Kalurahan Condongcatur Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Sisir Adminduk

Sleman – Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Sisir Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Ruang Wacana Loka, Condongcatur, Sleman, Jumat (7/2/2025). Rapat ini dihadiri oleh 18 dukuh dan kader Adminduk dari 18 padukuhan yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Ginoviva Rully, menjelaskan bahwa Kalurahan Condongcatur terpilih sebagai wakil Kapanewon Depok dalam ajang GISA Award 2025. Dalam kompetisi ini, tiga padukuhan akan menjadi sampel, yaitu Padukuhan Manukan, Gempol, dan Tiyasan. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan segera mempersiapkan segala sesuatunya.

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan, menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan kegiatan Sisir Adminduk yang akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025. Kegiatan ini mencakup sosialisasi administrasi kependudukan serta pelayanan pembuatan dokumen kependudukan bagi masyarakat. Layanan akan diselenggarakan di Ruang Wacana Loka dan Pendopo Kromodirjan, Kompleks Kalurahan Condongcatur.

Kader Adminduk akan berperan penting dalam kegiatan ini, terutama dalam menyampaikan informasi dan membantu pengurusan administrasi kependudukan di setiap padukuhan. Mereka akan berkoordinasi dengan para dukuh untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan dengan baik.

“Para pemangku wilayah dan kader Adminduk diharapkan dapat menyampaikan informasi ini kepada masyarakat dan membantu dalam proses pengurusan administrasi kependudukan,” ungkap Andree.

Ginoviva Rully menambahkan bahwa kegiatan Sisir Adminduk akan dimulai dari lingkup terkecil, yakni tingkat RT. Salah satu fokus utama adalah pembaruan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan sebelum Mei 2022. Selain pembaruan KK, kegiatan ini juga melayani pengurusan dokumen kependudukan lainnya.

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, berharap kegiatan Sisir Adminduk yang akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025 dapat berjalan lancar dengan dukungan dari para dukuh dan kader Adminduk.

“Harapannya, seluruh warga Condongcatur dapat semakin tertib dalam administrasi kependudukan,” ujarnya.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan Sisir Adminduk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan serta membantu Kalurahan Condongcatur dalam meraih prestasi di ajang GISA Award 2025. (Tri Suhartati – KIM Depok)




Launching Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak, Dukung Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Sleman – Kapanewon Ngemplak meluncurkan program Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak (S2B2N) sebagai bagian dari upaya menciptakan transisi yang menyenangkan bagi anak-anak dari PAUD ke SD, Jumat (7/2/2025). Acara yang berlangsung di Kantor Kapanewon Ngemplak ini diinisiasi oleh Pokja Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak sebagai tindak lanjut dari Lomba Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak se-Kabupaten Sleman, di mana Ngemplak berhasil meraih juara kedua pada tahun 2024.

Kegiatan ini diikuti oleh 180 anak, terdiri dari 120 anak PAUD dan 60 siswa SD kelas 1, yang didampingi oleh 36 guru PAUD dan SD. Dengan mengusung tema “Apresiasi Ngemplak Melalui Gerakan Badan Menuju Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan,” acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak, terutama dalam masa transisi mereka ke jenjang pendidikan dasar.

Panewu Ngemplak, Dakiri, mengapresiasi pencapaian yang diraih serta pentingnya kegiatan ini bagi perkembangan anak usia dini.

“Kami berharap melalui senam sehat ini, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sri Suharmi, selaku Ibu PAUD Kapanewon Ngemplak, menekankan pentingnya kolaborasi antara PAUD dan SD.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antara PAUD dan SD, sehingga transisi anak-anak dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Senyum ceria yang menghiasi wajah mereka menciptakan suasana positif sepanjang acara.

Senam Sehat Berbudaya Bocah Ngemplak diharapkan dapat membantu membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya dan lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar acara seremonial, program ini merupakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak usia dini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kapanewon Ngemplak. (Arief Hartanto/KIM Turi)




PPM Ranting Depok Peringati HUT LVRI ke-68, Tanamkan Nilai Juang kepada Generasi Muda

Sleman – Pemuda Panca Marga (PPM) Ranting Depok menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Rabu (5/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, agar semangat juang para veteran tetap diwariskan dan dijaga oleh seluruh komponen bangsa.

Arif Priyo, perwakilan panitia HUT LVRI ke-68, menyatakan bahwa peringatan ini bukan hanya untuk mengenang jasa para veteran, tetapi juga untuk meneruskan cita-cita luhur mereka.

