Hadapi Potensi Bencana, Banyuraden Gelar Pelatihan Relawan Bersama BPBD Sleman

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, Pemerintah Kalurahan Banyuraden bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggelar pelatihan bagi para relawan melalui program Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM) tahun 2025. Pelatihan yang ditujukan untuk membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Rabu (26/2/2025).

Kabupaten Sleman merupakan daerah yang rawan terhadap berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan erupsi Gunung Merapi. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kapasitas relawan agar mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi bencana.

Kegiatan pelatihan ini melibatkan relawan Banyuraden, perangkat kalurahan, tim penggerak PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Bhabinkamtibmas, dan BPBD Sleman sebagai instruktur utama. Adapun materi yang diberikan oleh perwakilan dari BPBD Sleman, Sutamsi yaitu manajemen bencana khususnya bencana hidrometeorologi yang mencakup teknik evakuasi, pertolongan pertama pada korban, penggunaan peralatan darurat, serta peran relawan dalam penanggulangan bencana. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang sistem peringatan dini dan prosedur komunikasi saat darurat.

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diisi dengan simulasi langsung di lapangan. Para relawan diberikan skenario bencana dan diminta untuk menjalankan langkah-langkah penanganan sesuai dengan prosedur yang telah dipelajari. Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan mental dan keterampilan teknis dalam kondisi nyata.

“Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan dalam berkoordinasi dengan BPBD, tim medis, serta aparat keamanan sangatlah penting,” kata Sutamsi.

Kegiatan ini disambut baik oleh Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama dan Sidig Wijanarko selaku Jagabaya Banyuraden sebagai pengampu. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para relawan memiliki kesadaran dan keterampilan dalam menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.

Menurut Hendy, keberadaan relawan yang terlatih ini menjadi aset berharga bagi Kalurahan Banyuraden dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana. Dengan adanya relawan yang siap siaga, diharapkan respon terhadap bencana dapat lebih cepat, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana,” terangnya.

Sementara, Jagabaya Banyuraden, Sidig Wijanarko usai menutup pelatihan berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, relawan, masyarakat, dan pihak keamanan maka ketahanan terhadap bencana di Kabupaten Sleman khususnya di Banyuraden dapat terus ditingkatkan.

Sidig juga mengingatkan bahwa pelatihan ini merupakan awal dari tanggung jawab relawan sebagai bagian dari masyarakat yang siaga bencana. Para relawan yang telah mengikuti pelatihan ini dihimbau dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada warga lainnya, sehingga semakin banyak orang yang memiliki kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi bencana. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pemkal Condongcatur Gelar Pengajian Tarhib Ramadhan, Tekankan Peran TPA dalam Pembinaan Keagamaan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, bersama Forum TPA dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ranting Condongcatur menggelar Pengajian Tarhib Ramadhan di Ruang Wacanaloka, Kamis (27/2/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Ranting DMI Condongcatur, Suyono beserta jajarannya, Ketua Forum TPA Kalurahan Condongcatur, Suyitno dan jajarannya, Kamituwa Condongcatur, Al Tauvik Sfoisalam, serta para ustaz dan ustazah yang aktif dalam membimbing generasi muda dibidang keagamaan di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan keagamaan bagi masyarakat, terutama melalui peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Ia menyoroti bagaimana TPA menjadi wadah utama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik dan memiliki pemahaman agama yang kuat.

“TPA memiliki peran strategis dalam membangun moral dan spiritual anak-anak kita. Oleh karena itu, pemerintah kalurahan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan TPA di Condongcatur agar semakin maju dan mampu mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas,” ucapnya.

Pengajian Tarhib Ramadhan ini menghadirkan ustaz Ahmad Maftuhin sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual dalam menyambut Ramadhan. Ia pun menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah.

Sementara, Kamituwa Condongcatur, Al Thoufik Sofisalam selaku pengampu didang keagaaman menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat persiapan spiritual masyarakat agar dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah kalurahan untuk pengembangan TPA yang berada di wilayah Kalurahan Condongcatur.

“Selain sebagai ajang kajian keislaman, acara ini juga menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah kalurahan, pengurus TPA, dan masyarakat. Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan Al-Qur’an, baik dalam bentuk fasilitas maupun pengembangan SDM pengajar di TPA,” tuturnya.

