Sambut Bulan Ramadhan 1446 H, RSIY PDHI Gelar Kegiatan Donor Darah

Sleman – Jelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) PDHI, menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman. Kegiatan yang berlangsung di gedung pertemuan setempat, Rabu (19/2/2025) tersebut diikuti oleh karyawan/karyawati RSIY PDHI dan masyarakat umum.

Ketua Panitia Donor Darah RSIY PDHI, Rahayu Astuti mengatakan bahwa kegiatan donor yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 2025, merupakan bagian dari kegiatan bulan suci Ramadhan.

“Donor darah itu sendiri di samping untuk menyemarakkan bulan Ramdhan juga bertujuan untuk membantu memenuhi ketersediaan darah di PMI Kabupaten Sleman yang diperuntukkan bagi masyarakat yang sakit dan memerlukan transfusi darah,” ungkap Rahayu.

“Selain itu juga untuk membangun dan memupuk kepedulian sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berdonor darah, dan untuk kesehatan pendonor itu sendiri sembari beramal bagi orang lain,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu panitia acara, Cahya Adi Nugraha menambahkan bahwa kegiatan donor darah juga dimaksudkan sebagai jalan bersedekah melengkapi sedekah-sedekah dalam bentuk yang lain. Terkait frekuensi penyelenggaraan donor darah di bawah naungan yayasan, sementara ini baru dilaksanakan oleh panitia Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan bulan suci.

“Untuk penyelenggaraan di luar itu sangat dimungkinkan, tetapi masih harus dikoordinasikan dengan yayasan. Insyaallah kami konsultasikan dulu,” pungkas Cahya Adi.

Pada proses pelaksanaannya, panitia menyiapkan alur pelayanan yang dimulai dari pendaftaran, skrening kelayakan, proses pengambilan darah, dan waktu tunggu paska pengambilan. Panitia menargetkan 50 kantong darah untuk kegiatan donor kali ini.

Di mana, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 65 orang. Tidak hadir karena alasan keluarga satu orang, jumlah peserta yang gagal mendonor sebanyak sembilan orang. Dengan begitu, panita berhasil mendapatkan 55 kantong darah. Diharapkan, kerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman ini akan terus berlanjut, dan peran serta masyarakat pun turut meningkat. (Tri Joko S / KIM Kalasan Bersahabat)




Survey Mawas Diri Puskesmas Depok II: Sinergi Lintas Sektor untuk Kesehatan Masyarakat

Sleman – Puskesmas Depok II menggelar Survey Mawas Diri (SMD) di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Rabu (19/2/2025). Pertemuan kali ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kamituwa, Dukuh, BPKal, staf, Kepala Jawatan Sosial, Kasie Pelayanan, PKB Kapanewon Depok, lintas sektor, dan kader kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat dan mencari solusi bersama. Dalam diskusi yang berlangsung, peserta membahas berbagai isu kesehatan, termasuk pola hidup sehat, pencegahan penyakit, serta peningkatan layanan kesehatan.

Kepala Puskesmas Depok II, dr. Trisni Andayani menegaskan bahwa survey mawas diri adalah langkah penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. “Dengan keterlibatan lintas sektor, kita dapat memahami kondisi kesehatan warga secara lebih komprehensif dan merancang solusi yang lebih efektif,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Trisni menjabarkan beberapa prioritas utama Puskesmas Depok II untuk tahun 2025, di antaranya: 1) TBC (Tuberkulosis): peningkatan deteksi dini dan pengobatan TBC di masyarakat; 2) Penemuan Kasus Potensial KLB (PD3I): upaya untuk menemukan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I); 3) HIV: Peningkatan kesadaran, deteksi dini, serta pendampingan bagi penderita HIV.

Di samping itu, ada beberapa topik penting yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti: 1) Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Mendorong perilaku hidup bersih dan sehat; 2) Kesehatan Mental di Masyarakat: Upaya deteksi dan penanganan masalah kesehatan mental di lingkungan masyarakat; 3) Imunisasi: Peningkatan cakupan dan kesadaran pentingnya imunisasi bagi kesehatan masyarakat.

“Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan program kesehatan di Kalurahan Condongcatur dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Trisni. (Tri Suhartati / KIM Depok)




IRL Realisasikan Program ‘I Love You Simbah’ dalam Kegiatan Yandu Lansia Sumbersari

Sleman – Direktur IRL (Indonesia Ramah Lansia) Dwi Endah bersama tujuh relawan dari Departemen Sekolah Lansia IRL mengunjungi kegiatan yandu lansia di Padukuhan Blendung, Sumbersari, Moyudan, pada Selasa (18/2/2025).

Kunjungan tersebut diterima oleh Dukuh Blendung, Rizky Anas Ikhwanudin, Ketua BKL Mugi Waras, Hj. Djumanah, para kader, dan sekitar 50 lansia yang hadir.

Dukuh Blendung, Rizky dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada direktur IRL dan para mahasiswa yang telah hadir memberikan perhatian dan kepedulian kepada lansia di padukuhannya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang hadir pada kesempatan ini untuk memberikan perhatian dan kepeduliannya terhadap lansia di padukuhan kami,” ujarnya.

Direktur IRL, Dwi Endah dan ketujuh relawan IRL yang merupakan mahasiswa Unriyo (Universitas Respati Yogyakarta) semester 3 Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Kesehatan Masyarakat. Mereka berkunjung untuk melaksanakan program IRL yang disebut ‘I love you Simbah’. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian anak muda terhadap lansia, menumbuhkan pemahaman, perhatian, dan kasih sayang yang lebih kepada para lansia.

