HPN 2025 di Sleman: Donor Darah, Sembako Gratis, dan Doorprize Sepeda Listrik!

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sleman menggelar bakti sosial donor darah di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, Rabu (12/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sesama sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Dari total 114 pendaftar, sebanyak 94 orang berhasil mendonorkan darahnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga meninjau langsung pelaksanaan donor darah dan ikut serta dalam pengundian hadiah bagi pendonor beruntung.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan antusiasme masyarakat Sleman untuk rutin melakukan donor darah demi membantu sesama,” ujar Danang.

Ketua PWI Sleman, Wisnu Wardhana, menambahkan bahwa donor darah merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan PWI Sleman dalam rangka peringatan HPN. Ia berharap jumlah peserta donor darah dapat terus meningkat setiap tahunnya.

Untuk menarik minat masyarakat, acara ini juga menyediakan doorprize utama berupa satu unit sepeda listrik, serta berbagai hadiah lainnya, seperti peralatan elektronik. Diharapkan, dengan adanya hadiah menarik, semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

Selain donor darah, peringatan HPN 2025 di Sleman juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial lainnya. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sleman, Aris Herbandang, mengungkapkan bahwa Pemkab Sleman dan PWI Sleman juga akan mengadakan bakti sosial pembagian sembako, senam massal, dan jalan sehat.

“Sesuai tema HPN 2025, yaitu ‘Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa’, kami akan menyalurkan 150 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, terutama pedagang pasar,” ujar Aris.

Pembagian sembako ini akan dilakukan pada Minggu, 16 Februari 2025, di Lapangan Pemda, Tridadi, Sleman, bertepatan dengan pelaksanaan senam massal dan jalan sehat.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam senam dan jalan sehat, panitia mengundang mereka untuk hadir pada Minggu (16/2) pukul WIB di Lapangan Pemda Sleman. Setelah senam dan jalan sehat, peserta berkesempatan mendapatkan kupon doorprize secara gratis.

PWI Sleman menargetkan minimal peserta akan turut serta dalam kegiatan senam massal dan jalan sehat ini.

Dengan rangkaian kegiatan sosial tersebut, diharapkan peringatan HPN 2025 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi insan pers, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.




DLH Sleman Dorong Grajegan Jadi Kampung Hijau Berkelanjutan

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan pembinaan Kampung Hijau di Padukuhan Grajegan, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, pada Rabu (12/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat sekaligus mempersiapkan Grajegan sebagai peserta lomba Kampung Hijau 2025.

Acara yang berlangsung di rumah Dukuh Grajegan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, RT, RW, Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, kader lingkungan, serta pengurus bank sampah. Sarjiono, Tata Laksana Kalurahan Margokaton, menyampaikan bahwa terpilihnya Grajegan bukan tanpa alasan. Potensi alam serta wisata pertanian yang sedang berkembang menjadi faktor pendukung bagi padukuhan ini untuk mengikuti program Kampung Hijau.

Rini Nurhidayati, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, menegaskan bahwa keberlanjutan program Kampung Hijau harus menjadi fokus utama.

“Grajegan tidak hanya sekadar menjadi peserta lomba, tetapi juga harus terus berupaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Rini juga mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan, karena pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu indikator utama dalam lomba tersebut.

Dalam sesi pembinaan, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman, Eni Yuliani, memaparkan bahwa keberhasilan program Kampung Hijau ditentukan oleh empat komponen utama yang saling berkaitan.

Komponen pertama adalah komponen fisik, yang mencakup penyediaan dan pemanfaatan ruang publik, sarana olahraga, jalan, serta tempat ibadah. Fasilitas-fasilitas ini berperan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan menunjang aktivitas sosial masyarakat.

Selanjutnya, komponen manajemen menjadi aspek penting dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini meliputi keberadaan kelembagaan yang kuat, regulasi yang jelas, penganggaran yang tepat, serta sistem komunikasi yang efektif untuk memastikan setiap program dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan Kampung Hijau. Komponen partisipasi masyarakat mencakup berbagai bidang, mulai dari lingkungan, pendidikan, kesehatan, hingga sosial ekonomi dan pemerintahan. Semakin besar keterlibatan warga, semakin tinggi pula dampak positif yang dihasilkan bagi lingkungan sekitar.

