Manasik Haji, Berikan Pengalaman Nyata bagi Siswa

Sleman – Sebagai upaya memperdalam pemahaman dalam pembelajaran fiqih, sebanyak 202 siswa-siswi kelas X MAN 4 Sleman mengikuti kegiatan manasik haji, pada Rabu (19/02/2025), di Wisata Edukasi Religi ‘Qolbu’, Sunggingan, Singkil, Karanggeneng, Boyolali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para siswa mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji secara langsung.

Para peserta didik mengenakan pakaian ihram sesuai dengan tuntunan pelaksanaan ibadah haji. Dengan bimbingan para guru dan pembimbing, para siswa menjalani berbagai rangkaian manasik, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, Mabith di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, hingga thawaf dan sa’i di area yang telah disediakan di lokasi wisata edukasi tersebut.  Para siswa dikelompokkan menjadi 6 regu dengan didampingi pembimbing.   Sementara Tim Medis dilakukan oleh para siswa kelas XI yang tergabung dalam PMR.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin madrasah untuk memberikan pengalaman nyata bagi siswa tentang ibadah haji. “Melalui manasik haji ini, siswa dapat memahami dan merasakan langsung bagaimana tata cara pelaksanaan haji, sehingga saat mereka benar-benar melaksanakan ibadah haji di kemudian hari, mereka sudah memiliki gambaran yang jelas,” ujarnya.

Sementara salah satu koordinator kegiatan, Satria Pradana menegaskan bahwa dengan praktek dan mengalami manasik haji, siswa akan lebih paham tentang tata cara, wajib rukun dan sunnah-sunah haji. 

“Mengapa demikian, karena di kawasan wisata edukasi religi Boyolali ada beberapa replika bangunan yang menggambarkan rangkaian ibadah haji, seperti miniatur Ka’bah, replika Masjid Nabawi, replika area Sai, Jabal Rahmah, Padang Arafah.  Bahkan ada pula area tiruan tempat mengambil zamzam dengan air yang siap diminum, karena olahan dari PDAM setempat,” jelas Satria. 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 4 Sleman tidak hanya memahami tata cara haji. Tetapi juga semakin meningkatkan kecintaan mereka terhadap agama serta mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji di masa depan.  Kegiatan berjalan lancar dan diakhiri dengan doa bersama agar seluruh peserta dapat meraih kesempatan berhaji yang sesungguhnya di Tanah Suci.  (Edy / KIM Moyudan)




Tradisi Nyadran Agung Kyai Demak Ijo Pererat Hubungan antar Generasi

Sleman – Nyadran Agung merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh warga Desa Banyumeneng sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Salah satu ritual yang paling khas adalah ziarah ke makam Kyai Demak Ijo, sosok yang dianggap sebagai tokoh penting dalam sejarah desa ini. Kegiatan yang berlangsung di area makam Kyai Demak Ijo Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (19/2/2025) ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan antar warga.

Prosesi Nyadran Agung dimulai dengan kirab 7 gunungan dan 7 nasi tumpeng beserta uba rampenya yang di arak oleh warga Banyumeneng dengan pengawalan bregodo Banyu Sembodo dan Banyu Sumeneng yang semuanya diserahkan kepada Dukuh Banyumeneng. Sebelumnya, warga bersama-sama membersihkan area makam dan menata lingkungan sekitar agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Hal ini mencerminkan nilai gotong-royong yang masih kental dalam kehidupan masyarakat Banyumeneng.

Sambutan disampaikan Aris Eko Nugroho selaku Paniradya Kaistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyatakan bahwa nyadran menjadi ruang warga untuk saling bertemu dan berbagi. Kegiatan itu pun menjadi kegiatan budaya untuk mengirim doa kepada leluhur seiring memasuki bulan Ruwah atau Sya’ban.

Ia pun mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan seperti ini, yang merupakan bagian dari kearifan lokal serta identitas budaya yang harus terus dilestarikan. Tradisi Nyadran bukan hanya tentang mengenang leluhur, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga hubungan baik antar warga, memperkokoh persatuan, dan memohon berkah bagi desa serta generasi penerus.