Dwi bersama para mahasiswa pada kesempatan itupun langsung mewancarai lansia yang hadir. Mereka bertanya tentang kondisi fisik dan psikologis para lansia di sela-sela kegiatan yandu.

“Tujuan kunjungan ini, pertama, untuk mengetahui jawaban para lansia setelah mengikuti sekolah lansia sampai S3 bagi yang sudah mengikutinya. Bagi yang belum, apakah mereka menginginkan ikut sekolah lansia apa tidak. Kedua, ingin masukan mengenai sekolah lansia yang sudah terlaksana selama ini,” papar Dwi.

Ia juga mengatakan bahwa hasil wawancara itu akan disampaikan kepada BKKBN sebagai bahan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam program peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan para lansia.

“Dengan melakukan dialog langsung dari hati ke hati kepada para lansia, para mahasiswa itu jadi tahu kondisi kesehatan dan kejiwaan para lansia. Bahkan mereka terus teringat kakek neneknya di kampung halaman asal mereka dari Jambi, Kalimantan, NTT, dan Papua. Hal ini menumbuhkan kepedulian, pemahaman, perhatian, dan rasa kasih sayang terhadap simbahnya khususnya, dan simbah-simbah yang lain pada umumnya. Inilah yang diharapkan dari program I love you Simbah,” pungkas Dwi Endah. (Eny MS/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dalang Muda Seno, Pentaskan Lakon Bimo Suci di Milad ke-58 SMP Muhammadiyah Seyegan          

Sleman – Dalam rangka milad ke-58, SMP Muhammadiyah Seyegan menyelenggarakan Gelar Potensi Siswa (GPS), Senin (17/2/2025) di lokasi setempat. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan terbaik siswa, yaitu penampilan tahfidz oleh kelas tahfidz yang membawakan surat An-Naziat 1 sampai dengan 46 yang dibawakan 15 siswa dibawah asuhan Sutarti. Kemudian penampilan paduan suara oleh 18 siswa yang membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars Sekolah. Gelaran ini pun turut menampilkan seni tari yang dibawakan oleh tujuh orang anak, di bawah asuhan Esti Winarsih.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Seyegan, Rohmadi menuturkan hari ulang kali ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas diri. ”Dimiladnya yang ke-58, kami berusaha untuk terus mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Seyegan, salah satunya gelaran Potensi Siswa kali ini,“ katanya.

Acara dilanjutkan penampilan Pencak Silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah, dengan menampilkan enam orang anak berprestasi yang berhasil membawa pulang enam medali pada ajang PDM Sleman Competition 2.

Sebagai penampilan utama dan puncak acara, SMP Muhammadiyah 1 Seyegan menampilkan dalang Anggara Pratama Harya Wijasena (Seno) siswa kelas 8 A SMP Muhammadiyah 1 Seyegan. Pada kesempatan itu, Seno menampilkan lakon ‘Bimo Suci’ yang bercerita tentang Werkudara mencari air ‘Perwito sari’.

Rochmadi pun berharap agar kegiatan ini dapat menumbuhkan sekaligus mengasah potensi para peserta didik, sehingga mereka bisa lebih berptestasi di masa yang akan datang. Demikian juga dengan nilai-nilai positif dalam lakon wayang yang dimainkan kali ini, diharapkan bisa menjadi suri tauladan dan pesan kebaikan bagi semua. (Arief Hartanto / Kim Turi)




Musda Pelopor Perdamaian ke-3 Sleman Perkuat Sinergi dalam Menangani Permasalahan Sosial

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Pelopor Perdamaian ke-3 di Aula Nakula, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, pada Selasa (20/2/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran Pelopor Perdamaian (Pordam) dalam menangani berbagai permasalahan sosial, termasuk bencana sosial dan bencana alam, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pelopor Perdamaian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

“Peran serta masyarakat dalam membangun ketahanan sosial sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Musyawarah ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi berbagai elemen dalam menangani permasalahan sosial secara bersama-sama,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen pilar sosial, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Sleman. Para peserta mendiskusikan berbagai isu sosial yang dihadapi di Sleman, seperti penanganan korban konflik sosial, penguatan jejaring perdamaian, serta peningkatan peran aktif masyarakat dalam mitigasi bencana.

Musyawarah ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi pedoman dalam upaya penanganan bencana sosial dan bencana alam di Sleman. Diharapkan, pertemuan ini semakin memperkuat kolaborasi antarstakeholder dalam membangun ketahanan sosial yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Musda ini diakhiri dengan deklarasi komitmen bersama untuk terus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, damai, dan tanggap terhadap berbagai permasalahan sosial.

Selain menjadi forum diskusi, Musda ke-3 ini juga menjadi ajang pembentukan pengurus baru. Secara musyawarah mufakat, Suwanto dari Tempel kembali terpilih sebagai Ketua untuk periode tiga tahun ke depan. Struktur kepengurusan masih diisi oleh wajah-wajah lama, namun dengan beberapa perubahan dan tambahan bidang baru, salah satunya Bidang Media Sosial.

Dengan kepengurusan baru ini, Pelopor Perdamaian Kabupaten Sleman diharapkan tetap solid dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari pilar sosial dan kemanusiaan di lingkungan sekitar.

(Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Sardonoharjo)