Terakhir, Eni menekankan pentingnya komponen budaya dan tradisi dalam mempertahankan identitas lokal serta memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan. Aspek ini mencakup kesenian daerah, kearifan lokal, permainan tradisional, hingga kegiatan bersih desa yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, terdapat lima indikator utama penilaian Kampung Hijau, yaitu pengelolaan sampah, penghijauan, partisipasi masyarakat, sanitasi, serta konservasi sumber daya air.

Eni meminta warga Grajegan untuk mempersiapkan berbagai kegiatan berbasis lingkungan dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, profil Padukuhan dan dokumentasi partisipasi masyarakat juga harus disusun secara lengkap.

“Kami berharap ada inovasi dalam pengelolaan lingkungan di Grajegan yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas dan Peran Serta Masyarakat DLH, Dewi Mustika, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Lomba Kampung Hijau hanyalah pemantik, tetapi kesadaran untuk hidup bersih dan sehat harus selalu diupayakan,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tingkatkan Kapasitas, Kader Kesehatan Condongcatur Siap Berdaya di Masyarakat

Sleman – Sebanyak 80 kader kesehatan dari 40 Posyandu di Kalurahan Condongcatur mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan penyegaran di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Februari 2025. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembekalan bagi kader kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Rombongan yang diberangkatkan menggunakan dua bus ini terdiri dari perwakilan Posyandu, Puskesmas Depok II, Penyuluh KB Kapanewon Depok, serta didampingi Lurah, Carik, Dukuh, dan beberapa staf pamong Kalurahan Condongcatur.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, ., selaku pengampu bidang kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyegaran, meningkatkan motivasi, serta mempererat kekompakan antara kader kesehatan dan mitra kerja seperti Puskesmas Depok II dan Penyuluh KB Kapanewon Depok.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kader kesehatan agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga sebagai ajang penyegaran dan motivasi bagi para kader yang sehari-harinya berkutat dengan tugas pelayanan di masyarakat,” ujar Al Thouvik.

Sebagai narasumber, hadir dr. R. Prihanjono Andri Putranto, seorang konsultan dan praktisi kesehatan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yang membawakan materi bertema “Semangat Kita Menjadi Kader Luar Biasa”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran kader kesehatan dalam mendukung integrasi layanan kesehatan primer di tingkat desa.

Dr. Andri Putranto menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas kader kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan strategi kolaboratif agar transformasi layanan kesehatan di tingkat desa semakin efektif. Kader kesehatan berperan dalam kegiatan promotif, preventif, serta deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.

Ia juga memperkenalkan konsep Andragogi, yaitu metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk orang dewasa. Menurutnya, dalam pembelajaran orang dewasa, pendekatan yang digunakan harus lebih kepada membimbing dan membantu mereka dalam menemukan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di masyarakat.

Dalam pemaparannya, dr. Andri Putranto juga memperkenalkan metode 3R (Reason, Response, Result) sebagai pendekatan yang dapat diterapkan oleh kader kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

Metode ini menekankan pentingnya kesadaran dan ketepatan dalam bertindak, dimulai dari Reason (Alasan), yaitu memahami secara mendalam alasan di balik setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban. Dengan memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan dari setiap tindakan, kader kesehatan dapat bekerja dengan lebih terarah dan penuh makna.

Tahapan berikutnya adalah Response (Reaksi), yakni kemampuan untuk merespons setiap situasi yang dihadapi di lapangan dengan tepat dan profesional. Kader kesehatan harus mampu menyesuaikan tindakan mereka sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, baik dalam hal pencegahan, edukasi, maupun penanganan awal masalah kesehatan.