“Nilai perjuangan yang telah diperjuangkan oleh para bapak, ibu, kakek, dan nenek kita tidak hanya diwariskan kepada anak cucu veteran, tetapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai pewaris perjuangan, Pemuda Panca Marga siap meneruskan cita-cita luhur para pendahulu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.

“Kami berharap generasi muda tidak melupakan jasa para veteran. NKRI harus tetap jaya, dan pengorbanan mereka harus selalu dihargai,” tambahnya.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPD LVRI DIY Brigjen TNI (Purn) Sigit Irianto, Panewu Anom Depok Wawan Hariawan, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, serta perwakilan dari DPC LVRI Sleman, Polsek Depok Timur, Koramil 11 Depok, dan anggota PPM serta LVRI Ranting Depok.

Dalam sambutannya, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji menekankan pentingnya mengenalkan sejarah kepada generasi muda agar mereka menghargai jasa para veteran.

“Depok memiliki banyak saksi sejarah perjuangan, dan kita tidak boleh melupakan jasa para veteran yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Dengan memperingati HUT LVRI, kita bisa mengambil pelajaran berharga dan semakin menghormati perjuangan mereka,” tuturnya.

Ketua DPD LVRI DIY Brigjen TNI (Purn) Sigit Irianto menjelaskan bahwa peringatan HUT LVRI tahun ini mengusung tema “Dengan Jiwa Semangat dan Nilai Juang 45, LVRI Bersama Komponen Bangsa Lainnya Siap Mendukung Kepemimpinan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Peringatan tidak harus dilakukan dengan pesta besar-besaran, tetapi akan lebih bermakna jika kita mampu melakukan introspeksi diri demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dalam acara tersebut, dilakukan pemotongan tumpeng dan penyerahan buku sejarah perjuangan veteran kepada sejumlah pihak, termasuk Kapanewon Depok, Kalurahan Condongcatur, DPD LVRI DIY, Polsek Depok Timur, Koramil 11/Depok, dan DPC LVRI Kabupaten Sleman.

Ketua LVRI Ranting Depok, Sabar, turut memaparkan sejarah perjuangan di Kapanewon Depok, termasuk tokoh-tokoh pejuang dan peristiwa penting. Salah satu peristiwa bersejarah yang ia sampaikan adalah serangan Belanda pada 19 Desember 1948, di mana Padukuhan Gejayan dan Manukan menjadi sasaran serangan rudal (rojer kanon).

Peringatan HUT LVRI ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk menghargai dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa. (Wasana/KIM Depok)




Musrenbang RPKAD 2026 Kapanewon Berbah: Fokus pada Kesejahteraan dan Infrastruktur

Sleman, 6 Februari 2026 – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kapanewon Berbah untuk usulan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RPKAD) tahun 2026 digelar di Pendopo Kepanjen, Kapanewon Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (6/2).

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman Y. Gustan Ganda, anggota DPRD Sleman Wanto, dan Budi Sanyata, Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, serta perwakilan dari Forum Pimpinan (Forpim) Berbah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, dan Dinas Sosial Sleman. Selain itu, hadir pula lurah se-Kapanewon Berbah serta perwakilan lembaga dan forum di tingkat kapanewon.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi menyampaikan bahwa tema pembangunan 2026 adalah “Menguatkan Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Didukung SDM yang Berkualitas dan Berkelanjutan.” Ia menyoroti pertumbuhan penduduk yang berdampak pada berkurangnya Lahan Pertanian Produktif dan Berkelanjutan (LP2B) akibat ekspansi sektor ekonomi dan industri.

Selain itu, angka kemiskinan di Berbah mengalami penurunan, tetapi masalah stunting masih cukup tinggi. Persoalan sampah juga menjadi perhatian, meskipun Berbah belum masuk dalam kategori darurat sampah. Oleh karena itu, edukasi dan pengelolaan sampah sejak dini menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan.

“Penurunan angka kemiskinan, stunting, dan pengelolaan sampah tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan rencana kerja pembangunan Kapanewon Berbah,” ujar Tri Akhmeriyadi.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Sleman, Isti Kurniati, ., MPA, menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Beberapa sektor pembangunan di tahun 2024 belum mencapai target, meski ada sektor yang berhasil mencapainya.

