Madrasah Amil LAZISNU Sleman Perkuat Pengelolaan ZIS yang Transparan dan Profesional

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sleman menggelar Madrasah Amil Angkatan I sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai III Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Minggu (23/2/2025).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman, KH. Muhammad Syakir Ali, didampingi Ketua Tanfidziyah, H. Sidik Pramono, serta Ketua LAZISNU Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin. Sebanyak 85 peserta dari Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Ketua LAZISNU Kabupaten Sleman, Hani Rochmanudin, menekankan pentingnya peran amil dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat secara tepat sasaran. Ia berharap, melalui Madrasah Amil, para pengurus UPZIS di setiap kapanewon dapat memahami tata kelola ZIS yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Hani mengungkapkan enam komponen penting yang harus dimiliki seorang amil agar pekerjaannya lebih bermakna, yaitu pemahaman diri, makna hidup, perubahan sikap, komitmen, kegiatan yang terarah, serta dukungan sosial.

“Seorang amil harus memiliki keyakinan yang kuat, berlandaskan akidah Islam yang lurus, serta menjalankan tugasnya dengan ikhlas,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Ketua LAZISNU Daerah Istimewa Yogyakarta, Mamba’ul Bahri, membahas kebijakan mutu manajemen dalam pengelolaan zakat yang harus memenuhi prinsip modern, akuntabel, transparan, amanah, serta profesional. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana umat.

“Ke depan, pelatihan dan pembinaan bagi para amil harus terus dilakukan hingga tingkat ranting agar kita semakin siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Selain pemaparan teori, peserta juga mengikuti sesi diskusi mengenai sistem pencatatan dana zakat secara akuntabel serta tata cara pelaporan yang sesuai dengan standar nasional. Dengan pendekatan ini, diharapkan LAZISNU Sleman semakin dipercaya oleh masyarakat dalam mengelola dana keumatan.

Tidak hanya meningkatkan kapasitas amil, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara LAZISNU dengan berbagai pihak terkait. Sinergi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat diharapkan dapat mendorong gerakan zakat yang lebih efektif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

Ke depan, LAZISNU Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan ZIS yang modern dan transparan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah optimalisasi platform digital guna mempermudah transaksi ZIS serta meningkatkan transparansi dalam pelaporan dana yang telah dihimpun dan disalurkan.

Dengan adanya Madrasah Amil ini, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman semakin profesional dan berdaya guna, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan optimalisasi zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat sangat bergantung pada peran amil yang amanah dan profesional. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Hadiri Kirab Budaya dan Nyadran, Wabup Sleman Dorong Pelestarian Tradisi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri kegiatan kirab budaya dan tradisi Nyadran yang diselenggarakan oleh warga Padukuhan Beran Kidul pada Minggu (23/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Danang mengapresiasi semangat warga dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal. Menurutnya, kirab budaya dan Nyadran merupakan salah satu bentuk nguri-uri kabudayan (melestarikan kebudayaan) di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian budaya, tetapi juga momen mempererat silaturahmi antarwarga untuk menciptakan kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” ujar Danang.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Padukuhan Beran Kidul, terutama karena diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan Ramadan.

Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Budaya dan Nyadran Padukuhan Beran Kidul, Tulus Tumadi, menjelaskan bahwa selain kirab budaya dan Nyadran, warga juga menggelar berbagai kegiatan lain, seperti merti dusun (syukuran desa) dan bersih-bersih makam.

Tulus berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan. (Humas Sleman)




Wabup Sleman Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, melepas peserta Fun Bike Rocket Infunity pada Minggu (23/2/2025) di Rocket Chicken Hall. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Rocket Chicken ke-15 dan turut dihadiri oleh Direktur Rocket Chicken, Nurul Atik.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Rocket Infunity, yang dinilai sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Sleman. Ia berharap masyarakat dapat menikmati kegiatan ini dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Sleman. Jika tubuh sehat, hati pun senang, umur panjang, dan rezeki semakin lancar. Karena itu, saya berharap bapak dan ibu dapat berolahraga secara rutin agar tetap bugar,” ujar Danang.

Danang juga berharap event olahraga seperti ini semakin berkembang di Kabupaten Sleman. Dengan begitu, olahraga tidak hanya menjadi gaya hidup (lifestyle), tetapi juga kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Rocket Chicken, Nurul Atik, mengungkapkan bahwa Rocket Infunity merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Rocket Chicken ke-15. Sejak 15 Februari 2025, berbagai kegiatan sosial telah dilaksanakan di beberapa daerah, seperti Kalimantan Selatan, Semarang, dan Yogyakarta. Ia menyebut acara ini sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian Rocket Chicken hingga saat ini.

“Kami bersama tim mengadakan syukuran dalam rangka peringatan milad ini. Pada acara pagi ini, kami menggelar fun bike bersama masyarakat. Harapan saya, Rocket Chicken dapat terus eksis dan berkembang di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Selain fun bike, perayaan HUT Rocket Chicken juga dimeriahkan dengan kegiatan donor darah, zumba, dan pentas jathilan. Nurul berharap pencapaian Rocket Chicken saat ini dapat semakin mendekatkan merek tersebut kepada masyarakat. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Gelar Temu Hati Anak Sleman 2025 untuk Kembangkan Potensi Generasi Muda

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) kembali menggelar Temu Hati Anak Sleman 2025. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo DPRD Sleman pada Sabtu (22/2/2025) ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa mengapresiasi penyelenggaraan acara ini sebagai sarana bagi anak-anak Sleman untuk mengembangkan diri dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik agar memperoleh manfaat yang maksimal.

