Pembinaan Kader Jakadara Kapanewon Depok Untuk Tertib Administrasi Kependudukan

Depok– Kader Jakadara (Jaringan Kader Adminduk Depok Agar Tertib dan Tertata) Kapanewon Depok mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Kependudukan (Adminduk) dan Pembuatan Akta Pencatatan Sipil. Kegiatan ini diselenggarakan di Sasana Anglocitatama pada Selasa (4/2/2025) oleh Kapanewon Depok.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Ginoviva Rully, menjadi narasumber dalam bimtek tersebut. Ia menyampaikan materi mengenai pembuatan akta kelahiran, akta kematian, serta prosedur masuk dan pindah penduduk.

Menurutnya, akta kelahiran merupakan dokumen identitas autentik yang wajib dimiliki setiap warga negara.

“Hal ini sesuai dengan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memiliki nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan, serta identitas tersebut harus diberikan sejak kelahirannya melalui akta kelahiran,” ujarnya.

Selain itu, akta kematian merupakan tanda bukti sah atas peristiwa kematian seseorang yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sementara itu, prosedur masuk penduduk melibatkan surat keterangan dari daerah asal, KTP, serta pengisian Formulir dan . Adapun pengurusan pindah penduduk memerlukan formulir permohonan pindah, Kartu Keluarga (KK), serta pengisian Formulir . Dalam pengurusannya, diharapkan pemohon datang sendiri, namun jika diwakilkan, harus dilengkapi dengan surat kuasa bermaterai.

“Kader Jakadara memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi mengenai administrasi kependudukan dan persyaratan pengurusannya kepada masyarakat. Keberadaan mereka terbukti efektif dalam membantu pemangku wilayah menyampaikan informasi dengan lebih cepat dan efisien. Diharapkan, dengan adanya kader Jakadara, masyarakat di Kapanewon Depok semakin tertib dalam pengurusan administrasi kependudukan,” pungkas Ginoviva.

Tri Suhartati – KIM Depok




Universitas AKPRIND Indonesia Siapkan KKN Tematik di Rejosari Berbah

Sleman – Universitas AKPRIND Indonesia (UAI) menggelar kunjungan persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Senin (3/2/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk mematangkan rencana program KKN yang akan berlangsung selama 40 hari mulai pertengahan Februari 2025.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UAI, Muhammad Sholeh, menyampaikan bahwa program ini telah dirancang selama beberapa bulan terakhir dan ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah Kapanewon Berbah.

“KKN ini merupakan KKN Tematik, bukan reguler. Ada 15 mahasiswa semester 6 dan 8 dari Program Studi Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Statistika yang akan terlibat,” jelasnya.

Selama program berlangsung, mahasiswa akan tinggal bersama warga untuk memahami lebih dalam kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi yang tepat.

“Dengan menyatu bersama warga, mahasiswa dapat menggali program yang paling dibutuhkan dan menyelesaikannya secara maksimal,” tambahnya.

Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Direktur Direktorat AKPRIND Technopark (DAT), Purnawan menjelaskan bahwa KKN Tematik kali ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik.”

“Meski tema utama adalah pengelolaan sampah, mahasiswa juga dapat menggali potensi lain terkait pemberdayaan masyarakat sesuai dengan hasil observasi di lapangan,” ujarnya.

Mahasiswa akan melakukan survei awal untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang dihadapi warga, sehingga program yang dijalankan bisa lebih tepat sasaran.

Anggota DPRD Sleman Komisi D, Wanto, yang juga alumni Teknik Lingkungan UAI, memberikan apresiasi atas program KKN ini.

“Sesuai dengan bidang kerja Komisi D yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting. Dengan pendampingan dari akademisi, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat bisa lebih terarah dan tidak rumit,” ungkapnya.

Ia berharap inovasi dari kampus dapat membantu masyarakat menemukan metode pengelolaan sampah yang efektif dan sesuai dengan kondisi setempat.

