Bupati dan Wakil Bupati Sleman Periode 2025-2030 Resmi Dilantik di Istana Negara

Sleman – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sleman terpilih, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa, resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Pelantikan ini dilakukan bersamaan dengan 481 kepala dan wakil kepala daerah lainnya dalam pelantikan serentak tahun 2025.

Pelantikan tersebut berdasarkan Radiogram Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir atas nama Menteri Dalam Negeri. Selain itu, pelantikan ini merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota yang diterbitkan pada 11 Februari lalu.

Dalam prosesi pelantikan, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) dan bersama kepala daerah lainnya melakukan long march dari halaman Monas menuju Istana Kepresidenan sebelum mengikuti upacara resmi pelantikan.

Usai dilantik, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Sleman atas kepercayaan yang diberikan. “Alhamdulillah, hari ini saya bersama Mas Danang Maharsa telah resmi dilantik. Keberadaan kami di sini tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Sleman,” ujarnya.

Harda menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, profesional, dan menjunjung tinggi hak-hak rakyat. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah penting dalam mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi masyarakat Sleman. Ia pun berharap masyarakat dapat mendukung langkah pemerintah dalam membangun Bumi Sembada.

Senada dengan Harda, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan yang diberikan. Ia bersyukur bisa dilantik secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan menyatakan kesiapan untuk bekerja demi kepentingan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, termasuk melalui reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Sleman,” kata Danang.

Dengan pelantikan ini, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa resmi memimpin Kabupaten Sleman untuk periode 2025-2030 dengan visi membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.




Pelatihan Pembuatan Kue Kering Tingkatkan Keterampilan dan Peluang Usaha Kader PKK Donoharjo

Sleman – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, permintaan pasar terhadap kue kering meningkat pesat. Melihat peluang tersebut, Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK Kelurahan Donoharjo mengadakan pelatihan pembuatan kue kering bagi kader PKK Donoharjo. Kegiatan ini berlangsung di Homestay Omah Sawah, Padukuhan Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Selasa (18/2/2025).

Ketua Pokja 2 PKK Donoharjo, Sefita Ayu Pratama Sari, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat kue kering. “Diharapkan ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini memiliki pengetahuan dan keterampilan minimal untuk membuat kue yang enak bagi keluarga. Selain itu, mereka dapat menekan pengeluaran saat Lebaran dan bahkan membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, Pokja 2 PKK Donoharjo menghadirkan praktisi kuliner berpengalaman, Tari Hendri, yang telah lama berkecimpung dalam pembuatan kue kering dan menerima pesanan dalam jumlah besar. Peserta diajarkan teknik dasar dalam membuat tiga jenis kue kering populer, yaitu nastar, kastengel, dan lidah kucing.

Selama pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahap, mulai dari pemilihan bahan, teknik pembuatan, hingga pengemasan. Mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan kue di bawah bimbingan instruktur.

“Membuat kue kering itu gampang-gampang susah. Meskipun terlihat sederhana, diperlukan teknik memanggang yang tepat agar kue tidak gosong dan memiliki tekstur yang pas,” ungkap Tari Hendri.

Salah satu peserta, Luki Krisnandini, mengaku senang dengan pelatihan ini karena mendapat banyak ilmu baru. “Saya belajar memilih bahan yang tepat, teknik pengolahan, hingga proses pemanggangan. Jika tidak dilakukan dengan benar, kue bisa pecah atau hasilnya tidak sesuai harapan,” kata Luki.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga.

(Upik Wahyuni, KIM Donoharjo)




HIPMI Sleman Sukses Gelar “Srawung Kaliyan Calon Ketua Umum BPD HIPMI DIY”

Sleman – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman sukses menyelenggarakan acara bertajuk ‘Srawung Kaliyan Calon Ketua Umum BPD HIPMI DIY’ di Edirne Coffee & Space, Sleman, Rabu (19/2/2025). Acara ini menghadirkan Ekawati Rahayu Putri, calon tunggal Ketua Umum BPD HIPMI DIY periode 2025-2028 sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, Ekawati menyampaikan visi dan misinya yang berfokus pada pemberdayaan pengusaha muda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam mendukung pertumbuhan bisnis lokal serta membangun jejaring pengusaha di tingkat nasional dan internasional.

“Di era digital seperti ini, kita harus berani berinovasi dan berkolaborasi. HIPMI akan menjadi jembatan yang menghubungkan para pengusaha muda untuk menciptakan peluang baru,” ujar Ekawati dalam sesi diskusi interaktif.

Ketua HIPMI Sleman, Haryo Arief Primanto mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi anggota HIPMI Sleman dalam belajar, berdiskusi, dan memperluas jaringan.

“Acara ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga motivasi bagi pengusaha muda untuk terus berkembang di tengah tantangan dunia bisnis yang dinamis,” ujar Haryo.

Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota HIPMI Sleman serta tokoh-tokoh penting di dunia bisnis lokal. Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang mencakup tantangan bisnis, strategi kolaborasi, hingga program kerja HIPMI DIY ke depan.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat hubungan antara anggota HIPMI Sleman dan para pemangku kepentingan bisnis di DIY.

