini diinisiasi oleh Pokja Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak sebagai tindak lanjut dari Lomba Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak se-Kabupaten Sleman, di mana Ngemplak berhasil meraih juara kedua pada tahun 2024.

Kegiatan ini diikuti oleh 180 anak, terdiri dari 120 anak PAUD dan 60 siswa SD kelas 1, yang didampingi oleh 36 guru PAUD dan SD. Dengan mengusung tema “Apresiasi Ngemplak Melalui Gerakan Badan Menuju Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan,” acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak, terutama dalam masa transisi mereka ke jenjang pendidikan dasar.

Panewu Ngemplak, Dakiri, mengapresiasi pencapaian yang diraih serta pentingnya kegiatan ini bagi perkembangan anak usia dini.

“Kami berharap melalui senam sehat ini, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sri Suharmi, selaku Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak, menekankan pentingnya kolaborasi antara PAUD dan SD.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antara PAUD dan SD, sehingga transisi anak-anak dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Senyum ceria yang menghiasi wajah mereka menciptakan suasana positif sepanjang acara.

Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak diharapkan dapat membantu membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya dan lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar acara seremonial, program ini merupakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak usia dini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kapanewon Ngemplak. (Arief Hartanto/KIM Turi)




PPM Ranting Depok Peringati HUT LVRI ke-68, Tanamkan Nilai Juang kepada Generasi Muda

Sleman – Pemuda Panca Marga (PPM) Ranting Depok menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Rabu (5/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, agar semangat juang para veteran tetap diwariskan dan dijaga oleh seluruh komponen bangsa.

Arif Priyo, perwakilan panitia HUT LVRI ke-68, menyatakan bahwa peringatan ini bukan hanya untuk mengenang jasa para veteran, tetapi juga untuk meneruskan cita-cita luhur mereka.

“Nilai perjuangan yang telah diperjuangkan oleh para bapak, ibu, kakek, dan nenek kita tidak hanya diwariskan kepada anak cucu veteran, tetapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai pewaris perjuangan, Pemuda Panca Marga siap meneruskan cita-cita luhur para pendahulu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.

“Kami berharap generasi muda tidak melupakan jasa para veteran. NKRI harus tetap jaya, dan pengorbanan mereka harus selalu dihargai,” tambahnya.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPD LVRI DIY Brigjen TNI (Purn) Sigit Irianto, Panewu Anom Depok Wawan Hariawan, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, serta perwakilan dari DPC LVRI Sleman, Polsek Depok Timur, Koramil 11 Depok, dan anggota PPM serta LVRI Ranting Depok.

Dalam sambutannya, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji menekankan pentingnya mengenalkan sejarah kepada generasi muda agar mereka menghargai jasa para veteran.

“Depok memiliki banyak saksi sejarah perjuangan, dan kita tidak boleh melupakan jasa para veteran yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Dengan memperingati HUT LVRI, kita bisa mengambil pelajaran berharga dan semakin menghormati perjuangan mereka,” tuturnya.

Ketua DPD LVRI DIY Brigjen TNI (Purn) Sigit Irianto menjelaskan bahwa peringatan HUT LVRI tahun ini mengusung tema “Dengan Jiwa Semangat dan Nilai Juang 45, LVRI Bersama Komponen Bangsa Lainnya Siap Mendukung Kepemimpinan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Peringatan tidak harus dilakukan dengan pesta besar-besaran, tetapi akan lebih bermakna jika kita mampu melakukan introspeksi diri demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dalam acara tersebut, dilakukan pemotongan tumpeng dan penyerahan buku sejarah perjuangan veteran kepada sejumlah pihak, termasuk Kapanewon Depok, Kalurahan Condongcatur, DPD LVRI DIY, Polsek Depok Timur, Koramil 11/Depok, dan DPC LVRI Kabupaten Sleman.

Ketua LVRI Ranting Depok, Sabar, turut memaparkan sejarah perjuangan di Kapanewon Depok, termasuk tokoh-tokoh pejuang dan peristiwa penting. Salah satu peristiwa bersejarah yang ia sampaikan adalah serangan Belanda pada 19 Desember 1948, di mana Padukuhan Gejayan dan Manukan menjadi sasaran serangan rudal (rojer kanon).

Peringatan HUT LVRI ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk menghargai dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa. (Wasana/KIM Depok)