PPS Condongcatur Serahkan Laporan Kinerja Pelaksanaan Pilkada 2024

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Condongcatur bersama Sekretariat PPS menyampaikan laporan kinerja pelaksanaan Pilkada Serentak Kabupaten Sleman 2024, di ruang kerja lurah, Jumat (21/2/2025).

Ketua PPS Condongcatur, Heri Prasetyo didampingi anggota Juliana Sukma dan Muhammad Irfan, serta Sekretariat PPS yaitu Wahyu Nurendra, Wasana dan Candra Widiantoro, melaporkan semua proses dan tahapan Pilkada Kabuapten Sleman 2024 yang telah berjalan dengan lancar. Tercatat, tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada kali ini sebesar 64 %.

“Jika dibandingkan dengan angka partisipasi pemilu pada beberapa bulan sebelumnya, jumlah keikutsertaan masyarakat dalam pilkada tahun ini mengalami penurunan hampir di semua kalurahan lainya di Sleman dan DIY,” kata Heri.

Heri menuturkan bahwa setiap pelaksanaan tahapan pilkada serentak 2024 dengan jumlah DPT di Condongcatur sebanyak dan 66 TPS yang tersebar di 18 Padukuhan, 64 RW serta 212 RT bisa berjalan dengan baik dan lancar, aman, nyaman, tertib dan damai.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada Lurah Condongcatur dan seluruh jajaran, Tim Sekretariat Bhabinsa Kalurahan, Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Kepala Puskesmas Depok II dan seluruh jajaran, Pengawas Kalurahan/Desa (PKD) Condongcatur, semua KPPS se-Kalurahan Condongcatur dan kepada seluruh masyarakat Kalurahan Condongcatur yang telah mensukseskan dan berpartisiapasi aktif dalam pelaksanaan pilkada 2024,” tuturnya.

“Mohon maaf jika selama kami dalam menjalankan tugas sebagai PPS Condongcatur ada banyak kekurangan dari kami. Selanjutnya kami serahkan buku laporan kinerja yang berisi tahapan dan pelaksanaaan pilkada Sleman 2024 kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” sambung Heri.

Sementara itu Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi dan kinerja dari Tim PPS Condongcatur yang telah melaksanakan semua tahapan pilkada Sleman 2024 dengan suka duka dan dinamika di dalamnya.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan pilkada serentak Kabuapten Sleman tahun 2024 untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten. Pelaksanaan Pilkada tahun 2024 di wilayah Kalurahan Condongcatur berjalan dengan baik, lancar, aman, damai. Seluruh penyelenggara pilkada melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab, baik di tingkat KPPS maupun PPS,” ucapnya.

Ditambahkan Reno, bahwa Bupati dan Wakil Bupati terpilih Harda Kiswaya dan Danang Maharsa telah dilantik serentak kemarin tanggal 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta.

“Mari kita semua mendukung penuh dan mensukseskan progranm program yang akan dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” ujarnya.

“Semoga dengan kepemimpinan ini, Sleman semakin maju, sejahtera, dan berkembang dapat membawa perubahan positif yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sleman serta terus mengedepankan pelayanan terbaik untuk kemajuan Kabupaten Sleman dan Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan dalam setiap langkah yang diambil,” pungkasnya. (Wasana / Kim Depok)




Nyadran dan Doa Bersama, Wujud Syukur Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Sleman – Warga Padukuhan Menulis Sumbersari menggelar Nyadran dan do’a bersama lintas agama, berlangusng di Lapangan Futsal Aneka Kamis (20/2/2025).  Kegiatan dihadiri lebih dari 450 orang, terdiri dari ketua-ketua RT, RW, dukuh, dan ketua-ketua lembaga, Rois, ketua lingkungan, prodiakon, Kamituwo Sumbersari, masyarakat setempat, dan ahli waris makam yang ada di Padukuhan Menulis Sumbersari Moyudan Sleman.

Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar menegaskan tujuan kegiatan tersebut ialah sebagai bentuk Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini pun menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat setempat agar lebih awas terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melestarikan budaya gotong-royong, dan menjalin kebersamaan hidup bermasyarakat,” ujarnya. 

Warga nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu pun, warga melakukan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Rois Jajariyanto, didampingi perwakilan Kristen oleh Jomulyo, dan Katolik oleh Ngadiran. 

“Terima kasih atas kebersamaan dan kerukunan seluruh warga Menulis.  Ke depan, warga semakin ayom ayem tentrem, dan harmonis,” tambah Agus.

Pada hari yang sama, warga Padukuhan Tumut Sumbersari juga menggelar nyadran di Makam Sentono, yang dihadiri lebih dari 600 orang terdiri dari para ketua RT RW rois, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para ahli waris. 

“Do’a ini juga sebagai wujud anak atau cucu yang berbakti kepada orang tua yang sudah menghadap kepada Yang Maha Kuasa.  Selain itu juga sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa yang adiluhung,” ujar Sukadi, Lurah Sumbersari yang hadir dengan didampingi Junaidi Carik beserta tokoh-tokoh masyarakat setempat. (Edy / KIM Moyudan)




Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Puskesmas Depok Diseminasikan Program Kampus 2000 HPK

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, program Kampus 2000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) resmi diperkenalkan dalam acara sosialisasi Kampus 2000 HPK dan Pendataan Ibu Hamil yang berlangsung di Aula Puskesmas Depok II, Jumat (21/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil dan keluarga mengenai pentingnya 2000 HPK, yakni periode krusial sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Acara dipandu oleh Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Depok II, Pramidya Ujiana, dan dihadiri oleh para kader kesehatan dari wilayah Kalurahan Condongcatur. Dalam paparannya, Pramidya menekankan bahwa 2000 HPK merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.

“Pemenuhan gizi dan perawatan kesehatan yang optimal selama masa ini akan berdampak besar terhadap masa depan anak,” ujarnya.

Program Kampus 2000 HPK Gagah Stunting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting. Di mana, Kampus 2000 HPK juga mengusung program Gagah Stunting (Gerakan Ayah Siaga dan Ibu Hebat Cegah Stunting). Program ini menekankan pentingnya peran seluruh keluarga dalam mencegah terjadinya stunting.

“Untuk itu, kader Kampus 2000 HPK dan Gagah Stunting menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program ini. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan Kampus 2000 HPK dan Gagah Stunting. Peran kader kesehatan yaitu pendataan ibu hamil dan memastikan di wilayah Condongcatur dan meminta nomor HP. Teknis selanjutnya akan dihubungi oleh pengampu kegiatan tersebut melalui What’s App,” terang Pramidya.

Salah satu kader kesehatan yang turut serta dalam kegiatan ini, Meifi Endah menyatakan bahwa program tersebut akan dimulai dipertengahan bulan Maret mendatang.

“Peran kita yakni pendataan ibu hamil dan memastikan keberadaan tinggal di wilayah. Program Kampus 2000 HPK Gagah Stunting akan star di pertengahan bulan Maret 2025 mendatang,” tuturnya.

Dengan adanya program Kampus 2000 HPK dan inisiatif Gagah Stunting, diharapkan angka kesehatan ibu dan anak di wilayah Depok semakin meningkat, sehingga dapat membantu menekan risiko stunting dan komplikasi kehamilan. Program ini akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan bagi ibu hamil dan keluarga. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Kembali ke Sleman, Harda-Danang Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik

Sleman – Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2025-2030, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa kembali ke Sleman pada Jumat (21/2/2025). Kedatangan mereka disambut meriah oleh ratusan masyarakat yang telah menunggu di sepanjang Jalan Parasamya hingga Kantor Sekretariat Daerah Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Harda mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan membawa Kabupaten Sleman ke arah yang lebih baik.

