Setengah Abad SDN Condongcatur: Perayaan untuk Semua, dari Siswa hingga Alumni

Condongcatur – SD Negeri Condongcatur merayakan hari jadinya yang ke-50 dengan menggelar karnaval dan berbagai kegiatan meriah di lingkungan sekolah, Sabtu (15/2/2025). Acara bertema “Seket Rumaket” ini diikuti oleh lebih dari peserta, terdiri dari siswa, guru, orang tua, alumni, serta purna guru. Perayaan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antar seluruh elemen sekolah, termasuk komite, kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, alumni, wali murid, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala SD Negeri Condongcatur, Wahyu Purwo Wiyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa bangga dan cinta terhadap sekolah. “Saya berharap perayaan ini dapat mengumpulkan kembali para alumni dan menjalin hubungan baik dalam keluarga besar SD Negeri Condongcatur. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan siswa-siswi tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa seni dan kebersamaan yang kuat,” ujarnya.

Karnaval dimulai sejak pukul WIB dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti dengan parade siswa yang mengenakan berbagai kostum unik. Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, turut menyaksikan berbagai pertunjukan mulai dari fashion show, tarian daerah, pantomim, hingga angklung yang dimainkan secara kolaboratif oleh orang tua dan guru. Ia mengapresiasi kreativitas yang ditampilkan oleh para siswa.

“Acara seperti ini sangat penting untuk mengembangkan jiwa seni dan budaya anak-anak sejak dini. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Reno Candra Sangaji, yang juga merupakan alumni SDN Condongcatur.

Selain parade dan pertunjukan seni, acara semakin meriah dengan berbagai penampilan dari siswa, seperti Tari India dari kelas 2A, Tari Mangasutti dari kelas 5A, serta lagu Trio Kwek-Kwek dari kelas 5B. Sesi pembagian doorprize dan live music turut menambah semarak perayaan, membuat peringatan HUT ke-50 SDN Condongcatur semakin berkesan. (Wasana/KIM Depok)




Bacakan Amanat Bupati Sleman Saat Upacara Bendera, Kapolresta Sleman Ajak Semua Pihak Dukung Program Ketahanan Pangan dan MBG

Sleman – Pemkab Sleman menggelar upacara bendera rutin bertempat di lapangan Pemda Sleman, Senin (17/2/2025). Upacara ini dihadiri Sekda Sleman, Susmiarto, Forkompimda Sleman, ASN di lingkungan Pemkab Sleman, serta TNI dan Polri. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara tersebut Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo.

Dalam amanat Bupati Sleman yang dibacakan oleh Kapolresta Sleman, ia mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2025 yang lalu. Sesuai tema HPN ke-79, “Pers Mengawal Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Kemandirian Bangsa”, ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan tak hanya tanggung jawab petani dan pemerintah saja, namun dibutuhkan kontribusi dan partisipasi semua pihak, termasuk pers.

“Guna mencapai ketahanan pangan juga dibutuhkan peran serta seluruh elemen termasuk media jurnalistik dalam menyebarkan informasi, edukasi, dan membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, disampaikan bahwa pada tanggal 25 Januari 2025 juga diperingati Hari Gizi Nasional. Diharapkan momentum ini dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan kesadaran kita terhadap pentingnya gizi yang seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Pemerintah Pusat.

“Saya mengajak kepada semua peserta upacara untuk semakin peduli terhadap kesehatan dan gizi baik pribadi, keluarga dan lingkungannya. Serta kepada media jurnalistik sebagai mitra pemerintah Kabupaten Sleman, kami sampaikan bahwa kami akan terus mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ucapnya.




Upacara Adat “Tambak Kali” Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Pelestarian Budaya Lokal

Argomulyo – Upacara Adat “Tambak Kali” kembali digelar oleh Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo bekerja sama dengan Padukuhan Gadingan, yang menjadi tempat pelaksanaan acara tersebut, Minggu (16/2/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kasi Peningkatan Kapasitas Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Supartini, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathu Rahman, Kabid Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Eko Feriantio, serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Panewu Cangkringan, Kapolsek Cangkringan, Lurah Argomulyo beserta Pamong Kalurahan, dan seluruh masyarakat Argomulyo.

Upacara dimulai dengan kirab Bregodo Tambak Kali, yang mengiringi uborampe dari Rest Area Gerbang Merapi menuju Makam Adipati Jayaningrat di Padukuhan Gadingan. Kirab ini melewati sungai Gendol dan diikuti oleh seluruh peserta yang terdiri dari Lurah Argomulyo beserta Pamong Kalurahan dan warga masyarakat Padukuhan Gadingan.

Sesampainya di Jembatan Kali Gendol, para peserta kirab berhenti untuk melaksanakan doa bersama dan tabur bunga sebagai penghormatan kepada 83 warga Argomulyo yang menjadi korban erupsi Merapi pada tahun 2010. Selain itu, sebagai simbol kebebasan, harapan, dan kelestarian alam, mereka melepas burung merpati.

“Kami melepas burung merpati sebagai simbol kebebasan dan harapan agar alam tetap terjaga dengan baik,” ujar Danang Hendri Bintoro, Lurah Argomulyo.

Upacara Adat Tambak Kali bertujuan untuk menumbuhkan jiwa patriotisme serta memohon keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan bagi masyarakat Gadingan dan Argomulyo. Selain itu, upacara ini juga merupakan bentuk pelestarian tradisi dan budaya lokal yang terus dikembangkan dan dipertahankan oleh masyarakat.

