Seyegan – Pemerintah Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di aula lantai II Kapanewon Seyegan pada Selasa (4/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun usulan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2026. Musrenbang diikuti oleh 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lima lurah di wilayah Seyegan, serta perwakilan dari kalurahan yang terdiri dari ulu-ulu, Ketua Tim Penggerak PKK, BPKal, LPMKal, Bumkalma, dan Ketua KIM Kapanewon Seyegan. Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Sukamto, S.H., yang bertindak sebagai narasumber.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan oleh Panewu Seyegan, Samino, ., . Dalam paparannya, ia menyampaikan tema pembangunan tahun 2024, yaitu “Menguatkan Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi didukung SDM yang Berkualitas dan Berkelanjutan.”
Samino memaparkan delapan prioritas pembangunan Kabupaten Sleman, yakni Pengurangan kemiskinan, Peningkatan kualitas SDM, Peningkatan produktivitas ekonomi, Penguatan infrastruktur untuk pelayanan publik, Peningkatan kualitas kesehatan, Peningkatan kualitas lingkungan hidup, Peningkatan tata kelola pemerintahan, dan Penguatan ideologi Pancasila dan nilai budaya.
Selain itu, ia menyoroti beberapa permasalahan di Kapanewon Seyegan, seperti angka kemiskinan yang masih tinggi, tingginya kasus stunting, kurangnya fasilitas infrastruktur umum, serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan peran lembaga kemasyarakatan.
Dalam Musrenbang tersebut, disampaikan pula total usulan anggaran sebesar ,-, dengan rincian PUPM: ,- Non PUPM: ,- BKK murni: ,-dan Dana Keistimewaan: ,-
Setiap usulan tersebut mencakup jenis kegiatan dan OPD yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Sukamto, menekankan bahwa usulan program harus mengacu pada hasil evaluasi tahun sebelumnya. Ia juga mengingatkan bahwa mekanisme Musrenbang adalah bagian dari perencanaan pembangunan yang komprehensif dan terukur. Mengenai infrastruktur, ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas jalan di wilayah Seyegan agar lebih baik dan terang.
Dona Saputra Ginting, dari Bappeda Sleman, dalam paparannya menyampaikan visi RPJM 2021–2026, yakni “Terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong.” Sementara itu, visi Bupati Sleman adalah “Membangun masyarakat Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.”
Dona juga mengungkapkan bahwa target penurunan angka kemiskinan di Sleman pada tahun 2026 adalah 6,77–6,83%. Namun, angka kemiskinan di Seyegan masih cukup tinggi, yakni 11,97%, menjadikannya salah satu dari lima kapanewon prioritas dalam penanggulangan kemiskinan. Selain itu, tingkat pengangguran yang tinggi juga menjadi faktor penyumbang angka kemiskinan.
Dalam pemaparan selanjutnya, Dona menyinggung beberapa isu pembangunan, termasuk perencanaan tata ruang wilayah yang mencakup kawasan tanaman pangan, kawasan perlindungan setempat, dan kawasan permukiman. Seyegan juga menjadi salah satu lokasi prioritas dalam penanggulangan kemiskinan berbasis kapanewon.
“Terkait proyek pembangunan jalan tol, setelah proses pembebasan lahan dan konstruksi yang dimulai pada 2022, diharapkan tol dapat beroperasi pada 2024,” tegas Dona.
Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan tiga narasumber. Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Berita Acara Musrenbang oleh perwakilan peserta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)