Dengan suksesnya acara ini, HIPMI Sleman berharap dapat terus mendorong anggotanya untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha dan jaringan bisnis mereka. (Ilham Agus-KIM Seyegan)




Kapanewon Ngaglik Gelar Rakor Asesmen Tahunan Reformasi Birokrasi Kalurahan

Sleman – Jawatan Praja Kapanewon Ngaglik menyelenggarakan Rakor Assesmen Tahunan Reformasi Birokrasi Kalurahan yang diikuti oleh seluruh Carik, Kaur Danarta dan Kaur Pangriota se-Kapanewon Ngaglik, Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan reformasi birokrasi masing-masing kalurahan.

Acara ini dibuka dan dipandu oleh Kawat Praja Kapanewon Ngaglik, Hadi Nugroho. Dalam paparannya, Hadi menekankan pentingnya reformasi birokrasi kalurahan sebagai upaya berkelanjutan menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani masyarakat dengan lebih baik.

“Asesmen ini menjadi tolok ukur sejauh mana reformasi birokrasi kalurahan diterapkan di tingkat kalurahan. Diharapkan hasil evaluasi ini dapat menjadi bahan evakuasi dan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Peserta yang terdiri dari pamong kalurahan dari berbagai kalurahan di Kapanewon Ngaglik, mengikuti sesi diskusi dan evaluasi yang membahas indikator-indikator serta kriteria dari 16 kegiatan utama reformasi birokrasi kalurahan.

“Dengan adanya asesmen ini, diharapkan seluruh kalurahan di Kapanewon Ngaglik semakin meningkatkan profesionalismenya dalam melayani masyarakat, dan terus berinovasi dalam penerapan reformasi birokrasi kalurahan,” ujar Hadi. (Eka Sastra Kurniawan / KIM DSN Ngaglik)




SMP Ma’arif Gamping Dorong Peserta Didik Lakukan Kajian Fiqih Kitab Kuning

Sleman – Di SMP Ma’arif Gamping, pembiasaan kajian fiqih menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap Rabu pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kajian menggunakan kitab kuning Safinatun Najah, sebuah kitab dasar dalam ilmu fiqih yang banyak dipelajari di pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Kegiatan yang berlangsung, Rabu (19/2/2025) ini ditujukan untuk membentuk karakter islami para siswa-siswi serta membekali mereka dengan pemahaman fiqih dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian dipimpin oleh KH. A. Syukron Amin selaku pengasuh Pondok Pesantren Ar-Risalah Mlangi yang memiliki keahlian dalam bidang fiqih dan kitab kuning. Dengan bimbingannya, diharapkan siswa-siswi SMP Ma’arif Gamping dapat memahami isi kitab Safinatun Najah dengan baik dan mendalam. Metode pengajaran yang digunakan pun disesuaikan dengan tingkat pemahaman pelajar agar mereka mudah mencerna dan mengamalkan ilmu yang diajarkan.

Kegiatan yang dipantau langsung oleh Kepala Sekolah SMP Ma’arif Gamping, Retna Isti Pratiwi didampingi Wijang Wahyu Wiwoho selaku Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teori. Tetapi juga mendorong siswa-siswi untuk mempraktikkan ilmu fiqih dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, setelah mempelajari bab thaharah, mereka lebih memahami cara bersuci yang benar sesuai syariat Islam.

“Hal ini menjadikan ibadah para siswa lebih sempurna dan akan diterima oleh Allah SWT,” terang Gus Syukron panggilan akrabnya.

Adapun Safinatun Najah sendiri merupakan kitab yang membahas berbagai hukum Islam, terutama terkait ibadah seperti thaharah (bersuci), shalat, puasa, zakat, dan haji. Kitab ini disusun oleh Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dan menjadi rujukan utama dalam fiqih mazhab Syafi’i. Dengan mempelajari kitab ini, siswa-siswi dapat memahami dasar-dasar hukum Islam yang menjadi pegangan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Menurut Gus Syukron, selain aspek keilmuan, kajian kitab kuning ini juga memiliki dampak positif terhadap pembentukan akhlak siswa. Dengan memahami hukum-hukum Islam, mereka akan lebih disiplin dalam menjalankan ibadah dan memiliki sikap yang lebih baik dalam berinteraksi dengan sesama.

“Sikap sopan santun, tanggung jawab, dan kejujuran semakin tertanam dalam diri siswa,” tambahnya.

Sementara, Retna Isti Pratiwi selaku Kepala Sekolah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi benar-benar memberikan dampak yang nyata dalam kehidupan. Karena ilmu yang diperoleh dapat dijadikan bekal dalam menjalani kehidupan, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat.

“Setelah memahami fiqih dengan baik, insya Allah kalian akan menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” kata Retna dihadapan para siswanya.

Ia pun mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan kajian kitab kuning Safinatun Najah sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk lebih dekat dengan ulama dan belajar langsung dari sumbernya. Dengan adanya interaksi ini, siswa bisa bertanya langsung mengenai permasalahan fiqih yang mereka hadapi. Hal ini sangat penting untuk membangun kebiasaan berpikir kritis dan mencari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan berlandaskan ajaran Islam.

Dengan adanya pembiasaan kajian fiqih kitab kuning Safinatun Najah ini, diharapkan siswa-siswi SMP Ma’arif Gamping tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat. Ilmu yang mereka dapatkan akan menjadi cahaya yang membimbingnya dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)