KKN Tematik Universitas AKPRIND 2025: Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Rejosari

Berbah – Universitas AKPRIND Indonesia (UAI) secara resmi menerjunkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dalam sebuah acara penandatanganan yang berlangsung di Rumah Dukuh Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (17/2/2025).

Kepala Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Universitas AKPRIND Indonesia, Mohammad Sholeh, menjelaskan bahwa KKN kali ini diikuti oleh 16 mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Statistika. Para peserta terdiri atas 10 mahasiswa laki-laki dan 6 mahasiswa perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan latar belakang daerah yang beragam, mahasiswa diharapkan dapat memupuk semangat kebangsaan dan menjalin persatuan. Mereka juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan KKN, yang mayoritas berpenduduk suku Jawa,” ujar Sholeh.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga Kepala Laboratorium Jaringan Komputer UAI, Joko Triyono, ., ., menekankan pentingnya mahasiswa untuk segera memetakan kebutuhan masyarakat guna menyusun program kerja yang tepat.

“Komunikasi dengan dukuh dan lurah sebagai pemangku wilayah sangat penting dalam penyusunan program,” kata Joko. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam menentukan program kerja dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat setempat.

“Meski berasal dari berbagai suku, mahasiswa perlu mempelajari adat dan bahasa Jawa, meskipun hanya salam pembuka. Ini akan mempermudah interaksi dengan warga,” tambahnya.

Dukuh Rejosari, Dalis Kurniawan, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Tematik dari Universitas AKPRIND Indonesia. Ia berharap program yang dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jika dalam kehidupan bermasyarakat ada hal-hal yang kurang berkenan, mohon dimaklumi. Kondisi lingkungan kami jauh dari perkotaan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN, Anggelina Carolina Teti, menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan hangat dari warga Padukuhan Rejosari.

“Kami berharap dapat bimbingan dari Pak Dukuh dan tokoh masyarakat agar kegiatan KKN ini berjalan lancar dan bermanfaat,” tuturnya. (Kusnadi – KIM Berbah)




Ribuan Jamaah Hadiri Haflah Akhirusannah dan Harlah Ke-19 Majelis Muhibbin Rasulullah

Sleman – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Joglo Majelis Muhibbin Rasulullah (MMR) di Ringroad Utara No. 7, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, untuk menghadiri Haflah Akhirusannah yang dipimpin oleh Al Habib Usman Bin Muhammad Barakwan, Senin (17/2/2025). Acara ini semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-19 Majelis Dzikir Muhibbin Rasulullah, yang telah menjadi wadah bagi umat Islam dalam menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui shalawat, ilmu, dan ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan dimulai pada pukul WIB dengan pembacaan maulid dan lantunan shalawat yang menggema dengan khidmat. Suasana syahdu semakin terasa, menghadirkan semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dalam sambutannya, Al Habib Usman Bin Muhammad menyampaikan apresiasi kepada para jamaah yang tetap istiqamah menghadiri majelis hingga memasuki usia ke-19 tahun.

Mauidzah hasanah disampaikan oleh KH. Chamdani Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Inayatullah Sleman. Ia menekankan pentingnya istiqamah dalam menghadiri dan mendukung majelis ilmu seperti MMR.

“Majelis ini telah berdiri selama 19 tahun, dan itu bukan hal yang mudah. Istiqamah menjadi kunci agar majelis ini terus membawa cahaya ilmu dan shalawat kepada umat,” ujar KH. Chamdani Yusuf.

Ia juga mengingatkan bahwa keberkahan suatu majelis tidak hanya bergantung pada jumlah jamaah, tetapi juga pada konsistensi dalam menjaga tradisi shalawat dan menuntut ilmu. Selain itu, ia berpesan agar jamaah selalu memohon kepada Allah SWT untuk diberikan rezeki yang halal dan berkah.

“Keberuntungan sejati adalah ketika seseorang diberi kekuatan untuk menjalani hidup yang halal. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia mengutip hadits tentang keutamaan majelis dzikir dan ilmu sebagai taman-taman surga di dunia, tempat di mana malaikat berkumpul, mencatat nama-nama mereka yang hadir, serta memohonkan ampun dan rahmat dari Allah SWT.

“Jangan anggap remeh kehadiran dalam majelis seperti ini. Malaikat mencatat setiap niat baik dan mendoakan agar mendapat keberkahan serta rahmat Allah,” tambahnya.