Sementara itu, Dukuh Rejosari, Dalis Kurniawan, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas dipilihnya Padukuhan Rejosari sebagai lokasi KKN. Semoga program ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi warga,” ujarnya.

Padukuhan Rejosari terdiri dari tiga kampung, yaitu Jogomangsan, Rejosari, dan Kerten, dengan total tujuh RT dan tiga RW.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, program KKN Tematik Universitas AKPRIND Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Rejosari, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik.

(Kusnadi | KIM Berbah)




Tim Media Donoharjo Studi Tiru ke CRAST 107.8 FM, Pelajari Teknik Podcast dan Broadcasting

Sleman – Tim Media Donoharjo melakukan studi tiru ke laboratorium radio CRAST 107.8 FM di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta, Babarsari, Sleman, Senin (3/2/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam wawasan mengenai teknik broadcasting dan podcast, yang nantinya akan diterapkan dalam pengembangan layanan informasi di Kalurahan Donoharjo.

Ketua Tim Media Donoharjo, Sefita Ayu Purnama Sari, mengungkapkan bahwa inovasi ini diharapkan dapat memperluas akses informasi bagi masyarakat Donoharjo.

“Ke depan, layanan informasi di Donoharjo tidak hanya melalui website, media sosial, atau Sistem Informasi Desa (SID) seperti yang selama ini kami lakukan, tetapi juga melalui podcast. Dengan podcast, informasi dapat disampaikan secara langsung oleh narasumber kompeten dalam format yang lebih menarik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa podcast kini menjadi media yang digemari masyarakat karena fleksibel dan mudah diakses kapan saja melalui internet.

“Podcast bisa didengarkan sambil melakukan aktivitas lain, seperti mengerjakan pekerjaan rumah atau menyetir. Harapannya, selain menjadi media informasi, podcast ini juga dapat digunakan sebagai sarana promosi bagi pelaku usaha di Donoharjo,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Media Donoharjo diterima oleh Anggi Setiadi, dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, yang membimbing langsung sesi praktik di studio broadcasting. Rombongan diajak untuk memahami penggunaan multicam dalam merekam talk show, serta praktik langsung pembuatan podcast di studio.

Tim diberikan arahan mengenai cara menjalankan podcast yang menarik, memilih narasumber sesuai tema, menyusun pertanyaan yang tepat, serta berbagai tips agar acara tetap dinamis dan tidak membosankan. Selain itu, mereka juga mendapat wawasan tentang teknik perekaman suara, editing audio, hingga peralatan yang digunakan dalam produksi podcast.

Salah satu anggota tim, Nana Winardiningsih, berkesempatan untuk merasakan langsung pengalaman menjadi podcaster di studio.

“Sangat menyenangkan! Dengan podcast, kita bisa menggali informasi dari narasumber dengan cara yang santai tetapi tetap mengena,” ungkapnya.

Dengan adanya studi tiru ini, Tim Media Donoharjo optimis dapat menghadirkan inovasi baru dalam penyebaran informasi di tingkat desa, sekaligus menjadikan podcast sebagai sarana komunikasi yang lebih interaktif bagi masyarakat.

(Upik Wahyuni | KIM Donoharjo)




Puskesmas Depok II Gelar Rakor Kader Kesehatan, Bahas Program dan Inovasi Layanan

Condongcatur – Puskesmas Depok II menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kader Kesehatan yang diikuti oleh 40 kader dari setiap Posyandu di Kalurahan Condongcatur. Rakor yang rutin diadakan setiap bulan ini berlangsung di Aula Puskesmas Depok II, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (4/2/2025).

Kepala Puskesmas Depok II, dr. Trisni Nur Andayani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan yang telah berperan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kader yang telah berdedikasi dalam memberikan layanan kesehatan di masyarakat. Peran kader sangat penting dalam mendukung program kesehatan di tingkat lokal,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dr. Trisni juga memperkenalkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun, sebuah inisiatif dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan akses layanan kesehatan preventif. Program ini memungkinkan masyarakat yang berulang tahun mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa perlu memiliki BPJS.