“Di era modern seperti sekarang, menjaga dan merawat tradisi warisan leluhur bukanlah perkara mudah,” tutur Aris.

Suasana khusyuk terasa ketika lantunan doa dipanjatkan, mencerminkan rasa syukur dan harapan agar diberikan keberkahan dalam kehidupan. Setelah dzikir dan doa bersama, ritual dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di makam. Setiap peserta membawa bunga sebagai simbol penghormatan dan doa kepada leluhur. Aroma harum bunga yang tersebar di sekitar makam menambah kesakralan acara ini.

Sementara, Lurah Banyuraden, Sudarisman mengatakan, Nyadran Agung juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Warga dari berbagai lapisan berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan. Mereka menjadikan acara ini menjadi ajang silaturahmi, mempererat hubungan antar generasi, serta mengingatkan pentingnya menjaga tradisi warisan leluhur.

Keunikan lain dari Nyadran Agung adalah adanya hidangan khas yang disiapkan oleh warga. Setelah prosesi di makam selesai, mereka berkumpul untuk menikmati makanan bersama, melambangkan rasa syukur dan kebersamaan. Hidangan tradisional seperti tumpeng dan berbagai jajanan khas yang selalu menjadi bagian dari perayaan ini.

Sudarisman berharap, Semoga Nyadran Agung Kyai Demak Ijo ini menjadi berkah bagi masyarakat dan semakin memperkuat semangat dalam melestarikan budaya serta membangun Banyuraden menjadi Desa Budaya yang sesungguhnya.

“Saya mengajak seluruh warga untuk terus berperan aktif dalam upaya menjadikan Banyuraden sebagai Desa Budaya yang menjaga warisan leluhur,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Puskesmas Gamping II Pantau Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Program Baduta

Banyuraden – Puskesmas Gamping II menyosialisasikan Program Bayi Dua Tahun (Baduta) di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan tumbuh kembang anak, Rabu (19/2/2025).

Kepala Puskesmas Gamping II, dr. Aris Misyari, menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan anak usia di bawah dua tahun dengan pendekatan preventif dan promotif. “Baduta mengedepankan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Dalam program ini, tenaga kesehatan seperti bidan dan ahli gizi rutin memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan menyusui mengenai pentingnya asupan gizi, pemberian ASI eksklusif, serta makanan pendamping ASI bergizi seimbang. Selain itu, bayi yang terdaftar akan menjalani pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala untuk memastikan pertumbuhan optimal sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, menambahkan bahwa pemberian makanan tambahan diberikan khususnya kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan komposisi gizi seimbang berbasis makanan lokal. Jika ditemukan masalah gizi, tenaga kesehatan segera melakukan intervensi.

Program ini juga melibatkan kader kesehatan dan Posyandu tingkat RW dan RT untuk mendampingi serta memantau kondisi anak. Peran aktif masyarakat diharapkan membuat program Baduta lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah Kalurahan Banyuraden, melalui Ulu-Ulu Sulung Pramono, mendukung penuh program ini sebagai langkah konkret menekan angka stunting. “Kesuksesan program ini bergantung pada sinergi tenaga kesehatan dan masyarakat dalam memastikan anak-anak mendapat asupan gizi dan pola asuh yang tepat,” ujarnya.

Dengan inovasi dan kolaborasi berbagai pihak, Program Baduta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gizi anak sejak dini, menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




237 Pemohon Terlayani dalam Kegiatan Sisir Adminduk di Condongcatur

Condongcatur, 20 Februari 2025 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sleman menggelar Sisir Adminduk di Kalurahan Condongcatur, Kamis (20/2/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan melalui layanan langsung di tingkat kalurahan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wacana Loka ini dihadiri oleh Panewu Depok, Lurah Condongcatur, pamong, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Kader Jakadara. Narasumber dari Dukcapil Sleman, Bank Sleman, Bank BPD DIY, dan BPJS Kesehatan turut memberikan sosialisasi.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dukcapil Sleman, Mayawati Jati Lestari, menjelaskan bahwa Sisir Adminduk merupakan inovasi jemput bola di 17 kapanewon untuk mempermudah warga mengakses dokumen kependudukan, termasuk KTP elektronik, identitas kependudukan digital (IKD), KIA, KK, akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan bagi penduduk non-Muslim.