Para jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak hanya berasal dari Yogyakarta, beberapa di antaranya datang dari luar kota, menunjukkan besarnya kecintaan umat terhadap majelis ilmu dan shalawat ini. (Tri Suhartati – KIM Depok)




Siswa MAN 4 Sleman Raih Dua Emas di Kompetisi Riset Internasional

Sleman – Dua tim peneliti dari MAN 4 Sleman berhasil meraih dua medali emas dalam ajang 5th Indonesian Young Scientist Association (IYSA) 2025. Kompetisi ini menjadi ajang bergengsi bagi para peneliti muda untuk mempresentasikan inovasi mereka di tingkat internasional.

Tim pertama meraih emas melalui penelitian berjudul Development of Suren and Mahogany Leaf-Based Eco-Friendly Insecticides to Control Armyworms (Spodoptera litura F.) in Mustard Plants, atau Pengembangan Insektisida Ramah Lingkungan Berbasis Suren dan Mahoni untuk Mengendalikan Ulat Tentara (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Sawi.

Ketua tim, Linda Rahmantika, menjelaskan bahwa penelitian ini membuktikan daun mahoni dapat dimanfaatkan sebagai insektisida alami.

“Kami ingin menawarkan solusi ramah lingkungan bagi petani dalam mengendalikan hama tanaman,” ujar Linda, didampingi anggota timnya, Julita Sekar Sari, Hasna Miratul Mukminah, dan Rizky Akbar Maulana.

Sementara itu, tim kedua menyabet emas melalui penelitian berjudul Innovation of Kulon Progo’s Tempe Koro Benguk as a High-Protein Solution to Reduce Stunting in Children Aged 2-5 Years, atau Inovasi Tempe Koro Benguk Kulon Progo sebagai Solusi Protein Tinggi untuk Menurunkan Stunting pada Anak Usia 2-5 Tahun.

Ketua tim, Fairuz Yusuf Aliffia, menyatakan bahwa makanan tradisional seperti tempe koro benguk dapat menjadi alternatif dalam mengatasi stunting pada balita.

“Kami berharap inovasi ini bisa menjadi solusi nyata dalam meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak,” ungkapnya, didampingi anggota timnya, Ellien Delinov, Gusti Bimo Suryo Atmojo, Galih Bima Ramadhan, dan Ikhlas Pandu Winata.

Presentasi kedua tim dilakukan secara daring pada Kamis (13/2/2025) di Ruang Podcast MAN 4 Sleman. Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih para siswanya.

“Alhamdulillah, anak-anak kita berhasil meraih dua medali emas. Selamat kepada para siswa dan guru pembimbing atas pencapaian luar biasa ini,” ujar Arif setelah menerima laporan kejuaraan pada Senin malam (17/2/2025).

Arif menilai kedua penelitian ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. “Penelitian pertama sangat bermanfaat bagi petani dalam pengendalian hama secara alami, sedangkan penelitian kedua berkontribusi dalam upaya penanggulangan stunting. Semoga hasil riset ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Kedua tim berprestasi ini dibimbing oleh Astuti Naviah Apriliani, guru riset, dan Nira Intan Sari, staf kesiswaan sekaligus pendamping dalam kompetisi ini. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Aksi Sosial Donor Darah di Kepuharjo, 144 Kantong Darah Berhasil Dihimpun

Cangkringan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Cangkringan kembali menggelar aksi sosial donor darah bekerja sama dengan PT Merapi Golf Yogyakarta dan Pemerintah Kalurahan Kepuharjo. Kegiatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Kepuharjo, Senin (17/2/2025) ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-30 PT Merapi Golf Yogyakarta serta 13 tahun kepindahan kantor Pemerintah Kalurahan Kepuharjo.

Acara yang dimulai sejak pagi mendapat respons positif dari masyarakat. Ratusan peserta, termasuk pamong kalurahan, aparat Kapanewon, Polsek, Puskesmas, relawan, serta karyawan PT Merapi Golf Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Sleman.

Lurah Kepuharjo, Heri Suprapto, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dalam kegiatan ini. “Ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama. Semoga donor darah ini bermanfaat bagi yang membutuhkan dan semakin mempererat silaturahmi di antara para penggiat kemanusiaan,” ujarnya.

Perwakilan PT Merapi Golf Yogyakarta, Sutikno, yang juga anggota pengurus PMI Kapanewon Cangkringan, menyatakan bahwa peringatan ulang tahun perusahaan ini menjadi momentum untuk berbagi dengan masyarakat. “Kami berharap kegiatan sosial seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar dan masyarakat Kabupaten Sleman pada umumnya,” ungkapnya.

Ketua PMI Kapanewon Cangkringan, Endri, turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara. “Setiap tetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkala,” katanya.