“Untuk mengikuti program ini, masyarakat cukup mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Promotor Kesehatan (Promkes) Puskesmas Depok II, Pudewa Ardi Mahardika, menjelaskan bahwa program pemeriksaan gratis bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.

Ia juga memaparkan cara mengakses layanan melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. “Caranya dengan mengunduh aplikasi melalui Play Store, mengisi identitas diri, dan menunggu notifikasi dari aplikasi. Saat ini, program masih dalam tahap sosialisasi dan belum sepenuhnya berjalan,” jelasnya.

Selain membahas program tersebut, rakor juga mengkoordinasikan pelaksanaan Posyandu di 40 Posyandu di Kalurahan Condongcatur. Agenda lain yang dibahas adalah distribusi Vitamin A untuk balita di bulan Februari serta laporan rutin kader yang mencakup penimbangan balita, PHBS, jumantik, validasi data balita, P4K, persalinan, UKGM, SDIDTK, ASI eksklusif, dan berbagai program kesehatan lainnya.

Para kader kesehatan di Kalurahan Condongcatur menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan demi kelancaran berbagai program kesehatan bagi masyarakat.

Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan seluruh kegiatan kesehatan di Kalurahan Condongcatur dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. (Tri Suhartati | KIM DEPOK)




GP Ansor Sleman Gelar Rakor Perdana, Susun Strategi dan Program Kerja 2025-2029

Sleman – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi perdana pasca terpilihnya ketua baru untuk menyusun strategi dan program kerja organisasi periode 2025-2029. Rapat berlangsung di Kantor Sekretariat GP Ansor Kabupaten Sleman, Senin (3/2/2025), dan dihadiri jajaran pengurus harian serta seluruh anggota bidang.

Ketua baru GP Ansor Sleman, H. M. Najib Yuliantoro, menegaskan pentingnya memperkuat soliditas organisasi dan berkomitmen membawa GP Ansor ke arah yang lebih progresif.

“Kita perlu memperkuat kaderisasi, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan peran sosial GP Ansor dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan, optimalisasi peran Ansor dan Banser, penguatan ekonomi berbasis kemandirian organisasi, serta digitalisasi keanggotaan melalui aplikasi Sahabat Indonesia Applications (SIApps). Aplikasi ini akan menjadi alat penghubung antara GP Ansor dengan masyarakat sekaligus layanan digital bagi publik.

Gus Najib juga memperkenalkan tujuh bidang utama dalam kepengurusan baru, yaitu Bisnis dan Ekonomi (Bidang I), Inovasi dan Teknologi Informasi (Bidang II), Organisasi (Bidang III), Kaderisasi, Sumber Daya Manusia, dan Anak Muda (Bidang IV), Hukum dan Advokasi (Bidang V), Pendidikan, Dakwah, dan Pondok Pesantren (Bidang VI), dan Kebanseran, Kesehatan, dan Bela Negara (Bidang VII)

Ia menekankan perlunya perbaikan sistem kaderisasi agar GP Ansor mampu mencetak pemuda yang tidak hanya bersemangat dalam perjuangan, tetapi juga siap berkontribusi di berbagai bidang. Salah satu poin penting yang dibahas adalah pemanfaatan teknologi dalam dakwah dan komunikasi organisasi.

“Di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial dan platform digital menjadi langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak anak muda serta menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat,” tandasnya.

Selain itu, pertemuan ini menyoroti pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta institusi pendidikan. Komunikasi dengan stakeholder di setiap tingkatan harus terus dibangun agar program-program GP Ansor lebih berdampak bagi masyarakat.

Di akhir pertemuan, Gus Najib mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan bersemangat dalam menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan baru lebih responsif terhadap kebutuhan kader di tingkat akar rumput dan menghadirkan inovasi yang lebih relevan bagi pemuda saat ini.

“GP Ansor adalah wadah pengabdian. Mari kita jaga komitmen untuk terus berkhidmat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)