Terakhir, Result (Hasil) menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja. Setiap tindakan yang dilakukan harus dievaluasi untuk melihat sejauh mana dampak positif yang telah dihasilkan. Dengan begitu, kader kesehatan dapat terus meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Metode ini mengajarkan kita bagaimana bersikap dan berperilaku secara profesional dalam menyelesaikan tugas-tugas pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Kader kesehatan itu luar biasa. Mereka adalah orang pertama yang hadir ketika ada warga yang sakit, memastikan bayi mendapatkan pantauan gizi yang tepat, hingga memberikan saran kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Tetap semangat, tetap sehat, dan jangan lupa bahagia!” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kesempatan untuk menambah wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat semangat dalam menjalankan tugas mulia sebagai kader kesehatan. “Saya berharap ilmu dari dr. Andri bisa langsung diterapkan di lapangan,” pungkasnya.

Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan refreshing di kawasan Kebun Teh Kemuning, Karanganyar. Dengan ketinggian mencapai 800– mdpl, kawasan ini menawarkan udara sejuk dan pemandangan hamparan kebun teh yang menenangkan. Para peserta juga berkesempatan menikmati dan membawa pulang berbagai produk khas daerah tersebut, seperti teh serai, teh jahe, teh hitam, teh melati, teh mint, teh rosella, teh hijau, serta ubi ungu isi bligo.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para kader kesehatan dapat kembali ke Condongcatur dengan semangat baru serta ilmu yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Wasana/KIM Depok)




Seminar Manajemen Tepat, UMKM Hebat: Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha di Tempel

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kapanewon Tempel menggelar seminar bertajuk Manajemen Tepat, UMKM Hebat di Griyo Dahar Taman Merdiko, Tempel, Sleman, pada Selasa (11/2/2025). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara UMKM Tempel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Pemerintah Kapanewon Tempel, serta Rumah Kreatif Sleman (RKS).

Seminar menghadirkan Heru Heryawan, Owner sekaligus Spesialis Marketing & Strategi Onlineshop, sebagai pemateri utama. Sebanyak 30 pelaku UMKM hadir dalam kegiatan ini untuk mendapatkan wawasan seputar pemasaran digital dan strategi bisnis berbasis teknologi.

Acara diawali dengan sambutan dari Singgih, perwakilan Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan pemasaran berbasis digital. Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam produksi makanan, mengacu pada insiden keracunan massal di daerah Krasaan.

Dimas, perwakilan Disperindag Kabupaten Sleman, turut menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan bahwa di era digital, pemasaran produk melalui media sosial menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM.

Sementara itu, Ketua UMKM Kapanewon Tempel, Widyarsih, yang juga merupakan ketua penyelenggara acara, menegaskan komitmen Forkom UMKM Tempel dalam meningkatkan kualitas anggotanya. Salah satu upayanya adalah mengadakan berbagai pelatihan dan seminar dengan menggandeng pihak-pihak kompeten untuk mendukung kemajuan UMKM Tempel.

Dalam seminar Manajemen Tepat, UMKM Hebat yang digelar di Tempel, Heru Heryawan memaparkan enam langkah utama dalam strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM agar lebih berkembang dan berdaya saing.

Langkah pertama yang ditekankan adalah meminta hanya kepada Allah. Menurut Heru, setiap usaha yang dijalankan harus diawali dengan doa dan keyakinan. Dengan berserah diri kepada Tuhan, para pelaku usaha diharapkan memiliki ketenangan batin dan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

Selanjutnya, ia mengajak peserta untuk memiliki mindset positif dalam menjalankan usaha. Pola pikir yang optimis dan keyakinan yang kuat menjadi modal utama dalam meraih kesuksesan. “Jika seseorang sudah berpikir bisa, maka separuh jalan menuju keberhasilan sudah terbuka,” ujarnya.

Dalam dunia bisnis, memahami target pasar menjadi faktor krusial. Heru menjelaskan bahwa setiap produk harus memiliki sasaran yang jelas agar strategi pemasaran lebih efektif. Mengenali karakteristik konsumen, seperti usia, kebutuhan, serta kebiasaan belanja mereka, akan membantu UMKM menyesuaikan produknya agar lebih diminati.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya mengikuti tren. Perubahan pola konsumsi yang cepat mengharuskan pelaku usaha untuk selalu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. “Jika ingin produk kita tetap diminati, maka kita harus peka terhadap tren yang sedang berkembang,” tambahnya.