Dalam aksi ini, PMI Cangkringan juga bekerja sama dengan Kimia Farma Apotek untuk menyediakan layanan pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dari total 186 calon pendonor yang mendaftar, sebanyak 144 kantong darah berhasil dikumpulkan, sementara 42 orang tidak lolos pemeriksaan kesehatan akibat berbagai faktor, seperti kadar hemoglobin rendah dan tekanan darah tidak stabil.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh pendonor mendapatkan paket makanan dan minuman sehat. Sementara itu, mereka yang berhasil mendonorkan darahnya juga menerima doorprize dari PMI Kapanewon Cangkringan, PT Merapi Golf Yogyakarta, dan Pemerintah Kalurahan Kepuharjo.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia dan perwakilan dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk PMI Kabupaten Sleman, PMI Kapanewon Cangkringan, PT Merapi Golf Yogyakarta, dan Pemerintah Kalurahan Kepuharjo. (KIM “Wara Aji” Cangkringan/Mujiyanta)




Kajian Rutin Ahad Pagi IPHI Ranting Minomartani Fokuskan Persiapan Haji dan Ramadan

Ngaglik – Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta menjaga kemabruran jamaah haji dan umrah, IPHI Ranting Minomartani mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Nurul At-Qiya, yang dilaksanakan setiap Ahad Wage, Minggu (16/2/2025). Kegiatan ini merupakan komitmen bersama seluruh jamaah haji dan umrah se-Kalurahan Minomartani.

H. Istadi, Ketua IPHI Ranting Minomartani, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kajian rutin ini sebagai sarana untuk memperkuat iman dan menjaga kualitas ibadah.

“Kajian ini diadakan untuk memastikan bahwa jamaah tetap dalam kondisi spiritual yang baik, serta menjaga kemabruran ibadah haji dan umrah,” ujar H. Istadi.

Kajian ini menghadirkan Dr. H. Muchsin Kalida, ., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan dihadiri oleh Pengurus IPHI Cabang Kapanewon Ngaglik yang diwakili oleh Suripto, yang juga Ketua IPHI Ranting Sukoharjo. Selain jamaah haji dan umrah, acara ini dihadiri pula oleh tokoh agama, ulama, serta jamaah Masjid Nurul At-Qiya, Kalurahan Minomartani.

Suripto dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji dan umrah terus meningkat, sehingga memerlukan pengelolaan yang lebih baik ke depannya.

“Jumlah jamaah terus meningkat, maka kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik,” kata Suripto.

Dia juga mengungkapkan rencana keberangkatan haji tahun 2025 dan mengingatkan jamaah untuk segera melakukan pelunasan biaya haji.

Selain itu, Suripto menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk menyelesaikan pembangunan Gedung IPHI di Kapanewon Ngaglik, yang masih menyisakan angsuran.

“Kami berharap seluruh jamaah, baik haji maupun umrah, dapat berpartisipasi untuk menyelesaikan pembiayaan gedung ini,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, spontanitas para jamaah berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp ,- yang akan diserahkan untuk mendukung pembangunan gedung IPHI. Selain itu, Suripto juga berencana mencari donatur dari warga Minomartani untuk mendukung penyelesaian proyek ini.

Acara kajian pagi ini dilanjutkan dengan tausiah dari Dr. H. Muchsin Kalida, yang menyampaikan pentingnya persiapan menyambut Ramadan dan persiapan para jamaah haji.

Dr. Muchsin Kalida menjelaskan empat hal penting yang harus diperhatikan oleh calon jamaah haji. Pertama adalah Bondo atau harta, yang mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan dana yang cukup, mengingat biaya haji saat ini mencapai lebih dari 70 juta rupiah. Kedua, Rogo atau kondisi badan, yang mengharuskan jamaah untuk memastikan tubuh dalam keadaan sehat dan fit agar dapat menjalani ibadah haji dengan khusyuk.

Ketiga adalah Dosa, yang mengajarkan pentingnya bertaubat, memohon ampun kepada Allah SWT, serta berdamai dengan sesama agar tidak ada beban saat berangkat haji. Terakhir, Nyowo atau ingatan akan mati, yang mengingatkan bahwa haji adalah simbol kesiapan untuk kembali kepada Allah SWT, dan ditandai dengan mengenakan kain ihram sebagai tanda pasrah dan ikhlas dalam menjalani ibadah.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis untuk pembangunan Gedung IPHI Kapanewon Ngaglik oleh H. Tri Mantoro kepada H. Suripto sebagai perwakilan panitia. (Srp/KIM Ngaglik)