Al Thoufik menambahkan, pengajian tarhib Ramadhan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat Condongcatur dalam menyambut bulan suci dengan lebih baik, dan memperkuat peran TPA dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an. (Wasana / Kim Depok)




Dinkes Sleman Sosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis bagi Masyarakat

Sleman – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Salah satu bentuk implementasi Germas yaitu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengambil langkah nyata dengan melakukan sosialisasi dan penggerakan Germas dimasyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang berlangsung di RM. Puri Mataram Sleman, Rabu (26/2/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Siti Nurhayah Isfandiari sebagai narasumber.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa deteksi dini terhadap penyakit dapat membantu mencegah risiko kesehatan yang lebih serius di kemudian hari,” kata Isfandiari.

Program ini tidak hanya menyasar orang dewasa dan lansia, tetapi juga generasi muda. Dengan melibatkan siswa sekolah dan kelompok pemuda, pihaknya berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan bisa ditanamkan sejak dini. Edukasi tentang bahaya penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.

Isfandiari mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan puskesmas setempat dalam pelaksanaan layanan cek kesehatan gratis. Program cek kesehatan gratis terbagi menjadi tiga jenis yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun, bagi pelajar, dan kelompok khusus dengan sasaran bayi (usia 0 – 2 hari), Balita (usia 1 – 6 tahun), remaja (usia 7 – 17 tahun), dewasa (usia 18 – 59 tahun), serta lansia (usia 60 tahun ke atas).

“Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan program pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya meliputi penyakit kardiovaskuler. Namun penyakit lain yang dikelompokan berdasarkan kategori usia. Sebagai contoh, pada balita akan dilakukan pemeriksaan kesehatan yang difokuskan pada deteksi penyakit bawaan lahir, seperti hipotiroid kongenital. Apabila terdeteksi penyakit ini akan ditangani lebih awal, sehingga bisa mencegah risiko retardasi mental pada anak.

Sedangkan pada kelompok usia remaja, skrining kesehatan meliputi pemeriksaan obesitas, diabtes, dan gigi. Skrining ini difokuskan pada masalah kesehatan yang sering kali mulai berkembang dimasa kanak-kanak dan remaja.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan promosi gaya hidup sehat dengan mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi makanan tidak sehat. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami manfaat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan banyaknya warga yang sadar akan pentingnya kesehatan, diharapkan angka kejadian penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat Sleman menjadi lebih baik.

Melalui sosialisasi dan penggerakan Germas ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sleman semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Pemeriksaan kesehatan gratis bukan hanya sekadar layanan, tetapi juga langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat dalam jangka panjang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Kenalkan Anak dengan Dunia Pertanian dan Peternakan, TK Ibnul Qoyyim Adakan Outing Class ke IP2SIP

Sleman – Taman Kanak-Kanak (TK) Ibnul Qoyyim Gandu, Sendangtirto, Berbah, melaksanakan program outing belajar di luar kelas, menjelajah dunia di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standart Instrumen Pertanian (IP2SIP) Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta (BSIPY) Kementrian Pertanian. Padukuhan Banyakan, Sitimulyo, Piyungan, Rabu (26/2/2025).

Dengan menggunakan dua unit kendaraan kereta kelinci, 100 anak TK Ibnul Qoyyim didampingi sembilan guru pengasuh berangkat pukul WIB menuju lokasi. Rombongan itu pun tiba di tempat pukul WIB, dan diterima oleh mas Heru dan tim.

Kepala Sekolah TK Ibnul Qoyyim, Ryska Erliansyah menyampaikan bahwa kegiatan outing class hari ini merupakan pelaksanaan program kegiatan pembelajaran TK Ibnul Qoyyim. Adapun tujuannya untuk mengenalkan anak dengan lingkungan sekitar tentang peternakan dan pertanian. Di bidang peternakan, peserta didik akan diperkenalkan dengan berbagai jenis binatang yang dapat dipelihara, seperti kambing. Sedangkan untuk pertanian, anak diajarkan bercocok tanam secara sederhana dengan menanam cabai dalam polybag.