Selain memahami pemasaran, pengelolaan keuangan yang baik juga menjadi kunci keberhasilan bisnis. Oleh karena itu, kecerdasan finansial sangat diperlukan. Para pelaku UMKM harus mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan cermat, menghindari pemborosan, serta menyusun strategi investasi yang menguntungkan bagi bisnis mereka.

Terakhir, Heru menutup pemaparannya dengan membahas pentingnya membangun aset dalam bisnis. Menurutnya, usaha yang berkelanjutan bukan hanya berorientasi pada keuntungan sesaat, tetapi juga pada pengembangan aset jangka panjang. Dengan memiliki aset yang kuat, UMKM akan lebih stabil dan mampu bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat.

Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam usaha mereka.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, diikuti jamuan makan dari Griyo Dahar Taman Merdiko yang berlokasi di selatan SMK/SMA Maarif Tempel, Jl. Turi Km 1, Sono, Merdikorejo, Tempel, Sleman.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para pelaku UMKM Tempel semakin siap menghadapi tantangan bisnis digital dan mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar yang lebih luas. (Wahyu Herlambang/KIM Tempel)




Gelar Karya dan Donor Darah SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Kolaborasi untuk Kreativitas dan Kepedulian Sosial

Sleman – SMP Muhammadiyah 1 Berbah menggelar acara Gelar Karya siswa yang dikolaborasikan dengan kegiatan donor darah pada Rabu (12/2/2025). Acara ini berlangsung di halaman sekolah, Krikilan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY, dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Berbah, PMI Kapanewon Berbah, serta Lazismu Berbah.

Menurut Kepala SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Tri Muriana Budianto, Gelar Karya kali ini terasa istimewa karena menghadirkan empat kegiatan sekaligus.

Pertama adalah Donor Darah, di mana SMP Mukri bekerja sama dengan Lazismu Berbah, PMI Kapanewon Berbah, PCM, dan PCA Berbah menyelenggarakan aksi donor darah. Sebanyak 80 orang mendaftar sebagai pendonor, dan berhasil terkumpul 60 kantong darah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendonor. Semoga ini menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Tri.

Kegiatan kedua adalah Pentas Seni dan Ujian Praktek Seni Budaya. Pada kegiatan ini, para siswa menampilkan berbagai pertunjukan seni daerah. Menariknya, siswa yang tampil dirias oleh teman mereka sendiri sebagai bagian dari ujian praktek seni budaya di bidang tata rias.

Kegiatan ketiga adalah Lomba Memasak. Ujian prakarya kali ini dikemas dalam bentuk lomba memasak berbagai jenis makanan, menantang kreativitas dan keterampilan siswa di bidang kuliner.

Keempat adalah Pentasyarufan atau Pemberian Santunan. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Lazismu Berbah memberikan santunan kepada anak-anak SD di sekitar SMP Mukri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program menyambut bulan Ramadan 1446 H.

“Gelar Karya ini bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga wadah untuk membangun kepercayaan diri siswa,” tambah Tri.

Ketua PCM Berbah, H. Ahmad Muhajir Hanifi, mengapresiasi pelaksanaan Gelar Karya yang telah berlangsung empat tahun berturut-turut. Tahun ini, acara semakin spesial dengan adanya kegiatan donor darah.

“Ke depannya, saya berharap setiap kegiatan Muhammadiyah dapat diselaraskan dengan donor darah. Ini adalah bentuk infak dan sedekah dari warga Muhammadiyah serta masyarakat umum. Apalagi, stok darah sangat terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat,” ungkap Muhajir.

Ia juga memuji bakat dan talenta para siswa yang mampu menampilkan pertunjukan menarik dan mengesankan.

Hal senada disampaikan Ketua Lazismu Berbah, H. Ardi Sehami, yang bahkan memberikan hadiah kepada salah satu siswi dengan hasil tata rias terbaik.

Sementara itu, Ketua Dikdasmen PDM Sleman, Surahmad, menilai kegiatan ini sebagai bukti kreativitas SMP Mukri dalam mengembangkan berbagai potensi siswa.

“Di era modern, kepintaran saja tidak cukup. Kreativitas juga sangat diperlukan untuk mencapai kesuksesan,” pungkasnya. (Kusnadi | KIM Berbah)