Wabup Sleman Tekankan Pentingnya Pemberdayaan UMKM dalam Silaturahmi Oktapreneur

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama perekonomian daerah dalam acara Silaturahmi Oktapreneur yang digelar pada Senin (10/2) di Kantor Kelurahan Sidorejo, Godean. Acara ini berkolaborasi dengan Bahana UMKM Bergerak dan menghadirkan perwakilan dari delapan pilar ekonomi dan lingkungan, yakni UMKM, Pokdarwis, Desa Wisata, Desa Budaya, Gapoktan, KWT, WKSBM, dan Pegiat Sampah.

Danang menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, terutama di Sleman. Menurutnya, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, akses pembiayaan, serta penguatan jaringan pemasaran.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian Sleman sekaligus penyelamat perekonomian nasional. Kegiatan ini bisa menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Sleman. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, baik dalam pelatihan, akses modal, maupun pemasaran digital,” ujar Danang.

Pendiri Bahana UMKM Bergerak, Tetra Budiarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari Pameran Potensi Daerah (PPD) di Lapangan Denggung yang menghadirkan sesi diskusi berbentuk podcast. Dari hasil diskusi tersebut, ditemukan berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM, seperti masalah produk, perizinan, permodalan, dan pemasaran.

Sebagai tindak lanjut, Bahana UMKM Bergerak akan mengadakan program Ngaji UMKM pada April atau Mei mendatang di seluruh 86 kalurahan di Sleman. Program ini direncanakan berlangsung setiap minggu sekali dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

“Melalui evaluasi dari podcast tersebut, kami merancang kegiatan Ngaji UMKM sebagai wadah bagi pelaku usaha untuk menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi,” kata Tetra.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM Sleman semakin inovatif, tangguh, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Bahana UMKM Bergerak berkomitmen mendukung program pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengembangan UMKM agar memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Humas Sleman)




PAMSIMAS, Solusi Air Bersih Mandiri bagi Warga Candi Karang

Sleman – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Padukuhan Candi Karang, Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, menjadi solusi efektif bagi warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Program ini dikembangkan secara mandiri dengan dukungan pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

Menurut pengelola PAMSIMAS Candi Karang, Agus Wiryadi, program ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan sumber air yang selama ini dihadapi warga, terutama saat musim kemarau.

“Dulu warga mengandalkan sumur dan sumur bor yang sering kering. Kini, dengan adanya PAMSIMAS, suplai air lebih stabil dan terjangkau, bahkan di musim kemarau,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (11/1/2025).

PAMSIMAS Candi Karang mengandalkan sumber mata air yang dikelola menggunakan sistem perpipaan modern. Air dialirkan ke bak penampungan utama sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa. Untuk menjaga keberlanjutan sistem ini, warga berkontribusi melalui iuran rutin dengan biaya yang terjangkau.

Selain menyediakan air bersih, program ini juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan membangun sarana sanitasi yang lebih baik. Salah satu warga, Rina Tri Widyastuti, mengungkapkan bahwa sejak adanya PAMSIMAS, keluarganya tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sekarang kami bisa mandi, mencuci, dan memasak tanpa khawatir kehabisan air, bahkan saat musim kemarau,” katanya.

Keberadaan PAMSIMAS Candi Karang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan ketersediaan air bersih, program ini juga membantu mengurangi beban ekonomi warga karena penggunaan listrik untuk pompa air menjadi lebih efisien.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, mengapresiasi keberhasilan program ini dan menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

“PAMSIMAS bukan hanya soal ketersediaan air, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan adanya PAMSIMAS, warga Candi Karang kini lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan air berbasis masyarakat dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta kesehatan warga.

(Eka Sastra Kurniawan – KIM DSN)




Pelatihan Budidaya Kambing dan Domba Tingkatkan Kapasitas Peternak di Sleman

Sleman – Dinas Pertanian Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Budidaya Ternak Kambing/Domba POKIR PUPM Tahun 2025 guna meningkatkan kapasitas peternak lokal. Pelatihan yang berlangsung di Kelompok Guyub Rukun, Tegalyoso, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (10/2/2025)  ini diikuti oleh para peternak yang antusias untuk memperdalam teknik budidaya ternak.

Pelatihan ini bertujuan membekali peternak dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih profesional dalam mengelola usaha peternakan. Narasumber utama, Muhammad Farid Akram, menekankan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat signifikan bagi peternak, baik secara individu maupun kelompok.

“Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak, membantu efisiensi produksi, serta membuka peluang berjejaring dengan sesama pelaku usaha,” ujar Akram.