“Nantinya hasil nanam cabai bisa dibawa pulang untuk dipelihara dirumah masing-masing,” ucap Ryska.

“Dipilihnya IP2SIP untuk tempat kegiatan outing class TK Ibnul Qoyyim karena jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah. Jadi tidak memerlukan waktu lama, cukup jam 11 perkiraan sudah kembali ke sekolah,” tambahnya.

Menurut Heru selaku narasumber dari IP2SIP, outing class yang dilakukan ini salah satunya mengajarkan siswa mengenal tumbuh-tumbuhan melalui bau yang dikeluarkan.

“Kita kenalkan anak-anak tentang bawang merah, bawah putih, kunyit, lengkuas dan serai,” ucap Heru.

Setiap anak diberikan tumbuh-tumbuhan yang berbau, kemudian masing-masing akan diberikan tanaman yang berbeda-beda. Sebelumnya sudah disiapkan cat yang ramah lingkungan sehingga tidak berbahaya bagi kulit. Dipersiapkan cat warna warni untuk cat telapak tangan.

“Setelah anak melakukan pengenalan tanaman anak-anak melakukan cetak jari dengan cat pada kain yang telah disediakan,” tambah Heru.

Anak juga dibawa melihat kambing, kemudian diajak memberikan makan kambing dengan rumput. Mereka pun diajarkan cara menanam tanaman capai dalam polybag.

” Tanaman bisa dibawa pulang. Kalau sudah sampai di rumah tanaman harus dipelihara dengan baik. Disiram tiap hari dan diberi pupuk,” pesan mas Heru. (Kusnadi / KIM Berbah)




Aktivasi Code Stroke, Dinkes Sleman Gelar Cek Kesehatan Gratis

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi Germas dengan bahasan Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Puri Mataram Resto, Rabu (26/2/2025). Salah satu materi yang disampaikan dalam acara tersebut adalah mengenal stroke lebih dekat.

Dokter spesialis Neurology RSUD Sleman, dr. Nur Hidayati pada kesempatan itu memberikan materi tentang stroke dihadapan peserta yang berasal dari berbagai organisasi seperti PKK, kader, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), wanita Muslimat, Aisyiyah, PCM, PCNU, tokoh masyarakat, dan karang taruna.

Nur mengajak para peserta untuk mengenal tanda-tanda klinis stroke yang perlu diwaspadai. Menurut data yang ada, terjadi 12,2 juta kasus baru stroke per tahunnya.

“Ini artinya terjadi satu kasus stroke tiap tiga detik. Kasus stroke ini juga mempunyai kecenderungan yang semakin naik yaitu 1 dari 4 orang mengalami stroke, dan 63 % stroke terjadi pada usia 70 tahun ke atas. Adapun stroke ditengarai juga sebagai penyebab utama disabilitas dan menjadi penyebab kematian kedua di seluruh dunia. Ada kecenderungan kasus stroke meningkat 50 % dalam 17 tahun terakhir,” jelas Nur.

Ia pun mengajak peserta untuk mengetahui jenis stroke yaitu stroke sumbatan dan stroke perdarahan. Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia kurang dari 55 tahun, dengan jenis kelamin laki-laki, terutama ras hitam, genetik  atau riwayat keluarga dan riwayat stroke sebelumnya.

“Faktor resiko tersebut dapat juga distimulan dengan pola hidup yang kurang baik yaitu merokok, minum alkohol, aktivitas fisik yang kurang dan juga paparan polusi udara”, jelas Nur.

Ia menambahkan, tanda dan gejala stroke yaitu senyum tidak simetris, gerak tubuh melemah, ketidakmampuan untuk berbicara secara tiba-tiba, kebas atau kesemutan, pandangan mata rabun dan sakit kepala hebat. Adapun upaya yang harus dilakukan jika ada gejala stroke yaitu segera ke rumah sakit terdekat.

“Dalam penanganan stroke ini ada periode emas yaitu kurang dari dua jam dari serangan stroke,” tutur Nur.

Diakhir paparannya, Nur menyampaikan bagaimana cara mencegah stroke dengan perilaku perilaku sehat yaitu cek kesehatan secara rutin, singkirkan asap rokok, melakukan aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)