Perkuat Implementasi Pendidikan Pancasila, DPRD DIY Lakukan Sosialisasi ke Banyuraden

Sleman – Warga Patran mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Acara ini diinisiasi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Yuni Satia Rahayu yang peduli terhadap pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan. Sosialisasi yang berlangsung di Patran, Banyuraden, Sleman, Senin (24/2/2025) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, dan memperkuat rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa Perda ini disusun untuk memperkuat implementasi pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di tingkat dusun. Warga diajak untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan, yang harus terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapannya, dengan memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Oleh karena itu, program pendidikan kebangsaan perlu diterapkan tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sosialisasi ini pun dihadiri oleh Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, Jagabaya Banyuraden, Sidig Wijanarko, Dukuh Banyumeneng, Dimas Alfandi Saputra, dan warga Dusun Patran. Perserta nampak antusias, dan aktif bertanya mengenai bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Saat sesi diskusi yang berlangsung, beberapa warga juga menyoroti tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama di era digital. Yuni pun mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Literasi digital menjadi aspek penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan di era modern,” tegasnya.
Selain memberikan pemahaman tentang isi peraturan daerah, Yuni juga mengajak warga untuk lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung penguatan nilai kebangsaan, seperti kerja bakti, diskusi kebangsaan, dan pengajian. Kegiatan terebut dapat menjadi sarana untuk mempererat persatuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila.
Salah satu hal yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak agar tumbuh dengan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Pendidikan karakter berbasis Pancasila harus dimulai dari rumah dan didukung oleh lingkungan sekitar,” terang Yuni.
Kegiatan sosialisasi ini pun diakhiri dengan pesan dari anggota DPRD DIY agar warga Dusun Patran terus menjaga semangat persatuan dan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