“Anak muda tidak hanya harus cerdas secara akademis, tetapi juga perlu memiliki sikap yang baik, pandai bersosialisasi, senang berinteraksi, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini sangat penting untuk mencapai kesuksesan,” ujarnya.

Danang juga menyoroti pentingnya generasi muda dalam menghadapi bonus demografi. Ia menekankan bahwa anak-anak muda harus mampu mengoptimalkan potensi diri, menjadi individu yang andal dan berkualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Wildan Solichin, menjelaskan bahwa Temu Hati Anak Sleman 2025 berlangsung selama dua hari, yakni 22–23 Februari 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari DPRD Kabupaten Sleman, Pendamping Forum Anak, serta Lembaga Pemerhati dan Peduli Anak, dengan Forum Anak Kabupaten Sleman bertindak sebagai fasilitator.

“Peserta kegiatan ini berjumlah 140 anak yang berasal dari Sekolah Ramah Anak serta Forum Anak di tingkat kecamatan dan kalurahan di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Adapun tujuan penyelenggaraan Temu Hati Anak Sleman 2025 adalah untuk memilih Duta Anak Sleman, merumuskan Suara Anak Sleman, serta melatih anak-anak dalam mengenali berbagai permasalahan terkait pemenuhan hak anak di lingkungannya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong anak-anak Sleman agar mampu menyampaikan aspirasi mereka serta berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. (Humas Sleman)




50 Sanggar Seni di Wedomartani Ikuti Pembinaan Kelembagaan

Sleman – Sebanyak 50 sanggar seni dan kelompok kesenian di Kalurahan Wedomartani mengikuti kegiatan Pembinaan Kelembagaan yang berlangsung di Pendapa Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, pada Jumat (21/2/2025).

Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani memiliki lebih dari 80 sanggar seni dan kelompok kesenian yang tersebar di berbagai padukuhan, bahkan jumlahnya hampir mencapai 100. Namun, banyak di antaranya belum dikelola secara optimal sebagai sebuah organisasi yang terstruktur.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Mujiburochman, menjelaskan bahwa sebagian besar sanggar dan kelompok seni bergerak di bidang seni pertunjukan maupun non-pertunjukan. Beberapa berbentuk pendidikan dan pelatihan, sementara yang lain berfungsi sebagai wadah berkumpul untuk melestarikan seni dan menyalurkan hobi. “Sebagian besar anggotanya bersifat tetap dengan rentang usia yang relatif sama,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kalurahan Wedomartani menginisiasi program pembinaan kelembagaan dengan harapan sanggar dan kelompok kesenian dapat dikelola secara lebih baik dan berkembang sebagai organisasi yang maju. Untuk tahap awal, pembinaan ini diikuti oleh 50 sanggar dan kelompok yang bergerak di bidang seni tari, seni religius seperti Hadroh dan Sholawat, serta kesenian tradisional seperti Badui, Jathilan, dan Karawitan.

Joko Saptono, perwakilan Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping Kalurahan Budaya Kundha Kabudayan DIY, menjelaskan bahwa sanggar seni merupakan wadah bagi komunitas yang memiliki latar belakang serta tujuan yang telah disepakati bersama. “Sanggar adalah organisasi nonformal yang umumnya bersifat sosial dan nirlaba. Meski demikian, pengelolaannya tetap harus baik dan transparan,” katanya.

Menurutnya, pendirian sanggar atau kelompok kesenian perlu memiliki visi, misi, serta program kerja yang jelas. “Setiap organisasi harus memiliki mimpi, yaitu keadaan ideal yang ingin dicapai setelah melakukan analisis terhadap kondisi saat ini. Oleh karena itu, pendirian sanggar harus memiliki latar belakang, maksud, dan tujuan yang konkret,” lanjutnya.

Program kerja yang disusun harus mencakup agenda rutin, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Selain itu, struktur organisasi yang jelas juga diperlukan, termasuk kepengurusan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta peraturan internal jika memungkinkan. “Saat ini, setiap sanggar juga diwajibkan memiliki Nomor Induk Kebudayaan (NIK) yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Joko Saptono juga menekankan pentingnya pencatatan administrasi yang tertata dengan baik. “Profil sanggar harus terdokumentasi secara tertulis, termasuk pencatatan kegiatan harian. Minimal, sebuah sanggar perlu memiliki buku agenda surat keluar/masuk, buku inventaris, buku catatan kegiatan, buku notulen rapat, daftar hadir, buku kas, serta dokumentasi berupa foto kegiatan,” jelasnya.

Menutup sesi pembinaan, Joko Saptono memberikan pesan kepada para pengurus sanggar agar menerapkan prinsip kerja yang sistematis. “Rumus sederhana yang bisa diterapkan adalah: tulis apa yang hendak dikerjakan, kerjakan apa yang sudah ditulis, dan tulis apa yang telah dikerjakan,” pungkasnya. (Tri Joko S – KIM Kalasan)