Pelaksanaan upacara dimulai dengan penyerahan uborampe kepada juru kunci makam Adipati Jayaningrat, Suharno, dan dilanjutkan dengan umbul dongo yang dipimpin oleh Rois Supardi.

Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Argomulyo, khususnya warga Padukuhan Gadingan, atas terlaksananya kegiatan ini. Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat dapat terus menjaga kearifan lokal dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang untuk tetap lestari.

“Semoga melalui upacara ini, kita semakin dekat dengan tradisi dan kearifan lokal yang telah diwariskan nenek moyang, serta menjaga kebersamaan di masyarakat,” ujarnya.

Supartini, Kasi Peningkatan Kapasitas Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan DIY, dalam sambutannya mengapresiasi terlaksananya Upacara Adat “Tambak Kali” yang melibatkan semua elemen masyarakat.

“Upacara ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga upaya untuk melestarikan budaya lokal kita. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat memperkuat identitas bangsa,” katanya.

Ia juga mengharapkan agar Upacara Adat “Tambak Kali” bisa menjadi daya tarik wisata yang dapat menumbuhkan perekonomian warga masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi terhadap keragaman budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Sintren, Tari Sasmita Manunggal, Tari Bregodo Baru Klinting, Tari Golek Ayun-ayun, dan Tari Rancak Kenes yang dibawakan oleh anak-anak Padukuhan Gadingan dan sekitarnya, yang tergabung dalam Sanggar Tari Argo Laras Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo.

Acara ditutup dengan doa bersama, yang diikuti dengan berebut gunungan hasil bumi oleh warga masyarakat. (Mujiyanta/KIM Wara Aji Cangkringan)




Panewu Depok Lantik Pengurus Yayasan Masjid Baiturrohim Kentungan Condongcatur

Condongcatur – Pengurus Yayasan Masjid Baiturrohim Kentungan, Condongcatur, secara resmi dilantik oleh Panewu Depok, Wawan Widiantoro, pada Minggu malam, 16 Februari 2025. Pelantikan ini ditandai dengan penyerahan Akta Notaris Yayasan bertempat di ruang utama Masjid Baiturrohim Kentungan.

Sebelum acara pelantikan, sejak pagi hari telah dilaksanakan kegiatan Sema’an, Muqoddaman, dan Khataman Al-Qur’an Akhirus Sanah 1446 H. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Kentungan dan sekitarnya. Rangkaian kegiatan dimulai sejak subuh dengan pembacaan Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para hafidz. Lima juz terakhir dibacakan bersama pada malam harinya, menciptakan suasana yang syahdu dan penuh keberkahan di dalam masjid.

Dalam sambutannya, Panewu Depok, Wawan Widiantoro, menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif masjid dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. “Kegiatan ini adalah contoh nyata bagaimana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Semoga kepengurusan yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan baik dan membawa kemajuan bagi jamaah serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ketua Yayasan Masjid Baiturrohim Kentungan, Reno Candra Sangaji, yang juga menjabat sebagai Lurah Condongcatur, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Masjid Baiturrohim bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Mari kita bersama-sama menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan, serta terus menjaga kebersamaan dan gotong royong di lingkungan kita,” katanya.

Acara pelantikan ditutup dengan kegiatan kembul bujono, makan bersama, yang semakin mempererat silaturahmi antarjamaah. Salah satu jamaah, Triyanto, mengungkapkan rasa syukurnya bisa ikut serta dalam kegiatan ini.

“Sangat berkesan, mendengar lantunan Al-Qur’an dan mengikuti khataman bersama memberikan ketenangan hati. Semoga acara seperti ini bisa terus dilaksanakan,” ujarnya.

Triyanto juga menyampaikan harapannya kepada pengurus yayasan agar dapat menyediakan pelayanan yang baik bagi jamaah, termasuk kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas yang memadai, serta mengembangkan program-program yang mendukung kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan. (Wasana/KIM Depok)




KWT Lestari Gempol Panen Kangkung dan Sawi Bersama Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta

Condongcatur – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Gempol yang berlokasi di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menggelar panen kangkung dan sawi pada Minggu (16/2/2025). Kegiatan panen ini juga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Panen yang dilakukan oleh KWT Lestari Gempol ini merupakan hasil budidaya sayuran yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para anggota kelompok. Dengan menerapkan teknik pertanian ramah lingkungan, KWT Lestari berhasil menghasilkan sayuran berkualitas tinggi yang siap untuk dikonsumsi dan dipasarkan.

Ketua KWT Lestari Gempol, Asmoroning, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan panen kali ini. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta merupakan bagian dari Praktikum KPP 2025 (Komunikasi Penyuluhan Pertanian). Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari komunikasi yang efektif dalam konteks pertanian, termasuk cara penyampaian informasi, teknologi komunikasi, dan strategi untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan pertanian.

Salah satu mahasiswa praktikan, Uswatun, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Praktikum mahasiswa semester II di UPN Veteran Yogyakarta.

“Kami berharap ilmu yang kami berikan dapat diterapkan oleh anggota KWT untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” katanya.

Panen sore ini juga berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Selain untuk konsumsi pribadi, hasil panen kali ini juga dipesan oleh Posyandu Tanjung II Karangasem Gempol untuk kegiatan Garpu Ceting (Gerakan Peduli Cegah Stunting), yang bertujuan memberikan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa bahan mentah untuk balita dan ibu hamil guna mencegah stunting. Dukuh Gempol, Ari Susanti, menambahkan bahwa hasil penjualan ini juga mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga setempat.

Dengan adanya kolaborasi antara KWT, Posyandu, dan mahasiswa, diharapkan pertanian skala kecil seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Tri Suhartati/KIM Depok)