“Prioritas pembangunan Kabupaten Sleman masih berfokus pada pengurangan angka kemiskinan, penurunan stunting, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur,” jelas Isti.

Ia juga menambahkan bahwa sumber dana pembangunan bisa berasal dari berbagai skema, termasuk PUPM, BKK, hibah, dan bansos. Namun, penggunaan dana hibah dan bansos perlu lebih bijaksana karena saat ini menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda menegaskan pentingnya peran kepala desa atau lurah dalam pemerataan pembangunan. Ia juga menyinggung rencana penambahan masa jabatan lurah dari lima tahun menjadi delapan tahun guna menjaga kesinambungan pembangunan.

“Lurah harus jeli melihat isu penting dalam kebijakan pembangunan nasional dan mencermati kebijakan bupati terpilih,” ujar Gustan.

Beberapa sumber anggaran yang dapat dimanfaatkan pemerintah kalurahan untuk percepatan pembangunan mencakup dana APBN, INPRES, PUPM, BKK, Dana Keistimewaan (Danais), serta dana aspirasi dari DPR RI, DPRD provinsi, dan kabupaten.

“Pemerintah kalurahan harus kreatif dalam mengakses peluang pendanaan ini demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Gustan.

Anggota Komisi D DPRD Sleman, Mbah Wanto, ST, menyatakan kesiapannya dalam mengawal pembangunan di Kapanewon Berbah, baik dalam aspek fisik maupun pemberdayaan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih optimal.

Sementara itu, politisi PDIP Budi Sanyata, ., mengapresiasi kinerja Polri dan TNI dalam menekan peredaran minuman keras dan narkotika yang meresahkan masyarakat.

“Upaya penghentian peredaran miras dan obat terlarang harus terus ditingkatkan untuk melindungi generasi muda,” ujar Budi.

Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat miskin harus ditingkatkan agar keluarga penerima PKH dapat mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

“Harapannya, masyarakat penerima PKH bisa keluar dari zona PKH dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




FKDM Gamping Perkuat Kewaspadaan Dini demi Keamanan Wilayah

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kapanewon Gamping menggelar sosialisasi kewaspadaan dini masyarakat di Ruang Rapat Wirasuta, Kapanewon Gamping, Kamis (6/2/2024). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota FKDM tentang deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Gamping.

Sosialisasi ini diinisiasi oleh FKDM di bawah koordinasi Jawatan Keamanan Pemerintah Kapanewon Gamping, bekerja sama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping dan Komando Rayon Militer (Koramil) 17/GP. Kegiatan ini dihadiri Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Kepala Jawatan Keamanan Bambang Nurdianto, Kepala Polsek Gamping AKP Bowo Susilo, Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Iptu Suparjana, Batituud Koramil 17/GP Serma Acip Mulyawana, serta berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh pemuda, dan perwakilan pemerintah kalurahan.

Dalam sambutannya, Panewu Gamping Tamzis Sarwana menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram. Ia menyebutkan bahwa kewaspadaan dini harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayahnya masing-masing.

“Pemetaan kriminalitas sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Dengan data ini, aparat keamanan dan pemerintah dapat mengidentifikasi titik rawan dan merancang langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif,” ujar Tamzis.

Kepala Polsek Gamping, AKP Bowo Susilo, menambahkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Ia berharap melalui kewaspadaan dini, masyarakat dapat lebih sigap mengidentifikasi potensi ancaman serta segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwenang.

“Kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, anggota FKDM menyampaikan berbagai keluhan terkait maraknya aksi kriminalitas di beberapa titik rawan di Gamping. Menanggapi hal ini, AKP Bowo berjanji akan meningkatkan patroli rutin dan menempatkan personel di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Ia juga mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam sistem keamanan lingkungan seperti siskamling dan pos ronda.

Selain itu, AKP Bowo mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran akan kewaspadaan dini. Ia menyoroti pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk melindungi anak-anak dan remaja dari ancaman seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, dan paham-paham radikal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya kewaspadaan dini, kepolisian dan Koramil berencana bekerja sama dengan pemerintah kalurahan serta organisasi kemasyarakatan, termasuk FKDM, melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengadakan penyuluhan terkait pencegahan tindak kriminalitas.

Diharapkan, sinergi antara masyarakat, kepolisian, dan TNI dapat terus ditingkatkan guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Melalui sosialisasi ini, FKDM Gamping berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga keamanan lingkungan.

(Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)