Lebih lanjut, Akram merinci tiga manfaat utama yang diperoleh peserta pelatihan yaitu pertama peningkatan pengetahuan dan keterampilan, di mana peserta mempelajari teknik budidaya yang lebih baik, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemberian pakan berkualitas, hingga perawatan kesehatan ternak.

Kedua adalah efisiensi dan produktivitas, di mana peternak dibekali wawasan tentang metode pemeliharaan yang lebih efektif dan hemat biaya, sehingga hasil ternak seperti daging, susu, dan produk turunannya bisa meningkat.

Terakhir adalah peluang berjejaring, di mana pelatihan ini menjadi wadah bagi peternak untuk berbagi pengalaman, menjalin kemitraan, dan memperluas jaringan bisnis.

Melalui kegiatan ini, para peternak diharapkan menjadi lebih kompeten, mandiri, dan inovatif dalam mengembangkan usahanya. Pemerintah Kabupaten Sleman pun berkomitmen terus mendukung pertumbuhan sektor peternakan melalui program pelatihan dan pendampingan.

“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak, sehingga peternak mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional,” pungkas Akram.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem peternakan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




DPRD Sleman Matangkan Raperda Perlindungan Lansia

Sleman – DPRD Kabupaten Sleman menggelar Public Hearing terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia) di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Senin (10/2/2025). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan lansia yang memberikan masukan langsung terhadap Raperda tersebut.

Public Hearing ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ali Imron dari Komisi D DPRD Sleman, serta Sigit Indarto, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Keduanya menekankan pentingnya regulasi ini dalam memastikan perlindungan dan kesejahteraan lansia di Sleman.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyatakan dukungan penuh terhadap Raperda ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif DPRD Sleman dalam menyusun regulasi ini. Harapannya, aturan ini dapat menjadi landasan hukum yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, baik di Condongcatur maupun di Kabupaten Sleman secara keseluruhan,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto, memaparkan berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan untuk mendukung lansia. Program tersebut mencakup layanan kesehatan, bantuan sosial, serta kegiatan pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Ali Imron menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam penyempurnaan isi Raperda. Salah satu peserta, Wahono, mengungkapkan harapannya agar kebijakan ini benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan lansia di Kabupaten Sleman.

Upaya peningkatan kesejahteraan lansia telah dilakukan oleh pemerintah, namun peran aktif masyarakat, keluarga, dan lembaga sosial juga harus dioptimalkan. Selain fasilitas, bentuk perlindungan sosial yang lebih luas perlu diberikan kepada lansia, terutama bagi mereka yang tidak mampu menopang hidupnya sendiri. Oleh karena itu, pencatatan kebutuhan lansia harus dilakukan agar fasilitasi serta perlindungan sosial dapat diberikan secara menyeluruh dan tepat sasaran.

“Public hearing ini merupakan langkah nyata DPRD Sleman dalam memastikan kesejahteraan lansia lebih terjamin melalui regulasi yang jelas dan komprehensif,” pungkas Ali Imron. (Wasana/KIM Depok)




Condongcatur Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah Organik Lewat Gerakan “Sik Asik”

Sleman – Kalurahan Condongcatur terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan menggelar sosialisasi Gerakan Babarengan Reresik dan Olah Sampah Organik (Gerbang Sik Asik). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Wacana Loka Condongcatur, Senin (10/2/2025), sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik.

Sosialisasi ini diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kalurahan Condongcatur bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. Acara dihadiri oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, serta perwakilan dari setiap padukuhan.

Lurah Reno Candra Sangaji mengapresiasi semangat warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami sangat bangga dengan antusiasme masyarakat Condongcatur dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Gerakan Sik Asik merupakan bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, seperti memilah dan mengolah sampah organik. “Gerakan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan nyata yang dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Dewi Nur Laila, juga menekankan pentingnya gerakan ini dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memahami manfaat pengelolaan sampah organik dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam sosialisasi ini, Eni Yuliani, Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup DLH Sleman, menjadi narasumber utama. Ia menjelaskan secara detail mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah organik.

“Sampah organik itu bukan musuh, justru bisa menjadi sahabat jika dikelola dengan benar. Sampah ini dapat diubah menjadi kompos yang sangat bermanfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Sosialisasi ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam mendorong kesadaran kolektif untuk mengelola sampah secara bijak. Dengan kolaborasi antara TP PKK dan DLH Sleman, Gerakan Sik Asik diharapkan menjadi gerakan yang berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi lingkungan di Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)