Sebanyak 50 Kader Kesehatan Puskesmas Mirit Belajar Kelola Air Hujan di SAH Banyu Bening

Sleman – Sebanyak 50 kader kesehatan dari Puskesmas Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, mengikuti edukasi guna peningkatan kapasitas dan kompetensi dalam pengelolaan kesehatan lingkungan yang berlangsung di Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Sleman, Kamis (27/2/2025). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para kader dengan pemahaman dan keterampilan mengelola lingkungan yang sehat, khususnya dalam pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih.

Dalam sambutannya, Ahli Gizi Puskesmas Mirit, Yuni Listyorini menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya kader kesehatan mengenai pentingnya konservasi air hujan sebagai sumber air bersih yang lebih sehat dibandingkan air tanah.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kader kesehatan di tingkat desa. Kesehatan lingkungan memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan. Oleh karena itu, kader kesehatan harus memiliki kompetensi yang memadai agar dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, para peserta diberikan penjelasan oleh Sri Wahyuningsih selaku Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening mengenai manfaat air hujan, cara menampung dan menyimpannya dengan baik, dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selama pelatihan, para kader kesehatan mendapatkan materi tentang pentingnya air bersih, teknik pemanenan dan pengolahan air hujan, dan strategi pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat. Para kader juga diajarkan cara melakukan sosialisasi kepada warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya air secara bijak.

Selain itu, dibahas juga terkait pentingnya air bersih dalam mencegah masalah kesehatan seperti stunting, dan bagaimana tenaga kesehatan dan kader masyarakat dapat berperan aktif dalam mengedukasi warga tentang sanitasi dan pengelolaan lingkungan yang baik.

Mereka sangat antusias mengikuti sesi diskusi dan praktik langsung dalam menilai kualitas air hujan dibandingkan dengan sumber air lainnya. Mereka pun diajak untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air dan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain teori, peserta pun mengikuti praktik langsung dalam proses penyaringan dan penyimpanan air hujan yang dilakukan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening. Mereka diajak untuk melihat bagaimana sistem pengolahan air hujan yang telah diterapkan di lokasi tersebut dapat menjadi solusi bagi ketersediaan air bersih. Metode pemanfaatan air hujan yang dikembangkan pihaknya telah terbukti efektif dan ramah lingkungan.

“Saya berharap kader kesehatan yang telah dilatih hari ini dapat menyebarkan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas, sehingga kesadaran akan pentingnya pengelolaan air dan lingkungan yang sehat semakin meningkat,” tutur Bu Ning panggilan akrabnya.

Selain pemaparan materi, acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif. Di mana, peserta dapat berdiskusi langsung dengan para pakar terkait pengolahan dan manfaat air hujan. Para kader kesehatan juga memberikan wawasan tentang pentingnya air bersih dalam menjaga keseimbangan kesehatan tubuh serta kaitannya dengan pencegahan berbagai penyakit.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan manfaat air hujan dan dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan sekitar. Harapannya, edukasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas agar konservasi air hujan menjadi bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Sumbersari Gelar Sambang Kamling, Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan

Sleman – Dalam rangka menjaga kondisusifitas keamanan dan ketertiban Satlinmas Sumbersari, Moyudan, dipimpin langsung oleh Babinsa dan Babinkamtibmas gelar sambang kamling (keamanan lingkungan), Kamis (27/2/205).

Dalam pengarahannya Babinkamtibmas Sumbersari, Aipda Endri Destanta yang didampingi Babinsa, Serda Endriyanto menyampaikan bahwa kegiatan sambang kamling merupakan tugas bersama untuk memastikan kegiatan kamling di wilayah setempat berjalan baik. Ia pun menambahkan, selama bulan Ramadhan, pihak keamanan terkait diharapkan meningkatkan kewaspadaan.

“Mungkin saat ditinggal menjalankan ibadah shalat tarwih, menjadi kesempatan untuk tindak kejahatan, mangga kepada Satlinmas untuk mengimbau kepada warga untuk waspada,” ungkapnya.

Selanjutnya Desta juga memberikan motivasi kepada Satlinmas dalam tugas sosial untuk didasari dengan niat yang ikhlas demi situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif.

“Marilah kita niatkan dengan tulus, agar Sumbersari tetap aman tanpa ada gangguan kriminal, demi terwujudnya Sumbersari yang aman, tentram dan damai,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Kolaborasi dengan UNY, Condongcatur Menyelenggarakan Ujian bagi Calon Pamong Kalurahan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui panitia pengisian dan pengangkatan pamong Kalurahan Condongcatur tahun 2025 bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah melaksanakan ujian bagi calon pamong Kalurahan Condongcatur di Gedung Fakultas Kedokteran Ruang DRPM UNY, Kamis (27/2/2025).

Acara penutupan usai ujian dihadiri Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM), Yudik Prasetyo, beserta Tim Penguji UNY, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok, Lurah Condongcatur, Kasi, Kaur, Babinkamtibmas, Babinsa dan panitia.

Direktur DRPM UNY, Yudik Prasetyo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas kepercayaannya melakukan seleksi Pamong Kalurahan di UNY.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Kegiatan seleksi ini sudah dirintis oleh Pusat Pengujian DRPM UNY sejak tahun 2012 dan telah banyak bekerja sama dengan berbagai kalurahan dalam proses rekrutmen pamong,” ujar Yudik.