“Kami berkolaborasi dengan kapanewon dan kalurahan untuk menyelenggarakan sosialisasi informasi, rekam data, dan layanan administrasi kependudukan di 17 kalurahan. Selain layanan kependudukan, kami juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Bank BPD DIY Cabang Sleman, dan Bank Sleman,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi program ini karena mempercepat layanan tanpa warga harus datang ke kantor Dukcapil Sleman.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemohon bisa mengurus dokumen kependudukan cukup di kalurahan, sehingga prosesnya lebih cepat dan tidak membebani mereka dengan prosedur yang rumit,” ujarnya.

Sebanyak 237 pemohon memanfaatkan layanan Sisir Adminduk di Kalurahan Condongcatur. Dari jumlah tersebut, 15 pemohon melakukan perekaman KTP elektronik, sementara 17 pemohon mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Selain itu, 11 pemohon mengurus pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), dan 101 pemohon melakukan pembaruan Kartu Keluarga (KK).

Layanan pindah penduduk tercatat hanya diakses oleh 1 pemohon, sedangkan layanan administrasi untuk penduduk non-permanen cukup tinggi, dengan 92 pemohon yang mengajukan permohonan.

Selain layanan adminduk, BPJS Kesehatan melayani 38 pemohon, dan Ditlantas Polda DIY menangani 33 perpanjangan SIM. Akta kelahiran dan KIA juga diserahkan secara simbolis kepada warga yang telah mengurus dokumen.

Dengan program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap administrasi kependudukan meningkat, serta layanan semakin mudah diakses oleh seluruh warga. (Wasana/KIM Depok)




Validasi Data Imunisasi Balita di Puskesmas Depok II, Upaya Capai Cakupan 100%

Condongcatur – Puskesmas Depok II menggelar kegiatan validasi data imunisasi balita untuk memastikan seluruh anak di wilayah Kalurahan Condongcatur mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Kegiatan ini diikuti oleh 40 kader dari 40 Posyandu yang berada di bawah naungan puskesmas.

Dalam proses validasi, para kader membawa data imunisasi balita kelahiran tahun 2023 dan 2024. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan daftar anak yang telah menerima imunisasi, berdasarkan informasi dari pengampu imunisasi, Pudewa. Setelah diverifikasi, data yang telah diperbarui diserahkan kepada bidan untuk dimasukkan ke dalam sistem pencatatan resmi.

“Kegiatan validasi ini dilakukan secara langsung dengan setiap kader Posyandu, sehingga memungkinkan diskusi dan pengecekan mendalam terkait kondisi di lapangan,” ujar Bidan Lilis Rohani, Kamis (20/2/2025).

Selain memverifikasi data, kegiatan ini juga menjadi ajang komunikasi untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi dalam pelaksanaan imunisasi.

Selain memastikan keakuratan data, kader Posyandu juga diingatkan untuk menindaklanjuti balita yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Jenis imunisasi dasar yang divalidasi meliputi HB-0, BCG, Polio (1-3), DPT-HB-Hib (1-3), IPV (1-3), Rota Virus (1-3), MR, Japanese Encephalitis (JE), Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV 1-3), serta imunisasi booster DPT-HB-Hib dan campak.

Sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat, kader Posyandu berperan penting dalam memastikan cakupan imunisasi balita mencapai 100%. Kolaborasi erat antara kader dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam upaya ini.

Melalui validasi data ini, diharapkan seluruh balita di Condongcatur dapat memperoleh imunisasi dasar secara lengkap, sehingga mereka mendapatkan perlindungan optimal terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Tri Suhartati/KIM Depok)