“Amanah ini sangat besar, dan saya siap bertanggung jawab untuk memastikan Sleman menjadi lebih maju,” ujar Harda.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Harda menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan untuk segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam berbagai layanan, khususnya perizinan, guna mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Dalam satu bulan pertama, SOP layanan harus sudah selesai agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik tanpa kendala,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Danang Maharsa meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menjalankan tugasnya dengan optimal. Ia berharap kepemimpinannya bersama Harda dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sleman.

“Kami mohon doa restu, agar dapat memimpin dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Harda juga menyampaikan bahwa dirinya akan mengikuti pelatihan kepemimpinan di Akademi Militer Magelang selama delapan hari ke depan. Selama masa pelatihan, urusan pemerintahan akan ditangani oleh Wakil Bupati Danang Maharsa.

“Saya dan Mas Danang memiliki visi yang sama, yaitu membawa Sleman ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.




Optimalkan Pelayanan Masyarakat, Banyuraden Gelar Bimtek SID

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kapasitas perangkat kalurahan dalam pengelolaan data dan informasi demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) Sistem Informasi Desa (SID). Kegiatan yang berlangsung di Area Taman Sendang Bandung, Sumberagung, Kamis (20/2/2025) tersebut diikuti oleh pamong, operator SID, dan beberapa perwakilan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan data kalurahan.

Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman yang menekankan pentingnya digitalisasi dalam administrasi desa. Ia menyampaikan bahwa platform ini akan membantu desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih akurat berbasis data.

“Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan transparan,” tuturnya.

Sudarisman berharap agar perangkat Kalurahan Banyuraden dan operator Sistem Informasi Desa dapat menguasai sistem ini dengan baik, sehingga pengelolaan data kalurahan bisa lebih akurat, terstruktur, dan mudah diakses. Dengan pemanfaatan sistem yang optimal, diharapkan pelayanan administrasinya menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Y. Purnama Kristiawan mengatakan bahwa data dan informasi mengenai desa atau kalurahan yang akurat dan terbarukan merupakan aspek yang sangat penting dalam perencanaan dan pengukuran capaian kinerja pembangunan kalurahan dan pemberdayaan masyarakat kalurahan.

Menurutnya, desa atau kalurahan berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem informasi desa, sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Adapun materi dalam bimtek ini meliputi pengelolaan data kependudukan, pelayanan administrasi, serta pemanfaatan data untuk perencanaan pembangunan. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi dan manfaat sistem informasi dalam tata kelola pemerintahan desa atau kalurahan.

Selama pelatihan, peserta juga melakukan praktik langsung menggunakan platform SID. Mereka diajarkan bagaimana cara memasukkan data, memperbarui informasi, serta membuat laporan yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Sesi praktik ini menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tugas sehari-hari.

Selain pelatihan teknis, bimtek ini juga menjadi ajang diskusi antara peserta dan narasumber. Beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi di lapangan turut dibahas, seperti keterbatasan jaringan internet, kurangnya pemahaman teknologi, dan perlunya pembaruan data secara berkala. Solusi dan strategi untuk mengatasi tantangan ini juga dibahas agar penerapan SID di Banyuraden bisa lebih optimal.

Setelah sesi pelatihan selesai, peserta diajak untuk menikmati keindahan alam Sendang Bandung disertai dengan permainan kelompok guna meningkatkan kekompakan dan kerja sama tim dalam membangun kebersamaan di antara perangkat desa dan operator SID.

“Melalui berbagai permainan dan tantangan tim, peserta belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan lebih baik, serta meningkatkan koordinasi dalam menyelesaikan tugas bersama,” terang Hendy Indra Utama selaku carik yang mendampingi Lurah Banyuraden.

Hendy pun berharap adanya bimtek ini, implementasi Sistem Informasi Desa di Banyuraden bisa berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem ini agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Partisipasi aktif dari seluruh perangkat desa dan warga sangat dibutuhkan agar sistem ini benar-benar menjadi alat yang mendukung kemajuan wilayahnya.

“Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga langkah strategis menuju kalurahan yang lebih maju, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)