“Saat ini UNY memang menjadi universitas terbaik di bidang pendidikan serta aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk keraton, kantor, kampus dan lainya. Siapapun nanti yang terseleksi dan menjadi pamong sesuai nilai tertinggi adalah orang yang akan melanjutkan tongkat estafet regenerasi sebagai pamong di Kalurahan Condongcatur ke depanya,” ujarnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutan penutupan mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Yogyakarta, khususnya kepada Prof. Yudi dan Prof. Suji, yang telah memberikan dukungan akademis dan memastikan proses seleksi berjalan secara objektif dan transparan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapanewon Depok, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Condongcatur yang senantiasa mengawal keamanan dan ketertiban wilayah.  

“Hari ini adalah momen penting bagi kita semua, terutama bagi 16 peserta seleksi Pamong Kalurahan Condongcatur, perjalanan panjang yang telah dilalui mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, ujian tertulis, hingga wawancara adalah bentuk dari komitmen kita untuk menghadirkan aparatur kalurahan yang kompeten, berintegritas, dan siap melayani masyarakat,” ucapnya.

Reno juga menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan semangat yang telah di tunjukkan. “Terlepas dari hasil yang akan diumumkan sebentar lagi, saya harap semangat dan niat baik untuk membangun Condongcatur tetap terjaga, bagi yang nantinya terpilih, ingatlah bahwa tugas ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, proses ini adalah bagian dari pembelajaran, dan saya yakin kesempatan lain akan selalu terbuka bagi mereka yang memiliki tekad dan kerja keras,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok, Feri Ferdian yang mengatakan bahwa peserta seleksi sudah berusaha dan berdoa secara maksimal.

“Bagi yang belum berhasil tidak perlu berkecil hati, mungkin anda ditakdirkan untuk berkarir di tempat yang lain. Sedangkan bagi yang lolos seleksi, selamat, anda bergabung dengan Pemkal Condongcatur, persiapkan fisik dan mental untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,“ ungkapnya. (Wasana / Kim Depok)




Momen Haru Perpisahan Purnatugas Dua Orang Staf Kapanewon Ngaglik

Sleman – Suasana haru menyelimuti acara perpisahan yang digelar Kapanewon Ngaglik di Resto Sobo Kebon Argo, Kamis (27/2/2025). Seluruh karyawan dan peserta yang hadir berkumpul bersama memberikan tanda cinta kepada salah satu staf Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngaglik, Rismunandar dan staf Jawatan Praja, Hariyanto yang resmi memasuki masa purnatugas. Acara ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian keduanya dalam mendukung kemajuan Kapanewon Ngaglik selama bertahun-tahun.

Pada kesempatan itu, Panewu Ngaglik, Agung Endarta mengapresiasi penuh atas segala dedikasi yang telah diberikan oleh Rismunandar dan Hariyanto.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Kapanewon Ngaglik sangat menghargai dedikasi panjenengan berdua dalam menjalankan tugas, melayani masyarakat, dan berkontribusi untuk kemajuan wilayah kita. Semoga masa purnatugas ini menjadi awal baru yang penuh kebahagiaan dan keberkahan,” ujar Agung.

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan. Seluruh perserta dan tamu undangan memberikan ucapan selamat, doa, serta tali kasih sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas jasa mereka. Acara ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Prosesi tersebut sebagai penanda bahwa perpisahan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga penuh kekeluargaan sebagai bentuk penghormatan terhadap dua sosok yang telah memberikan banyak kontribusi bagi Kapanewon Ngaglik. (Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN Ngaglik)




Pemerintah Kalurahan Wedomartani Gelar Pelatihan Penulisan Toponimi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Wedomartani, menyelenggarakan pelatihan menulis toponimi atau sejarah padukuhan, di Toko Buku Solusi Buku, Karanganyar, Wedomartani, Kamis (27/2/2025). Pelatihan tersebut sebagai wujud mengimplementasikan pelestarian bahasa, sastra dan aksara, khususnya buku sejarah terjadinya nama padukuhan.

Ketua Pengelola Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Mujiburohman menuturkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para calon penulis toponimi dengan menghadirkan narasumber dari Paguyuban Sastra Budaya Jawa (PASBUJA) Kabupaten Sleman dan dari percetakan dan Toko Buku Solusi Buku.

“Pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan cara menulis toponimi. Diharapkan setelah para calon penulis mendapatkan pembekalan, pada kisaran bulan April – Mei mereka sudah mulai bergerak, dimulai pengumpulan bahan sesuai wilayah ketugasan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu tiga orang narasumber dari PASBUJA, Budi Sardjono, Nyadi Kasmorejo, dan R. Toto Sugiharto pada kesempatan itu turut memberikan materi tentang teknik pengumpulan bahan, teknik wawancara, teknik penulisan dan pengambilan foto dokumentasi.

Budi mengatakan, sejak dimulainya aktifitas pengumpulan bahan pada bulan April – Mei, pihaknya memberikan pendampingan bertiga. Di mana, pendampingan tersebut ditargetkan sampai dengan buku jadi dan siap dirilis, kurang lebih sekitar bulan November 2025.

“Pendampingan akan tetap kami berikan sampai buku itu siap untuk di-lounching,” ujarnya.

Terkait dengan proses cetak hingga menjadi sebuah buku, Nopitasari dari Solusi Buku, dalam paparanya mengatakan bahwa ada beberapa proses yang harus diketahui oleh seorang penulis. Adapun proses yang dimaksud ialah penaskahan, editing, layouting, desain cover, ISBN, dummy (contoh), proofing (pemeriksaan), finising (penyelesaian), kemudian cetak.

“Proses itu harus dipahami agar rentan waktu dapat diperhitungkan. Kalau diawal pengumpulan bahan hingga penulisan naskah terlambat, maka akan mempengaruhi perubahan waktu selesainya cetak dan distribusi,” ungkap Nopitasari. (Tri Joko S – KIM Kalasan)