Pemerintah Kapanewon Berbah Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kapanewon Sehat

Sleman – Pemerintah Kapanewon Berbah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Forum Pimpinan (Forpim) Kapanewon Sehat di Aula Puskesmas Berbah, Sribit, Sendangtirto, Sleman, DIY, pada Kamis (13/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan Kapanewon Berbah sebagai kawasan sehat dan produktif.
Dalam pemaparannya, Eggy Bagus Fernanda dari Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sleman, menekankan pentingnya pembentukan kelompok kerja di tingkat kapanewon guna mendukung program Kapanewon Sehat.
“Dasar hukum yang digunakan dalam penilaian Kapanewon Sehat merujuk pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat. Selain itu, ada Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor serta Petunjuk Teknis Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025,” jelas Eggy.
Ia menambahkan bahwa Forkom Kapanewon Sehat memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan perencanaan, penetapan kegiatan, serta pemantauan dan evaluasi program.
“Harapannya, kondisi yang kondusif dapat tercipta sehingga mampu meningkatkan produktivitas, perekonomian wilayah, serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi mengakui bahwa mewujudkan Kapanewon Sehat bukan perkara mudah karena melibatkan berbagai aspek. Namun, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, PKK, serta lembaga lainnya, target tersebut dapat dicapai.
“Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar Kapanewon Sehat dapat terwujud. Pertemuan koordinasi juga tidak hanya berhenti di sini, tetapi akan terus berlanjut guna memastikan kebijakan yang telah ditentukan bisa berjalan efektif,” ujar Tri.
Ia berharap setiap pemangku kepentingan aktif berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kapanewon Berbah.
Ketua Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah, Kusnadi, menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi kunci utama dalam pengelolaan limbah yang efektif.
“Sampah organik yang dipisah sejak awal bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pakan ikan, atau diolah menjadi pupuk melalui metode komposter, biopori, eco-enzyme, hingga budidaya maggot,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hampir semua jenis sampah memiliki nilai ekonomi. Namun, nilai tersebut menurun drastis jika sampah organik dan anorganik tercampur.
“Tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah tahap pemilahan. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah masing-masing perlu ditingkatkan,” tegas Kusnadi.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Berbah, Isti Triyanani, mewakili Kepala Puskesmas Berbah yang berhalangan hadir, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi Kapanewon Berbah.
“Semoga Bimtek Forpim Kapanewon Sehat berjalan lancar dan mampu mendorong terciptanya kawasan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan yang dipandu oleh Dhiah Kurniawati, ., ini dimulai pukul WIB dan berakhir pukul WIB dengan lancar tanpa kendala. (Kusnadi | KIM Berbah)



